Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MANAJEMEN BABI II. SELEKSI TERNAK BABI SELEKSI BERDASARKAN FISIK KONSUMEN PADA SAAT INI MENGHENDAKI DAGING DENGAN KANDUNGAN LEMAKNYA SEDIKIT A. CIRI-CIRI.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MANAJEMEN BABI II. SELEKSI TERNAK BABI SELEKSI BERDASARKAN FISIK KONSUMEN PADA SAAT INI MENGHENDAKI DAGING DENGAN KANDUNGAN LEMAKNYA SEDIKIT A. CIRI-CIRI."— Transcript presentasi:

1 MANAJEMEN BABI II

2 SELEKSI TERNAK BABI SELEKSI BERDASARKAN FISIK KONSUMEN PADA SAAT INI MENGHENDAKI DAGING DENGAN KANDUNGAN LEMAKNYA SEDIKIT A. CIRI-CIRI KARKAS YANG ESENSIAL B. CIRI-CIRI PERFORMANS YANG ESENSIAL

3 CIRI-CIRI KARKAS  SEMENJAK KONSUMEN MENGHENDAKI KUANTUM DAGING YANG MAKSIMAL DENGAN LEMAK SEDIKIT MUNGKIN, MAKA PENEKANAN SELEKSI TERNAK BABI DIHUBUNGKAN DENGAN SIFAT KARKAS PADA WAKTU DIPOTONG. YANG PERLU DIPERHATIKAN PADA KARKAS ADALAH : 1. PANJANG KARKAS 2. LOIN EYE AREA 3. TEBAL LEMAK PUNGGUNG

4 1. PANJANG KARKAS  PANJANG KARKAS : JARAK ANTARA TULANG RUSUK PERTAMA SAMPAI TUBERCULUM PUBIS.  HUBUNGAN ANTARA PANJANG KARKAS DENGAN BERAT BADAN - BB : 90 – 100 kg - PANJANG KARKAS : 74 – 79 cm

5 2. LOIN EYE AREA  MERUPAKAN SALAH SATU INDIKATOR YANG TERBAIK DAN DIGUNAKAN SECARA LUAS TERHADAP DAGING YANG DIHASILKAN TERNAK BABI. a.PENGUKURAN DILAKUKAN SETELAH DIPOTONG b.MERUPAKAN PENAMPANG LOIN YANG TERLETAK DIANTARA TULANG RUSUK KE 10 DAN 11. c.LUAS PENAMPANG ( cm 2 ) DIUKUR DENGAN PLANIMETER.

6 3. TEBAL LEMAK PUNGGUNG  PENGUKURAN TEBAL LEMAK PUNGGUNG TELAH LAMA DIKENAL DAN SEBAGAI INDIKATOR YANG PENTING TERHADAP KUALITAS KARKAS.  PENGUKURAN TLP DILAKUKAN PADA BABI (HIDUP) DAPAT DILAKUKAN DENGAN ALAT-ALAT : BACKFAT PROBE (BACKFAT GAUGE), LEANMETER DAN SONORAY  TEMPAT PENGUKURAN TLP (BACKFAT PROBE & LEANMETER) : 5 cm DARI GARIS TENGAH PUNGGUNG PADA 3 TITIK TERTENTU (1). TEPAT DIATAS DIBELAKANG KAKI DEPAN (2). TEPAT DIATAS PERSENDIAN TULANG RUSUK TERAKHIR (3). TEPAT DIATAS PERSENDIAN LUTUT KAKI BELAKANG

7 CARA PENGUKURAN TLP (BACKFAT PROBE)  PADA 3 TEMPAT TERSEBUT DIBUAT TURISAN DENGAN SKALPEL  BACKFAT PROBE DITUSUKKAN PADA TURISAN, KEMUDIAN SEDIKIT DITEKAN SAMPAI TERASA AGAK MENGERAS KARENA TELAH MENGENAI JARINGAN OTOT (DAGING)  PADA SATU SISI ATAU KEDUA SISI, KEMUDIAN HASIL PENGUKURAN DIHITUNG RATA-RATANYA.  SEBELUM DAN SESUDAH PENGUKURAN TEMPAT TURISAN DI DESINFEKTAN.

8 PENGUKUAN TLP DENGAN LEANMETER TEMPAT PENGUKURAN SAMA DENGAN BACKFAT PROBE METODE INI BERDASARKAN ADANYA PERBEDAAN KONDUKTIVITAS ELEKTRIS DARI LEMAK DAN JARINGAN OTOT (DAGING) LEMAK : KONDUKTOR YANG RELATIVE LEMAH, SEDANGKAN DAGING DAN DARAH SEBAGAI KONDUKTOR YANG BAIK.

9 PENGUKUAN TLP DENGAN SONORAY CARA KERJA BERDASARKAN PULSE-ECHO (PANTULAN ATAU GEMA) HASIL PENGUKURAN DAPAT DIBACA LANGSUNG PADA SKALA YANG TERDAPAT DI ALAT TSB TEMPAT PENGUKURAN PADA TULANG RUSUK TERAKHIR, PADA GARIS TENGAH PUNGGUNG KEEMPAT KAKI BABI HARUS BERADA DIATAS TANAH  SONORAY JUGA DAPAT UNTUK MENAKSIR / MENGUKUR LOIN EYE AREA, SEBAIK SEPERTI PENGUKURAN TLP

10 STANDARDISASI GRADE  PADA BABI JANTAN KASTRASI DAN BETINA REMAJA ADA 4 GRADE (USA) GRADE TLP (cm) PANJANG KARKAS BERAT KARKAS (Max) (cm) (kg) 13,30 68,5854,40 24,06 --,,-- --,,-- 3.4,83 --,,-- --,,-- 4.5,59 --,,-- --,,--

11 B. CIRI-CIRI PERFORMANS YANG ESENSIAL  PETERNAK BABI MEMENTINGKAN FAKTOR-FAKTOR SBB : 1. JUMLAH ANAK YANG DILAHIRKAN 2. KEMAMPUAN INDUK MENGASUH ANAKNYA 3. LAJU LAKTASI 4. LAJU PERTUMBUHAN 5. EFISIENSI PENGGUNAAN PAKAN (TERPENTING)

12  KEBANYAKAN PRODUKSI DAGING BABI DENGAN CIRI-CIRI KARKAS YANG BAIK SEJALAN DENGAN - REPRODUKSI - LAJU LAKTASI - LAJU PERTUMBUHAN - EFISIENSI PAKAN

13 BANYAKNYA JUMLAH ANAK PERKELAHIRAN ADALAH ESENSIAL TERHADAP EFISIENSI PRODUKTIVITAS TERNAK BABI PETERNAK TIDAK MENGINGINKAN JUMLAH ANAK YANG MELEBIHI KEMAMPUAN INDUKNYA DALAM MENYUSUI JUMLAH ANAK PERKELAHIRAN DIHARAPKAN 10 EKOR YANG BAIK DAN KUAT DARI INDUK MUDA JUMLAH ANAK PERKELAHIRAN DIHARAPKAN 12 EKOR YANG BAIK DAN KUAT DARI INDUK DEWASA BANYAKNYA ANAK YANG DISAPIH MENUNJUKKAN – TINGGINYA TINGKAT OVULASI DAN TIDAK ADANYA EMBRIO YANG MATI – KEADAAN KELENJAR SUSUNYA BAIK BILA MEMILIH TERNAK BABI SEBAIKNYA MEMILIH YANG JUMLAH ANAKNYA BANYAK.

14 JUMLAH ANAK DISAPIH & BB WAKTU DISAPIH ADALAH PENTING DALAM MENENTUKAN KEUNTUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN ADALAH LEBIH PENTING DARIPADA PERBAIKAN GENETIK, KEDINGINAN, ANEMIA, PENYAKIT MENULAR ATAU INDUK YANG TIDAK BISA MENGASUH ANAKNYA MERUPAKAN PENYEBAB KEMATIAN ANAK BABI MUDA. USAHAKAN UNTUK MENEKAN JUMLAH KEMATIAN DAN MENGUSAHAKAN PERTUMBUHAN ANAK BABI SEBAIK MUNGKIN PADA WAKTU MASIH MENYUSU

15 LAJU PERTUMBUHAN SETELAH DISAPIH DAN TIPE PERTUMBUHANNYA (DAGING ATAU LEMAK) LEBIH BANYAK DAPAT DIWARISI DARIPADA JUMLAH ANAK PERKELAHIRAN ATAUPUN BERAT SAPIH. DIHARAPKAN BERAT POTONG 90 kg PADA UMUR 180 HARI DAN BABI JANTAN KASTRASI DARI BANGSA BESAR MENCAPAI 91 – 95 kg PADA UMUR 150 – 160 HARI.


Download ppt "MANAJEMEN BABI II. SELEKSI TERNAK BABI SELEKSI BERDASARKAN FISIK KONSUMEN PADA SAAT INI MENGHENDAKI DAGING DENGAN KANDUNGAN LEMAKNYA SEDIKIT A. CIRI-CIRI."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google