Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Algoritma Dasar Dalam membuat suatu program komputer, menyusun algoritma adalah langkah pertama yang harus dilakukan Dalam membuat algoritma dapat digunakan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Algoritma Dasar Dalam membuat suatu program komputer, menyusun algoritma adalah langkah pertama yang harus dilakukan Dalam membuat algoritma dapat digunakan."— Transcript presentasi:

1 Algoritma Dasar Dalam membuat suatu program komputer, menyusun algoritma adalah langkah pertama yang harus dilakukan Dalam membuat algoritma dapat digunakan flowchart Dalam Algoritma, tidak dipakai simbol-simbol / sintaks dari suatu bahasa pemrograman tertentu, melainkan bersifat umum dan tidak tergantung pada suatu bahasa pemrograman apapun juga. Notasi- notasi algoritma dapat digunakan untuk seluruh bahasa pemrograman manapun.

2 Struktur Dasar Algoritma  Struktur Dasar Algoritma dibagi menjadi 3 yaitu: 1. Sequence (Urutan) 2. Conditional (Pilihan) 3. Looping (Pengulangan)  Dengan 3 senjata itu kita akan menyelesaikan permasalahan di dunia dengan program!

3 Definisi Pseudo-code Kode atau tanda yang menyerupai (pseudo) atau merupakan pejelasan cara menyelesaikan suatu masalah. Pseudo-code sering digunakan oleh manusia untuk menuliskan algoritma.

4 1. Sequence (Urutan)  Struktur Beruntunan/urutan adalah struktur program yang paling sederhana. Setiap baris program akan dikerjakan secara urut dari atas ke bawah maka hanya ada satu cara memulainya yaitu dari bagian atas, dan cara untuk keluarnya yaitu dari bagian bawah.

5

6 Contoh Sequence (Urutan) Program Pascal menghitung luas persegi panjang; Var Luas, P, L : integer; Begin writeln(‘Masukkan Panjang: ’); read(P); writeln(‘Masukkan Lebar: ’); read(L); Luas := P * L; writeln(‘Luas: ’,Luas); End. Algoritma menghitung luas persegi panjang: 1. Masukkan panjang (P) 2. Masukkan lebar (L) 3. Luas ← P * L 4. Print/Tulis Luas Pseudo-code 1. Masukkan panjang 2. Masukkan lebar 3. Rumus Luas: sama dengan panjang kali lebar 4. Tampilkan hasil Luas

7 2. Conditional (Pilihan) Ada kalanya sebuah instruksi dikerjakan jika kondisi tertentu dipenuhi. Kondisi adalah suatu syarat yang mempunyai nilai True dan False. Ada beberapa macam struktur instruksi IF atau Struktur Seleksi yaitu : 1.Statement/perintah IF … THEN ( Seleksi Tunggal )

8 Pseudo-code 1. Masukkan bilangan pertama 2. Masukkan bilangan kedua 3. Jika bilangan pertama lebih besar dari bilangan kedua maka kerjakan langkah 4, jika tidak, kerjakan langkah Tampilkan bilangan pertama 5. Selesai Algoritma 1. Masukkan bilangan pertama (a) 2. Masukkan bilangan kedua (b) 3. if a > b then kerjakan langkah 4 4. print a 5. end Contoh conditional (Pilihan)

9 Dalam bahasa indonesia, if berarti “jika” dan then artinya “maka”. Kondisi adalah persyaratan yang dapat bernilai salah atau benar. Aksi hanya dilakukan jika kondisi bernilai benar. Perhatikan kata yang digarisbawahi, if dan then merupakan kata kunci(keywords) untuk struktur pemilihan ini. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menuliskan pernyataan tindakan bila suatu persyaratan dipenuhi. Struktur pemilihan if-then hanya memberikan satu pilihan aksi jika kondisi dipenuhi (bernilai benar), dan tidak memberi pilihan aksi lain jika bernilai salah.

10 2.Statement/Perintah IF … THEN … ELSE Bentuk pemilihan yang lebih umum ialah memilih satu dari dua buah aksi bergantung pada nilai kondisinya. Else artinya “kalau tidak”. Bila kondisi bernilai benar, aksi 1 akan dikerjakan, tetapi kalau tidak, aksi 2 yang akan dikerjakan.

11 3.Statement/Perintah IF … THEN … ELSE IF Bentuk ini memungkinkan suatu pernyataan untuk dikerjakan apabila memenuhi atau tidak memenuhi suatu kondisi. Pada suatu pernyataan yang sedang dikerjakan masih terdapat struktur percabangan lagi, dimana masih ada test dari suatu kondisi

12 4.Statement/Perintah seleksi ganda CASE … OF Intruksi CASE ini adalah alternatif dari pernyataan IF untuk masalah ini dengan pilihan ganda. Semua masalah yang bisa dikerjakan oleh CASE pasti bisa ditangani oleh IF, tetapi tidak untuk sebaliknya.

13 Conditional (Pilihan) IF Kondisi1 THENCASE Ekspresi OF BEGIN Nilai1 : Statement1; Statement 1 Nilai2 : Statement2; END ELSE {Not Kondisi1} Nilai3 : Statement3; BEGIN ELSE Statement 2 Statement4;END; END; IF Kondisi THENCASE Ekspresi OF BEGIN Nilai1 : Statement1; Statement Nilai2 : Statement2; END; Nilai3 : Statement3; Nilai4 : Statement4; END;

14 Studi Kasus 1  Buat program yang menerima masukan Panjang dan Lebar kemudian menampilkan Luas dari persegipanjang tersebut. Jika Panjang lebih kecil dari Lebar maka mengirimkan pesan kesalahan.

15 Solusi 1 Program persegipanjang; Var Luas, P, L : integer; Begin writeln(‘Masukkan Panjang : ’); read(P); writeln(‘Masukkan Lebar : ’); read(L); if (P > L) then begin Luas := P * L; writeln(‘Luas : ’,Luas); end else begin writeln(‘Masukan Anda salah, Panjang < Lebar’); end; End.

16 Studi Kasus 2  Buat program yang menerima masukan Panjang dan Lebar kemudian menampilkan Luas dari persegipanjang tersebut. Jika Panjang lebih kecil dari Lebar program berhenti.

17 Solusi 2 Program persegipanjang; Var Luas, P, L : integer; Begin writeln(‘Masukkan Panjang : ’); read(P); writeln(‘Masukkan Lebar : ’); read(L); if (P > L) then begin Luas := P * L; writeln(‘Luas : ’,Luas); end; End.

18 3. Looping (Perulangan)  Merupakan algoritma untuk melakukan tindakan yang sama berulang-ulang sampai berhenti.  Looping dibedakan menjadi 2 yaitu conditional dan unconditional.  Conditional, jika looping berhenti karena suatu kondisi tertentu. Versi looping ini adalah REPEAT-UNTIL dan WHILE-DO-END.  Unconditional, jika looping berhenti karena sudah mencapai nilai tertentu yang didefinisikan di awal.Versi ini adalah FOR-TO-DO.

19 Studi Kasus 1  Buat program yang menerima masukan Panjang dan Lebar kemudian menampilkan Luas dari persegipanjang tersebut. Jika Panjang lebih kecil dari Lebar maka dilakukan proses input data lagi sampai dengan terpenuhi Panjang lebih besar dari Lebar.

20 Solusi 1 Program persegipanjang; Var Luas, P, L : integer; Begin repeat writeln(‘Masukkan Panjang : ’); read(P); writeln(‘Masukkan Lebar : ’); read(L); until (P > L); {P pasti sudah lebih besar dari L} Luas := P * L; writeln(‘Luas : ’,Luas); End.

21 Studi Kasus 2  Buat program yang menerima masukan Panjang dan Lebar kemudian menampilkan Luas dari persegipanjang tersebut. Jika Panjang lebih kecil dari Lebar maka dilakukan proses input data lagi sampai dengan terpenuhi Panjang lebih besar dari Lebar. Luas ditampilkan di layar sebanyak 10 kali

22 Solusi 2 Program persegipanjang; Var Luas, P, L, i : integer; Begin repeat writeln(‘Masukkan Panjang : ’); read(P); writeln(‘Masukkan Lebar : ’); read(L); until (P > L); Luas := P * L; for i:= 1 to 10 do {dari 1 s/d 10 lakukan!} begin writeln(‘Luas : ’,Luas); end; End.


Download ppt "Algoritma Dasar Dalam membuat suatu program komputer, menyusun algoritma adalah langkah pertama yang harus dilakukan Dalam membuat algoritma dapat digunakan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google