Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PROGRAM STUDI DIII REKAM MEDIS & INFORMASI KESEHATAN FAKULTAS ILMU – ILMU KESEHATAN Mata kuliah PATOLOGI ILMU PEYAKIT 7 SKS Semester 5.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PROGRAM STUDI DIII REKAM MEDIS & INFORMASI KESEHATAN FAKULTAS ILMU – ILMU KESEHATAN Mata kuliah PATOLOGI ILMU PEYAKIT 7 SKS Semester 5."— Transcript presentasi:

1 PROGRAM STUDI DIII REKAM MEDIS & INFORMASI KESEHATAN FAKULTAS ILMU – ILMU KESEHATAN Mata kuliah PATOLOGI ILMU PEYAKIT 7 SKS Semester 5

2 Daftar Pustaka Ganong William F 2003 REVIEW of MEDICAL PHISIOLOGY 21 st Ed.McGraw – Hill Companies,San Francisco Guyton Arthur C 2007 Buku ajar Fisiologi Kedokteran EGC Jakarta Sudarto Pringgoutomo dkk,2002, BUKU AJAR PATOLOGI 1 ( UMUM) Sagung Seto Jakarta Syaifuddin 2006 ANATOMI FISIOLOGI untuk mahasiswa keperawatan EGC Jakarta Sylvia A.Price, Lorraine M.Wilson, buku 1 edisi 4 PATOFISIOLOGI, Clinical concepts of Disease Processes, EGC Jakarta

3 PENYEBAB KANKER Segala sesuatu yang menyebabkan terjadinya kanker disebut karsinogen Karsinogen menimbulkan perubahan pada DNA yang satuan terkecilnya adalah gen Sehingga karsinogen sering disebut pula bersifat mutagenik Karsinogen dibagi dalam 4 golongan : – Bahan kimia – Virus – Radiasi ( ion / non ionisasi – Agen biologik

4 KARSINOGEN KIMIA Kebanyakan karsinogen kimia adalah pro karsinogen, yaitu karsinogen yang memerlukan perubahan metabolis agar menjadi karsinogen aktif dan dapat menimbulkan perubahan pada DNA, RNA atau protein sel tubuh – Dengan demikian terjadi neoplasma pada tempat bahan kimia terbentuk sebagai hasil metabolisme dan bekerja sebagai karsinogen aktif. Ada pula karsinogen yang dapat langsung menimbulkan neoplasma pada tempat karsinogen mengenai jaringan tubuh tanpa perlu melalui perubahan metabolisme – Beberapa karsinogen kimia dapat bekerja bersama-sama atau dengan jenis karsinogen lain, seperti virus, radiasi untuk mempengaruhi terbentuknya neoplasma

5 Contoh karsinogen kimia : A.Karsinogen yang bereaksi langsung – Golongan alkylating agent : dimethyl sulfat, obat anti kanker dll – Golongan acylating agent :dimethyl carbamyl chlorida B.Prokarsinogen yang memerlukan perubahan metabolisme – Hidrokarbon polisiklik aromatik ( HPA) Misal : asap rokok pada perokok atau orang yang sering menghisap asap rokok walaupun tidak merokok ( kanker paru ), orang yang punya kebiasaan mengunyah tembakau ( kanker mulut) Pada proses pemanggangan daging dan pengasapan daging / ikan – Amin aromatik dan pewarna Azo Merupakan suatu prokarsinogen yang masuk ketubuh melalui kulit, paru atau saluran cerna.

6 Contoh karsinogen kimia : c. Nitrosamin : – Terbentuk didalam saluran cerna dari gugus Nitrat dan Nitrit yang sering dipakai sebagai bahan adiktif pada makanan – Menimbulkan kanker di saluran cerna dan hati d. Unsur logam – Antara lain Nikel dan plumbum, – bersifat elektrofilik dapat bereaksi dengan pusat nukleofilik pada DNA

7 PERUBAHAN MORFOLOGIS Dari penelitian : tiap tumor pada manusia menunjukkan perubahan genetik berganda meliputi aktifasi beberapa onkogen dan tidak aktifnya anti onkogen Tiap perubahan mewakili tiap tahap progresi sel normal ke sel tumor ganas. Contoh : – Terbentuknya karsinoma kolon melalui beberapa seri perubahan morfologis yaitu : hiperplasia epitel kolon diikuti terbentuknya adenoma yang membesar progresif dan akhirnya terjadi transformasi menjadi ganas

8 KARSINOGEN VIRUS Virus yang bersifat karsinogen disebut virus onkogenik Golongan virus DNA – Human Papiloma virus (HPV), Ebstein Barr virus (EBV), Virus Hepatitis B (HBV), Cytomegalo virus (CMV), Golongan virus RNA – HIV, HLTVI

9 KARSINOGEN RADIASI Radiasi UV dengan panjang gelombang nm berkaitan dengan terjadinya kanker kulit, terutama pada orang kulit putih yang sering mendapat sinar matahari berlebihan. Contoh : – Karsinoma sel basal, – karsinoma sel skuamosa, – melanoma malignum, – xeroderma pigmentosum.

10 AGEN BIOLOGIK 1.Hormon – Contoh : hormon estrogen membantu pembentukan kanker endometrium dan payudara – Hormon steroid merangsang pembentukan karsinoma sel hati 2.Mikotoksin – Suatu toksin yang dibuat oleh jamur, alfatoksin bersifat karsinogeni menimbulkan karsinoma sel hati 3.Parasit – Parasit Schistosoma dihubungkan dengan kanker kandung kemih dan – Clonochis sinensis dihubungkan adenokarsinoma kandung empedu

11 BIOLOGI PERTUMBUHAN TUMOR Sel yang telah mengalami transformasi akan menunjuk kan ekspansi klonal dan membentuk massa tumor. Pembentukan massa tumor merupakan proses yang kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor Faktor – faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tumor adalah : – Kinetik pertumbuhan sel tumor – Angiogenesis sel tumor – Progresi dan heterogenitas tumor

12 KINETIK PERTUMBUHAN SEL TUMOR Merupakan lama waktu yang diperlukan oleh suatu sel transformasi untuk membentuk massa tumor yang jelas secara klinis Kinetik pertumbuhan sel tumor dipengaruhi oleh 3 variabel yaitu : 1.Waktu kelipatan sel tumor 2.Fraksi pertumbuhan 3.Produksi dan kehilangan sel tumor Waktu kelipatan sel tumor : – pada umumnya sel tumor yang kurang berdiferensiasi akan tumbuh lebih cepat, – jumlah waktu untuk siklus pembelahan sel tumor sama atau bahkan lebih lama daripada sel normal

13 Fraksi pertumbuhan – Ialah jumlah populasi sel tumor yang berada pada kutub replikatif ( proliferatif) – Sel transformasi akan terus membelah. – Jika sel tumor tumbuh terus maka akan meninggalkan kutub proliferatif dengan cara berdiferensiasi Produksi dan kehilangan sel tumor – Progresifitas dan derajat pertumbuhan tumor ditentukan oleh selisih jumlah sel tumor yang diproduksi dan sel tumor yang hilang / mati. – Fraksi pertumbuhan sel tumor berkaitan dengan kepekaan terhadap kemoterapi – Frekwensi mitosis pada suatu tumor merupakan gambaran kasar derajat pertumbuhan, Jika waktu siklus pembelahan sel panjang maka lebih banyak mitosis yang terlihat pada waktu tertentu.

14 ANGIOGENESIS TUMOR Faktor lain yang mempegaruhi pertumbuhan tumor adalah pasokan darah terhadap jaringan. Pembesaran tumor bergantung kepada bertambahnya jumlah pembuluh darah untuk pasokan darah. Angiogenesis sangat penting untuk pertumbuhan tumor. Angiogenesis pada tumor ganas biologik diperlukan dan berhubungan dengan metastase Tanpa ada pembuluh darah atau pembuluh limfe tumor ganas akan gagal untuk bermetastase Misal ; – Melanoma, – Kanker payudara invasif dan – kanker paru

15 Angiogenesis dipengaruhi oleh faktor – faktor yang disekresi oleh sel tumor dan sel radang tumor ( makrofag) Neovaskularisasi mempunyai 2 pengaruh pada pertumbuhan tumor yaitu ; – perfusi pasokan makanan dan oksigen – Sel – sel endotel yang baru terbentuk merangsang pertumbuhan tumor dengan mensekresi faktor pertumbuhan Angiogenesis tumor dikendalikan oleh keseimbangan antara faktor angiogenesis dan penghambat angiogenesis yaitu trombospondin dan angiostatin. Angiogenesis tidak hanya penting untuk pertumbuhan tumor primer melainkan juga untuk kelangsungan metastasis oleh karena vaskularisasi tumor yang meningkat akan meningkatkan kemungkinan sel tumor masuk kepembuluh darah. Penggunaan obat untuk penghambat Angiogenesis merupakan salah satu peluang bagi pengobatan kanker

16 PROGRESI DAN HETEROGENITAS SEL TUMOR Setelah beberapa waktu tertentu kebanyakan tumor menjadi lebih agresif dan potensi keganasannya lebih besar. Peningkatan keganasan tumor berupa : – Kecepatan pertumbuhan – Invasi – Kemampuan membentuk penyebaran jauh Merupakan fenomena biologik yang berhubungan dengan terbentuk nya sub populasi sel tumor yang berbeda yang menunjukkan tanda fenotip seperti : – Pertumbuhan invasif – Derajat pertumbuhan – Kemampuan metastasis – Kariotipi – Kepekaan hormonal – Kepekaan terhadap obat anti neoplastik

17 PROGRESI DAN HETEROGENITAS SEL TUMOR Tumor yang sangat ganas adalah berasal monoklonal dan dengan berjalannya waktu mereka menjadi heterogen Pada tingkat molekular progresi tumor dan heterogenitas sebagai akibat dari mutasi multipel yang terkumpul saling tidak bergantung pada sel yang berbeda sehingga menurunkan subklonal dengan sifat yang berbeda.

18 PENYEBARAN TUMOR GANAS 2 sifat yang dimiliki sel tumor ganas yaitu : – Kemampuan untuk menginvasi jaringan setempat dimana tumor ganas itu tumbuh ( lokal ) dan – Metastasis / menyebar ketempat yang jauh dari tumor induk (tumor primer ) Invasi dan metastasis merupakan sifat biologik utama tumor ganas INVASI Kebanyakan tumor ganas jenis karsinoma mulai sebagai tumbuh lokal pada epitel tempat karsinoma itu terbentuk.

19 MEKANISME PENYEBARAN TUMOR GANAS INVASI Kebanyakan tumor ganas jenis karsinoma mulai sebagai tumbuh lokal pada epitel tempat karsinoma itu terbentuk. Selama karsinoma tidak menembus membran basal tempat melekat sel-sel epitel tsb maka karsinoma demikian disebut Karsinoma in situ. Jika sel-sel karsinoma tumbuh menembus membran basalis dan menginvasi jaringan dibawahnya sehingga sel karsinoma berada langsung dibawah tumor induk / tumor primer maka kedaan demikian disebut Invasi mikro. Perluasan sel karsinoma pada alat tepat sel tersebut terbentuk disebut invasi lokal Jadi penyebaran lokal sel-sel ganas disebut invasi

20 Sel kanker tumbuh progresif, menginfiltrasi, menginvasi dan merusak jaringan sekitarnya. Semua jaringan pada tubuh pada dasarnya dapat diinvasi oleh sel kanker namun demikian terdapat perbedaan kepekaannya. Stroma jaringan ikat suatu jaringan yang terorganisasi merupakan jalan utama invasi tumor ganas. Diantara jaringan ikat, serabut elastika lebih resisten terhadap efek destruksi tumor ganas daripada serabut kolagen disebabkan karena kolagenase relatif lebih tinggi daripada elastase pada tumor ganas yang invasif Serabut kolagen yang tebal dan padat seperti tendon dan kapsul sendi resisten terhadap invasi tumor ganas untuk waktu yang lama

21 Metastasis Metastasis adalah penyebaran jauh sel-sel tumor ganas Sel tumor ganas dari satu tempat berpindah ketempat lain yang jauh dari tumor primer dan membentuk tumor baru yang disebut anak sebar atau tumor metastasik atau tumor sekunder Agar terlaksanan proses metastase hingga terbentuk sekunder maka harus ada : – Pelepasan sel tumor yang dapat hidup otonom – Lintasan penyebaran : Pembuluh darah Pembuluh limfe ‘ Rongga permukaan tubuh Transplantasi langsung – Lingkungan yang memungkinkan sel-sel tumor dapat tumbuh ditempat baru

22 Penyebaran melalui rongga permukaan tubuh Yang paling sering terjadi penyebaran pada rongga peritoneum Dapat juga pada rongga pleura, perikardium, subarachnoid dan rongga sendi. Pada karsinoma lambung, sel tumor menembus dinding lambung, menembus lapisan serosa, kemudian terapung dalam rongga peritoneum, akhirnya melekat pada permukaan serosa, misal serosa ovarium dan terbentuk anak sebar pada ovarium

23 Transplantasi Transplantasi langsung sel tumor meskipun jarang namun dapat terjadi Misal : melalui sarung tangan atau pisau bedah pada saat dilakukan pembedahan untuk mengangkat tumor tersebut

24 Penyebaran limfogen Ialah penyebaran sel tumor melalui aliran getah bening Sel kanker masuk lumen pembuluh limfe, terbawa oleh aliran limfe masuk kepembuluh aferen limfe dan sampai dikelenjar getah bening regional. Kelenjar getah bening reional bertindak sebagai pertahanan terhadap penyebaran jauh untuk sementara waktu. Sel tumor disana akan dihancurkan oleh reaksi imunologik terhadap tumor. Pada saat inilah waktu yang paling tepat untuk operasi radikal, yaitu mengangkat tumor primer dan kelenjar getah bening regional dimana penyebaran masih terbatas.

25 Distribusi penyebaran limfogen mengikuti aliran alami cairan getah bening Contoh : – Karsinoma Mamae : Yang terletak pada kwadran luar akan dialirkan pertama kali kekelenjar getah bening ketiak, Yang terletak pada kwadran dalam akan dialirkan kekelenjar getah bening didalam dada sepanjang arteria mamaria interna Selanjutnya kelenjar getah bening infr dan supra clavicula akan turut terkena. – Karsinoma Bronkus : Dialirkan pertama kali ke kelenjar getah bening trakeobronkial dan mediastinal

26 Pengetahuan tentang aliran limfe keberbagai jaringan tubuh sangat penting agar dapat memperkirakan terjadinya anak sebar pada kelenjar getah bening regional Selain sel tumor akan dialirkan pula limbah dari sel tumor yang rusak dan antigen tumor Jadi pembesaran kelenjar getah bening regional jika ada tumor ganas dapat disebabkan oleh : – Terjadinya anak sebar – Hiperplasia reaktif folikel limfoid – Proliferasi sel T pada parakorteks dan sinus histiosis yang disebabkan oleh rangsangan produk tumor primer

27 Penyebaran Hematogen Yaitu penyebaran sel tumor melalui aliran darah Cara penyebaran ini khas untuk tumor ganas jenis sarkoma, meski dapat juga pada karsinoma. Pembuluh vena berdinding tipis sehingga sering diinvasi oleh sel tumor Pembuluh darah arteri jarang diinvasi karena mempunyai lapisan otot dan lapisan elastika yang lebih sukar ditembus Penyebaran melalui pembuluh arteri dapat terjadi jika sel tumor melalui pembuluh kapiler pada paru atau melalui hubungan arteriovenosa atau jika tumor metastasik pada paru menimbulkan emboli tumor.

28 Hati dan paru merupakan tempat terjadinya tumor metastasik hal ini karena bila sel tumor menembus pembuluh vena, distribusi sel tumor mengikuti aliran darah vena yang mengaliri tumor primer Semua darah aliran portel mengalir ke hati Semua darah vena cava mengalir ke paru – paru. Contoh : – Karsinoma kolon : sel tumor mengikuti aliran vena porta menimbulkan tumor metastasik pada hati, Dengan aliran vena cava sel tumor masuk keatrium kanan, kemudian masuk ke arteri pulmonalis menimbulkan anak sebar pada paru – Karsinoma bronkus : Melalui vena pulmonalis dan jantung kirir sel tumor masuk kke aliran darah umum – Karsinoma tiroid dan karsinoma prostat Penyebaran melalui pleksus pembuluh vena paravertebral,bermetastasik pada tulang vertebra

29 MEKANISME PENYEBARAN TUMOR GANAS Tanda utama tumor ganas adalah terjadi : – Invasi dan – Metastasis Sel tumor dalam perkembangannya pada saat bermetastasis atau invasif mengalami heterogenitas dimana akibat mutasi baru sel tumor harus membelah, menjadi tidak stabil, tersaring sistim imun dan non imun. Pada dasarnya proses metastasis dibagi 2 tahap yaitu : 1.Invasi matriks ekstra seluler (MES) dan 2.Penyebaran vaskuler dan homing sel tumor

30 GAMBARAN KLINIK NEOPLASMA Pengaruh tumor pada penderita dibedakan atas : – Akibat lokal – Akibat umum – Aktifitas fungsi Akibat lokal : Massa jaringan tumor yang tumbuh menimbulkan tekanan pada organ / jaringan penting disekitarnya yang menimbulkan berbagai komplikasi Misal : pembuluh darah, saluran viseral, duktus dan organ lain Pada tumor ganas terjadi infiltrasi pada alat sekitarnya menimbulkan kerusakan / sumbatan terhadap alat tersebut

31 – Dapat terjadi nekrosis pada tumor ganas yang terletak pada kulit dan mukosa – Menimbulkan ulserasi hingga perdarahan dan infeksi oleh bakteri – Invasi langsung atau penekanan pada saraf menimbulkan rasa sakit yang hebat – Infiltrasi atau penekanan pada pembuluh darah ataupun pembuluh limfe menimbulkan iskemik dan edema setempat. Akibat Umum : Pada umumnya penderita menjadi kaheksia yaitu : kurus, badan lemah, anoreksia, anemia Hal tersebut disebabkan karena kelainan metabolisme

32 – Penderita kanker mengeluarkan kalori tetap tinggi, BMR tinggi, meskipun makanan yang masuk berkurang. – Terjadi malnutrisi Aktivasi fungsi : Neoplasma yang terjadi pada kelenjar endokrin dapat menimbulkan gejala-gejala akibat adanya peningkatan sekresi hormon Contoh ; – Adenoma sel beta kelenjar pankreas dapat memproduksi insulin yang dapat menyebabkan hipoglikemia yang fatal – Karsinoma paru jenis sel kecil dapat menghasilkan hormon dimana pada jaringan asalnya tidak memproduksi hormon

33 Kumpulan gejala pada penderita kanker yang tidak dapat diterangkan oleh tumor lokal / penyebaran jauh / timbulnya hormon yang dibentuk pada jaringan disebut sindroma paraneoplastik Sindroma para neoplastik penting untuk diketahui karena : – Mewakili manifestasi awal occult neoplasma – Pada penderita yang terkena dapat menjadi masalah klinik yang besar bahkan menimbulkan kematian – Dapat menyerupai penyakit metastasik sehingga salah pengobatan. Sindrom yang paling sering terjadi adalah : Hiperkalsemia, sindroma Cushing, Non bakterial trombotik endokarditis Neoplasma yang paling sering berhubungan dengan sindrom paraneoplastik adalah : – Karsinoma bronkogenik – Karsinoma payudara – Keganasan hematologik

34 PENDEKATAN DIAGNOSIS TUMOR Kecurigaan klinis : – Badan lemah, anoreksia, berat badan turun – Riwayat keluarga untuk predisposisi genetik – Riwayat sosial : merokok – Riwayat pekerjaan : terpapar sinar matahari, zat kimia tertentu, makanan pengasapan, aflatoksin dsb – Riwayat pernikahan : misal kegiatan seksual pada usia muda dengan banyak pasangan seksual cenderung menderita kanker leher rahim, – Pemeriksaan fisik : keluhan dan tanda –tanda setempat – Pemeriksaan biopsi ditemukan massa tumor pada biopsi dan aspirasi

35 Diagnosis laboratorium kanker – Dengan pemeriksaan morfologi dan molekular Histopatologi dan sitologi Imunohistokimia Mikroskop elektron – Pengujian biokimia untuk enzim, hormon dan petanda tumor lain -> merupakan tes untuk konfirmasi diagnosis, menentukan respon pengobatan dan petunjuk kekambuhan, bukan sebagai penentu tumor pada diagnosis Contoh ; Peningkatan kadar CEA( Carsinoma Embryionik Antigen) AFP ( Alpha Feto Protein), PSA ( Prostate Spesific Antigen ) didalam darah.

36 Diagnosa dini kanker Jika tanda dan gejala yang berkaitan dengan kanker tampak biasanya kanker tersebut sudah dalam keadaan tingkat lanjut. Untuk menemukan stadium dini kanker maka harus dilakukan pemeriksaan rutin pada pasien yang tidak menunjukkan gejala Beberapa pemeriksaan untuk dapat menemukan kanker tingkat dini diantaranya adalah : 1.Papsmear rutin tahunan pada wanita usia 35 tahun atau lebih 2.SADARI : pemeriksaan payudara sendiri, rutin setiap bulan.untuk menemukan benjolan pada payudara 3.Sigmoideskopi rutin tiap 3-5 tahun < pada usia 50 tahun keatas, untuk menemukan lesi pada rektum. 4.General Check Up secara berkala 5.Perhatikan tanda WASPDA akan kanker

37 PAPSMEAR TEST Pemeriksaan sitologi hapusan Papanicolaou smear test Untuk penemuan kanker serviks dan keganasan lain seperti karsinoma endometrium Sel – sel neoplasma kurang kohesinya satu dengan yang lain dan terlepas kedalam cairan/ sekret Sel – sel yang terlepas ini diperiksa gambaran morfologik / anaplasianya

38 IMUNITAS TUMOR Dari berbagai pengamatan telah disimpulkan bahwa sistim imun mempunyai peranan dalam pengendalian pertumbuhan tumor – Transformasi keganasan berhubungan dengan perubahan genetik yang kompleks, – Mekanisme positif untuk mengeliminasi sel yang berubah – Pengenalan dan destruksi sel tumor non self Antara lain adalah : – ada nya regresi spontan tumor tertentu, – Adanya tumor dengan pertumbuhan indolen dalam periode lama namun suatu saat mendadak berubah cepat dan bermetastasis – Ada sebukan sel mononuklear disekitar jaringan tumor – Uji kulit reaksi hipersensitifitas tipe lambat positif terhadap ekstrak antigen tumor – Resiko menderita kanker lebih tinggi pada penderita imunodefisiensi

39 ANTIGEN TUMOR Sel tumor mempunyai unsur yang bersifat antigenik dan imunogenik Secara garis besar antigen tumor dapat dikelompokkan atas : 1.TSA ( Tumor Spesifik Antigen) : Antigen khas tumor, terdapat hanya pada sel tumor dan tidak pada sel normal – Sel T sitotoksik – MAGE 1 ( Melanoma Associated Antigen 1 ) 2.TAA ( Tumor Associated Antigen ), antigen yang berkaitan dengan tumor, terdapat pada sel tumor dan beberapa sel normal – Suatu differentiation spesific antigen – Misal ; CD 10 pada limfosit B, Leukemia sel B, Limfoma PSA pada sel epitel prostat normal atau kanker sebagai marker diferensiasi

40 Mekanisme efektor anti tumor / respon imun terhadap tumor Baik imunitas seluler maupun humoral memiliki aktivitas anti tumor melalui : – Limfosit T sitotoksik ; Respon sel T merupakan yang terpenting selain sebagai efektor juga sebagai pemacu sel B, beraksi terhadap antigen tumor – Sel natural killer Mampu melisiskan sel tumor tanpa sensitisasi lebih dahulu – Makrofag Sebagai sel pemusnah mampu menghasilkan zat- zat yang bersifat tumorisidal, antara lain : TNF,interferon dan enzim hidrolitik – Mekanisme humoral Mekanisme yang menyebabkan sel tumor terhindar dari respon imun

41 IMUNOSURVEILANS Meningkatnya insidens / frekuensi kanker pada pejamu dengan imunodefisiensi Kurang lebih 5% individu yang menderita imunodefisiensi kongenital menderita kanker Pada pasien AIDS,Penerima ransplant dan yang mendapat imunosupresan lebih banyak keganasan Kebanyakan adalah Limfoma terutama limfoma sel B teraktivasi

42 IMUNOTERAPI Berguna untuk ; – Mengganti komponen sistim imun yang tertekan – Merangsang respon endogen – Mengobati tumor 3 pendekatan imun yang telah dicoba pada manusia melalui : Terapi selular adoptif : sel Terapi sitokin adoptif : limfosit Terapi berbasis antibodi : antibodi

43 LIMFOMA Limfoma umumnya bersifat ganas, sehingga umumnya sinonim dengan limfoma maligna Limfoma dapat berasal dari setiap kelenjar limfe yang terletak dimana saja ditubuh selain dari kelenjar limfe dan limpa juga dari sel – sel limfoid setiap organ Limfoma dapat menyerang sumsum tulang secara ekstensif dan banyak penderita sel limfoma bersirkulasi bersama darah dalam umlah besar menimbulkan leukemia

44 LIMFOMA MALIGNUM Sering melibatkan tempat- tempat diluar klenjar getah bening seperti sumsum tulang, susunan saraf pusat Pembesaran kelenjar getah bening yang tidak sakit mengawali perkembangan penyakit melalui saluran limfe kekelenjar getah bening dan organ – organ berdekatan( limpa,hati, saluran astrointestinal, kulit, paru-paru, susunan saraf pusat, sumsum tulang ).

45 LIMFOMA MALIGNUM Gejala : – demam, penurunan berat badan, keringat malam Pasien dengan Limfadenopati generalisata persisten mempunyai resiko untuk berkembang kearah Limfoma maligna Diagnosis ditegakkan dengan : – Biopsi ( aspirasi dan biopsi sumsum tulang, punksi lumbal, ) – Radiogram Thoraks, – CT Scan abdomen & Thoraks, – pemeriksaan darah.

46 LIMFOMA MALIGNUM Pengobatan : kuratif (Kemoterapi), dan paliatif ( mengendalikan penyakit ) Dengan pengobatan remisi penyakit dapat dapat dicapai dengan cepat, tapi dapat terjadi netropenia berat dan menghambat pemberian kemoterapi selanjutnya. Prognosis secara umum sangat buruk, tapi pada beberapa pasien dapat bertahan dalam watu lama

47 LIMFOMA SUSUNAN SARAF PUSAT PRIMER Gejala dan tanda awalnya berupa sakit kepala, kehilangan ingatan sementara, kelumpuhan saraf kranial hemiparesis, perubahan kepribadian. Daerah yang berbeda didalam otak dapat terkena, termasuk basal ganglia, lobus parietalis, lonus frontalis, lobus frontoparietalis,serebelum, dan daerah pons

48 LIMFOMA SUSUNAN SARAF PUSAT PRIMER Diagnosa ditegakkan dengan : – CT Scan, – MRI, – Biopsi otak Terapi : – Tumor cukup sensitif terhadap Radiasi Prognosis : – sangat buruk, sebagian penderita hanya dapat bertahan 1 bulan sejak ditegakkannya diagnosa.meski diterapi radiasi.

49 SARKOMA KAPOSI Adalah tipe keganasan yang paling banyak terjadi pada penderita AIDS Terutama pada penderita pria homoseksual, jarang pada pria heteroseksual atau anak-anak Diduga berasal dari sel endotel yang berkembang dengan pola multisentrik pada nodul- nodul asimtomatik. Bercak ungu kemerahan nampak pada kulit dengan gradasi warn bervariasi : ugu,ungu tua, merah muda, merah, coklat kemerahan, bentuk dan ukuran berbeda- beda, tidak terasa gatal, tidak sakit Jika tidak menembus organ atau saraf

50 SARKOMA KAPOSI Sarkoma kaposi dapat menginvasi kedalam organ lain selain kulit : mulut,tonsil, sklera, konjungtiva, sauran gastrointestinal, kelenjar getah bening, paru-paru,hati, pankreas, kelenjar drenal,limpa, testis dan jantung Terkena organ –organ dalam dapat ditandai oleh penurunan berat badan, perdarahan, diare, Dapat menyebabkan kerusakan struktur dan fungsi seperti limfedema dan melabsorpsi.

51 SARKOMA KAPOSI Terapi : – Jika sarkoma kaposi masih terbatas pada kulit maka bedah kriosurgery, terapi laser dan eksisi dapat memberikan hasil yang cukup baik – Pada keadaan lokal radioterapi merupakan pilihan yang terbaik karena sarkoma kaposi radiosensitif – Kemoterapi ( Vinblastin, Vinkristin, Aktinomisin D, Bleomisin, Karmustin, Razoksan, Doksoribisin ) dapat berguna untuk perjalanan penyakit – Interferon suatu agen perangsang sistim kekebalan cukup efektif untuk antivirus, anti proliferasi, selain perangsang kekebalan ( Roferon A, Infron A )

52 KEGANASAN – KEGANASAN LAINNYA Multiple mieloma Leukemia limfosit akut sel B Limfoma limfoblastik T Penyakit Hodgkin Karsinoma adenoskuamosa

53 TUMOR DAN KANKER GINJAL Jenis tumor dan kanker ginjal yang paling sering dijumpai adalah : – Tumor Grawitz ( Nefrosarkoma/ Hipernefroma / Adenokarsinoma ginjal ), umum nya menyerang salah 1 ginjal, tapi bisa keduanya juga. mudah menyebar keorgan lain,seperti hati, paru dan tulang Gejala umum : Hematuria,nyeri pinggang, teraba massa diabdomen, demam, metastase Mengancaukan keseimbangan tubuh karena menghasilkan hormon kelamin dan hormon glukagon(insulin)

54 TUMOR DAN KANKER GINJAL Jenis tumor dan kanker ginjal yang paling sering dijumpai adalah : – Tumor Wilm ( Nefroblastoma) : tumor ganas yang banyak menyerang anak-anak 2-4 tahun. Gejala : timbul benjolan dibagian abdomen, nafsu makan menurun, sakit perut, mual, muntah, berat badan menurun, hematuria Umumnya menyerang 1 ginjal Metastase ke paru, hati, jaringan getah bening dan tulang

55 KANKER GINJAL Penyebab: – Merokok – Riwayat keluarga dengan kanker ginjal – Obesitas – Penggunaan analgesik dalam waktu lama Gejala : – Hematuria – Sakit dipinggang – Perut ascites – Berat badan turun secara tiba – tiba – Tidak nafsu makan – Cepat lelah

56 KANKER GINJAL Pengobatan : – Operasi : hanya efektif bila seluruh jaringan diangkat – Radiasi : bila kanker telah menyebar keluar ( metastasis) – Obat penghambat multikinase : sorafenib

57 TERATOMA Tumor yang berdiferensiasi somatik Dapat terjadi campuran dalam satu tumor / mengandung unsur – unsur ke 3 jenis lapisan benih ektoderm, mesoderm, endoderm sehingga pada tumor dapat tampak berbagai jenis jaringan, misal kulit, lemak, otot, tulang, tulang rawan, gigi, rambut, selaput lendir digestif atau jaringan otak yang tidak terorganisir dengan baik Klasifikasi teratoma : – Teratoma padat : biasanya ganas – Teratoma kistik : kebanyakan jinak Dapat juga dibedakan atas : – Teratoma matur : berdiferensiasi baik, terdiri atas jaringan berbentuk dewasa, kebanyakan jinak – Teratoma Imatur : terdiri atas jaringan tipe fetal, biasanya ganas

58 LEUKEMIA Dibedakan atas dasar gambaran klinik : – Leukemia akut – Leukemia kronik Dibedakan atas dasar asal sel : – Limfositik, Granulositik, Mielositik, Promielositik, Monositik Merupakan sel tumor pada sumsum tulang dan pada darah tepi Jarang menimbulkan tumor lokal

59 KANKER SERVIKS 8

60 Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah jenis penyakit kanker yang terjadi pada daerah leher rahim. Berawal dari leher rahim, apabila telah memasuki tahap lanjut, kanker ini bisa menyebar ke organ-organ lain di seluruh tubuh. kasus kanker leher rahim tinggi karena minimnya kesadaran untuk melakukan deteksi dini. Akibatnya, sebagian besar kasus yang ditemukan sudah masuk pada stadium lanjut dan menyebabkan kematian karena kanker leher rahim tidak menunjukkan gejala. Setiap perempuan berisiko terkena kanker leher rahim tanpa melihat kondisi sosial, ekonomi dan status, usia, dan gaya hidup Obat untuk penyakit kanker hingga saat ini belum ditemukan, Itu sebabnya pencegahan primer dengan menghindari faktor resiko adalah yang paling mungkin untuk dilakukan

61 PENYEBAB penyebab utamanya virus Human Papilloma Virus (HPV) penyebab lainnya adalah : – mutasi gen yang menyebabkan gen normal berperilaku tidak normal – sel-sel abnormal pada leher rahim juga bisa tumbuh akibat paparan radiasi atau pencemaran bahan kimia yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama.

62 ciri-ciri awal kanker serviks bila seorang perempuan mengalami perdarahan pada alat vitalnya saat melakukan hubungan seksual, mengeluarkan cairan aneh, siklus menstruasi yang melenceng, dan sulit buang air kecil. sebaiknya segera memeriksakan diri. Bahkan bila mengalami sulit buang air besar, kanker serviks sudah berada di stadium atas. kanker serviks tidak hanya menular melalui hubungan seksual tetapi lewat banyak medium. Seperti alat-alat kedokteran, pakaian dalam, dan benda-benda lain yang bisa menjadi perantara virus

63 Penanganan terhadap Kanker Serviks : dilakukan beberapa fase pengobatan seperti : – kemoterapi, – radioterapi, dan – Pembedahan : Operasi mengangkat serviks dan rahim sekaligus limpa di sekitarnya,,setelah itu dilanjutkan dengan kemoterapi.

64 Faktor penyebab Kanker Serviks diantaranya – hubungan seksual dini / menikah dini, – memiliki riwayat berhubungan seksual dengan lebih dari satu orang(partner seks lebih dari satu), – pernah atau baru terinfeksi HPV (Human Papiloma Virus) yakni virus penyebab Kanker Serviks, – berpasangan dengan lelaki yang beresiko tinggi, dan terinfeksi HIV. – terkena Infeksi Menular Seksual (IMS), – riwayat merokok atau kecanduan terhadap zat-zat lain,

65 PENCEGAHAN Untuk pencegahan kanker secara umum ; – mengurangi konsumsi tembakau, – gaya hidup sehat dan diet, – serta pemeriksaan dini untuk kanker serviks dan kanker payudara. Khusus di Indonesia, kasus Kanker Serviks dan Payudara semakin meningkat. “Di Indonesia pada tahun 1980-an, dua penyakit ini berada di peringkat ke-20 sebagai penyakit mematikan. Namun tahun 2000-an angka ini meningkat menjadi peringkat ke-8. Itu artinya jumlah penderita semakin lama semakin banyak

66 Penularan virus HPV melalui hubungan seksual, terutama yang dilakukan dengan berganti-ganti pasangan. Penularan virus ini dapat terjadi baik dengan cara transmisi melalui organ genital ke organ genital, oral ke genital, maupun secara manual ke genital. penggunaan kondom saat melakukan hubungan intim tidak terlalu berpengaruh mencegah penularan virus HPV. Sebab, tak hanya menular melalui cairan, virus ini bisa berpindah melalui sentuhan kulit.

67 GEJALA KANKER SERVIKS tahap awal, penyakit ini tidak menimbulkan gejala Gejala fisik serangan penyakit ini pada umumnya hanya dirasakan oleh penderita kanker stadium lanjut Yaitu, munculnya rasa sakit dan perdarahan saat berhubungan intim (contact bleeding), keputihan yang berlebihan dan tidak normal, perdarahan di luar siklus menstruasi, serta penurunan berat badan drastis. Apabila kanker sudah menyebar ke panggul, maka pasien akan menderita keluhan nyeri punggung, hambatan dalam berkemih, serta pembesaran ginjal.

68 masa pertumbuhan kanker serviks Masa preinvasif (pertumbuhan sel-sel abnormal sebelum menjadi keganasan) penyakit ini terbilang cukup lama, sehingga penderita yang berhasil mendeteksi sejak dini dapat melakukan berbagai langkah untuk mengatasinya Infeksi menetap akan menyebabkan pertumbuhan sel abnormal yang akhirnya dapat mengarah pada perkembangan kanker Perkembangan ini memakan waktu antara 5-20 tahun, mulai dari tahap infeksi, lesi pra-kanker hingga positif menjadi kanker serviks. Menurut Joakam Dillner, M.D., peneliti yang memimpin riset tersebut, zat nikotin serta “racun” lain yang masuk ke dalam darah melalui asap rokok mampu meningkatkan kemungkinan terjadinya kondisi cervical neoplasia atau tumbuhnya sel-sel abnormal pada rahim. Cervical neoplasia adalah kondisi awal berkembangnya kanker serviks di dalam tubuh seseorang

69 PREVALENC Perempuan yang rawan mengidap kanker serviks adalah mereka yang berusia antara tahun, terutama yang telah aktif secara seksual sebelum usia 16 tahun. Hubungan seksual pada usia terlalu dini bisa meningkatkan risiko terserang kanker leher rahim sebesar 2 kali dibandingkan perempuan yang melakukan hubungan seksual setelah usia 20 tahun Kanker leher rahim juga berkaitan dengan jumlah partner seksual. Semakin banyak partner seksual yang dimiliki, maka kian meningkat pula risiko terjadinya kanker leher rahim. jumlah kehamilan yang pernah dialami juga meningkatkan risiko terjadinya kanker leher rahim

70 CARA MENDETEKSI KANKER SERVIKS Pap smear merupakan salah satu jenis pemeriksaan skrining dalam mendeteksi dini kanker serviks yang efektif, sederhana, dan murah Pemeriksaan PAP Smear dilakukan dengan mengambil sel dari serviks untuk mengetahui apakah ada kelainan atau tidak Langkah tersebut sebaiknya dilakukan pada hari ke-10 hingga 20 terhitung dari mulainya siklus haid. Jika menginginkan hasil yang lebih akurat, kini ada teknik pemeriksaan terbaru untuk deteksi dini kanker leher rahim, yang dinamakan teknologi Hybrid Capture II System (HCII).

71 Penanganan terhadap Kanker Serviks : dilakukan beberapa fase pengobatan seperti : – kemoterapi, – radioterapi, dan – Pembedahan : Operasi mengangkat serviks dan rahim sekaligus limpa di sekitarnya,,setelah itu dilanjutkan dengan kemoterapi. – Pemeriksaan pap smear secara rutin bagi yang telah berkeluarga sedikitnya setahun sekali – Imunisasi HPV terutama bagi yang belum seksual aktif.

72 UPAYA PENCEGAHAN tidak berhubungan intim dengan pasangan yang berganti-ganti, rajin melakukan pap smear setiap dua tahun sekali bagi yang sudah aktif secara seksual, memelihara kesehatan tubuh, melakukan vaksinasi HPV bagi yang belum pernah melakukan kontak secara seksual.

73 PENVEGAHAN Untuk pencegahan kanker secara umum ; – mengurangi konsumsi tembakau, – gaya hidup sehat dan diet, – serta pemeriksaan dini untuk kanker serviks dan kanker payudara. Khusus di Indonesia, kasus Kanker Serviks dan Payudara semakin meningkat. “Di Indonesia pada tahun 1980-an, dua penyakit ini berada di peringkat ke-20 sebagai penyakit mematikan. Namun tahun 2000-an angka ini meningkat menjadi peringkat ke-8. Itu artinya jumlah penderita semakin lama semakin banyak

74 VAKSINASI HPV UNTUK KANKER SERVIKS Vaksin ini bekerja dengan cara meningkatkan kekebalan tubuh dan menangkap virus sebelum memasuki sel-sel serviks vaksin ini juga bekerja ganda melindungi perempuan dari ancaman HPV tipe 6 dan 11 yang menyebabkan kutil kelamin vaksinasi ini baru efektif apabila diberikan pada perempuan berusia 9 sampai 26 tahun yang belum aktif secara seksual Vaksin diberikan sebanyak 3 kali dalam jangka waktu tertentu. Efek samping yang paling sering dikeluhkan adalah demam dan kemerahan, nyeri, dan bengkak di tempat suntikan berdarah dan gatal di tempat suntikan Vaksin ini sendiri tidak dianjurkan untuk perempuan hamil. Namun, ibu menyusui boleh menerima vaksin ini.

75 KALAU SUDAH TERINFEKSI KANKER SERVIKS, BISAKAH DISEMBUHKAN Berhubung tidak mengeluhkan gejala apa pun, penderita kanker serviks biasanya datang ke rumah sakit ketika penyakitnya sudah mencapai stadium 3. Masalahnya, kanker serviks yang sudah mencapai stadium 2 sampai stadium 4 telah mengakibatkan kerusakan pada organ- organ tubuh, seperti kandung kemih, ginjal, dan lainnya. Karenanya, operasi pengangkatan rahim saja tidak cukup membuat penderita sembuh seperti sedia kala. Selain operasi, penderita masih harus mendapatkan terapi tambahan, seperti radiasi dan kemoterapi. Langkah tersebut sekalipun tidak dapat menjamin 100% penderita mengalami kesembuhan.

76 AKURASI PAP`SMEAR Telah diakui bahwa pemeriksaan Tes Pap mampu menurunkan kematian akibat kanker serviks di beberapa negara, walaupun tentu ada kekurangan. Sensitivitas Tes Pap untuk mendeteksi NIS berkisar 50-98% sedang negatif palsu antara 8-30% untuk lesi skuamosa 40% untuk adenomatosa Adapun Spesifisitas Tes Pap adalah 93%, Nilai prediksi positif adalah 80,2% dan nilai prediksi negatif adalah 91,3%. Harus hati-hati pada lesi serviks invasif, karena negatif palsu dapat mencapai 50%, akibat tertutup darah, adanya radang dan jaringan nekrotik Fakta ini menunjukkan bahwa pada lesi invasif kemampuan pemeriksa melihat serviks secara makroskopik sangat diperlukan

77 kebanyakan orang yang terdeteksi mengidap kanker sulit untuk disembuhkan, hal ini karena sebagian besar deteksi tersebut dilakukan ketika penderita pada stadium lanjut, ketika sel kanker sudah menyebar ke seluruh tubuh. secara rutin sedikitnya setahun sekali.

78 TES UJI PEMBALUT WANITA Sobek produk pembalut ambil bagian inti di dalamnya. Kadang akan temukan gulungan kertas dan bukan kapas Ambil segelas air putih. Usahakan gunakan gelas transparan sehingga lebih jelas. Ambil sebagian dari lembaran inti pembalut & celupkan ke dalam gelas, aduk dengan sumpit lihat perubahan warna air. Apakah produk tersebut utuh atau hancur seperti pulp. Jika hancur dan airnya keruh, berarti produk berkualitas buruk dan banyak mengandung pemutih. Dari produk yang berkualitas buruk mengandung dioksin yang sering menyebabkan bagian intim organ kewanitaan mengalami banyak masalah, seperti keputihan, gatal-gatal, iritasi, juga pemicu terjadinya kanker serviks.

79 LANJUT KULIAH MENDATANG GANGGUAN MENTAL


Download ppt "PROGRAM STUDI DIII REKAM MEDIS & INFORMASI KESEHATAN FAKULTAS ILMU – ILMU KESEHATAN Mata kuliah PATOLOGI ILMU PEYAKIT 7 SKS Semester 5."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google