Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KONTRAK BELAJAR TEKNOLOGI PERLINDUNGAN TANAMAN II Tutor : Prof. Dr. Hersanti, Ir. MP.Prof. Dr. Entun Santosa, Dr. Danar Dono, Dr. Ceppy Nasahi, Dr. Wahyu.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KONTRAK BELAJAR TEKNOLOGI PERLINDUNGAN TANAMAN II Tutor : Prof. Dr. Hersanti, Ir. MP.Prof. Dr. Entun Santosa, Dr. Danar Dono, Dr. Ceppy Nasahi, Dr. Wahyu."— Transcript presentasi:

1 KONTRAK BELAJAR TEKNOLOGI PERLINDUNGAN TANAMAN II Tutor : Prof. Dr. Hersanti, Ir. MP.Prof. Dr. Entun Santosa, Dr. Danar Dono, Dr. Ceppy Nasahi, Dr. Wahyu D. Natawigena, Dr. Noor Istifadah, Dr. Sudarjat, Martua Suhunan S, MP. Andang Purnama, Dr. Agus Susanto, SP., MSi. Ir., Nenet Susniahti, MS., Dr. Toto Sunarto, Lindung TP, MSi., Vira KD, MSi., Rika M., MSi.

2 Pengelola Kelas: A : Hersanti : Wahyu DN B : Entun S : Danar Dono : Andang P C : Sudarjat : Toto S : Vira K D : Agus S : Noor Istifadah : Lindung T E : Ceppy N : Suhunan S F : Sadeli N : Nenet S : Rika M

3 1 April Deskripsi Mata Kuliah Dalam Mata kuliah ini dapat dipelajari tentang Biologi dan ekologi OPT serta epidemiologi/ dinamika populasi OPT, teknik sampling dan Teknologi pengendalian berwawasan lingkungan.

4 1 April KOMPETENSI LULUSAN Kompetensi Utama 1. Kemampuan merencanakan, merancang dan menerapkan IPTEKS di bidang sistem produksi tanaman secara efektif dan produktif berdasarkan prinsip pertanian berkelanjutan baik secara modern maupun yang mengangkat kearifan lokal dengan memanfaatkan perangkat handal (ICT) 2. Kemampuan mengaktualisasikan potensi diri untuk bekerjasama dalam tim

5 1 April KOMPETENSI LULUSAN Kompetensi Penunjang Kemampuan untuk menganalisis keberadaan dan perkembangan OPT serta menentukan teknologi pengendaliannya secara tepat berdasarkan prinsip pertanian berkelanjutan baik secara modern maupun yang mengangkat kearifan lokal

6 1 April Kriteria Penilaian Komponen-komponen penilaian untuk perkuliahan terdiri dari : Presentasi dan Keaktifan diskusi: 10 % Praktikum (laporan, keaktifan): 20 % Ujian Tengah Semester: 20 % Ujian Akhir semester : 20 % Ujian PBL: 20 % Quiz: 10%

7 Norma dalam pembelajaran Toleransi keterlambatan 15 menit (08.05) HP dalam silent Berpakaian sopan dan rapi Kehadiran dalam perkuliahan minimal 80%, sedangkan praktikum harus 100 % (kecuali sakit parah/dengan surat dokter). Bagi yang melanggar tidak diperkenankan mengikuti UAS Tidak diperkenankan makan dan minum dalam kelas dan Lab. 1 April 20157

8 Norma dalam pembelajaran Jurnal praktikum harus sudah diselesaikan dan dikumpulkan pada saat selesai praktikum Laporan praktikum kelompok harap dikumpulkan seminggu setelahnya pada saat sebelum Perkuliahan/presentasi. Bagi yang terlambat dilakukan pemotongan nilai (setelah kuliah 25%, satu hari setelah perkuliahan 50%, hari berikutnya 75%) 1 April 20158

9 Pertemuan I. Kontrak Perkuliahan, Pendahuluan: 24/8 Pertemuan II. Dinamika Populasi Hama, Sampling, 7/9

10 Pertemuan III. Teknologi Pengendalian : Peraturan & Perundangan, Kultur Teknis/Varietas Resisten, Fisik Mekanik 14/9 Pertemuan IV. Teknologi Pengendalian: Hayati, Kimiawi 21/9 Pertemuan V. UTS 28/9

11 MATERI PENYAKIT: Pertemuan VI. Perkembangan & Intensitas Penyakit 5/10 Pertemuan VII. Siklus Penyakit 12/10 Pertemuan VIII. Teknologi Pengendalian Patogen 1 19/10 Pertemuan IX. Teknologi Pengendalian Patogen 2, 26/10

12 Pertemuan X. Presentasi & Diskusi 1 (Hasil Field Trip), 2/11 Pertemuan XI. Presentasi & Diskusi 2 (Hasil Field Trip), 9/11 Pertemuan XII. Presentasi & Diskusi 3 (Hasil Field Trip), 16/11 Pertemuan XIII. Presentasi & Diskusi 4 (Hasil Field Trip), 23/11 Pertemuan XIV. Ujian PBL (30/11)

13 Praktikum Hama: Tekperlintan II: Aplikasi Teknologi Pengendalian: Praktikum: 1. Sampling & Kerusakan/Pop. Pd Padi & Jagung 7/9. 2. Sampling & Kerusakan/Pop. Pd Hortikultura 14/9 (Kubis/Cabe/Bawang Daun/Mangga) dan Perkebunan (Sawit/Kelapa) 3. Perangkap (Buat, Apl), 21/9 4. Parasitoid & Predator (Apl), 28/9 5. Pestisida Nabati (Buat), 5/10 6. Mikroba entomopatogen (Apl),& NPV (Apl), 12/10

14 7. Intensitas Penyakit Pd Tan Padi & Jagung, 19/10 8. Intensitas Penyakit Pd Tan Hortikultura & Perkebunan, 26/10 9. Mikroba antagonis, 2/ Induksi Resistensi, 9/ Pestisida Nabati Ut Patogen, 16/ Fungisida, 23/ Quiz/Ujian Hama & Penyakit, 30/11

15 SOP Makalah & Diskusi: Makalah: - Pend. (Latar Belakang, Tujuan,) -Tinjauan Pustaka -Metoda -Pembahasan -Kesimpulan -Pustaka Nilai: 60: Jelek 65: Agak Jelek 70: Sedang 75: Agak Baik 80: Baik 85: Sangat Baik

16 Presenter: 60: Hadir saja, 65: Operator, Moderator, Notulen 70: Presentasi, 75: Presentasi, Jawab 1x 80: Presentasi, Jawab 2x 85: Presentasi, Jawab ≥3x Audiens: 1 x Bertanya/tanggapan : 1 point

17 Pendahuluan Kehilangan hasil Peran Pengamatan Peran pengendalian/pengelolaan OPT

18 1 April

19

20 Kehilangan hasil pertanian Oleh serangga, patogen dan gulma 13% 12%

21 Untuk mengetahui kondisi agroekosistem diperlukan pengamatan dan sampling

22 Adanya masukan yang tinggi dalam upaya peningkatan produktivitas ekosistem tersebut, maka terjadi perubahan ekosistem karena : 1) Agroekosistem sering mengalami perubahan iklim mikro yang mendadak sebagai akibat tindakan manusia dalam melakukan pengolahan tanah, penggunaan benih/bibit tanaman yang memerlukan input yang tinggi, pengairan, penyiangan, pembakaran, pemangkasan, penggunaan bahanbahan kimia, dan lain-lain. 2) Struktur agroekosistem yang didominasi oleh jenis tanaman tertentu yang dipilih oleh manusia, beberapa diantaranya merupakan tanaman dengan materi genetik yang berasal dari luar (gen asing). Tanaman lain yang tidak mengandung gen asing biasanya diberi perlakuan pemeliharaan untuk perlindungan dari serangan hama sehingga tanaman tersebut sangat menyerupai induknya.

23 3) Hampir semua agroekosistem mempunyai diversitas biotik dan spesies tanaman mempunyai diversitas intraspesifik yang rendah karena manusia lebih menyenangi pembudidayaan tanaman/varietas tanaman tertentu. Dengan perkataan lain, secara genetik tanaman cenderung seragam. Biasanya ekosistem hanya didominasi oleh satu spesies tunggal dan pembersihan spesies gulma secara kontinyu mengakibatkan kondisi lingkungan menjadi lebih sederhana. 4) Fenologi tanaman seragam, karena untuk memudahkan pengelolaan manusia menggunakan tanaman yang mempunyai tipe dan umur yang seragam. Contohnya : waktu pembungaan atau pembentukan polong pada semua tanaman terjadi pada waktu yang hampir bersamaan.

24 5) Pemasukan unsur hara yang sangat tinggi mengakibatkan menjadi lebih disukai herbivora karena jaringan tanaman kaya unsur hara dan air.

25 Pemantauan Ekosistem &Teknik Sampling: Peran: Ekosistem Pemantauan & Sampling Analisis ekosistem Tindakan pengendalian Pengambilan keputusan

26 TEKNOLOGI PENGENDALIAN OPT Pengendalian dgn peraturan & Perundang- undangan Pengendalian secara fisik Pengendalian secara mekanik Pengendalian Secara Kultur Teknis Varietas resisten Pengendalian Hayati Autocidal control (jantan mandul) Pengendalian Secara Kimiawi

27


Download ppt "KONTRAK BELAJAR TEKNOLOGI PERLINDUNGAN TANAMAN II Tutor : Prof. Dr. Hersanti, Ir. MP.Prof. Dr. Entun Santosa, Dr. Danar Dono, Dr. Ceppy Nasahi, Dr. Wahyu."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google