Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Ukuran Pipa Air Buangan  Ukuran minimum pipa cabang mendatar  Pipa cabang mendatar harus mempunyai ukuran sekurang-kurangnya sama dengan diameter terbesar.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Ukuran Pipa Air Buangan  Ukuran minimum pipa cabang mendatar  Pipa cabang mendatar harus mempunyai ukuran sekurang-kurangnya sama dengan diameter terbesar."— Transcript presentasi:

1

2 Ukuran Pipa Air Buangan  Ukuran minimum pipa cabang mendatar  Pipa cabang mendatar harus mempunyai ukuran sekurang-kurangnya sama dengan diameter terbesar dari perangkap alat plambing yang dilayaninya.  Ukuran minimum pipa tegak  Pipa tegak harus mempunyai ukuran yang sekurang-kurangnya sama dengan diameter terbesar cabang mendatar yang disambungkan ke pipa tegak tersebut.  Pengecilan ukuran pipa  Pipa tegak maupun pipa cabang mendatar tidak boleh diperkecil diameternya dalam arah aliran air buangan. Pengecualian hanya pada kloset, dimana pada lubang keluarnya dengan diameter 100 mm dipasang pengecilan pipa 100 x 75 mm. Cabang mendatar yang melayani satu kloset harus mempunyai diameter minimum 75 mm dan untuk dua kloset atau lebih minimum 100 mm.  Pipa di bawah tanah  Pipa pembuangan yang ditanam di bawah tanah harus mempunyai ukuran minimum 50 mm.  Interval cabang  jarak pada pipa tegak antara dua titik dimana cabang mendatar disambungkan pada pipa tegak tersebut. Jarak ini sekurang-kurangnya 2,5 m.

3 Beban Maksimum Yang Diizinkan Untuk Perpipaan Air Buangan (NPC) Ukuran pipa mm Pipa cabang datar dari alat plambing (*) Sebuah pipa tegak untuk ≤ tiga interval cabang Pipa tegak untuk > 3 lantai Saluran pembuangan gedung dan pipa cabangnya dari pipa tegak Jumlah untuk pipa tiga lantai Jumlah pada 1 lantai Kemiringan (%) 0,5124 40 1) 50 1) 65 1) 80 100 125 150 200 250 300 375 3 6 12 20 2) 160 360 620 1400 2500 3900 7000 4 10 20 30 3) 240 540 960 2200 3800 6000 - 8 24 42 60 3) 500 1100 1900 3600 5600 8400 - 2 6 9 16 3) 90 200 350 600 1000 1500 - 1400 2500 3900 7000 180 390 700 1600 2900 4600 8300 21 24 42 2) 216 480 840 1920 3500 5600 10000 26 31 50 2) 250 575 1000 2300 4200 6700 12000

4  Perhitungan praktis:  Jika alat plambing melayani 20-30 penghuni gedung, dan dipakai sistem ven dengan lup  NPC (National Plumbing Code):  Jika alat plambing melayani 10-15 penghuni gedung, dan dipakai sistem ven individu.

5 PRINSIP DASAR SISTEM VEN Tujuan dan Jenis-jenis Sistem Ven  menjaga sekat perangkap dari efek sifon atau tekanan  menjaga aliran yang lancar dari pipa pembuangan  mensirkulasikan udara dalam pipa pembuangan Karena tujuan utama adalah menjaga agar perangkap tetap mempunyai sekat air, maka pipa ven harus dipasang sedemikian rupa agar mencegah hilangnya sekat air tersebut. Kedalaman minimum sekat air adalah 50 mm. Pipa pembuangan dan ven harus dirancang dan dipasang agar mampu menjaga kedalaman tersebut.

6 Hilangnya sekat air dan perlunya ven 1. Efek Sifon-Sendiri. Timbul apabila seluruh perangkap dan pipa pengering alat plambing terisi penuh dengan air buangan pada akhir proses pembuangan, sehingga air perangkap juga akan ikut mengalir ke dalam pipa pengering. 2. Efek Hisapan Terjadi pada air perangkap alat plambing yang dipasang dekat dengan pipa tegak, dan dalam pipa tegak tersebut tiba-tiba ada aliran air buangan yang cukup besar yang masuk dari cabang mendatar dibawahnya. Akibatnya, dalam perangkap alat plambing dapat timbul tekanan vakum yang akan menghisap air dalam perangkap. 3. Efek Tiupan Keluar (Blow-Out), terjadi pada air perangkap alat plambing yang dipasang dekat dengan pipa tegak, dan dalam pipa tegak tersebut tiba-tiba ada aliran air buangan yang cukup besar yang masuk dari cabang mendatar di atasnya. Akibatnya, dalam perangkap alat plambing dapat timbul tekanan positif yang akan mendorong air dalam perangkap bahkan keluar dari alat plambing. 4. Efek Kapiler, terjadi kalau ada rambut atau benang yang tersangkut dalam perangkap dan menjurai ke dalam pipa pengering alat plambing. Akibatnya air perangkap lama-kelamaan akan habis terbuang. 5. Penguapan, terjadi kalau alat plambing tidak dipergunakan untuk waktu yang cukup lama, apalagi kalau alat plambing tersebut berada dalam ruangan yang agak kering udaranya. Lubang pembuangan lantai yang sekarang ini banyak digunakan, mempunyai kedalaman sekat air yang kurang dari 50 mm, dan sering terjadi dalam waktu yang tidak terlalu lama sudah banyak airnya yang menguap, sehingga air sebagai sekat tidak cukup lagi. 6. Efek Momentum, biasanya jarang terjadi. Efek ini bisa timbul kalau ada pembuangan air mendadak atau terjadi perubahan tekanan yang cepat dalam pipa pembuangan.

7 yang paling sering terjadi adalah efek sifon-sendiri, hisapan dan tiupan-keluar. Pencegahan dilakukan dengan memasang pipa ven. Tetapi efek kapiler, penguapan dan momentum, tidak dapat dicegah walaupun dipasang pipa ven.

8 Jenis sistem ven dan pipa ven  ven tunggal  Pipa ven ini dipasang untuk melayani satu alat plambing dan disambungkan kepada sistem ven lainnya atau langsung terbuka ke udara luar.  ven lup  Pipa ven ini melayani dua atau lebih perangkap alat plambing, dan disambungkan kepada pipa ven tegak  ven pipa tegak  Pipa ini merupakan perpanjangan dari dari piapa tegak air buangan, diatas cabang mendatar pipa buangan tertinggi  ven bersama  Pipa ven ini adalah satu pipa ven yang melayani perangkap dari dua alat plambing yang dipasang bertolak belakang atau sejajar dan dipasang pada tempat dimana kedua pipa pengering atau plambing tersebut disambungkan bersama  ven basah  Pipa ven basah adalah pipa ven yang juga menerima air buangan berasal dari alat plambing selain kloset  ven pelepas  Pipa ven ini adalah pipa ven untuk melepas tekanan udara dalam pipa pembuangan  pipa ven balik  Pipa ven balik adalah bagian pipa ven tunggal yang membelok ke bawah, setelah bagian tegak keatas sampai lebih tinggi dari muka air banjir alat plambing, dan yang kemudian disambungkan kepada pipa ven tegak setelah dipasang mendatar dibawah lantai  pipa ven yoke  Pipa ven ini suatu ven pelepas, yang menghubungkan pipa tegak air buangan kepada pipa tegak ven, untuk mencegah perubahan tekanan dalam pipa tegak air buangan yang bersangkutan.

9 Ven tunggal Pipa ven ini dipasang untuk melayani satu alat plambing dan disambungkan kepada sistem ven lainnya atau langsung terbuka ke udara luar. Walaupun sistem ini yang terbaik, tetapi sitem ini paling banyak menggunakan bahan (pipa).

10 Ven Lup Dalam sistem ini pipa ven melayani dua atau lebih alat plambing (sebanyak- banyaknya 8) dipasang pada cabang mendatar pipa air buangan dan disambungkan kepada ven pipa tegak. Pipa ven tersebut dipasang pada cabang mendatar pipa air buangan yang mempunyai ukuran tetap ‘di depan “ alat plambing yang paling jauh dari pipa tegak air buangan.

11 Perhatian dalam sistem ven lup  bagian pipa pengering (pipa drainase/pipa mengalirkan air buangan) alat plambing yang tidak dipasang ven, maksimum panjangnya 1,8 m untuk diameter 75 mm atau kurang dan 3,0 m untuk diameter lebih dari 100 mm.  pipa ven lup harus disambungkan dengan ven pipa tegak atau pipa tegak ven, atau langsung terbuka ke udara luar.  pada setiap lantai, kecuali untuk gedung satu tingkat, cabang mendatar yang melayani lebih dari 8 kloset dan sejenisnya, harus dipasang ven pelepas di depan tempat sambungan pipa pengering alat plambing pada cabang mendatar tersebut.  walaupun diterapkan sistem ven lup, sebaiknya untuk bak cuci tangan dan bak cuci lainnya dipasang ven tunggal untuk mencegah efek sifon-sendiri, karena ada kekhawatiran bahwa ven lup tidak cukup.

12 Ven pipa tegak  Pipa ini merupakan perpanjangan dari pipa tegak air buangan, di atas cabang mendatar pipa air buangan tertinggi.  Dalam gedung yang menggunakan sistem ini, hanya ada ven pipa tegak saja dan tidak dipasang pipa ven jenis lainnya. Semua pipa pengering alat plambing disambung langsung kepada pipa tegak air buangan. Sistem ini disebut juga sistem pipa tegak tunggal atau sistem pipa pembuangan tunggal.  Sistem ini dapat diterapkan pada gedung dimana pipa tegak air buangan dapat dipasang dekat alat-alat plambing, seperti pada gedung rumah susun (apartment).

13 Ven bersama  Pipa ven ini adalah satu pipa ven yang melayani perangkap dari 2 alat plambing yang dipasang bertolak belakang atau sejajar dan dipasang pada tempat dimana kedua pipa pengering alat plambing tersebut disambungkan bersama  Sistem ven dimana pipa ven bersama dipasang untuk melayani dua alat plambing yang dipasang bertolak belakang (misalnya bak cuci) pada kedua sisi dinding pemisah. Sistem ini banyak diterapkan pada rumah susun, hotel dsb.

14 Ven basah  Pipa ven basah adalah pipa ven yang juga menerima air buangan berasal dari alat plambing selain kloset.  Sistem dimana pipa pembuangan juga berfungsi sebagai pipa ven, oleh karena itu beban air buangan sebaiknya hanya setengahnya dibandingkan dengan pipa pembuangan sejenis dari ukuran yang sama.

15 Ven pelepas pipa ven untuk melepas tekanan udara dalam pipa pembuangan.

16 Pipa ven balik  bagian pipa ven tunggal yang membelok ke bawah, setelah bagian tegak ke atas sampai lebih tinggi dari muka air banjir alat plambing, dan yang kemudian disambungkan kepada pipa tegak ven setelah dipasang mendatar dibawah lantai  Sistem ven balik: Sistem ini diterapkan kalau pipa ven tunggal tidak dapat disambung ke pipa ven lainnya yang lebih tinggi ataupun langsung dibuka keudara luar, sehingga harus dibelokkan kebawah lebih dahulu.

17 Pipa ven yoke  Pipa ven ini suatu ven pelepas, yang menghubungkan pipa tegak air buangan kepada pipa tegak ven, untuk mencegah perubahan tekanan dalam pipa tegak air buangan yang bersangkutan.  Sistem ven yoke : Pipa tegak air kotor atau bekas yang melayani lebih dari 10 interval cabang harus dilengkapi dengan pipa ven ‘yoke’ untuk setiap 10 interval cabang dihitung dari cabang lantai paling atas.

18 Pipa ven tegak = pipa tegak ven (≠ ven pipa tegak) Pipa tegak ven harus dipasang dalam hal dimana pipa tegak air kotor atau air bekas melayani dua interval cabang atau lebih, dan dalam hal dimana alat-alat plambing pada setiap lantai mempunyai pipa ven tunggal atau pipa ven jenis lainnya.

19 Persyaratan untuk pipa ven  Kemiringan pipa ven  Pipa ven harus miring ke atas dari sambungan terendah dengan pipa air kotor atau pipa air buangan ketempat berakhirnya pipa ven tersebut untuk memperoleh ventilasi pada seluruh bagian sistem drainase dengan sirkulasi udara secara gravitasi.  Cabang pada pipa ven  Dalam membuat cabang pipa ven harus diusahakan agar udara tidak akan terhalang oleh masuknya air kotor atau air bekas manapun.  Letak bagian mendatar pipa ven  Dari tempat sambungan pipa ven dengan cabang mendatar pipa air buangan, pipa ven tersebut haus dibuat tegak sampai skurang-kurangnya 150 mm di atas muka iar banjir alat plambing tertinggi yang dilayani ven tarsebut, sebelum dibelokkan mendatar atau disambungkan kepada cabang pipa ven.  Ujung pipa ven  Ujung pipa ven harus terbuka ke udara luar, tetapi harus dengan cara yang tidak menimbulkan gangguan kesehatan.

20 Jarak maksimum Ven terhadap Perangkap Alat Plambing Sambungan ven harus dipasang sedemikian rupa, sehingga panjang ukur saluran pembuangan alat plambing antara sambungan ven dan ambang perangkap alat plambing tidak melebihi jarak yang tercantum dalam tabel jarak maksimum ven dari perangkap alat plambing Ukuran saluran pembuangan alat plambing (mm) Jarak maksimum ven terhadap perangkap a (cm) 3275 40105 50150 80180 100300

21 Ukuran pipa ven  Ukuran pipa ven lup dan pipa ven sirkuit  Ukuran pipa ven lup, pipa ven sirkuit dan pipa ven pelepas minimum 32 mm dan tidak boleh kurang dari ½ kali diameter cabang mendatar pipa buangan atau pipa tegak ven yang disambungkannya.  Ukuran pipa tegak  Ukuran pipa tegak tidak boleh kurang dari ukuran pipa tegak air buangan yang dilayaninya dan selanjutnya tidak boleh diperkecil ukurannya sampai ke ujung terbuka.  Ukuran pipa ven tunggal  Ukuran pipa ven tunggal minimum 32 mm dan tidak boleh kurang dari ½ kali diameter pipa pengering alat plambing yang dilayaninya.  Ukuran pipa ven pelepas ofset  Ukuran pipa ven pelepas untuk ofset pipa pembuangan harus sama dengan atau lebih dari diameter pipa tegak ven atau pipa tegak air buangan.  Ukuran pipa ven yoke  Ukuran pipa ven yoke harus sama dengan atau lebih dari diameter pipa tegak ven atau pipa tegak air buangan (yang terkecil diantara keduanya).

22 Ukuran pipa cabang horisontal ven dengan lup Nomor jalur Ukuran pipa air buangan (mm) Unit alat plambing (angka maksimum) Diameter ven lup (mm) 40506575100125 Panjang maksimum horizontal 140106 250124,512 3502039 4751061230 575301230 675602448 7100 2,1615,660 8100 1,85,41554 91005004,210,842 101252004,82160 11125110031242

23 Ukuran pipa tegak air buangan (mm) Beban unit alat plambing yang disambungkan Diameter pipa ven yang diperlukan (mm) 3240506575100125150200 Panjang maksimum pipa ven(m) 3229 4081545 4010930 5012922,560 50207,81545 654293090 751093060180 75301860150 75601524120 100 10,53078300 10020092775270 10050062154210 12520010,524105300 12550092190270 125110061560210 1503507,51560120390 1506204,5937,590330 1509607,23075300 150190062160210 2006001545150390 20014001230120360 2002200924105330 20036007,51875240 250100022,537,5300 25025001530150 2503800924105 25056007,51875


Download ppt "Ukuran Pipa Air Buangan  Ukuran minimum pipa cabang mendatar  Pipa cabang mendatar harus mempunyai ukuran sekurang-kurangnya sama dengan diameter terbesar."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google