Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Classroom Action Research Dr. H. Nur Fajar Arief, M.Pd Disampaikan pada: DIKLAT MGMP PAI SMP KOTA MALANG 23 JANUARI 2013.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Classroom Action Research Dr. H. Nur Fajar Arief, M.Pd Disampaikan pada: DIKLAT MGMP PAI SMP KOTA MALANG 23 JANUARI 2013."— Transcript presentasi:

1 Classroom Action Research Dr. H. Nur Fajar Arief, M.Pd Disampaikan pada: DIKLAT MGMP PAI SMP KOTA MALANG 23 JANUARI 2013

2 Ragam penelitian yang dilakukan untuk mengubah keadaan, kenyataan, dan harapan pembelajaran menjadi lebih baik dan bermutu dengan cara melakukan sejumlah tindakan yang dipandang tepat. RAGAM/JENIS PENELITIANMENGUBAH PEMBELAJARANLEBIH BAIK DAN BERMUTUTINDAKAN YANG TEPATKONTEKS KELAS

3 1.PTK adalah UPAYA yang ditujukan untuk MEMPERBAIKI PROSES PEMBELAJARAN atau memecahkan masalah yang dihadapi dalam pembelajaran. 2.PTK adalah TINDAKAN PENELITIAN untuk memperoleh MANFAAT PRAKTIS dengan cara melakukan seluruh kegiatan secara kolaboratif dan partisipatif. KOLABORATIF berarti adanya kerjasama antar-pelaku dari berbagai disiplin ilmu, keahlian, bahkan profesi. PARTISIPATIF berarti adanya pelibatan antar-pelaku dalam mengidentifikasi masalah, merencanakan kegiatan penelitian, melaksanakan penelitian, dan melakukan penelitian.

4 3.PTK adalah BENTUK PENELITIAN REFLEKTIF yang dilakukan guru terhadap kurikulum, pengembangan sekolah, prestasi belajar siswa, pengembangan kehlian mengajar, dan sebagainya. Dalam PTK guru dapat menganalisis (mengkaji) dan mensistesis (menyimpulkan) terhadap segala sesuatu yang telah dilakukan di dalam kelas. Hal ini berarti dengan melakukan PTK, pendidik dapat MEMPERBAIKI PRAKTIK- PRAKTIK PEMBELAJARAN sehingga menjadi lebih efektif.

5 4.PTK adalah ragam penelitian pembelajaran yang BERKONTEKS KELAS yang dilaksanakan oleh guru UNTUK MEMECAHKAN MASALAH-MASALAH PEMBELAJARAN yang dihadapi oleh guru, MEMPERBAIKI MUTU PEMBELAJARAN, DAN MENCOBAKAN HAL-HAL BARU di bidang pembelajaran demi peningkatan mutu dan hasil pembelajaran.

6 “Pada kenyataannya, substansi PTK tanpa disadari telah dilaksanakan oleh guru dalam proses pembelajaran sehari-hari. Di dalam proses pembelajaran guru selalu melakukan modifikasi metode, strategi, dan teknik yang digunakan agar pembelajaran berlangsung efektif, mudah diikuti siswa, dan mencapai target pembelajaran yang ditetapkan”.

7

8 Sejalan dengan amanat Undang- undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS, Undang-undang RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang SNP, KMA Kemenag No. 16 Tahun 2010 guru adalah pendidik profesional

9 Meningkatkan sikap profesional isme pendidik dan tenaga pendidikan 1. Memperbaiki dan meningkatkan kualitas isi, proses, dan hasil praktik pembelajaran di kelas dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. 2. Mengidentifikasi, menemukan solusi, dan mengatasi masalah pembelajaran di kelas agar kualitas pembelajaran meningkat. 3. Menumbuhkembangkan budaya meneliti sekaligus kolaborasi (kerjasama) tenaga pendidik dan kependidikan berkaitan dengan pemecahan masalah-masalah pembelajaran serta pendidikan. 1. Memperbaiki dan meningkatkan kualitas isi, proses, dan hasil praktik pembelajaran di kelas dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. 2. Mengidentifikasi, menemukan solusi, dan mengatasi masalah pembelajaran di kelas agar kualitas pembelajaran meningkat. 3. Menumbuhkembangkan budaya meneliti sekaligus kolaborasi (kerjasama) tenaga pendidik dan kependidikan berkaitan dengan pemecahan masalah-masalah pembelajaran serta pendidikan.

10 Meningkatkan sikap profesional isme pendidik dan tenaga pendidikan 4. Meningkatkan dan memperkuat kemampuan guru dalam memecahkan masalah-masalah pembelajaran dan membuat keputusan yang tepat bagi siswa dan kelas yang diajarnya. 5. Mengembangkan dan menghasilkan kreasi-kreasi dan inovasi- inovasi pembelajaran (misalnya, pendekatan, metode, strategi, dan media) yang dapat dilakukan oleh guru demi peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran. 4. Meningkatkan dan memperkuat kemampuan guru dalam memecahkan masalah-masalah pembelajaran dan membuat keputusan yang tepat bagi siswa dan kelas yang diajarnya. 5. Mengembangkan dan menghasilkan kreasi-kreasi dan inovasi- inovasi pembelajaran (misalnya, pendekatan, metode, strategi, dan media) yang dapat dilakukan oleh guru demi peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran.

11 1. Menghasilkan laporan-laporan PTK yang dapat dijadikan bahan panduan guru untuk meningkatkan mutu pembelajaran. 2. Menumbuhkembangkan kebiasaan, budaya, dan atau tradisi meneliti dan menulis artikel ilmiah di kalangan guru. 3. Mampu mewujudkan kerja sama, kolaborasi, dan atau sinergi antar-guru dalam satu sekolah atau beberapa sekolah untuk bersama-sama memecahkan (mengatasi) masalah pembelajaran dan meningkatkan mutu pembelajaran. 1. Menghasilkan laporan-laporan PTK yang dapat dijadikan bahan panduan guru untuk meningkatkan mutu pembelajaran. 2. Menumbuhkembangkan kebiasaan, budaya, dan atau tradisi meneliti dan menulis artikel ilmiah di kalangan guru. 3. Mampu mewujudkan kerja sama, kolaborasi, dan atau sinergi antar-guru dalam satu sekolah atau beberapa sekolah untuk bersama-sama memecahkan (mengatasi) masalah pembelajaran dan meningkatkan mutu pembelajaran.

12 4. Dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menjabarkan kurikulum atau program pembelajaran sesuai dengan tuntutan dan konteks lokal, sekolah, dan kelas. Hal ini memperkuat kekontekstualan dan relevansi pembelajaran bagi kebutuhan siswa. 5. Dapat memupuk dan meningkatkan keterlibatan, kegairahan, ketertarikan, kenyamanan, dan kesenangan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas yang dilaksanakan guru. 6. Dapat mendorong terwujudnya proses pembelajaran yang menarik, menantang, nyaman, menyenangkan, dan melibatkan siswa karena strategi, metode, teknik, dan atau media yang digunakan dalam pembelajaran demikian bervariasi dan dipilih secara sungguh-sungguh. 4. Dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menjabarkan kurikulum atau program pembelajaran sesuai dengan tuntutan dan konteks lokal, sekolah, dan kelas. Hal ini memperkuat kekontekstualan dan relevansi pembelajaran bagi kebutuhan siswa. 5. Dapat memupuk dan meningkatkan keterlibatan, kegairahan, ketertarikan, kenyamanan, dan kesenangan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas yang dilaksanakan guru. 6. Dapat mendorong terwujudnya proses pembelajaran yang menarik, menantang, nyaman, menyenangkan, dan melibatkan siswa karena strategi, metode, teknik, dan atau media yang digunakan dalam pembelajaran demikian bervariasi dan dipilih secara sungguh-sungguh.


Download ppt "Classroom Action Research Dr. H. Nur Fajar Arief, M.Pd Disampaikan pada: DIKLAT MGMP PAI SMP KOTA MALANG 23 JANUARI 2013."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google