Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Kebijakan Pendataan Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Tahun 2012 Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta,

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Kebijakan Pendataan Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Tahun 2012 Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta,"— Transcript presentasi:

1 Kebijakan Pendataan Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Tahun 2012 Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta,

2 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah DASAR HUKUM Reformasi Birokrasi antara lain menghasilkan Permendikbud Nomor 1 Tahun 2012 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan “Memindahkan tugas dan fungsi pengumpulan data dari Pusat Data Dan Statistik Pendidikan ke masing-masing Unit Utama” 2

3 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah lanjutan Instruksi Menteri Pendidikan Nasional Nomor 2 Tahun 2011 tentang: Kegiatan Pengelolaan Data Pendidikan “Sekretaris Direktorat Jenderal diminta untuk merancang prosedur pengumpulan data, membangun sistem pengumpulan dan penyimpanan data, dan mengkoordinir pengumpulan semua data pokok pendidikan dari satuan pendidikan yang berada di bawah pembinaan masing-masing Direktorat Jenderal” 3

4 MODEL PENDATAAN SEBELUM INSTRUKSI MENTERI NO.2 TH 2011 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah SEKOLAH Pendataan A Oleh Institusi A Pendataan B Oleh Dinas B Pendataan C Oleh Direktorat C Pendataan Pendidikan Menengah Sebelumnya dilakukan oleh banyak institusi terhadap sekolah menengah yang sama. Kedepannya, model pendataan seperti ini tidak diperbolehkan lagi. Pendataan terhadap sekolah menengah hanya dilakukan oleh sistem pendataan pendidikan menengah yang dikoordinir oleh Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah. 4

5 MODEL PENDATAAN SEBELUM INSTRUKSI MENTERI NO.2 TH 2011 (2) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal pendidikan Menengah Sekolah Dinas Kab./Kota/ Propinsi PDSP Direktorat Jenderal Direktorat Teknis Pusat Penilaian Pendidikan Unit Terkait Lainnya Catatan: Pendataan tidak melalui satu pintu Pendataan dilakukan menggunakan formulir cetak Data yang dikumpulkan bersifat agregat Walaupun sumber datanya sama, hasil pendataannya berbeda 5

6 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah KEBIJAKAN BARU PENDATAAN PENDIDIKAN MENENGAH 1.Sekolah satu-satunya sumber data Kegiatan Pendataan Pendidikan Menengah dan diwajibkan mengirimkan datanya ke sistem Pendataan Pendidikan Menengah. 2.Sekolah didata maksimal sekali dalam 1 semester. 3.Sekolah wajib menjalankan ICT Based School Management menggunakan Paket Aplikasi Sekolah. 4.Database hasil ICT Based School Management dikirimkan ke pusat secara online melalui tiga cara. a.Langsung menggunakan internet sekolah b.Menggunakan jaringan internet sekolah terdekat. c.Menggunakan jaringan internet di sekolah pusat layanan TIK SMA/SMK. 6

7 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah 6.Unit Organisasi dibawah pembinaan Ditjen Dikmen tidak diperbolehkan mengumpulkan data langsung dari Sekolah. 7.Seluruh bantuan dari pemerintah pusat hanya disalurkan ke sekolah menengah yang telah mengirimkan datanya ke Sistem Pendataan Pendidikan Menengah. 8.Nomor Peserta Ujian Nasional akan diterbitkan berdasarkan data yang masuk di Sistem Pendataan Pendidikan Menengah. 7 lanjutan

8 Mekanisme Baru Pendataan Dikmen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal pendidikan Menengah Formulir Dasar Ditjen Dikmen mengembangkan formulir yang digunakan sebagai acuan penjaringan data. Formulir disusun sesuai kebutuhan direktorat teknis di lingkungan Ditjen Dikmen Database + Aplikasi Sekolah Menengah Database dan aplikasi dikembangkan mengacu pada formulir dasar yang sudah dikembangkan. Aplikasi ini disosialisasikan ke sekolah menengah seluruh Indonesia untuk diterapkan Sekolah Menjalankan aplikasi sesuai dengan tatacara yang ditetapkan. Sebagian sekolah menerima pelatihan sebagai pelatih, sebagian lagi akan dilatih oleh sekolah-sekolah yang sudah dilatih. Sistem Pendataan Dikmen Data yang telah di-entri di aplikasi, dikirimkan melalui internet ke sistem pendataan online pendidikan menengah. Di tiap-tiap kabupaten disiapkan sekolah-sekolah center untuk membantu pelaksanan pendataan online. 8

9 MODEL ADMINISTRASI/AKADEMIK DI TIAP SATUAN PENDIDIK AN Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Individu Siswa Individu Guru Individu Sekolah 1.Identitas Sekolah 2.Identitas PTK 3.Identitas Siswa 4.Kondisi Sarana/Prasarana 5.Absen Guru 6.Absen Siswa 7.Rombongan Belajar Siswa 8.Penugasan Wali Kelas 9.Penugasan Guru Mengajar 10.Jadwal Belajar Mingguan 11.Nilai Rapor Siswa Sistem Pendataan Online Pendidikan Menengah ICT Center 9

10 MODEL PENGIRIMAN DATABASE SEKOLAH KE SISTEM PENDATAAN DIKMEN Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal pendidikan Menengah Administrasi/Akademik Penugasan Guru Mengajar Penetapan Jadwal Matapelajaran Administrasi Kehadiran Siswa Peneta pan Wali Kelas Admin istrasi Sarana /Prasa rana Adminis trasi Nilai Hasil Belajar Database SekolahDatabase Sekolah Paket Aplikasi Sekolah Service Interface Internet Sistem Pendataan Pendidikan Menengah Backup Sekolah Terdekat ICT Center Sekolah Service Interface online offline 10

11 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah ALUR INFORMASI PENDATAAN PENDIDIKAN MENENGAH Service Interface Sistem Pendataan PDSP Sistem Pendataan Online Pendidikan Menengah Dit. Teknis Dinas Pddk Kab./K ota Dinas Pddk Provinsi Sekolah Unit Lainnya Pemanfaatan Data Online 11

12 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal pendidikan Menengah KEUNGGULAN SISTEM BARU 1.Data tidak lagi berbeda-beda karena dikumpulkan melalui satu pintu. 2.Data value yang dikumpulkan bersifat individu, bukan agregat. 3.Data tidak lagi tertahan di Unit/Organisasi lain karena sekolah langsung mengirimkan ke server pusat. 4.Unit/Organisasi lain di daerah tidak kehilangan data karena dapat mengakses secara eksklusif (Portal atau Mirror). 12

13 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal pendidikan Menengah PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN DATA 1.Data Persekolahan di Sistem Pendataan Pendidikan Menengah adalah satu-satunya sumber data untuk pelaksanaan kegiatan, kajian, dan pengambilan keputusan. 2.Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah akan memberikan akses Data Persekolahan kepada seluruh unit di lingkungannya. 3.Masing-masing Direktorat di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dimungkinkan untuk memiliki server mirror dari Sistem Pendataan Pendidikan Menengah. 4.Masing-masing Dinas Propinsi dimungkinkan juga untuk memiliki server mirror dari Sistem Pendataan Pendidikan Menengah. Mereka dapat mengelola data propinsinya di server sendiri dan dapat membagi mirror nya dengan Dinas Kab./Kota di wilayah masing-masing. 13

14 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah RENCANA AKSI TAHUN 2012 Recana Aksi 1: Mengembangkan Aplikasi Service Interface Integrator. Aplikasi ini berfungsi mengusung database sekolah untuk disimpan di server Sistem Pendataan Pendidikan Menengah. Realisasi: Sudah berjalan dari bulan Maret Aplikasi dapat didownload di: 14

15 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal pendidikan Menengah Recana Aksi 2: Mengembangkan Paket Aplikasi Sekolah yang digunakan untuk pelaksanaan ICT Based School Management (pengelolaan administrasi akademik) di masing-masing sekolah. Realisasi: Sudah berjalan dari bulan Maret RENCANA AKSI TAHUN 2012

16 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal pendidikan Menengah Recana Aksi 3: Melatih seluruh Pusat Layanan TIK SMA/SMK sebagai pendamping sekolah sekitar dalam implementasi Sistem Pendataan Pendidikan Menengah. Realisasi: Pusat layanan TIK SMA baru dilatih sebanyak 245 sekolah, Pusat Layanan TIK SMK baru dilatih sebanyak 390 sekolah Recana Aksi 4: Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah akan mulai mengkaitkan pelaksanaan Sistem Pendataan Pendidikan Menengah di sekolah-sekolah dengan bantuan- bantuan yang akan disalurkan. Sekolah yang belum melakukan sinkronisasi data dengan Sistem Pendataan Pendidikan Menengah tidak akan menerima bantuan dari pemerintah. Realisasi: Tahap persiapan 16 RENCANA AKSI TAHUN 2012

17 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal pendidikan Menengah Recana Aksi 5: Membangun Data Warehouse untuk menampung data persekolahan pendidikan menengah. Realisasi: Sudah berjalan dari bulan Maret 2012 (http://pendataan.dikmen.kemdikbud.go.id/ )http://pendataan.dikmen.kemdikbud.go.id/ 17 RENCANA AKSI TAHUN 2012

18 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal pendidikan Menengah Recana Aksi 6: Membangun Network Operations Center yang representatif. Realisasi: Saat ini sudah menempati salah satu ruangan yang memadai sampai akhir tahun Perlu pengembangan lebih lanjut. Perangkat yang dimiliki: -Empat buah Server Multicore masing-masing dengan memori 32GB -Tiga buah Storage server dengan total kapasitas 30TB -Firewall -Switch Layer 3 UPS VA Server dan Storage masing-masing dirancang redundan untuk menjamin Service Level Agreement mengarah ke 100% (Zero Down Time). 18 RENCANA AKSI TAHUN 2012

19 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal pendidikan Menengah 1.Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah akan meningkatkan kapasitas infrastruktur Sistem Pendataan. a.Menambah kapasitas server dan storage. b.Membangun dua server mirror (1 dalam jawa, 1 luar jawa). c.Meningkatkan kualitas SDM sekolah di bidang pendataan. d.Membangun layanan support sistem pendataan dan Network Operations Center. e.Merevisi Paket Aplikasi agar sesuai dengan kebutuhan sekolah. 2.Mendiseminasikan Sistem Pendataan Pendidikan Menengah ke seluruh unit di bawah pembinaan Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Dinas Propinsi/Kab./Kota. 19 RENCANA AKSI TAHUN 2013

20 RENCANA REPLIKASI SERVER PENDATAAN Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal pendidikan Menengah Sistem Pendataan Pendidikan Menengah Internet Replikasi di Propinsi A Replikasi di Propinsi B Replikasi di Propinsi C Replikasi di lakukan untuk tujuan: Fail over dan load balance, jika terjadi kegagalan sistem di server pusat, otomatis akan diambil alih oleh server lain. Replikasi di Luar Jawa Replikasi di Dalam Jawa 20

21 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal pendidikan Menengah Progress Report Pendataan Online Dikmen - Aplikasi Warehouse Ditjen Dikmen, saat ini telah dapat di akses di alamat dengan User = userview dan password = userview -Aplikasi PAS SMA Versi 7.0, merupakan versi update dari PAS SMA Versi 6.0 dimana sudah disesuaikan dengan kebutuhan formulir pendataan Ditjen Dikmen. Aplikasi ini dapat di download di dengan user dikmen dan password dikmen - Aplikasi PAS SMK Versi 2.0, merupakan aplikasi ICT Base School Managemen untuk SMK yang sesuai dengan kebutuhan pendataan Ditjen Dikmen. Aplikasi ini dapat di download di dengan user dikmen dan password dikmen 21

22 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal pendidikan Menengah Progress Report Pendataan Online Dikmen - Aplikasi PAS SMLB Versi 2.0, merupakan aplikasi ICT Base School Managemen untuk SMLByang sesuai dengan kebutuhan pendataan Ditjen Dikmen. Aplikasi ini dapat di download di dengan user dikmen dan password dikmen -Aplikasi Service Interface Integrator Versi 2.0.2, merupakan aplikasi untuk mengirim (singkrinisasi) data dari sekolah ke server data warehouse Ditjen Dikmen - Aplikasi Layanan Support Center untuk memberikan layanan kepada sekolah-sekolah yang mengalami kesulitan ketika mengimplementasikan sistem pendataan online Ditjen Dikmen. Layanan di lakukan via online yang dapat di akses melalui alamat : 22

23 Posisi Data Online Pendidikan Menengah 23 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal pendidikan Menengah

24 POSISI DATA ONLINE PENDIDIKAN MENENGAH Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal pendidikan Menengah 24

25 Sekolah Menegah di Propinsi Jawa Tengah yang sudah mengirimkan data dengan aplikasi baru s.d. 29 Agt

26 Sekolah Menengah Atas (SMA) – 1 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal pendidikan Menengah 26

27 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal pendidikan Menengah 27 Sekolah Menengah Atas (SMA) - 2

28 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal pendidikan Menengah 28 Sekolah Menengah Atas (SMA) - 3

29 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal pendidikan Menengah 29 Sekolah Menengah Atas (SMA) - 4

30 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal pendidikan Menengah 30 Sekolah Menengah Atas (SMA) - 5

31 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) - 1 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal pendidikan Menengah 31

32 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal pendidikan Menengah 32 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) - 2

33 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal pendidikan Menengah 33 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) - 3

34 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal pendidikan Menengah 34 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) - 4

35 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal pendidikan Menengah 35 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) - 5

36 Sekolah Menengah Luar Biasa (SMLB) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal pendidikan Menengah 36

37 37 HASIL SEMENTARA REKAP/PROPINSI SEKOLAH MENENGAH PENDATAAN DITJEN DIKMEN TANGGAL 12 SEPTEMBER 2012

38 38 HASIL SEMENTARA REKAP/PROPINSI SISWA SEKOLAH MENENGAH PENDATAAN DITJEN DIKMEN TANGGAL 12 SEPTEMBER 2012

39 39 HASIL SEMENTARA REKAP/PROPINSI PTK SEKOLAH MENENGAH PENDATAAN DITJEN DIKMEN TANGGAL 12 SEPTEMBER 2012

40 Terima Kasih 40


Download ppt "Kebijakan Pendataan Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Tahun 2012 Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta,"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google