Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KULIAH 6 SOSIOLOGI PERTANIAN SUTOYO FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG2010.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KULIAH 6 SOSIOLOGI PERTANIAN SUTOYO FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG2010."— Transcript presentasi:

1 KULIAH 6 SOSIOLOGI PERTANIAN SUTOYO FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG2010

2 STRUKTUR KOMUNITAS DESA Status dan Peranan Struktur Kepemilikan dan Penguasaan Lahan Pertanian Lapisan Sosial dalam Masyarakat Pertanian/Desa Struktur Sosial Agraris di Pedesaan

3 BAGIAN 1 STATUS DAN PERANAN

4 Pengertian Struktur Sosial  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1994)  Struktur = susunan = cara sesuatu disusun atau dibangun.  Struktur sosial = konsep perumusan asas-asas hubungan antar individu dalam kehidupan masyarakat yang merupakan pedoman bagi tingkah laku individu.  Dictionary of Sociology and Related Sciences (Fairchild, 1975)  Struktur sosial = pola yang mapan dari organisasi internal setiap kelompok sosial = the established pattern of internal organization of any social group.  Karakter atau pola semua hubungan yang ada antara anggota dalam suatu kelompok maupun antar kelompok.

5 Lanjutan pengertian struktur sosial  Menurut teori struktural fungsional (Suparlan,1982)  Struktur sosial = hubungan timbal balik antar posisi-posisi sosial yang dikonsepsikan secara lebih terperinci dengan menjabarkan manusia yang menempati posisi dan melaksanakan peranannya.  Wisadirana, D (2005)  Struktur sosial = pola dari hak dan kewajiban para pelaku dalam suatu sistem interaksi yang terwujud dari rangkaian- rangkaian hubungan sosial yang relatif stabil dalam suatu jangka waktu tertentu. Hak dan kewajiban di sini terkait dengan status dan peranan masing-masing pelaku.  Struktur sosial = jaringan dari unsur-unsur sosial yang pokok dari suatu masyarakat yang terdiri dari: a). Kelompok sosial; b) Kebudayaan; c) Lembaga sosial; dan d) Kekuasaan dan wewenang

6 Corak / Ragam Struktur Sosial Corak struktur sosial ditentukan oleh kebudayaan dari masyarakat yang bersangkutan, terkait dengan lingkungan hidup nyata yang dihadapi oleh masyarakat tersebut. Corak struktur sosial masyarakat sangat beragam – ada yang sederhana – ada yang kompleks. Contoh:  Masyarakat Jawa: struktur dunia terdiri dari jagat ageng dan jagat alit.  Orang Ngaju di Kalimantan : ada dua golongan dalam susunan alam dewata, yaitu dunia langit (Dewa tertinggi) dan dunia bumi (Dewa Jata).  Orang Batak Toba: alam semesta terbagi tiga bagian, yaitu dunia langit, dunia bumi dan dunia bawah bumi.

7 Kesimpulan Pada prinsipnya, STRUKTUR SOSIAL merupakan bentuk stratifikasi masyarakat atau stratifikasi sosial suatu jenis diferensiasi sosial yang terkait dengan jenjang secara bertingkat, di mana jenjang bertingkat tersebut mengahasilkan strata tertentu dan pada strata tertentu tersebut warga masyarakat dimasukkan sesuai dengan golongannya.

8 TUGAS Buat ringkasan tentang berbagai struktur fisik desa berkaitan dengan lingkungan geografisnya serta pengaruhnya terhadap, jenis tanaman yang diusahakan, sistem pertanian yang diterapkan, serta pola kehidupannya. Buat tulisan tentang berbagai pola pemukiman masyakat desa dengan berbagai kelemahan dan keuntungannya dalam usaha peningkatan status sosial ekonominya.

9 Stratifikasi Sosial Pembedaan masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat/hirarkis Alat pembeda  sesuatu yang dianggap “bernilai” (garis keturunan, pendidikan, jabatan, kekayaan materi, pekerjaan, dll) Dimensi startifikasi sosial (1) kekuasaan, (2) previlege/hak istimewa, (3) prestise/kehormatan

10

11 BAGIAN 3 STRUKTUR KEPEMILIKAN DAN PENGUASAAN LAHAN PERTANIAN

12 SISTEM PERTANIAN DAN PENGUASAAN TANAH Kepemilikan luas tanah  faktor penting yang mempengaruhi penentuan keputusan mengenai strategi yang diambil dlm saha  memenuhi kebutuhan hidup Cara memperoleh hak atas tanah : (1) warisan, (2) jualbeli dan (3) hibah Sistem pewarisan tanah : (1) pembagian secara merata antar ahli waris, (2) pewarisan berdasarkan gender/pewaris pria mendapat 2 kali lebih banyak Pewarisan - tata cara, waktu, dll  dipengaruhi kebiasaan dan norma sosial setempat Jual beli tanah  di pedesaan, pembeli  dipengaruhi oleh jenis hubungan sosial  diutamakan kerabat dekat, kerabat jauh, saudara, teman, dan lain-lain

13 Tanah yang dijual diprioritaskan berupa sawah dan atau tegal, pekarangan merupakan prioritas terakhir Alasan penjualan tanah  umumnya untuk keperluan yang sangat mendesak/emergency dan perlu uang dalam jumlah besar Ada pretensi penjualan diprioritaskan kepada saudara walaupun dengan harga yang lebih rendah dibanding kalau dibeli oleh pihak lain Jual beli tanah umumnya terdokumentasi di kantor desa, untuk kota melalui balik nama sertifikat tanah Pemindahan hak milik tanah bisa disebakan oleh “hadiah/hibah” dengan alasan dan tujuan khusus Di pedesaan Jawa…ada beberapa kasus, saudara yang tinggal bersama satu keluarga - diberi hadiah berupa tanah…..(diskusikan atau ada contoh kasus di daerah lain…dengan alasan yang spesifik pula! )

14 Hak dan Kewajiban Pemilik Tanah Hak pemilik tanah  mendayagunakan tanah “berdasar peruntukannya” sehingga hasil-hasil atas tanah dapat digunakan untuk kepentingan ekonomi dan atau sosial (belum ada peruntukan yang jelas!!) Peruntukan tanah belum jelas…..banyak kasus alih fungsi lahan pertanian---belum ada realisasi sistem sanksi yang tegas…di negara maju sangat tegas…..misalnya harus melalui prosedur yang complicated dan pajak tanah naik berlipat-lipat. UUPA  pemilik tanah wajib mengolah tanah itu sendiri atau dengan bagi hasil; tanah tidak ditelantarkan; Jika tanah ditelantarkan  dikembalikan pada negara; hak milik bisa di cabut (realisasi?....) Pemilik tanah sawah berhak mengakses sumber air/irigasi….. (there is conflict of interest caused by involvement of private corporation) Kewajiban pemilik tanah: membayar pajak (berdasarkan kelas tanah); membayar iuran pemakain air (kalau ada)

15 Fragmentasi Tanah Tanah pertanian di Indonesia-- mengecil dan menyebar  perpecahan/division dan perpencaran/fragmentation Fragmentasi lahan karena: pewarisan, jual-beli, hibah, persewaan dan penyakapan/tenancy UUPA 1960  pembatasan luas sawah garapan minimum dan maksimum----- belum efektif, Alernatif lapangan kerja luar pertanian masih sangat terbatas, lahan pertanian dipaksa menampung tenaga yang terus bertambah dengan prodkutifitas yang mendekati maksimal --  agricultural involution (lihat/baca Geertz) Fragmentasi juga dipengaruhi oleh tradisi, adat, dll. Solusi : reformasi agraria (? ), rekayasa sosial sistem pewarisan, off-farm job opportunities……pioneering entrepreneurship for.rural industry ( kasus di pedesaan Jepang…..industri sake, sutra dan textile….grew and improved in rural area)

16 Pertanian Rakyat Berdasar Luas “Penguasaan” Tanah (Mubyarto,1995:19) Luas (ha)1973 (%)1983 (%) 0,1-0,4945,6540,78 0,5-0,9924,7325,03 1,0-1,9918,0719,88 2,0-2,995,937,55 3,0-3,992,342,93 4,0-4,991,141,40 >5,002,142,43 Jumlah100,00

17 Rerata “Penguasaan” Lahan Pertanian Berdasar Pulau (Mubyarto,1995:20) PulauLuas/ha (73) Luas/ha (83) % (73)% (83) Jawa- Madura 0,670,6660,358,81 Sumatra1,531,6519,819,95 Kalimantan2,872,654,85,14 Sulawesi1,591,657,77,70 NTT, Bali1,411,316,66,67 Maluku2,172,640,80,93 Irian---0,80 Total0,980,99100,0

18 “Pemilikan” Tanah Pertanian Rakyat Tahun 1983 (Mubyarto,1995:20) Luas (ha)% Rumah Tangga 0,1-0,4934,80 0,50-0,9917,21 1,00-1,9914,34 > 2,0028,86 Tidak punya lahan 4,79

19 Note: Water resources use --> users pay; (polluters pay  have not been implemented) Rerata penguasaan luas lahan pertanian tahun 1993: 0,86 ha (Sensus Pend. 1993), Jawa  lebih jauh lb.sempit!! Kompas 13 Juni 2003   rerata penguasaan lahan 0,26 ha; kontradiksi  investor pertanian rata-rata menguasai 11,9 ha Alih fungsi lahan pert -30th  1 jt sawah irigasi teknis (Jawa); produktifitas 3x luar Jawa  1 ha harus diganti 3 ha sawah di Luar Jawa !!! (Kompas, 17 Sept 2004) Kompas 8 Oktober 2004  Siswono  lahan tdk.produktif/ terbengkalai  peluang ekstensifikasi 117,4 ha (tanaman pangan dan perkebunan)  35 ha lahan kering dan 13 ha alang-alang --  potensial untukjagung, sorgum, juwawut, jali, dll -  will support food selfsufficiency program.

20 Attention: If you are interested on “land tenure; land use and land conflict), please read in detail the following book! “Dua Abad Pengusaan Tanah: Pola Penguasaan Tanah Pertanian di Jawa dari Masa ke Masa”, edited by Soediono M.P. Tjondronegoro and Gunawan Wiradi, published by PT. Gramedia and Yayasan Obor Indonesia

21 LAPISAN SOSIAL DALAM MASYARAKAT PERTANIAN/DESA

22 STRUKTUR SOSIAL AGRARIS DI PEDESAAN

23 STRATIFIKASI SOSIAL Secara etimologi  stratification  stratum  jamaknya strata = pelapisan. Stratifikasi sosial = pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hirarkhis) atau penggambaran kelompok-kelompok sosial dalam susunan yang hirarkhis atau berjenjang. Menurut Soekanto (1986) ada 2 unsur terbentuknya Stratifikasi Sosial:  Kedudukan sosial = tempat seseorang secara umum dalam masyarakat terkait dengan orang-orang lain, dalam arti lingkungan pergaulannya, prestisenya dan hak kewajibannya.  Peranan = yaitu suatu aspek dinamis dari kedudukan. Bila orang melaksanakan hak dan kewajiban sesuai kedudukannya, maka orang tersebut telah menjalankan peranannya.

24

25

26

27

28

29


Download ppt "KULIAH 6 SOSIOLOGI PERTANIAN SUTOYO FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG2010."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google