Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KELOMPOK 4 1. Fitriyani1014465318 2. Lilian Nila Sari P1011464388 3. Nirna Rianti1014465024 4. Siti Lia Astria1013465518 5. Susan Oktaviani1014465147.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KELOMPOK 4 1. Fitriyani1014465318 2. Lilian Nila Sari P1011464388 3. Nirna Rianti1014465024 4. Siti Lia Astria1013465518 5. Susan Oktaviani1014465147."— Transcript presentasi:

1 KELOMPOK 4 1. Fitriyani Lilian Nila Sari P Nirna Rianti Siti Lia Astria Susan Oktaviani

2 Dalam mengambil keputusan seseorang seringkali dihadapkan pada berbagai kondisi antara lain unik, tidak pasti jangka panjang dan komplek. Sifat dan karakteristik permasalahan manajemen usaha dan proyek dapat digolongkan dalam 4 kategori, yaitu: direktif, strategis, taktis dan operasional. Pendekatan seperti ini sering disebut sebagai pendekatan yang normatif. Pendekatan ini dapat dirasakan bahwa kriteria yang tepat digunakan untuk menyatakan bahwa suatu keputusan itu baik, adalah apabila seluruh informasi telah dimanfaatkan secara penuh, dasar-dasar rasionalitasnya telah diikuti dengan baik dan proses perpindahan dari satu tahap ke tahap lainnya telah berjalan dengan konsisten. Dibawah ini adalah Tabel 1.1 Permasalahan Manajemen.

3 JangkaLingkunganSifat DirektifPanjangDinamis dan probabilistik intuitif Arahan-arahan strategis yang kadang bersifat intuitif StrategisPanjang Dinamis dan mempengaruhi faktor-faktor dengan kepastian yang sangat rendah Tidak bisa diprogram karena preferensi pengambil keputusan perlu masuk secara utuh TaktisMenengah pendek Dinamis dan mempengaruhi faktor-faktor dengan asumsi kepastian yang tinggi Bisa dibuat program dengan masukan preferensi pengambil keputusan OperasionalPendek Dianggap statik dan tidak mempengaruhi faktor-faktor Bisa dibuat program karena sifatnya berulang

4 Pada prinsipnya terdapat dua basis dalam pengambilan keputusan, yaitu pengambilan keputusan berdasarkan intuisi dan pengambilan keputusan rasional, berdasarkan hasil analisis keputusan (Mangkusubroto dan Trisnadi 1985). Unsur intuisi seseorang mengambil peran yang besar. Logika bahwa suatu keputusan telah dipilih/diambil tidak dapat diperiksa secara logis. Komponen dan langkah utama mirip dengan pengambilan keputusan dengan intuisi kecuali pada tahap analisis keputusan yang secara normatif tergambar jelas. Alasan suatu alternatif terpilih dapat ditelusuri dengan jelas dan mudah dimengerti. Teknik yang dipakai dalam analisis dapat dipelajari dan diterapkan pada kasus yang berbeda baik perihal maupun aplikasi dan waktunya.

5 - TIDAK PASTI -KOMPLEKS -DINAMIS -PERSAINGAN -TERBATAS - TIDAK PASTI -KOMPLEKS -DINAMIS -PERSAINGAN -TERBATAS -PILIHAN INTUISI LOGIKA -INFORMASI TIDAK DAPAT DIPERIKSA -PREFERENSI BINGUNG BERFIKIR RASA AKSI PUJI SUKSES CEMAS TIDAK ENAK CELA TIDAK BINGUNG BERFIKIR RASA AKSI PUJI SUKSES CEMAS TIDAK ENAK CELA TIDAK KECERDASAN PERSEPSI FALSAFAH KEPUTUSANHASIL

6 - TIDAK PASTI -KOMPLEKS -DINAMIS -PERSAINGAN -TERBATAS - TIDAK PASTI -KOMPLEKS -DINAMIS -PERSAINGAN -TERBATAS -ALTERNATIF2 LOGIKA -PENETAPAN KEMUNGKINAN -STRUKTUR MODEL -PENETAPAN NILAI PREFERENSI WAKTU -PREFERENSI RISIKO BINGUNG BERFIKIR PUJI PANDANGAN AKSI SUKSES CEMAS CELA KE DALAM TIDAK BINGUNG BERFIKIR PUJI PANDANGAN AKSI SUKSES CEMAS CELA KE DALAM TIDAK KECERDASAN PERSEPSI FALSAFAH KEPUTUSANHASIL SENSITIFITAS NILAI INFORMASI PILIHAN PREFERENSI INFORMASI

7 Mengambil atau membuat keputusan adalah suatu proses yang dilaksanakan orang berdasarkan pengetahuan dan informasi yang ada padanya pada saat tersebut dengan harapan bahwa sesuatu akan terjadi. Keputusan dapat diambil dari alternatif-alternatif keputusan yang ada. Alternatif keputusan tersebut dapat dilakukan dengan adanya informasi yang diolah dan disajikan dengan dukungan sistem penunjang keputusan. Adapun informasi terbentuk dari adanya data yang terdiri dari bilangan dan terms yang disusun, diolah dan disajikan dengan dukungan sistem informasi manajemen. Kemudian keputusan yang diambil perlu ditindaklanjuti dengan aksi yang dalam pelaksanaannya perlu mengacu pada standar proseddur operasi (standar operational procedure) dan akan membentuk kembali data, begitu seterusnya yang terjadi dalam siklus data, informasi keputusan dan aksi.

8 Sistem Informasi Manajemen merupakan sistem yang berfungsi meneruskan/transfer data menjadi informasi. Decision Support System (Sistem Penunjang Keputusan) merupaka sistem yang berfungsi mentransformasi data dan informasi menjadi alternatif keputusan dan prioritasnya. Standard Operasional Procedure merupakan pedoman operasi standar dalam mengimplementasikan keputusan dalam suatu tindakan yang terstruktur dan dapat dipertanggungjawabkan. Monitoring dan Evaluasi berfungsi untuk selalu memonitor dan mengevaluasi kualitas. Melalui Monitoring dan Evaluasi diharapkan dinamika proses dalam siklus dapat diikuti dan pemanfaatan sistem dapat optimal.

9 MONEY DATA INFORMASI AKSI KEPUTUSAN ALTERNATIF KEPUTUSAN SIM DSS SOP Bilangan Terms

10 Keterangan : SIM: Sistem Informasi Manajemen DSS: Decision Support System SOP: Standard Operational Procedure MONEY: Monitoring dan Evaluasi

11 Pengambilan keputusan dapat melalui dua kerangka kerja, meliputi: 1. Pengambilan keputusan tanpa percobaan,dan 2. Pengambilan keputusan yang berdasarkan percobaan. Pengambilan keputusan tanpa berdasarkan eksperimen, dilakuka dengan cara menyusun secara sistematis cara kerja umum sebelum mencari solusi bagi masalah yang diharapkan. Teori ini dikembangkan sejalan dengan pendekatan statistik di mana secara sederhana, keputusan yang dihasilkan diupayakan mempunyai pengaruh kesalahan seminimum mungkin. Penerapan teori ini dalam menghadapi perihal yang kompleks dengan berbagai peubah dan berbagai output yang diharapkan dari suatu sistem, biasanya tidak menunjukkan kinerja yang memuaskan. Teknik yang dapat dipakai untuk menganalisis alternatif keputusan secara konvensional diantaranya adalah teori Bayes dan Teknik Perbandingan Eksponensial.

12 Dalam kehidupan sehari-hari pengambil keputusan sering menggunakan intuisi yang, padahal kita mengetahui bahwa dengan intuisi banyak sekali kekurangan sehingga dikembangkan matematika baru yang disebut dengan analisis keputusan. Ada tiga aspek yang memiliki peranan dalam anlisis keputusan yaitu kecerdasan, persepsi, dan falsafah. Setelah menggunakan kecerdasan, persepsi, dan falsafah untuk membuat model, menentukan nilai kemungkinan, menetapka nilai pada hasil yang diharapkan dan menjadi preferensi terhadap waktu dan preferensi terhadap resiko, maka untuk sampai pada suatu keputusan diperlukan logika. Dari informasi awal yang dikumpulkan, dilakukan pendefinisian dan penghubungan variabel-variabel yang mempengaruhi keputusan pada tahap deterministik. Setelah telah itu dilakukan penetapan nilai untuk mengukur tingkat kepentingan variabel-variabel tersebut tanpa memperhatikan unsur ketidakpastian.

13 Pada tahap probabilistik, dilakukan penetapan nilai ketidakpastian secara kuantitatif yang meliputi variabel-variabel yang sangat berpengaruh. Setelah didapatkan nilai-nilai variabel, selanjutnya dilakukan peninjauan terhadap nilai- nilai tersebut, ada tahap informasional untuk menentukan nilai ekonomisnya pada variabel-variabel yang cukup berpengaruh, sehingga didapatkan suatu keputusan. Keputusan yang dihasilkan dari tahap informasional dapat langsung ditindaklanjuti berupa tindakan, atau dapat dikaji ulang dengan mengumpulkan informasi tambahan dengan tujuan untuk mengurangi kadar ketidakpastian. Dan jika hal ini terjadi, maka akan kembali mengikuti ketiga tahap tersebut, begitu seterusnya.

14 Tahap Deterministik (Perumusan Alternatif dan Kriteria)) Tahap Probabilistik (Penetapan nilai dan variasinya) Tahap Informasionl Pengambilan Keputusan Pengumpulan Informasi Tindakan Informasi Baru Informasi Awal Pengumpulan Informasi Baru


Download ppt "KELOMPOK 4 1. Fitriyani1014465318 2. Lilian Nila Sari P1011464388 3. Nirna Rianti1014465024 4. Siti Lia Astria1013465518 5. Susan Oktaviani1014465147."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google