Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Kurikulum 2013 SEKOLAH DASAR Kurikulum 2013 SEKOLAH DASAR KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2013 1.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Kurikulum 2013 SEKOLAH DASAR Kurikulum 2013 SEKOLAH DASAR KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2013 1."— Transcript presentasi:

1 Kurikulum 2013 SEKOLAH DASAR Kurikulum 2013 SEKOLAH DASAR KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

2 Selamat Malam

3 KURIKULUM merupakan : Rencana Kegiatan, dan Pengalaman yang diperlukan siswa sebagai sarana untuk membantu dan memfasilitasinya dalam mengembangkan pribadinya, secara utuh dan optimal

4 MENDAMPINGI KURIKULUM FORMAL THE HIDDEN CURRICULUM GURU ATAU FASILITATOR LAINNYA POLA PEMBELAJARAN SARANA DAN PRASARANA MANAJEMEN KELAS DAN SEKOLAH PERAN SERTA ORANGTUA DAN MASYARAKAT

5

6 MATA PELAJARAN ALOKASI WAKTU BELAJAR PER MINGGU IIIIIIIVVVI Kelompok A 1.Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Sosial Kelompok B 1.Seni Budaya dan Prakarya (termasuk muatan lokal)* Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan (termasuk muatan lokal) Jumlah Alokasi Waktu Per Minggu

7 Alasan Pengembangan Kurikulum Tantangan Masa Depan Globalisasi: WTO, ASEAN Community, APEC, CAFTA Masalah lingkungan hidup Kemajuan teknologi informasi Konvergensi ilmu dan teknologi Ekonomi berbasis pengetahuan Kebangkitan industri kreatif dan budaya Pergeseran kekuatan ekonomi dunia Pengaruh dan imbas teknosains Mutu, investasi dan transformasi pada sektor pendidikan Hasil TIMSS dan PISA Kompetensi Masa Depan Kemampuan berkomunikasi Kemampuan berpikir jernih dan kritis Kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan Kemampuan menjadi warga negara yang bertanggungjawab Kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda Kemampuan hidup dalam masyarakat yang mengglobal Memiliki minat luas dalam kehidupan Memiliki kesiapan untuk bekerja Memiliki kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya Memiliki rasa tanggungjawab terhadap lingkungan Fenomena Negatif yang Mengemuka  Perkelahian pelajar  Narkoba  Korupsi  Plagiarisme  Kecurangan dalam Ujian (Contek, Kerpek..)  Gejolak masyarakat (social unrest) Persepsi Masyarakat Terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif Beban siswa terlalu berat Kurang bermuatan karakter 7

8 KelasTahun I 5% II III IV5% V VI JADWAL IMPLEMENTASI DI SD DAN MI

9 PENDEKATAN TEMATIK INTEGRATIF DI SD DAN MI Kurikulum SD/MI menggunakan pendekatan pembelajaran tematik integratif dari kelas I sampai kelas VI. Pembelajaran tematik integratif merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema. Selain itu tematik integratif ini juga diperkaya dengan penempatan mata pelajaran Bahasa Indonesia sebagai penghela mata pelajaran lain. Pendekatan sains yang dipakai dalam kurikulum ini menyebabkan semua mata pelajaran yang diajarkan akan diwarnai oleh mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu Pengetahuan Alam. 9

10 Peran Pendidikan dan Kebudayaan Pendidikan Bangsa yang Cerdas Intelektual Spiritual Sosial Kinestesis Produktif Inovatif Bangsa yang Kolaboratif-Kompetitif Bangsa yang Kolaboratif-Kompetitif Bangsa Berpengetahuan dan Berbudaya Bangsa yang Beradab Kebudaya a n Kultural Afektif 10 Kreatif

11 Tema Pengembangan Kurikulum 2013 Kurikulum yang dapat menghasilkan insan indonesia yang: Produktif, Kreatif, Inovatif, Afektif (menghasilkan) (daya cipta) (pembaruan) (perasaan) melalui penguatan Sikap, Keterampilan, dan Pengetahuan yang terintegrasi 11

12 Posisi Kurikulum 2013 Produktif Kreatif Inovatif Afektif 12

13 Landasan Pengembangan Kurikulum Aspek Filosofis Filosofi pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai luhur, nilai akademik, kebutuhan peserta didik dan masyarakat Kurikulum berorientasi pada pengembangan kompetensi Aspek Yuridis RPJMN SEKTOR PENDIDIKAN Perubahan metodologi pembelajaran Penataan kurikulum INPRES NOMOR 1 TAHUN 2010 Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional: Penyempurnaan kurikulum dan metode pembelajaran aktif berdasarkan nilai-nilai Budaya bangsa untuk membentuk daya saing dan karakter bangsa Aspek Konseptual Relevansi Model Kurikulum Berbasis Kompetensi Kurikulum lebih dari sekedar dokumen Proses pembelajaran Aktivitas belajar Output belajar Outcome belajar Penilaian Kesesuaian teknik penilaian dengan kompetensi Penjenjangan penilaian 13

14 A. Kompetensi Lulusan 1Berkarakter mulia 2Keterampilan yang relevan 3Pengetahuan-pengetahuan terkait B. Materi Pembelajaran 1Relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan 2Materi esensial 3Sesuai dengan tingkat perkembangan anak Kenyataan dan harapan kurikulum Konsep Ideal B. Materi Pembelajaran 1Belum relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan 2Beban belajar terlalu berat 3Terlalu luas, kurang mendalam A. Kompetensi Lulusan 1Belum sepenuhnya menekankan pendidikan karakter 2Belum menghasilkan Keterampilan sesuai kebutuhan 3Pengetahuan-pengetahuan lepas Kondisi Saat Ini C. Proses Pembelajaran 1Berpusat pada peserta didik (student centered active learning) 2Sifat pembelajaran yang kontekstual 3Buku teks memuat materi dan proses pembelajaran, sistem penilaian serta kompetensi yang diharapkan C. Proses Pembelajaran 1Berpusat pada guru (teacher centered learning) 2Sifat pembelajaran yang berorientasi pada buku teks 3Buku teks hanya memuat materi bahasan 14 14

15 15 Proses Pembelajaran yang Mendukung Kreativitas Dyers, J.H. et al [2011], Innovators DNA, Harvard Bus. Review: 2/3 dari kemampuan kreativitas seseorang diperoleh melalui pendidikan, 1/3 sisanya berasal dari genetik. Kebalikannya berlaku untuk kemampuan intelijensia yaitu: 1/3 dari pendidikan, 2/3 sisanya dari genetik. Kemampuan kreativitas diperoleh melalui: -Observing [mengamati] -Questioning [menanya] -Associating [menalar] -Experimenting [mencoba] -Networking [Membentuk jejaring] Personal Inter-personal 15 Perlunya merumuskan kurikulum yang mengedepankan pengalaman personal melalui proses mengamati, menanya, menalar, dan mencoba [observation based learning] untuk meningkatkan kreativitas peserta didik. Disamping itu, dibiasakan bagi peserta didik untuk bekerja dalam jejaringan melalui collaborative learning

16 16 Proses Penilaian yang Mendukung Kreativitas Sharp, C Developing young children’s creativity: what can we learn from research?: Guru dapat membuat peserta didik berani berperilaku kreatif melalui: tugas yang tidak hanya memiliki satu jawaban tertentu yang benar [banyak/semua jawaban benar], mentolerir jawaban yang nyeleneh, tetapi sungguh-sungguh menekankan pada proses bukan hanya hasil saja, memberanikan peserta didik untuk mencoba, untuk menentukan sendiri yang kurang jelas/lengkap informasinya, untuk memiliki interpretasi sendiri terkait dengan pengetahuan atau kejadian yang diamatinya memberikan keseimbangan antara yang terstruktur dan yang spontan/ekspresif Perlunya merumuskan kurikulum yang mencakup standar penilaian yang mencakup pertanyaan yang tidak memiliki jawaban tunggal, memberi nilai bagi jawaban nyeleneh, menilai proses pengerjaannya bukan hanya hasilnya, penilaian spontanitas/ekspresif, dll 16

17 100 tahun kemerdekaan "Bonus Demografi" Bonus Demografi Sebagai Modal SDM Usia Produktif Melimpah Kompeten Tidak Kompeten Beban Pembangunan Modal Pembangunan Transformasi Melalui Pendidikan -Kurikulum - PTK -Sarpras -Manajemen 17

18 Pembangunan Ekonomi Berbasis Sumberdaya Sumber Daya Alam sebagai Modal Pembangunan Sumber Daya Alam sebagai Modal Pembangunan Sumber Daya Manusia sebagai Beban Pembangunan Sumber Daya Manusia sebagai Beban Pembangunan Pembangunan Kesejahteraan Berbasis Peradaban Peradaban sebagai Modal Pembangunan SDM Beradab*) sebagai Modal Pembangunan SDM Beradab*) sebagai Modal Pembangunan Abad 21 - dsts/d Dekade Akhir Abad 20 Transformasi Melalui Pendidikan Transformasi Melalui Pendidikan Kekayaan Peradaban Kekayaan Alam *) SDM Beradab: Berpendidikan [berpengetahuan dan berketerampilan] dan Berbudaya [Berkarakter kuat] Penduduk Sebagai Pasar/Pengguna Penduduk Sebagai Pelaku/Produsen Pergeseran Paradigma Pembangunan

19 Pembangunan Kesejahteraan Berbasis Peradaban Modal Sosial Modal Budaya Modal Pengetahuan/ Keterampilan Modal Peradaban Modal SDM Pembangunan Kesejahteraan 19

20 Perkembangan Akademik Industri Sosial-Budaya Perubahan Kebutuhan Pengetahuan Keterampilan Sikap Pengembangan Kurikulum SDM yang Kompeten Pengetahuan Keterampilan Sikap Pedagogi, Psikologi Dinamika Kurikulum20

21 Informasi (tersedia dimana saja, kapan saja) Komputasi (lebih cepat memakai mesin) Otomasi (menjangkau segala pekerjaan rutin) Komunikasi (dari mana saja, ke mana saja) Pembelajaran diarahkan untuk mendorong peserta didik mencari tahu dari berbagai sumber observasi, bukan diberi tahu Pembelajaran diarahkan untuk mampu merumuskan masalah [menanya], bukan hanya menyelesaikan masalah [menjawab] Pembelajaran diarahkan untuk melatih berfikir analitis [pengambilan keputusan] bukan berfikir mekanistis [rutin] Pembelajaran menekankan pentingnya kerjasama dan kolaborasi dalam menyelesaikan masalah Pergeseran Paradigma Belajar Abad 21 Model PembelajaranCiri Abad 21 21

22 F. Pengelolaan Kurikulum 1Pemerintah Pusat dan Daerah memiliki kendali kualitas dalam pelaksanaan kurikulum di tingkat satuan pendidikan 2Satuan pendidikan mampu menyusun kurikulum dengan mempertimbangkan kondisi satuan pendidikan, kebutuhan peserta didik, dan potensi daerah 3Pemerintah menyiapkan semua komponen kurikulum sampai buku teks dan pedoman Konsep Ideal F. Pengelolaan Kurikulum 1Satuan pendidikan mempunyai kebebasan dalam pengelolaan kurikulum 2Masih terdapat kecenderungan satuan pendidikan menyusun kurikulum tanpa mempertimbangkan kondisi satuan pendidikan, kebutuhan peserta didik, dan potensi daerah 3Pemerintah hanya menyiapkan sampai standar isi mata pelajaran Kondisi Saat Ini 22 D. Penilaian 1Menekankan aspek kognitif, afektif, psikomotorik secara proporsional 2Penilaian test dan portofolio saling melengkapi D. Penilaian 1Menekankan aspek kognitif 2Test menjadi cara penilaian yang dominan 22 E. Pendidik dan Tenaga Kependidikan 1Memenuhi kompetensi profesi, pedagogi, sosial, dan personal 2Motivasi mengajar 22 E. Pendidik dan Tenaga Kependidikan 1Memenuhi kompetensi profesi saja 2Fokus pada ukuran kinerja PTK 22

23 Kurikulum 2013 Untuk Peningkatan Efektivitas Pembelajaran Sistem Nilai: -Universal -Nasional -Lokal Efektivitas Pemahaman Efektivitas Interaksi Efektivitas Penyerapan Transformasi Nilai Iklim akademik, budaya sekolah/ kampus,.... Pembelajaran yang mengedepankan pengalaman personal melalui Mengamati (menyimak, melihat, membaca, mendengar), Menanya, Menalar, Mencoba, Mengkomunikasikan,.... Manajemen dan Kepemimpinan Penilaian pada kemampuan proses, nilai dan pengetahuan, serta kemampuan menilai sendiri Kesinambungan Pembelajaran secara horisontal dan vertikal 23

24 Rasionalitas Penambahan Jam Pelajaran 24 NoRasionalitas 1 Perubahan proses pembelajaran [dari siswa diberi tahu menjadi siswa mencari tahu] dan proses penilaian [dari berfokus pada pengetahuan melalui penilaian output menjadi berbasis kemampuan melalui penilaian proses dan output] memerlukan penambahan jam pelajaran 2Kecenderungan akhir-akhir ini banyak negara menambah jam pelajaran [KIPP (Knowledge Is Power Program) dan MELT (Massachusetts Extended Learning Time) di AS, Korea Selatan] 3Perbandingan dengan negara-negara lain menunjukkan jam pelajaran di Indonesia relatif lebih singkat 4Walaupun pembelajaran tatap muka di Finlandia relatif singkat, tetapi didukung dengan pembelajaran tutorial

25 1. Minimum number of hours per year. 2. Estimated because breakdown by age is not available. 3. "Ages 12-14" covers ages only. Countries are ranked in descending order of the total number of intended instruction hours. Source: OECD. Table D1.1. See Annex 3 for notes (www.oecd.org/edu/eag2012). = 15% 25 Jumlah Jam Belajar di Sekolah Negeri untuk Usia 7-14 Tahun

26 keterangan 1. Mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya dapat memuat Bahasa Daerah. 2. Kegiatan ekstrakurikuler SD dan MI antara lain Pramuka (Wajib), Usaha Kesehatan Sekolah, dan Palang Merah Remaja. 3. Mata pelajaran Kelompok A adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat dan mata pelajaran Kelompok B adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat dan dilengkapi dengan konten lokal yang dikembangkan oleh pemerintah daerah Bahasa Daerah dapat merupakan muatan lokal dengan kurikulum disusun sebagai kurikulum daerah oleh pemerintah daerah dan diajarkan secara terintegrasi dengan mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya ataupun diajarkan terpisah apabila daerah merasa perlu untuk memisahkannya. Satuan pendidikan dapat menambah jam pelajaran per minggu sesuai dengan kebutuhan peserta didik pada satuan pendidikan tersebut. Pengembangan diri diintegrasikan ke semua mata pelajaran 26

27 Elemen Perubahan pada Kurikulum 2013 Elemen Perubahan 27

28 Elemen Perubahan di sd dan mi ElemenDeskripsi Kompetensi Lulusan Adanya peningkatan dan keseimbangan soft skills dan hard skills yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan Kedudukan mata pelajaran (ISI) Kompetensi yang semula diturunkan dari matapelajaran berubah menjadi matapelajaran dikembangkan dari kompetensi. Pendekatan (ISI) Kompetensi dikembangkan melalui: Tematik Integratif dalam semua mata pelajaran 28

29 Elemen Perubahan di sd dan mi ElemenDeskripsi Struktur Kurikulum (Mata pelajaran dan alokasi waktu) (ISI) Holistik dan integratif berfokus pada alam, sosial, dan budaya Pembelajaran dilaksanakan dengan pendekatan sains Jumlah mata pelajaran berkurang dari 10 menjadi 6 di kls I-III dan dari 10 menjadi 8 di kls IV-VI Jumlah jam bertambah 4 JP/minggu akibat perubahan pendekatan pembelajaran dan penilaian 29 29

30 Elemen Perubahan sd dan mi ElemenDeskripsi Proses pembelajaran Standar Proses yang semula terfokus pada Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi dilengkapi dengan Mengamati, Menanya, Mengolah, Menalar, Menyajikan, Menyimpulkan, dan Mencipta. Belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga di lingkungan sekolah dan masyarakat Guru bukan satu-satunya sumber belajar. Sikap tidak hanya diajarkan secara verbal, tetapi melalui contoh dan teladan Tematik dan terpadu 30

31 Elemen Perubahan di sd dan mi ElemenDeskripsi Penilaian hasil belajar Penilaian berbasis kompetensi Pergeseran dari penilain melalui tes [mengukur kompetensi pengetahuan berdasarkan hasil saja], menuju penilaian otentik [mengukur kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil] Memperkuat PAP (Penilaian Acuan Patokan) yaitu pencapaian hasil belajar didasarkan pada posisi skor yang diperolehnya terhadap skor ideal (maksimal) Penilaian tidak hanya pada level KD, tetapi juga kompetensi inti dan SKL Mendorong pemanfaatan portofolio yang dibuat siswa sebagai instrumen utama penilaian Ekstrakurikuler Pramuka (wajib) UKS PMR Bahasa Inggris 31

32 Gradasi antar Satuan Pendidikan memperhatikan; 1.Perkembangan psikologis anak 2.Lingkup dan kedalaman materi 3.Kesinambungan 4.Fungsi satuan pendidikan 5.Lingkungan STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) - RINCI 32

33 Gradasi antar Satuan Pendidikan memperhatikan; 1.Perkembangan psikologis anak 2.Lingkup dan kedalaman materi 3.Kesinambungan 4.Fungsi satuan pendidikan 5.Lingkungan STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) - RINGKAS 33

34 Prosedur Penyusunan Kompetensi Inti dan Dasar SK-KD Lama Mapel per kelas Standar Kompetensi Lulusan Baru Mempertahankan SK KD lama yang sesuai dengan SKL Baru Merevisi SK KD lama disesuaikan dengan SKL Baru Menyusun SK KD Baru Evaluasi Sumber Kompetensi [Mapel per kelas] Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Baru 34

35 Standar Kompetensi Lulusan SDKompetensi Inti Kelas I SD Memiliki [melalui menerima, menjalankan, menghargai, menghayati, mengamalkan] perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam, di sekitar rumah, sekolah, dan tempat bermain Menerima dan menjalankan ajaran agama dan kepercayaan yang dianutnya. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru. Memiliki [melalui mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyaji, menalar, mencipta] kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sesuai dengan yang ditugaskan kepadanya. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia. Memiliki [melalui mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi] pengetahuan faktual dan konseptual dalam ilmu pengetahuan, teknologi,seni, budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian di lingkungan rumah, sekolah, dan tempat bermain Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah 35 SKL dan Kompetensi Inti Kelas I SD

36 IV (K) Menyajikan pengetahuan faktual dalam: Bahasa yg jelas dan logis Karya yg estetis Gerakan yang sehat Tindakan akhlak mulia + secara sistematis + pengetahuan konseptual + secara kritis III (P) Memahami pengetahuan faktual Mengamati & Menanya Di rumah dan sekolah + tempat bermain + konseptual + Mencoba II (S) Jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, percaya diri (keluarga, teman, guru) (+tetangga) (+ cinta tanah air) I (S) Menerima dan menjalankan ajaran agamanya + menghargai IIIIIIIVVVI KI Kelas Tabel Peningkatan Kompetensi Inti Kelas I-VI SD Penguatan 36 S: Sikap (I: Sikap Spiritual, II: Sikap Sosial), P: Pengetahuan, K: Keterampilan

37 Contoh Perumusan Kompetensi Dasar dari Kompetensi Inti untuk PPKN Kelas I SD DASAR 37 Kompetensi IntiKD lama (KTSP 2006)Rumusan Kompetensi Dasar Usulan 1.Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya. 1.Menjelaskan perbedaan jenis kelamin, agama, dan suku bangsa 2.Memberikan contoh hidup rukun melalui kegiatan di rumah dan di sekolah 3.Menerapkan hidup rukun di rumah dan di sekolah 4.Menjelaskan pentingnya tata tertib di rumah dan di sekolah 5.Melaksanakan tata tertib di rumah dan di sekolah 6.Menjelaskan hak anak untuk bermain, belajar dengan gembira dan didengar pendapatnya 7.Melaksanakan hak anak di rumah dan di sekolah 8.Mengikuti tata tertib di rumah dan di sekolah 9.Melaksanakan aturan yang berlaku di masyarakat 1. Menerima keberagaman karakteristik individu dalam kehidupan beragama sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah dan sekolah 2. Menerima kebersamaan dalam keberagaman sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah dan sekolah 2.Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru. 1. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru sebagai perwujudan nilai dan moral Pancasila 2. Menunjukan perilaku patuh pada tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah 3. Menunjukkan perilaku kebersamaan dalam keberagaman di rumah dan sekolah

38 Peserta Didik Lulusan yang Kompeten Penguatan peran pemerintah dalam pembinaan dan pengawasan Penguatan manajemen dan budaya sekolah Kesesuaian kompetensi PTK dengan kurikulum dan buku teks Faktor Keberhasilan Implementasi Kurikulum 38 Kurikulum Ketersediaan buku sebagai bahan ajar dan sumber belajar yang mengintegrasikan standar pembentuk kurikulum Faktor Penentu Faktor Pendukung

39 IKLIM DAN BUDAYA SEKOLAH KURIKULUM Sarana Prasarana Lulusan yang Kompeten Sistem Implementasi Kurikulum Pendidik dan Tenaga Kependidikan MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN 39 Peserta Didik

40 TIM PENGEMBANG KURIKULUM GURU UTAMAGURUINSTRUKTUR DIKLAT Unsur Dinas Pendidikan, Dosen, Widyaiswara, Guru Inti, Pengawas, Kepala Sekolah Guru Inti, Pengawas, Kepala Sekolah Guru kelas, guru mata pelajaran, SD, SMP, SMA, SMK Strategi Penyiapan Guru 40

41 4 KRITERIA GURU 1.Guru Biasa, Guru yang Biasa Bicara 2.Guru Bagus, Guru yang Menerangkan 3.Guru Hebat, Guru yang Mendemonstrasikan 4.Guru Agung, Guru yang dapat memberi Inspirasi

42 NoEntitas Pendidikan Perubahan Yang Diharapkan 1Peserta DidikLebih produktif, kreatif, inovatif, afektif Lebih bergairah dan senang di sekolah dan belajar 2Pendidik dan Tenaga Kependidikan Lebih bergairah dalam mengajar Lebih mudah dalam memenuhi ketentuan 24 jam per minggu 3Manajemen Satuan Pendidikan Lebih mengedepankan layanan pembelajaran termasuk bimbingan dan penyuluhan Antisipasi atas semaraknya variasi kegiatan pembelajaran 4Negara dan Bangsa Meningkatkan reputasi internasional dalam bidang pendidkan Meningkatkan daya saing Berkembangnya Peradaban Bangsa 5Masyarakat Umum Memperoleh lulusan sekolah yang kompeten Kebutuhan pendidikan dapat dipenuhi oleh sekolah Dapat meningkatkan kesejahteraannya Dampak Pengembangan Kurikulum

43 Innovator Problem Solver Risk Taker Open Minded Mengembangkan kemampuan berpikir kritis kreatif untuk mengidentifiksi dan membangun konsep-konsep, ide-ide serta temuan-temuan yang bernilai sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Mengembangkan kemampuan untuk menemukan cara-cara dalam mengatasi masalah Melakukan tindakan-tindakan dengan menggunakan pertimbangan-pertimbangan yang ada Terbuka untuk tetap belajar tentang hal-hal baru dan menghargai berbagai perbedaan yang ada Profil siswa Abad 2143 Communicator Percaya diri untuk mengutarakan ide-ide secara terbuka didukung dengan konsep, pilihan kata, bahasa, dan data yang sesuai dan disertai sikap menghargai perbedaan terhadap ide orang lain

44 Team Works Reflective Knowlegdeable Oppportunity Creator Mengembangkan kemampuan untuk bekerja sama, dan berkolaborasi untuk mencapai hasil yang telah disepakati bersama. Mempunyai kemampuan untuk mengidentifikasi hal-hal yang telah dicapai dan menentukan cara untuk meningkatkan kinerja. Mempunyai konsep-konsep, pengetahuan, dan keterampilan yang melandasi perilaku dan tindakan yang akan diambil. Mengembangkan kepekaan dan kemampuan untuk menentukan areal/hal yang dapat dikembangkan menjadi sebuah kegiatan untuk menghasilkan nilai tambah yang dapat diterima dan dihargai orang lain. Lanjutan44

45 1. Mereviu Dokumen I KTSP 2. Memahami (Mempelajari) Silabus dan Bahan Ajar (Buku siswa) 1.Melakukan analisis konteks (jika perlu) 2.Mereviu visi, misi dan tujuan sekolah 3.Mereviu struktur dan muatan kurikulum (mata pelajaran, muatan lokal, pengembangan diri, beban belajar, KKM, peminatan, kalender pendidikan, dll.) 1.Menelaah silabus yang telah disusun oleh pusat 2.Menelaah buku siswa yang telah disusun oleh pusat Apa yang Harus Dilakukan Sekolah Untuk Melaksanakan Kurikulum Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Memasukkan kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan pada kegiatan inti di langkah-langkah pembelajaran

46 Jangan Lupa sertakan Do’a Dalam Setiap Kegiatan Anda T e r i m a k a s i h Tetap memiliki Komitmen


Download ppt "Kurikulum 2013 SEKOLAH DASAR Kurikulum 2013 SEKOLAH DASAR KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2013 1."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google