Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PANCASILA.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PANCASILA."— Transcript presentasi:

1 PANCASILA

2 Adalah alat untuk mempersatukan Bangsa Indonesia yang berbhineka
Adalah dasar negara sebagai perwujudan dari perjuangan bangsa dalam melawan imperialisme Adalah cermin kepribadian bangsa Tidak ada bangsa yang dalam mencapai kebesaran jika tidak berpegang dalam keyakinan yang dipercayainya

3 Fase pembuahan 1924 (Perhimpunan Indonesia) : kemerdekaan harus diraih dengan didasarkan pada empat prinsip : Persatuan (IP), Solidaritas, Non Kooperasi (Komunis Sosialis) dan Kemandirian (SI). Tan Malaka : Kedaulatan Rakyat dan Komunisme yang bergandengan dengan Islam HOS Tjokroaminoto : Demokrasi dan sosialisme sebagai penghayatan muslim sejati. 1926 (Indonesia Moeda) : Ir. Soekarno mensistesiskan NASAKOM sebagai konstruksi kebangsaan Indonesia 1930 (Ir. Soekarno) : Sosinasionalisme dan Sosiodemokrasi. 1928 (Sumpah Pemuda) : Kaum Muda menyingkirkan etno-religiusitas, membangun satu Indonesia (tumpah darah, bangsa dan bahasa persatuan).

4 Fase perumusan BPUPKI (29 April 1945)
aktualisasi janji Jepang; 63 orang – representasi keragaman Indonesia. Nilai Ketuhanan (Yamin, Wiranata Kusuma, Agus Salim, Supomo, Hatta Nilai Kemanusiaan (Radjiman, Yamin, Ki Bagus Nilai Persatuan Nilai Demokrasi permusyarawatan Nilai keadilan/kesejahteraan sosial. secara substantif mengusulkan dasar yang sama, hanya saja belum tersusun secara sistematik.

5 PANCASILA / LIMA DASAR (1 Juni 1945)
Ir. Soekarno, perlu dasar negara yang statis tetapi bisa menjadi “LeitStar” yang dinamis. Kebangsaan Indonesia – Indonesia Untuk Semua Internasionalisme / Perikemanusiaan – kebangsaan untuk persatuan kekeluargaan bangsa-bangsa dunia Mufakat/demokrasi – membicarakan semua permasalahan melalui musyawarah Kesejahteraan sosial – demokrasi untuk kesejahteraan politik, sosial, ekonomi, budaya, dll. Dan berwujud kesejahteraan bersama Ketuhanan yang berkebudayaan, berbudi pekerti luhur dan saling hormat menghormati. PANCASILA / LIMA DASAR (1 Juni 1945) Trisila : Sosionasionalisme, Sosidemokrasi dan Ketuhanan Eka sila : Gotong Royong.

6 22 Juni 1945 : Mukaddimah/Piagam Jakarta/Gentlement Agreement.
Panitia delapan (Soekarno, Yamin, Maramis, Sutarjdo, Otto Iskandar, Ki Bagus dan Wahid Hasyim). 22 Juni 1945 : Mukaddimah/Piagam Jakarta/Gentlement Agreement. Atas Berkat Rahmat Allah ... Pancasila ad. Dasar Negara Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam; Kemanusiaan yang adil dan beradab; Persatuan Indonesia; Mufakat/Demokrasi; Kesejahteraan Sosial. 11 Juli 1945 : Tujuh kata dalam sila pertama di protes Latuharhary karena mencerminkan agama negara dan syarat agama bagi presiden.

7 18 Agustus 1945 ( Pancasila yang dikenal saat ini, tanpa tujuh kata; dan Presiden adalah orang Indonesia Asli). Hatta berperan besar dalam melakukan Lobby terhadap tokoh-tokoh Islam (Ki Bagus dan Hasyim Asyari). Indonesia menjadi Negara Persatuan yang mengatasi Faham Perseorangan dan Golongan.

8 Pokok-Pokok Pikiran Negara melindungi segenap bangsa, aliran negara persatuan, mengatasi paham perseorangan dan golongan Negara mewujudan keadilan sosial bagi seluruh bangsa Negara berkedaulatan rakyat berdasar musyawarah mufakat. Negara berdasar atas Ketuhanan YME menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.

9 Pencarian dasar bagi Indonesia merdeka
Pancasila – Kebangsaan sampai Ketuhanan YME Nasionalisme bangsa yang bergandengan dengan internasionalisme Negara Kebangsaan : Memiliki wilayah, manusia, pemerintah, dan kehendak untuk bersatu Menolak kosmopolitanisme Mufakat, musyawarah dan perwakilan adalah basis tertinggi dan luhur : Ikhlas, Tidak ada Paksaan dan Tekun. Konsep Negara Gotong Royong : Semua untuk Semua, Kerja Keras Bersama; dan Saling membantu satu sama lain.


Download ppt "PANCASILA."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google