Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PSAK 1 (Revisi 2009) – Penyajian Laporan Keuangan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PSAK 1 (Revisi 2009) – Penyajian Laporan Keuangan."— Transcript presentasi:

1 PSAK 1 (Revisi 2009) – Penyajian Laporan Keuangan

2 Perbedaan dengan IFRSs Penambahan Entitas syariah tidak menggunakan PSAK 1, tetapi PSAK 101: Penyajian Laporan Keuangan Syariah Penghilangan/Pengurangan Penerapan PSAK 1 untuk entitas nirlaba dan entitas sektor publik (karena diatur dalam standar akuntansi pemerintah bukan SAK) Contoh penerapan PSAK untuk koperasi (karena penyajian laporan keuangan koperasi diatur dalam PSAK 27: Akuntansi Perkoperasian) PSAK 1 (revisi 2009) mengadopsi seluruh peraturan dalam IAS 1 per 1 Januari 2009, kecuali: Penyesuaian Ilustrasi laporan posisi keuangan

3 Perbedaan dengan IFRSs Tidak diadopsi IAS 1 paragraf tentang penerapan penyimpangan dari SAK (karena tidak sesuai di Ind.) IAS 1 paragraf 54(f) tentang aset biolojik (karena IAS 41 Agriculture belum berlaku) IAS 1 paragraf 08A, 80A dan 136A tentang puttable financial instruments yang diklasifikasikan sebagai ekuitas (karena PSAK 50 belum mengikuti revisi IAS 32) IAS 1 paragraf 139A, 139B, dan 139C tentang ketentuan transisi (karena tidak relevan) Tambahan Paragraf 15 (PSAK) tentang tanggung jawab atas laporan keuangan (karena peraturan tidak mengatur pihak yang bertanggung jawab atas laporan keuangan untuk semua entitas) Diadopsi dan Dikurangi IAS 1 paragraf diadopsi menjadi PSAK 1 paragraf mengenai pengungkapan, tetapi dengan menghilangkan kalimat “but the relevant regulatory framework prohibits departure from the requirement” dalam IAS 1 paragraf 23

4 Tujuan Menetapkan dasar-dasar bagi penyajian laporan keuangan bertujuan umum (general purpose financial statements) yang selanjutnay disebut ‘laporan keuangan’ agar dapat dibandingkan baik dengan laporan keuangan periode sebelumnya maupun dengan laporan keuangan entitas lain.

5 Ruang Lingkup Entitas menerapkan Pernyataan ini dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan bertujuan umum sesuai dengan SAK (tidak berlaku untuk laporan keuangan entitas syariah). Pengakuan, pengukuran, dan pengungkapan transaksi dan peristiwa lain diatur PSAK lainnya. Pernyataan ini tidak diterapkan bagi struktur dan isi laporan keuangan interim ringkas (PSAK 3: Laporan Keuangan Interim), namun paragraf diterapkan. Menggunakan terminologi yang cocok bagi entitas berorientasi laba (termasuk entitas bisnis sektor publik). Perlunya mengadaptasi penyajian laporan keuangan kepentingan peserta atau pemegang unit untuk entitas yang tidak memiliki ekuitas dan entitas yang modalnya bukan ekuitas.

6 Definisi Catatan atas laporan keuangan Laba rugi Laporan keuangan bertujuan umum (selanjutnya disebut sebagai ‘laporan keuangan’) Material Pemilik Pendapatan komprehensif lain Penyesuaian reklasifikasi Standar Akuntansi Keuangan (SAK) Tidak praktis Total laba rugi komprehensif

7 LAPORAN KEUANGAN

8 Tujuan Laporan Keuangan memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan keuangan dalam pembuatan keputusan ekonomi.

9 Tujuan Laporan Keuangan Laporan keuangan menyajikan informasi mengenai entitas, yaitu: a)Aset b)Liabilitas c)Ekuitas d)Pendapatan dan beban termasuk keuntungan dan kerugian e)Kontribusi dari dan distribusi kepada pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik f)Arus kas

10 Komponen Laporan Keuangan Lengkap Komponen-komponen laporan keuangan yang lengkap meliputi: a)Laporan posisi keuangan (neraca) b)Laporan laba rugi komprehensif c)Laporan perubahan ekuitas d)Laporan arus kas e)Catatan atas laporan keuangan f)Laporan posisi keuangan awal (retrospektif, restatement, atau reklasifikasi)

11 Tanggung Jawab atas Laporan Keuangan Manajemen entitas bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan entitas.

12 Karakteristik Umum Penyajian secara Wajar dan Kepatuhan terhadap SAK a)Penyajian yang wajar adalah dengan penyajian secara jujur dampak dari transaksi, peristiwa lain, dan kondisi. b)Entitas harus membuat pernyataan secara eksplisit dan tanpa terkecuali bahwa entitas tersebut telah mematuhi SAK dalam catatan atas laporan keuangan. c)Suatu entitas tidak dapat memperbaiki kebijakan akuntansi yang tidak tepat hanya dengan pengungkapan, namun harus lihat PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan.

13 Karakteristik Umum Syarat Penyimpangan dari PSAK a)Jika, kepatuhan terhadap suatu ketentuan dalam PSAK akan memberikan pemahaman yang salah, bertentangan dengan tujuan laporan keuangan dalam KDPPLK b)Jika, seluruh entitas dalam industri melakukan hal yang sama.

14 Karakteristik Umum Kelangsungan Usaha Entitas menyusun laporan keuangan berdasarkan asumsi kelangsungan usaha, kecuali manajemen bertujuan untuk melikuidasi entitas atau menghentikan perdangangan, atau tidak memiliki alternatif lain yang realistis selain melakukannya.

15 Karakteristik Umum Dasar Akrual Penyusunan laporan keuangan suatu entitas atas dasar akrual, kecuali laporan arus kas. Materialitas dan Agregasi a)Penyajian secara terpisah untuk kelompok pos sejenis yang material. b)Pos yang memiliki sifat atau fungsi berbeda disajikan secara terpisah kecuali pos tersebut tidak material. c)Entitas tidak perlu memberikan pengungkapan khusus yang diminta PSAK jika informasi tersebut tidak material.

16 Karakteristik Umum Saling Hapus Entitas tidak boleh melakukan saling hapus atas aset dan liabilitas atau penghasilan dan beban. Frekuensi Pelaporan Entitas menyajikan laporan keuangan lengkap (termasuk informasi komparatif) setidaknya secara tahunan.

17 Karakteristik Umum Informasi Komparatif Informasi kuantitatif diungkapkan secara komparatif dengan periode sebelumnya untuk seluruh jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan periode berjalan.

18 Karakteristik Umum Konsistensi Penyajian Penyajian dan klasifikasi pos-pos laporan keuangan antar periode dilakukan secara konsisten, kecuali: a)Setelah terjadi perubahan yang signifikan terhadap sifat operasi entitas. b)Perubahan tersebut diperkenankan oleh suatu PSAK.

19 STRUKTUR DAN ISI

20 Identifikasi Laporan Keuangan Entitas mengidentifikasi laporan keuangan secara jelas dan membedakannya dari informasi lain dalam dokumen publikasi yang sama. Entitas mengidentifikasi secara jelas setiap laporan keuangan dan catatan atas laporan keuangan.

21 Laporan Posisi Keuangan (Neraca) Informasi yang Disajikan dalam Laporan Posisi Keuangan Laporan Posisi Keuangan mencakup pos-pos berikut: a)Aset tetap b)Properti investasi c)Aset tidak berwujud d)Aset keuangan (tidak termasuk (e), (g), dan (h) e)Investasi dengan metode ekuitas f)Persediaan g)Piutang dagang dan piutang lainnya h)Kas dan setara kas i)Total aset yang diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk dijual j)Utang dagang dan terutang lain k)Provisi l)Liabilitas keuangan (tidak termasuk (j) dan (k) m)Liabilitas dan aset untuk pajak kini n)Liabilitas dan aset pajak tangguhan o)Liabilitas yang termasuk dalam kelompok lepasan yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual p)Kepentingan nonpengendali, disajikan sebagai bagian ekuitas q)Modal saham dan cadangan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk

22 Laporan Posisi Keuangan (Neraca) Aset Lancar Diklasifikasikan aset lancar, jika: a)Diharapkan akan merealisasikan aset, dimaksudkan untuk dijual atau digunakan dalam siklus operasi normal, b)Entitas memiliki aset untuk tujuan diperdagangkan, c)Diharapkan dapat merealisasi aset dalam jangka waktu 12 bulan setelah periode pelaporan, d)Kas atau setara kas, kecuali aset tersebut dibatasi pertukaran atau penggunaannya untuk menyelesaikan liabilitas minimal 12 bulan setelah periode pelaporan.

23 Liabilitas Jangka Pendek Suatu liabilitas diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka pendek jika: (a)entitas mengharapkan akan menyelesaikan liabilitas tersebut dalam siklus operasi normalnya; (b)entitas memiliki liabilitas tersebut untuk tujuan diperdagangkan; (c)liabilitas tersebut jatuh tempo untuk diselesaikan dalam jangka waktu dua belas bulan setelah periode pelaporan; atau (d)entitas tidak memiliki hak tanpa syarat untuk menunda penyelesaian liabilitas selama sekurang-kurangnya dua belas bulan setelah periode pelaporan.

24 Laporan Laba Rugi Komprehensif Entitas menyajikan seluruh pos pendapatan dan beban yang diakui dalam satu periode: a)dalam bentuk satu laporan laba rugi komprehensif, atau b)dalam bentuk dua laporan: laporan yang menunjukkan komponen laba rugi (laporan laba rugi terpisah); dan laporan yang dimulai dengan laba rugi danmenunjukkan komponen pendapatan komprehensif

25 Penyajiannya... Laporan laba rugi komprehensif, sekurang-kurangnya mencakup penyajian jumlah pos-pos berikut selama suatu periode: (a) pendapatan; (b) biaya keuangan; (c) bagian laba rugi dari entitas asosiasi dan ventura bersama yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas; (d) beban pajak; (e) suatu jumlah tunggal yang mencakup total dari: (i) laba rugi setelah pajak dari operasi yang dihentikan; dan (ii) keuntungan atau kerugian setelah pajak yang diakui dengan pengukuran nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau dari pelepasan aset atau kelompok yang dilepaskan dalam rangka operasi yang dihentikan; (f) laba rugi; (g) setiap komponen dari pendapatan komprehensif lain yang diklasifikasikan sesuai dengan sifat (selain jumlah dalam huruf (h)); (h) bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi dan ventura bersama yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas; dan (i) total laba rugi komprehensif.

26 Informasi yang Disajikan dalam Laporan Laba Rugi Komprehensif atau Catatan atas Laporan Keuangan... Ketika pos-pos pendapatan atau beban bernilai material, maka entitas mengungkapkan sifat dan jumlahnya secara terpisah. Keadaan yang menyebabkan pengungkapan secara terpisah atas pos-pos pendapatan dan beban adalah sebagai berikut: (a)penurunan nilai persediaan menjadi nilai realisasi neto atau penurunan nilai aset tetap menjadi jumlah yang dapat dipulihkan kembali, sebagaimana pemulihan atas penurunan tersebut; (b)restrukturisasi atas aktivitas-aktivitas suatu entitas dan untuk setiap provisi atas biaya restrukturisasi; (c)pelepasan aset tetap; (d)investasi; (e)operasi yang dihentikan; (f)penyelesaian litigasi; dan (g)pembalikan provisi lain.

27 Laporan Perubahan Ekuitas Entitas menyajikan laporan perubahan ekuitas yang menunjukkan: a)total laba rugi komprehensif selama suatu periode, yang menunjukkan secara terpisah total jumlah yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan kepada kepentingan non- pengendali; b) untuk tiap komponen ekuitas, pengaruh penerapan retrospektif atau penyajian kembali secara retrospektif yang diakui sesuai dengan PSAK 25 (revisi 2009): Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan; c)untuk setiap komponen ekuitas, rekonsiliasi antara jumlah tercatat pada awal dan akhir periode, secara terpisah mengungkapkan masing-masing perubahan yang timbul dari: (i) laba rugi; (ii) masing-masing pos pendapatan komprehensif lain; dan (iii) transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik, yang menunjukkan secara terpisah kontribusi dari pemilik dan distribusi kepada pemilik dan perubahan hak kepemilikan pada entitas anak yang tidak menyebabkan hilang pengendalian.

28 Catatan atas Laporan Keuangan Struktur... Catatan atas laporan keuangan: menyajikan informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan akuntansi tertentu mengungkapkan informasi yang disyaratkan SAK yang tidak disajikan di bagian manapun dalam laporan keuangan memberikan informasi yang tidak disajikan di bagian manapun dalam laporan keuangan, tetapi informasi tersebut relevan untuk memahami laporan keuangan.

29 Pengungkapan kebijakan akuntansi Entitas mengungkapkan dalam ringkasan kebijakan akuntansi signifikan: (a)dasar pengukuran yang digunakan dalam menyusun laporan keuangan; (b)kebijakan akuntansi lainnya yang diterapkan yang relevan untuk memahami laporan keuangan

30 Pengungkapan... Pertimbangan yang digunakan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi dan memiliki dampak paling signifikan Sumber estimasi ketidak pastian yang memiliki risiko sgnifikan untuk berpotensi akan mengakibatkan penyesuaian material pada periode berikutnya Informasi tujuan, kebijakan dan pengelolaan modal

31 PEDOMAN IMPLEMENTASI PSAK 1 (REVISI 2009): PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN

32 Bagian-bagian dalam pedoman implementasi -Contoh penyajian laporan keuangan -Contoh penentuan penyesuaian reklasifikasi atas aset keuangan yang dikategorikan sebagai tersedia untuk dijual sesuai dengan PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen keuangan: Pengakuan dan Pengukuran -contoh pengungkapan permodalan

33 Contoh-contoh yang terdapat di pedoman implementasi tidak dimaksudkan untuk mengilustrasikan seluruh aspek dari SAK atau menyajikan laporan keuangan secara lengkap (terdapat laporan arus kas, ringkasan kebijakan akuntansi signifikan, dan informasi penjelasan lain)

34 Contoh penyajian laporan keuangan neraca  bagaimana membedakan pos lancar dan tidak lancar serta liabilitas jangka pendek dan jangka panjang Asetxxx Aset Lancarxx Aset tidak lancarxx Liabilitasxxx Liabilitas jangka pendekxx Liabilitas jangka panjangxx Ekuitasxxx Kepentingan nonpengendalixx Ekuitas yang dapat diatribusikanxx Ke pemilik entitas induk

35  Laba rugi komprehensif laporan laba rugi komprehensif tunggal: klasifikasi penghasilan dan beban berdasarkan fungsi laporan laba rugi terpisah: klasifikasi penghasilan dan beban berdasarkan sifat

36 Laporan laba rugi berdasarkan fungsi Pendapatanxxx Beban penjualan(xxx) Laba brutoxxx Pendapatan lainnyaxxx Beban distirbusi(xxx) Beban administratif(xxx) Beban lain(xxx) Laba sebelum pajakxxx

37 Laporan laba rugi berdasarkan sifat Pendapatan lainnyaxxx Perubahan dalam persediaan xxx barang jadi dan barang dalam proses Bahan baku yang digunakanxxx Beban imbalan kerjaxxx Beban penyusutan dan amortisasixxx Beban lainxxx Total beban(xxx) Laba sebelum pajakxxx

38 Contoh penentuan penyesuaian reklasifikasi atas aset keuangan yang dikategorikan sebagai tersedia untuk dijual sesuai dengan PSAK 55 Mensyaratkan entitas untuk mengungkapkan penyesuaian reklasifikasi terkait dengan setiap komponen pendapatan komprehensif lain

39 PSAK 1 (1998) Vs. PSAK 1 (2009) PSAK 1 (1998)PSAK 1 (2009) Penyimpangan dari PSAKTidak diaturDiatur Panduan pemulihan kebijakan akuntansi DiaturTidak diatur (hal ini akan diatur dalam revisi PSAK 25) Ketepatan waktuDiaturTidak diatur Klasifikasi pinjaman yang dibiayai kembali Liabilitas jangka panjang jika perpanjangan diperoleh sebelum tanggal penyelesaian Laporan Keuangan Liabilitas jangka pendek jika perpanjangan diperoleh sebelum tanggal penyelesaian Laporan Keuangan

40 PSAK 1 (1998) Vs. PSAK 1 (2009) PSAK 1 (1998)PSAK 1 (2009) LiabilityKewajibanLiabilitas Komponen Laporan Keuangan Neraca Laporan laba rugi Laporan perubahan ekuitas Laporan arus kas Catatan atas laporan keuangan Laporan posisi keuangan Laporan laba rugi komprehensif Laporan perubahan ekuitas Laporan arus kas Catatan atas laporan keuangan Laporan posisi keuangan awal (retrospektif, restatement, atau reklasifikasi) Pernyataan kepatuhan terhadap Standar Akuntansi Keuangan Tidak diaturDiatur

41 PSAK 1 (1998) Vs. PSAK 1 (2009) PSAK 1 (1998)PSAK 1 (2009) Pos luar biasaAdaTidak diperkenankan Hak minoritasMinority interest disajikan terpisah antara kewajiban dan ekuitas Non-controlling interest disajikan dalam ekuitas PengungkapanTidak diatur Pertimbangan dalam penerapan kebijakan akuntansi Sumber estimasi ketidakpastian permodalan


Download ppt "PSAK 1 (Revisi 2009) – Penyajian Laporan Keuangan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google