Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

NARPENDYAH WISJNU ARIWARDHANI PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM TELEMETRI UNTUK STASIUN DARAT WAHANA TANPA AWAK IR. EMIR MAULUDI HUSNI, MSc,. PhD. DR.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "NARPENDYAH WISJNU ARIWARDHANI PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM TELEMETRI UNTUK STASIUN DARAT WAHANA TANPA AWAK IR. EMIR MAULUDI HUSNI, MSc,. PhD. DR."— Transcript presentasi:

1 NARPENDYAH WISJNU ARIWARDHANI PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM TELEMETRI UNTUK STASIUN DARAT WAHANA TANPA AWAK IR. EMIR MAULUDI HUSNI, MSc,. PhD. DR. IR. YOGA PRIYANA

2 MATERI PRESENTASI LATAR BELAKANG DAN TUJUAN PENELITIAN GAMBARAN SISTEM PROTOKOL DATA PERANGKAT KERAS PENGUJIAN KESIMPULAN

3 LATAR BELAKANG wahana tanpa awak dengan transmitter pada frekuensi radio untuk pengendalian dalam jarak pandang

4 DALAM JARAK PANDANG ?

5 the AIAA “Unmanned Unlimited” Systems, Technology, and Operations – Aerospace, Land and Sea Conference and Workshop & Exhibit. TEKNOLOGI MODERN LATAR BELAKANG Jangkauan operasi sistem UAV dan kapabilitas meningkat. Aplikasi militer: besarnya investasi infrastruktur yang dibutuhkan

6 Indonesia : negara kepulauan yang terbesar Masalah jarak, resiko, dan biaya LATAR BELAKANG

7 TUJUAN Mengendalikan wahana tanpa awak di luar jangkauan visual: Pengamatan akurat tapi biaya investasi infrastrukrur yang cukup rendah, untuk kepentingan sipil Mencari jalan alternatif untuk mengendalikan UAV

8 DI LUAR JARAK PANDANG

9 GAMBARAN SISTEM UAV: Unmanned Aerial Vehicle

10 CIRCUIT SWITCHED DATA (CSD) CSD: sangat mirip dengan panggilan suara biasa GSM 2G Tidak dibutuhkan lisensi frekuensi Protokol point-to-point (PPP) Bentuk awal transmisi data – TDMA Slot waktu untuk 9.6 kbit/s

11 Idle Repeat Request (IDLE RQ) Block Check Sum (BCC) Error Correction Coding (ECC) PROTOKOL DATA UNTUK MENJAGA KUALITAS DATA

12 IDLE RQ

13 BLOCK CHECKSUM

14

15 u 1 u 0 u -1 (1, 0, 1) v 2 v 1 (1, 1, 1) ERROR CORRECTING CODE K = 3(7,5)

16 u 1 u 0 u -1 (1, 0, 1) v 2 v 1 (1, 1, 1) ERROR CORRECTING CODE V 1 = mod2 (u 1 + u 0 + u -1 ) V 2 = mod2 (u 1 + u -1 )

17 ERROR CORRECTING CODE

18

19 PERANGKAT KERAS Mikrokontroler AVR ATMega128 EEPROM Eksternal 24C1024 Modem SIM300 Keypad dan LCD

20 ATMega128

21 SIM300

22 ARSITEKTUR PENGUJIAN

23 Percobaan keDialingCSD ConnectTotal waktu (detik) Rata-rata HASIL PENGUJIAN Durasi yang dibutuhkan untuk membangun suatu koneksi CSD

24 HASIL PENGUJIAN rata-rata 1,145 detik

25 HASIL PENGUJIAN rata-rata 8,5 detik

26 KESIMPULAN Sistem telemetri untuk wahana tanpa awak telah berhasil diimplementasikan dengan menggunakan mikrokontroler AVR ATMega128 dan modem GSM SIM300. Waktu yang dibutuhkan untuk membangun suatu koneksi CSD adalah sebesar 22,16 detik (rata-rata). Setelah koneksi CSD berhasil dibangun, rate transfer datanya adalah 9600 kbit/s. Operator UAV dapat mengetahui dengan tepat lokasi, situasi, dan data penerbangan lainnya (150 Bytes) dari suatu UAV yang dikendalikannya dalam waktu rata-rata 1,145 detik

27 KESIMPULAN Rata-rata durasi yang dibutuhkan untuk permintaan data gambar sebesar 6208 Bytes sejak permintaan dikirimkan dari stasiun darat hingga data gambar dari wahana tanpa awak sampai ke stasiun darat adalah 8,5 detik.

28 GAMBARAN SISTEM

29 IDLE RQ

30

31 MENGAPA (FREKUENSI RADIO) Lisensi Frekuensi Interferensi (padat) Infrastruktur (terbatas, mahal) Data rate (rendah)

32 INFRASTRUKTUR GSM

33 Tinggi (terbatas dari tinggi BTS), bisa mencapai sekitar 60 meters Kecepatan (handover) hanya sampai 80 km/jam KETERBATASAN SISTEM ps?: stabilitas UAV harus diurus secara airborne

34 Radio: 3KHz – 300 MHz (3KHz – 2MHz: ground propagation, 2MHz – 30 MHz: sky propagation, 30 MHz – 300 MHz: LOS prop) Microwaves: 300MHz – 300GHz SPEKTRUM GELOMBANG ELECTROMAGNETIK

35 Mobile communication is a very good means for interactions between any moving individuals or vehicle to communicate with the others from anywhere within base station coverage. Based on these advantages, alternative mobile systems may be studied and developed for different applications. In GSM (Global System for Mobile communications, 2G), we can easily establish point-to-point protocol (PPP) between any two mobile stations (commonly called the users or clients) for voice or data exchanges [1].


Download ppt "NARPENDYAH WISJNU ARIWARDHANI PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM TELEMETRI UNTUK STASIUN DARAT WAHANA TANPA AWAK IR. EMIR MAULUDI HUSNI, MSc,. PhD. DR."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google