Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

FAKULTAS EKONOMI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI KOPERASI OLEH : SAPARUDDIN. M, SE.M.SI.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "FAKULTAS EKONOMI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI KOPERASI OLEH : SAPARUDDIN. M, SE.M.SI."— Transcript presentasi:

1 FAKULTAS EKONOMI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI KOPERASI OLEH : SAPARUDDIN. M, SE.M.SI

2 Ket : Pengaruh Tindak Lanjut 1 Kerangka Pembangunan Daerah Potensi - Sumber Daya Ekonomi - Kelembag/Lingkungan Kebijakan/Sasaran - Pertumbuhan Ekonomi - Pemerataan/Stabilitas Tujuan : Peningkatan taraf hidup dan Kesejahteraan Indikator Sasaran - Peningkatan Kapasitas Produksi - Perubahan Struktur Ekonomi - Peningkat Investasi (Swasta & PP) - Peningkatan Kesempatan Kerja - Peningkatan Indikator Sosial Pembangunan Kabupaten/Kota Fenomena: - PDRB Meningkat - Perkembangan Struktur Ekonomi - Pendap perkapita nominal naik Investasi Swasta Share Sektor Pengemb Pem. AK dan TK Ketimpangan Antar Kab/Kota Fenomena : Ketimpangan Distribusi Pendapatan perkapita

3 2 MODEL FUNGSI PRODUKSI Dimana = Y = Pertumbuhan ekonomi I/Y = Rasio investasi terhadap output P = Pertumbuhan Penduduk G/Y = Rasio Pengeluaran pemerintah terhadap output V12 = Kelompok umur usia muda dan tua E0 = Mutu Modal Manusia Y0 = Pendapatan perkapita awal Y0 2 = Pendapatan perkapita & hubungannya dengan peddkn P2 = Jmlh Penduduk hubungannya dgn efisiensi jasa gov D = Kepadatan Penduduk

4 3 KETIMPANGAN DISTRIBUSI PENDAPATAN Williamson (US 1950 – 1960) Esmara (IND 1970) Ketimpangan spasial/regional dalam batas negera Ketimpangan antar daerah

5 4 Penyebab Ketimpangan pendapatan perkapita Penyebab Ketimpangan pendapatan perkapita 1. Kontribusi sektor (sh) 2. Investasi (I) 3. Transfer Pst & Daerah (Tr) 4. Ex. Gov. u/ Propinsi (Ge) 5. Pertmbhn & kepadatan pddk (PG&D) 6. Proporsi Penduduk kota (U) 7. Proporsi Pddk Miskin (PL) 8. NT TK sektor UKM (TK) 9. Proporsi Klpk anak usia sekolah D-M (CE) Uppal dan Handoko (1986 ) Uppal dan Handoko (1986 )

6 9 Klassen Typologi (Sjafrizal, 1997) Pendapatan Perkapita (Y) Pertumbuhan Ekonomi (r) Y i > YYi < Y ri > rKabupaten / Kota Maju dan Tumbuh Cepat Kabupaten / Kota Berkembang Cepat ri < rKabupaten / Kota Maju tapi Tertekan Kabupaten / Kota Relatif Tertinggal

7 4 Ketimpangan Regional (Williamson, 1995) VW = Tingkat Ketimpangan antar kab/kota Yi = Pendapatan perkapita kab/kota Y = Pendapatan perkapita Provinsi fi = Jumlah penduduk kab/kota n = Jumlah penduduk propinsi a) Jika 0,2 0,5, maka ketimpangan berat

8 Indikator Ketimpangan Kriteria Bank Dunia Koefisien Gini (Gini Ratio) Kurva Lorenz Indeks Entropy Theil

9 Kriteria Bank Dunia Ketimpangan distribusi pendapatan diukur dengan menghitung persentase jumlah pendapatan penduduk dari kelompok yang berpendapatan rendah 40% terendah dibandingkan dengan total pendapatan seluruh penduduk.

10 Kategori ketimpangan ditentukan dengan menggunakan kriteria seperti berikut : ketimpangan pendapatan tinggi ketimpangan pendapatan sedang ketimpangan pendapatan rendah

11 Koefisien Gini n KG= 1 –  fii (Yi + Yi + t) i=1 KG = Angka Koefisien Gini X= Proporsi jumlah rumah tangga kumulatif dalam kelas i fi= Proporsi jumlah rumah tangga dalam kelas I Yi= Proporsi jumlah pendapatan rumah tangga kumulatif kelas I

12 Kurva Lorenz Kurva Lorenz semakin berimpit dengan garis pemerataan sempurna: makin merata Kurva Lorenz semakin jauh dengan garis pemerataan sempurna: makin timpang KG=0, amat merata sekali KG=1, dist pendapatan hanya dinikmati 1 orang Negara maju vs NSB?

13 Trend Dalam Distribusi Pendapatan Kesenjangan Kota dan Desa Kesenjangan Interpersonal Kesenjangan Regional Kesenjangan Antar Kelompok Sosial Ekonomi

14 ANGKA KEMISKINAN INDONESIA

15 Persebaran Penduduk Miskin (2004)

16 TARGET NASIONAL INDONESIA AMAN ADIL DAMAI SEJAHTERA Economy Growth 7,6 % Unemployment 5,7 juta Poverty 18,7 Juta Total Investasi Rp T

17 Persentase Penduduk Miskin di Indonesia Dan Perubahannya, Menurut Daerah Perkotaan dan Perdesaan Tahun %penduduk miskin Perubahan Persentase Penduduk Miskin perkotaanperdesaanPerkot+perdes , * (6.58) ** **

18 Distribusi Pengeluaran Penduduk Menurut Kriteria Bank Dunia Daerah / Kelompok Penduduk Des 1998 Agt 1999 (1)(2)(3)(4)(5) Perkotaan + Pedesaan : (%) 40 % Terendah20,3420,2521,5320,32 40 % Menengah36,9035,0536,9437,49 20 % Teratas44,7644,7041,5342,19

19 Kesenjangan kemakmuran

20 To capture the spatial inequality between islands in Indonesia, we may decompose eq 1 into eq 2: where Y r is the shares of all provinces in island r; N r is the number of provinces in island r; and R is the total number of islands in Indonesia. The first term simply measures the degree of inequality in island shares of Indonesia, while the second term measures the degree of difference in province shares within each island, weighting this figure by the island’s overall share of Indonesian employment Kesenjangan regional dan Entropy index

21 Upaya Mengatasi Peningkatan Biaya Hidup.Melakukan tambahan pekerjaan.Menambah modal usaha.Menambah jumlah jam kerja Menyuruh anak untuk bekerja Menyuruh ART lain untuk bekerja


Download ppt "FAKULTAS EKONOMI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI KOPERASI OLEH : SAPARUDDIN. M, SE.M.SI."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google