Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pertemuan 12. KAS DAN PIUTANG ADALAH ASET KEUANGAN DAN DISEBUT INSTRUMEN KEUANGAN ATAU LIABILITAS KEUANGAN INSTRUMEN KEUANGAN INSTRUMEN KEUANGAN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pertemuan 12. KAS DAN PIUTANG ADALAH ASET KEUANGAN DAN DISEBUT INSTRUMEN KEUANGAN ATAU LIABILITAS KEUANGAN INSTRUMEN KEUANGAN INSTRUMEN KEUANGAN."— Transcript presentasi:

1 Pertemuan 12

2 KAS DAN PIUTANG ADALAH ASET KEUANGAN DAN DISEBUT INSTRUMEN KEUANGAN ATAU LIABILITAS KEUANGAN INSTRUMEN KEUANGAN INSTRUMEN KEUANGAN

3 Standar yang mengatur : 1.PSAK 50 Instrumen keuangan :Penyajian Revisi PSAK 55 Instrumen keuangan : Pengakuan dan Penilaian Revisi Psak 60 Instrumen Keuangan : Pengungkapan ()revisi 2010 Standar yang mengatur : 1.PSAK 50 Instrumen keuangan :Penyajian Revisi PSAK 55 Instrumen keuangan : Pengakuan dan Penilaian Revisi Psak 60 Instrumen Keuangan : Pengungkapan ()revisi 2010

4 STANDAR AKUNTANSI BERDASARKAN IFRS MENGGUNAKAN DASAR PENILAIAN WAJAR DAN DAMPAKNYA MEMBAWA PERUBAHAN BESAR DALAM PENERAPAN ATAU PRAKTIK STANDAR PENILAIAN STANDAR PENILAIAN

5 PERHITUNGAN AMORTISASI PREMIUM ATAU DISKON HARUS MENGGUNAKAN METODE BUNGA EFEKTIF JIKA BERSTANDAR IFRS CONTOHNYA

6 BUNGA YANG MENYAMAKAN NILAI WAJAR ASET KEUANGAN DENGAN NILAI KINI DARI PEMBAYARAN PEMBAYARAN/PENERI MAAN ASET KEUANGAN DIMASA DEPAN BUNGA EFEKTIF

7 PSAK 50 REVISI 2010: BERBENTUK ASET KEUANGAN, LIABILITAS KEUANGAN DAN INSTRUMEN EKUITAS BENTUK INSTRUMEN KEUANGAN

8 ASET KEUANGAN TERDIRI DARI: 1.Kas, baik dalam perusahaan maupun di bank. 2.Instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh entitas lain. Biasanya dalam bentuk investasi dalam saham. 3.Hak Kontraktual ASET KEUANGAN

9 2. Instrumen ekuitas yang diterbitkan perusahaan lain (Investasi dalam Saham) 3. Hak Kontraktual/Klaim entitas pada entitas lain. 1. Kas (diperusahaan/ Bank) 4. Kontrak yang akan atau mungkin diselesaikan menggunakan instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh entitas

10 Kas yang dimiliki oleh perusahaan dalam bentuk tunai baik didalam perusahaan maupun di bank 1. KAS

11 Bentuk investasi dalam saham (yang akan dijual dalam waktu dekat dan tidak ditujukan untuk penyertaan saham dalam jangka panjang) 2. INSTRUMEN EKUITAS DITERBITKAN EKUITAS LAIN

12 A. Hak untuk menerima aset keuangan dari entitas lain. Contoh: Piutang, Investasi dlm obligasi dan perjanjian pemberian pinjaman 3. HAK KONTRAKTUAL

13 Perjanjiannya bisa berbentuk perjanjian formal spt perjanjian kredit yang dikeluarkan oleh bank atau perjanjian kredit pembelian aset tetap HAK KONTRAKTUAL

14 Atauperjanjian tidak formal dan hanya didasarkan bukti pengriman barang dan faktur penagihan. Contoh piutang dagang. HAK KONTRAKTUAL

15 B. Hak untuk Mempertukarkan aset keuangan dengan entitas lain dengan kondisi berpotensi untung HAK KONTRAKTUAL

16 Forward, future atau bentuk opsi untuk mempertukarkan aset keuangan. HAK KONTRAKTUAL Contohnya

17 Entitas memiliki kontrak untuk menukarkan piutang dalam mata uang USD sebesar $ , pada mata uang rupiah 5 bulan yad dengan kurs ditetapkan Rp per $. Jika dalam 3 bulan yad kurs naik menjadi $ maka entitas berpotensi untung. MISALNYA:

18 Kontrak dibuat tanggal 1 Oktober 20X1 dan jatuh tempo pada 1 Maret 20X2. Jika pada 31 Desember kurs $9.300 maka entitas akan mengakui potensi keuntungan sebesar 300 x $ dan dicatat sebagai aset keuangan dan diakui sebagai keuntungan. MISALNYA:

19 A.Non Derivatif. Entitas harus atau mungkin diwajibkan untuk menerima sejumlah yang bervariasi dari instrumen keuangan yang diterbitkan entitas lain atau KONTRAK YANG AKAN ATAU MUNGKIN DISELESAIKAN MENGGUNAKAN INSTRUMEN YANG DITERBITKAN OLEH ENTITAS

20 A.Derivatif. Derivatif yang akan atau mungkin diselesaikan selain dengan mempertukarkan sejumlah tertentu kas atau aset keuangan lain dengan sejumlah tertentu instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas (tidak termasuk instrumen keuangan yang mempunyai opsi jual) 4. KONTRAK YANG AKAN ATAU MUNGKIN DISELESAIKAN MENGGUNAKAN INSTRUMEN YANG DITERBITKAN OLEH ENTITAS

21 A. LIABILITAS

22 a.Aset keuangan diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi (Fair value to profit and loss (FVPL). b.Investasi dipegang hingga jatuh tempo (hel to maturities). c.Pinjaman diberikan atas piutang (loans or receivable) d.Aset keuangan tersedia untuk dijual (available to sale). ASET KEUANGAN PSAK NO 55 Klasifikasi aser keuangan

23 FVLP adalah aset keuangan yang dimaksudkan untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat, disebut surat berharga diperdagangkan. Bagi perusahaan : yang kegiatan utamanya menjual beli sekuritas aset ini merupakan aset utama perusahaan. Dan bagi entitas lain : aset ini merupakan investasi sementara untuk memanfaatkan kelebihan likuiditas perusahaan Aset keuangan diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi

24 Menurut PSAK 55 (Rev 2011) aset keuangan diklasifikasi sebagai Aset keuangan diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi (Fair value to profit and loss (FVPL) jika : 1.Diklasifikasi dalam kelompok diperdagangkan, diperoleh atau dimiliki untuk dijual kembali., merupakan bagian dari portofolio instrumen keuangan, merupakan derivatif yang bukan instrumen lindung nilai. 2.Pada saat pengakuan awal telah diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Entitas menggunakan penetapan ini jika ketika melakukannya akan menghasilkan informasi yang lebih relevan. KLASIFIKASI ASET KEUANGAN

25 Aset non keuangan non derivatif dengan pembayaran tetap atau teloah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan serta entitas mempunyai intensif positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuanga tersebut hingga jatuh tempo. Investasi dipegang hingga jatuh tempo (hel to maturities).

26 Entitas harus menghitung tingkat suku bunga efektif untuk investasi ini. Bunga efektif adalah: suku bunga yang secara tetap mendiskontokan pendapatanngan atau beban bunga selama eatimasi pembayaran atau penerimaan kas dimasa depan selama perkiraan umur dari instrumen keuangan untuk memperoleh nilai tercatat neto aset atau liabilitas keuangan.

27 Aset keuangan non derivatif dengan pembayaran yang telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi pasar aktif kecuali yang termasuk dalam tiga kategori aset keuangan lain. Kepemilikan aset keuangan kelompok aset yang bukan pinjaman yang diberikan atau piutang misalnya kepemilikan atas reksa dana tidak dapat diklasifikasikan sebagai pinjaman dan piutang. Pinjaman yang diberikan atau piutang

28 Pada saat pengakuan awal pinjaman yang diberikan dan piutang diakui sebesar harga perolehan ditambah dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan langsung dengan perolehan pinjaman. Setelah pengakuan awal pinjaman yang diberikan dan piutang ini akan diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Pinjaman yang diberikan atau piutang...

29 Merupakan aset keuangan non derivatif yang ditetapkan tersedia untuk dijual atau tidak diklasifikasikan sebagai FVPL, HTM, dan LR. Jika tidak termasuk dalam tiga kategori keuangan sebelumnya maka akan diklasifikasikan sebagai Aset Keuangan tersedia untuk dijual / AFS. Aset keuangan tersedia untuk dijual

30 Aset keuangan yang diukur dengan harga perolehan diamortisasi serta aset keuangan tersedia untuk dijual dapat mengalami penurunan nilai. Untuk aset keuangan yang dinilai dengan nilai wajar melalui laba rugi secara otomatis akan menurun nilainya mengikuti harga pasarnya sehingga tidak diperlukan evaluasi penurunan nilai. PENURUNAN NILAI

31 Aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang mengalami penurunan nilai apabila nilai tercatat atau biaya perolehan dimaortisasi lebih tinggi daripada nilai yang dapat diperoleh kembali. Evaluasi atas apakah terdapat bukti objektif penurunan nilai harus dilakukan setiap tanggal laporan posisi keuangan. PENURUNAN NILAI

32 Bila terdapat bukti objektif penurunan nilai, maka harus dilakukan estimasi nilai yang dapat diperoleh kembali dan mengakui kerugian penurunan nilai, sebesar selisih nilai tercatat dan nilai yang dapat diperoleh kembali. TETAPI KERUGIAN YANG DIPERKIRAKAN AKAN TIMBUL DARI PERISTIWA DIMASA DEPAN TIDAK DIAKUI. Bukti Objektif penurunan nilai

33 1.Kesulitan Keuangan signifikan yang dialami penerbit atau peminjam. 2.Pelanggaran kontrak, seperti terjadinya wanprestasi atau tunggakan pembayaran pokok bunga. 3.Restruktisasi atau keringanan (konsesi) akibat pihak peminjam mengalami kesulitan. 4.Peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan lainnya. 5.Hilangnya pasar aktif dari aset keuangan akibat kesulitan keuangan. 6.Kemungkinan besar bangkrut. Bukti objektif dapat dilihat dari :

34 Kas adalah aset keuangan yang digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan. Kas aset yang paling likuid yang dapat digunakan untuk membayar kewajiban perusahaan. Kas dibahas dalam instrumen keuangan karena tidak ada standar khusus yang terkait dengan kas. Kas terdiri atas : a.Uang kartal yang tersimpan di dalam entitas. b.Uang yang tersimpan din dalam rekening bank c.Setara kas. KAS

35 1.SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN UNTUK AKTIVITAS OPERASI PERUSAHAAN TANPA PEMBATASAN (ASET LANCAR). 2. DIGUNAKAN UNTUK TUJUAN TERTENTU, SEHINGGA TIDAK BEBAS UNTUK DIGUNAKAN. Kas yang disimpan untuk tujuan tertentu tidak boleh dianggap kas tapi dikalsifikasikan sebagai dana cadangan. (ASET TIDAK LANCAR.) GUNA KAS

36 KAS DALAM MATA UANG ASING = TETAP DIANGGAP KAS. PELAPORAN DALAM MATA UANG ASING MENGGUNAKAN KURS SPOT YANG BERLAKU DALAM TANGGAL NERACA. KUR DIANGGAP KAS : KURS JUAL, KURS BELI DAN KURS TENGAH. KAS DALAM MATA UANG ASING

37 Setara kas termasuk kategori instrumen keuangan. Setara kas adalah investasi jangka pendek yang sangat likuid. Agar dapat diklasifikasikan dalam setara kas harus memenuhi karateristik: Dapat dikonversi menjadi kas pada jumlah tertentu tanpa risiko perubahan nilai dan jatuh temponya sangat dekat. SETARA KAS (KAS EKUIVALEN) PSAK 2

38 Deposito dengan jangka waktu kurang dari tiga bulan serta tidak dijaminkan. Dan instrumen pasar uang yang diperoleh dan akan dicairkan dalam jangka waktu kurang dari tiga bulan. Saham tidak termasuk dalam instrumen keuangan, karena saat dijual tidak diketahui jumlah kas yang akan diterima saat dijual. CONTOH SETARA KAS

39 Entitas yang melakukan perjanjian dengan bank terkait dengan pinjaman atau kredit. Dalam perjanjian disebutkan bahwa pinjman yang diberikan tidak dapat diambil semua namun harus menyisakan saldo minimum dalam rekening bank tersebut. Pelaporannya dalam laporan keuangan disajikan terpisah dapat sebagai aset lancar maupun tidak lancar, tergantung lamanya waktu pinjaman. Jika pinjman jangka panjang maka disajikan sebagai aset lancar. Compensating Balance

40 KONDISI DIMANA JUMLAH CEK YANG DITARIK DALAM REKENING MELEBIHI SALDO KAS. BANK OVERDRAFF DIKLASIFIKASIKAN SEBAGAI UTANG DAGANG (ACCOUNT PAYABLE), JIKA JUMLAHNYA MATERIAL DISAJIKAN TERSENDIRI. BANK OVERDRAFF

41 Kas adalah aset yang paling likuid, mudah diselewengkan, oleh karena itu harus dikendalikan. Perlindungan terhadap kas dapat dilakukan secara fisik maupun perlindungan untuk menjaga agar kas tidak digunakan untuk kepentingan yang tidak seharusnya. PENGENDALIAN KAS

42 1. Terdapat pemisahan tugas antara pihak yang melakukan otorisasi dengan pembayaran, pihak pengelola dengan pencatatan, pihak pengguna dan pembayar. Tingkat pemisahan disesuaikan dengan kebutuhan entitas. Utamanya harus ada krosscek dan kontrol dari pihak lain sehingga penyalahgunaan wewenang dapat dihindari. BENTUK PENGENDALIAN TERHADAP KAS

43 2. Penggunaan lemari besi (brankas) dan ruang tertutup dengan akses terbatas. 3. Penerimaan dan pengeluaran kas menggunakan rekening berbeda. 4. Pengeluaran kas menggunakan cek, sehingga terdapat pengendalian pencatatan oleh pihak lain. 5. Penerimaan kas dilakukan melalui bank, untuk keamanan dan pengendalian catatan. 6. Penggunaan sistem imprest kas kecil untuk memenuhi kebutuhan kas kecil. 7. Rekonsiliasi antara pencatatan perusahaan dengan rekening koran bank. BENTUK PENGENDALIAN TERHADAP KAS

44 KAS KECIL DIBENTUK UNTUK KEPERLUAN DALAM JUMLAH KECIL DAN JUMLAHNYA DISESUAIKAN DENGAN KEBUTUHAN ENTITAS, MAKIN BESAR UKURAN ENTITAS MAKA MAKIN BESAR PULA JUMLAH KAS KECILNYA. TERDAPAT 2 SISTEM KAS KECIL YAITU : SISTEM IMPREST (DANA TETAP) DAN FLUCTUATING SYSTEM (DANA TIDAK TETAP). SISTEM IMPRES KAS KECIL

45 MEKASNISME KAS KECIL DENGAN MEMPERTAHANKAN DANA TETAP. AWALNYA DIBENTUK DANA KAS KECIL DALAM JUMLAH TERTENTU. SETIAP PENGELUARAN HARUS ADA BUKTINYA TAPI TIDAK DIJURNAL JIKA JUMLAH KAS KECIL BERKURANG MAKA AKAN DI GANTI DAN DIBUATKAN JURNALNYA SETELAH PENGGANTIAN MAKA SALDO KAS KECIL AKAN KEMBALI SEPERTI SEMULA. SYSTEM IMPREST (DANA TETAP)

46 JUMLAH DANA KAS KECIL TIDAK DITETAPKAN DALAM JUMLAH TERTENTU. SALDO BERVARIASI DARI WAKTU KE WAKTU PENGGANTIAN TIDAK DIDASAR JUMLAH TERPAKAI TAPI DITETAPKAN SEJUMLAH TERTENTU. MISALNYA : PERTAMA KALI DANA KAS KECIL RP SETIAP BULAN DIGANTI DENGAN JUMLAH YANG SAMA TANPA MEMPERHATIKAN JUMLAH TERPAKAI SEHINGGA SALDO KAS KECIL SELALU BERUBAH-UBAH. FLUCTUATING SYSTEM

47 Perusahaan ABC menunjuk kasir untuk mengelola pengeluaran kas untuk keperluan operasional. Kas kecil ditentukan Rp dan jumlah minimal kas kecil Rp untuk itu perusahaan menarik kas di bank, dan dikelola oleh kasir. Jurnalnya adalah : Kas kecil Kas dibank ILUSTRASI KAS KECIL

48 Kas kecil digunakan untuk : 1.Membayar konsumsi rapat 1 Desember 2011 Rp Membayar biaya honor tenaga tidak tetap 10 Desember 2011 Rp Membayar biaya transfortasi untuk pengiriman tgl 12 Desember 2011 Rp Membayar biaya pemeliharaan tgl 15 Desember 2011 Rp (saat pengeluaran tidak dijurnal, tapi dibuat bukti pengeluarannya) ILUSTRASI KAS KECIL

49 Tanggal 20 Desember dilakukan penggantian uang kas kecil Rp dana yang tersisa Rp untuk itu dibuat cek untuk mengganti dana kas kecil, pada saat penggantian dibuat jurnal pengeluaran kas yang terjadi dan kas bank. Beban Konsumsi Beban gaji Beban Transfortasi Beban Pemeliharaan Kas di bank ILUSTRASI KAS KECIL

50 JIKA KAS KECIL DITETAPKAN MENGGUNAKAN MATA UANG ASING, MAKA PENCATATAN AKAN DILAKUKAN MENGGUNAKAN MATA UANG FUNGSIONAL SESUAI PSAK 10 (PENGARUH PERUBAHAN KURS MATA UANG ASING). SETIAP TRANSAKSI DICATAT KE DALAM MATA UANG FUNGSIONAL DENGAN MENGGUNAKAN KURS SPOT. JIKA PADA TANGGAL PELAPORAN MASIH MENGGUNAKAN MATA UANG ASING MAKA MENGGUNAKAN MATA UANG FUNGSIONAL DENGAN KURS SPOT SAAT PELAPORAN. JIKA MENGGUNAKAN MATA UANG ASING

51 Rekonsiliasi digunakan untuk kas yang ada dibank Dilakukan setiap akhir periode REKONSILIASI BANK

52 Untuk mencocokkan antara pencatatan di perusahaan dengan pencatatan yang dilakukan oleh bank yang mengelola uang perusahaan. Rekonsiliasi dapat mengurangi potensi timbulnya kesalahan pencatatan dan potensi hilangnya uang perusahaan. Namun untuk tujuan pengendalian, rekonsiliasi dapat dilakukan setiap bulan. Tujuan Rekonsiliasi Bank

53 1.Penerimaan dilakukan oleh bank, belum diketahui oleh entitas. Misalnya: pelanggan melakukan pelunasan piutang dengan transfer ke rekening bank, namun belum diberitahukan ke entitas. Maka penerimaan ini harus ditambahkan ke saldo kas entitas, jurnal penyesuaiannya dengan mendebit kas dan mengkredit piutang usaha/pendapatan (tergantung transaksinya) PENYEBAB PERBEDAAN SALDO BANK DENGAN SALDO PERUSAHAAN

54 2. Penerimaan yang diketahui oleh entitas tapi belum disetor oleh entitas atau sudah disetor tapi belum terlihat dalam rekening koran bank. Misalnya: setoran tanggal 31 Januari baru terlihat di rekening koran bank tanggal 1 Februari atau bulan februari. Penerimaan ini harus ditambahkan ke dalam rekening bank, karena kas tersebut sudah menjadi hak entitas. Penerimaan ini sudah dicatat entitas dan tidak perlu lagi jurnal penyesuaian

55 3. Pengeluaran yang dilakukan oleh bank tapi belum namun belum diketahui oleh entitas. Seperti beban adminstrasi bank, pembayaran angsuran, telepon yang dilakukan dengan auto debet dari rekening bank. Pengeluaran ini harus dikurangkan dari saldo kas entitas. Jurnal penyesuaiannya dengan mendebit beban administrasi dan mengkredit kas.

56 4. Pengeluaran yang dilakukan oleh entitas tetapi belum diambil oleh pemegang ce. Entitas melakukan pengeluaran dengan mengeluarkan cek, tetapi pemegang cek belum mencairkan cek tersebut. Cek tersebut disebut cek beredar atau out standing cek. Cek ini menunjukkan kas bukan lagi milik entitas.

57 Saldo kas dalam rekening bank harus dikurangkan sejumlah cek yang masih beredar untuk mendapatkan saldo kas entitas yang sebenarnya. Tidak perlu dibuat penyesuaian karena entitas telah mencatat transaksi ini

58 5. Kesalahan mencatat baik oleh bank maupun entitas. Jika terdapat perbedaan nilai transaksi dengan bukti yang sama, maka harus ditelusuri pihak mana yang melakukan kesalahan.

59 Jika kesalahan tersebut dilakukan oleh entitas maka dibuat jurnal penyesuaian untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Jika kesalahan dilakukan oleh bank maka entitas harus melaporkannya kebank sehingga bank dapat menindaklanjuti dengan melakukan koreksi atas kesalahan tersebut.

60 Entitas A, dalam catatan kasnya menunjukkan saldo Rp pada 31 Januari 20X1, sedangkan menurut rekening koran bank menunjukkan saldo akhir Rp Berikut item-item yang berbeda antara mutasi pencatatan di entitas dan rekening koran yang perlu mendapat perhatian: 1.Setoran sebesar Rp dilakukan pada 31 Januari namun belum muncul pada laporan bank. 2.Cek yang ditulis pada bulan Januari, namun belum belum dicairkan berjumlah Rp Bunga pinjaman sebesar Rp langsung didebit dari rekening bank belum diketahui entitas. 4.Bank mengenakan beban administrasi Rp belum dicatat oleh entitas. ILUSTRASI REKONSILIASI BANK

61 2. Cek yang ditulis pada bulan Januari, namun belum dicairkan berjumlah Bunga pinjaman sebesar Rp langsung didebit dari rekening bank belum diketahu entitas. 4. Bank mengenakan beban administrasi Rp dan belum dicatat oleh entitas. 5. Cek dari pelanggan sebesar Rp , tidak dapat diuangkan karena dananya tidak cukup. 6. Perusahaan melakukan kesalahan pencatatan, cek untuk pembayaran hutang sebesar Rp , namun dicatat Rp Bank salah mencairkan cek sebesar Rp dimana seharusnya merupakan cek dari rekening entitas lain bukan entitas A. ILUSTRASI REKONSILIASI BANK

62 5.Cek dari pelanggan sebesar Rp tidak dapat diuangkan karena dananya tidak cukup. 6.Perusahaan melakukan kesalahan pencatatan, cek untuk pembayaran hutang sebesar Rp , namun dicatat Rp Bank salah mencairkan cek sebesar Rp , dimana seharusnya merupakan cek dari rekening entitas lain, bukan entitas A. ILUSTRASI REKONSILIASI BANK (lanjutan..)

63 ENTITAS A Rekonsiliasi Bank ABC Tertanggal 31 Desember 20X1 Saldo per laporan bank Deposit dalam transit Kesalahan Bank Cek masih beredar( ) Nilai telah disesuaikan Saldo Perlaporan Entitas Bunga Kesalahan Pencatatan cek Biaya Administrasi Bank(18.000) -Cek tidak Cukup dana / Cek kosong( )( ) Nilai Telah disesuaikan

64 Kas Rp Pendapatan BungaRp (Mencatat bunga yang diterima dari bank) KasRp Utang Usaha Rp (Kesalahan pencatatan angka cek oleh perusahaan) Beban Adminstrasi Bank Kas (Pencatatan beban administrasi dari bank) Piutang UsahaRp Kas (cek dari konsumen yang tidak dapat diuangkan). JURNAL REKONSILIASI

65 Dalam proses audit, rekonsiliasi tidak hanya dilakukan untuk mendapatkan saldo kas yang sebenarnya harus disajikan dalam laporan keuangan. Auditor juga perlu melakukan rekonsiliasi pembuktian. Rekonsiliasi ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi perbedaan antara saldo tersebut. Rekonsiliasi pembuktian dilakukan dalam rangka audit namun tidak dilakukan dalam rangka menentukan saldo kas dalam laporan keuangan. Penjelasan

66 Kas di laporan keuangan disajikan dalam kelompok Aset Lancar diurutan paling atas, namun dalam IFRS 1 Presentation of Financial Statement meletakkan aset lancar pada bagian bawah sehingga kas diletakkan pada bagian paling bawah dalam laporan posisi keuangan. Kas dapat disajikan dalam laporan keuangan sebagai berikut: 1.Kas dan setara kas (Cah and Equivalent Cash) (contoh penyajian di entitas terdaftar di BEI) PENYAJIAN

67 2.Kas xxx Giro pada bank Indonesiaxxx Giro Pada Bank Lainxxx (Penyajian di entitas bank ) 3.Kas xxx Setara Kasxxx 4. Kasxxx Kas dibankxxx Setara Kasxxx Penyajian

68 DEFENISI : Piutang merupakan klaim suatu perusahaan pada pihak lain. PIUTANG DAN PINJAMAN YANG DIBERIKAN Perusahaan Dagang Piutang Dagang dan Piutang Lainnya Perusahaan Manufaktur Disebut Piutang Usaha Yang muncul Di lap keu disebut

69 DEFENISI : Piutang merupakan klaim suatu perusahaan pada pihak lain. PIUTANG DAN PINJAMAN YANG DIBERIKAN PERBANKAN Kredit yang disalurkan Pinjaman yang diberikan Yang muncul diLap keu disebut

70 DEFENISI : Piutang merupakan klaim suatu perusahaan pada pihak lain. PIUTANG DAN PINJAMAN YANG DIBERIKAN PERUSAHAAN PEMBIAYAAN SELAN BANK Jenis Pembiayaan Piutang Pembiayaan (konsumen), pembiayaan sewa, kartu kredit dan lain-lain Muncul dari diLap keu disebut

71 1.BERDASARKAN PERJANJIAN TERTULIS (WESEL TAGIH)/PROMISSORY NOTE/NOTES RECEIVABLE. 2.PERJANJIAN ATAU KOMITMEN TIDAK TERTULIS (FAKTUR)/INVOICE DARI TRANSAKSI PENJUALAN YANG DISEBUT PIUTANG DAGANG ATAU ACCOUNT RECEIVABLE ATAU TRADE RECEIVABLE. BENTUK KLAIM

72 DALAM PENYAJIAN DISEBUT : PIUTANG DARI PIHAK BERELASI (PSAK 7 PENGUNGKAPAN PIHAK BERELASI) DAN PIUTANG DARI PIHAK KETIGA PIUTANG DAGANG MUNCUL DARI TRANSAKSI PENDAPATAN DAN PENJUALAN YANG DILAKUKAN SECARA KREDIT. BIASANYA TIDAK BERBUNGA DAN WAKTU PELUNASAN SINGKAT TERGANTUNG KEBIJAKAN KREDIT YANG DIBERIKAN. PENYAJIAN

73 PIUTANG YANG TIDAK TERKAIT DENGAN PENJUALAN ATAU PENDAPATAN DISEBUT PIUTANG LAINNYA (NON TRADE RECEIVABLE). SEPERTI PIUTANG KARYAWAN, PERUSAHAAN AFILIASI, PEMEGANG SAHAM, PIUTANG PAJAK, PIUTANG KLAIM ASURANSI, PIUTANG BUNGA, PIUTANG DIVIDEN, PIUTANG JAMINAN PELANGGAN DAN PIUTANG JAMINAN PENGEMBALIAN BARANG DARI PELANGGAN. JUMLAHNYA TIDAK SIGNIFIKAN JIKA DIBANDINGKAN DENGAN PIUTANG DAGANG ATAU PIUTANG USAHA. PIUTANG LAINNYA

74 Kredit yang disalurkan oleh bank adalah bentuk piutang atau pinjaman yang disalurkan dan ada bunganya. Memiliki dokumen perjanjian yang lengkap yang berisi tingkat suku bunga, jangka waktu peminjaman, tata cara pelunasan dan jaminan atas kredit tersebut. KREDIT YANG DISALURKAN OLEH BANK

75 BEDA WESEL TAGIH DENGAN KREDIT : TERLETAK PADA PERJANJIANNYA. PERJANJIAN KREDIT BANK : DALAM BENTUK KONTRAK PERJANJIAN FORMAL. WESEL TAGIH : BENTUK JANJINYA DALAM SELEMBAR SURAT BERHARGA. BEDA WESEL TAGIH DENGAN KREDIT

76 Wesel tagih (promissory notes/notes receivable): Klaim perusahaan kepada pihak ketiga yang didukung janji tertulis untuk membayar sejumlah tertentu dan dalam jangka waktu tertentu. PENERBIT WESEL DISEBUT WESEL BAYAR PENERIMA WESEL DISEBUT WESEL TAGIH (KARENA MEMILIKI HAK KLAIM) UNTUK MENAGIH. Wesel tagih

77 Wesel tagih tidak bersyarat. Dibuat oleh pihak yang satu untuk pihak yang lain. Ditandatangi oleh pihak pembuatnya Untuk membayar sejumlah uang atas permintan atau tanggal yang ditetapkan dimasa yang akan datang kepada pihak yang memerintahkan atau membawanya. Karakteristik Wesel Tagih

78 Janji untuk membayar ini dituangkan dalam selembar surat berharga yang didalamnya menyebutkan: Tanggal Penerbitan Tanggal Pembayaran Jumlah Nominal Tingkat Bunga Pihak yang akan membayar Bank yang ditunjuk untuk melakukan pembayaran. Biasanya memiliki bunga WESEL TAGIH lanjutan

79 Wesel Tagih biasanya berbunga, namun ada juga yang tidak berbunga, yang tidak berbunga akan dijual dengan DISKON (lebih rendah dari nilai nominal) dan pihak penerbit akan menerima uang lebih rendah di masa yang akan datang. Diskon merupakan bentuk bunga yang diterima dimuka Wesel tagih dapat dijual oleh pemegangnya sebelum tanggal jatuh tempo. DISKON

80 TERLETAK PADA KEBERADAAN PASAR. WESEL TAGIH DAPAT DIPERJUALBELIKAN NAMUN TIDAK ADA PASAR SEPERTI HALNYA JUAL BELI OBLIGASI (PASAR MODAL). OBLIGASI BIASANYA DITERBITKAN DALAM JUMLAH BESAR DAN DIJUAL DIPASAR MODAL DAN MEMILIKI REGULASI ATAU KETENTUAN KHUSUS. WESEL TAGIH TIDAK MEMILIKI REGULASI KARENA DASARNYA LEBIH PADA PERIKATAN PERJANJIAN ANTARA PIHAK PENERBIT, PENERIMA DAN PEMBAYAR. BEDA WESEL TAGIH DENGAN OBLIGASI

81 WESEL TAGIH DAPAT DITERBITKAN GUNA: MEMBAYAR PENJUALAN MEMBAYAR PIUTANG YANG TELAH JATUH TEMPO DITERBITKAN DALAM RANGKA MEMPEROLEH PINJAMAN. GUNA WESEL TAGH

82 WESEL TAGIH DAPAT DITERIMA SETELAH TANGGAL PENERBITAN, SEHINGGA WESEL TAGIH BERBUNGA HARUS DIPERHITUNGKAN PENDAPAT BUNGA YANG HARUS DITERIMA DAN MENAMBAH KAS PIHAK YANG MENERIMA. PADA SAAT PEMBAYARAN BUNGA PIHAK PENERIMA AKAN MENERIMA PEMDAPATAN BUNGA PENUH SESUAI JANGKA WAKTU WESEL TAGIH. PENERIMAAN WESEL TAGIH

83 PT Sakura menerima wesel tagih dari PT Lili untuk melunasi piutang dagang yang telah jatuh tempo. Wesel tagih tersebut memiliki nilai nominal RP dan bunga 12 %. Wesel tersebut diterbitkan tanggal 1 Nopember 2011 dengan jangka wakti 120 hari. Bunga dan pokok akan dibayarkan pada saat jatuh tempo. Wesel tersebut akan jatuh tempo tanggal 29 Februari 2011 ILUSTRASI TRANSAKSI WESEL TAGIH

84 Wesel tersebut akan jatuh tempo tanggal 29 Februari 2011 Jangka waktu wesel tagih 120 hari diterbitkan tanggal 1 Nopember 2011 BulanJumlah HariAkumulasi waktu Nopember Desember3160 Januari3191 Februari29120 Ilustrasi wesel tagih

85 Jurnal pada saat penerbitan oleh PT Sakura: Wesel Tagih Piutang Dagang Jurnal penyesuaian untuk pengakuan bunga berjalan dari 1 Nopember hingga 31 Desember x 12% x 60/360 = Piutang Bunga Pendapatan Bunga JURNALNYA

86 Bunga dari 1 Januari sampai 29 Februari x 12% x 60/360 = Kas yang diterima adalah : Jumlah pokok wesel tagih Rp Ditambah bunga selama 120 hariRp TotalRp Jurnalnya: Kas Pendapatan Bunga Piutang Bunga Wesel Tagih JURNAL PADA SAAT PELUNASAN

87 PT Tiara menjual tanah pada PT Bintang Laut tanggal 2 Januri Penjualan ini tidak dilakukan secara tunai tetapi untuk pembayarannya PT Bintang Laut menerbitkan wesel tagih dengan nilai nominal Rp dan akan jatuh tempo 5 tahun yang akan datang. ILUSTRASI WESEL TAGIH

88 Harga pasar tanah tersebut pada tanggal penjualan pasti lebih rendah dari Rp karena nilai Rp telah memperhitungkan jangka waktu pembayaran yang akan dilakukan 5 tahun mendatang. Bunga pasar yang berlaku sebesar 10%. Nilai tanah dalam PT Tiara tercatat Rp Ilustrasi wesel tagih lanjutan.....

89 Nilai kini wesel tagih mencerminkan nilai wajar tanah tersebut pada tanggal penjualan adalah : Rp x 0,62092 (PV n=5, i = 10% tabel bunga buku Niswonger halaman A-3) = Diskon atas wesel tagih = Keuntungan penjualan tanah Rp – = Ilustrasi wesel tagih lanjutan.....

90 SAAT PENJUALAN TANAH: Wesel Tagih Tanah Diskon Keuntungan Penjualan Tanah JURNAL PENYESUAIAN UTK AMORTISASI DISKON TANGGAL 31 DESEMBER 2011: Diskon Pendapatan Bunga JURNALNYA

91 Setekah jurnal penyesuaian tersebut didiskon akan menjadi Rp = Jurnal penyesuaian tersebut dibuat setiap akhir tahun sampai tahun ke 5. pada akhir tahun ke 5 nilai diskon menjadi nol. JURNAL PADA tahun ke lima adalah : a.Jurnal amortisasi diskon dan b.Jurnal pelunasan wesel tagih.

92 SKEDUL AMORTISASI DISKON ATAS WESEL TAGIH TahunNilai Wesel Awal Amortisasi 10% Nilai Awal Nilai Wesel Akhir nilai wesel awal ditambah amortisasi Saldo diskon, saldo wal dikurangi amortisasi Pembulatan

93 WESEL TAGIH DAPAT DILUNASI SEKALIGUS ATAUPUN ANGSURAN. PEMBAYARAN DAPAT DILAKUKAN DALAM JUMLAH TERTENTU DARI NILAI POKOK DITAMBAH BUNGA. KETERANGAN

94 PT Melati menerima wesel tagih dari PT Seruni untuk melunasi penjualan mobil. Harga pokok penjualan mobil tsb Rp Wesel tagih tersebut memiliki nilai nominal Rp , bunga 12 %. Wesel tersebut diterbitkan pada tanggal 31 Desember 2011 dan jangka waktunya 12 bulan. Pokok wesel akan diangsur 12 kali masing-masing Rp ditambah dengan bunga yang dihitung dari pokok yang masih tersisa. Pembayaran dilakukan setiap akhir bulan. WESEL TAGIH DENGAN PEMBAYARAN POKOK WESEL TETAP

95 JURNAL SAAT MENERIMA WESEL TAGIH DARI PT SERUNI: Wesel Tagih Penjualan MENCATAT HARGA POKOK PENJUALAN DAN MENGURANGI NILAI PERSEDIAAN: Harga Pokok Penjualan Persediaan JURNALNYA :

96 Jurnal pada saat pembayaran angsuran pertama ditambah bunga pada 31 Januari Bunga dari 30 Desember sampai 31 Januari dihitung bulanan Rp x 12% x 1/12 = Kas Pendapatan Bunga Wesel Tagih JURNAL angsuran pertama :

97 Jurnal pada saat angsuran ke 2 ditambah bunga tanggal 29 Pebruari Bunga dari tanggal 31 Januari sampai 29 Februari dihitung bulanan x 12 % x 1/12 = Kas Pendapatan Bunga Wesel tagih JURNAL angsuran kedua:

98 Jurnal pembayaran angsuran terakhir ditambah bunga 31 Desember 2012, bunga dari tanggal 30 Nopember 2012 sampai 31 Desember x 12% x 1/12 = Kas Pendapatan Bunga Wesel Tagih JURNAL ANGSURAN TERAKHIR

99 PT Matahari menerima wesel tagih dari PT Edelweis untuk melunasi penjualan mesin sebesar Rp Harga pokok mesin tersebut Rp Wesel tersebut berbunga 12 % dan diterbitkan tanggal 31 Desember 2011 dengan jangka waktu 12 bulan. Pokok akan diangsur selama 3 kali dengan jumlah angsuran yang sama dan pembayar dilakukan setiap akhir tahun. WESEL TAGIH DENGAN PEMBAYARAN ANGSURAN TETAP

100 Nilai pokok = nilai kini Rp PVA, n=3, i = 12% adalah Rp Nilai angsuran adalah Rp : 2,40183 (PVA, n=3, i=12%) = 124,904,690. Jurnal yang dibuat oleh PT Matahari pada saat penerimaan wesel tagih dari PT Edelweis 31 Desember 2011 adalah : PERHITUNGAN JUMLAH ANGSURAN

101 Jurnal PT Matahari saat penerimaan wesel tagih: Wesel Tagih Penjualan Mencatat harga pokok penjualan dan pengurangan nilai persediaan: Harga pokok persediaan Persediaan JURNALNYA...

102  Saat pembayaran angsuran pertama (1) : Bunga dihitung sebesar Rp x 12% = Jumlah angsuran atas pokok dihitung dari jumlah angsuran dikurangi dengan bunga : – = Skedul bunga dan pengurangan pokok sbb: Jurnalnya......

103  Skedul bunga dan pengurangan pokok sbb: SKEDUL BUNGA TahunNilai awal wesel AngsuranBungaPokok Pinjaman Nilai Akhir Wesel Pembulatan

104 Kas Pendapatan Bunga Wesel Tagih JURNALNYA:

105 Jurnal saat pembayaran angsuran ke 2, 31 Des 2013: Saldo wesel pada akhir tahun ke 2 setelah pembayaran bunga adalah saldo awal dikurangi angsuran pokok tahun pertama: Rp – = Bunga dihitung sebesar Rp x 12% = Jumlah angsuran atas pokok dihitung dari jumlah angsuran dikurangi dengan bunga : – =

106 Kas Pendapatan Bunga Wesel Tagih JURNALNYA

107 Jurnal saat pembayaran angsuran ke tiga tgl 31 Desember 2014: Saldo wesel akhir tahun ke dua setelah pembayaran bunga adalah saldo awal dikurangi angsuran pokok tahun pertama: Rp – = Bunga dihitung sebesar x 12% = Jumlah angsuran atas pokok dihitung dari jumlah angsuran dikurangi dengan bunga : Rp – =

108 Kas Pendapatan Bunga Wesel Tagih JURNALNYA :

109 Transaksi wesel tagih dengan pemberian pinjaman tidak berbeda. Transaksi pemberian kredit oleh bank atau lembaga keuangan, pencatatanta tidak berbeda secara konsep dengan wesel tagih. Perbedaanya terletak pada nama perkiraan yang digunakan.

110 Utk kredit bank selain pendapatan bunga, bank terkadang harus mengeluarkan biaya administrasi atau membebankan biaya transaksi kepada nasabah yang meminjam, biaya transaksi ini harus diperhitungkan dalam menentukan suku bunga efektif.

111 Piutang diakui pada laporan keuangan jika entitas tersebut menjadi bagian dalam kontrak piutang tersebut. Dalam transaksi pengakuan piutang dikaitkan dengan pengakuan pendapatan. PSAK 55, Piutang diakui oleh entitas sebesar nilai wajar. Nilai wajar adalah harga perolehan atau nilai pertukaran antara kedua belah pihak pada tanggal transaksi. PENGAKUAN AWAL piutang

112 Piutang dagang dan piutang usaha jarang sekali menetapkan bunga. Jangka waktu waktu relatif pendek sehingga bunganya kecil dan tidak material. Misal: Penjualan terjadi tgl 1 Februari 2011, Rp , pembayaran dilakukan tgl 1 Maret Jika suku bunga 6% maka nilai kininya Rp dan jika pembayaran lebih cepat lagi maka akan mendekati Rp PENGAKUAN AWAL piutang

113 Piutang Dagang dan Piutang Usaha jangka panjang, maka harus dicatat sebesar nilai kini dari kas dimasa mendatang. Jika Piutang tidak berbunga maka akan dihitung dengan menggunakan tingkat pasar pada saat pendapatan tersebut diterima. Akibatnya: piutang tidak dicatat sebesar nilai faktur (invoice) tetapi ada diskon yang diperhitungkan. Diskon tersebut akan diamortisasi sampai piutang dilunasi. PENGAKUAN AWAL piutang Jangka Panjang

114 Referensi yang digunakan dalam menentukan tingkat bunga pasar adalah suku bunga yang berlaku untuk piutang serupa dipasar. Biasanya suku bunga Risk Free ditambah risk premium. Asumsinya: jika uang tersebut diterima, entitas dapat memperoleh return sebesar return yang diharapkan. REFERENSI MENENTUKAN BUNGA PASAR

115 Untuk piutang yang memiliki nilai wajar seperti wesel tagih, entitas dapat menggunakan nilai wajar pada saat pengukuran awal dan menggunakan pengukuran secara konsisten menggunakan nilai wajar. namun jika tidak menggunakan nilai wajar saat pengakuan awal maka pada saat pengakuan selanjutnya tidak boleh menggunakan nilai wajar. REFERENSI MENENTUKAN BUNGA PASAR

116 Keuntungan/kerugian akibat perubahan nilai wajar piutang disajikan dalam laporan laba rugi. Perubahan nilai wajar tersebut mencerminkan tingkat bunga yang sebenarnya belum tercatat sehingga dilaporkan dalam laba rugi. REFERENSI MENENTUKAN BUNGA PASAR

117 BIAYA TRANSAKSI

118 BIAYA TRANSAKSI...

119 Bank ABC memberikan pinjaman kepada PT Mawar Rp dengan tingkat bunga 8%. Bunga dibayar setiap akhir tahun sebesar bunga dikali saldo kredit dalam kontrak. Kredit tersebut dilunasi seluruhnya pada akhir tahun kelima. Biaya Adminstrasi pinjaman PT Mawar Rp

120 Biaya adm tersebut mengurangi pinjaman yang diterima oleh PT Mawar. Karena biaya transaksi mengurangi pinjaman yang diterima maka: Rp = Biaya transaksi akan mempengaruhi tingkat suku bunga efektif yang akan digunakan Bank ABC untuk mengakui bunga.

121 Tingkat suku bunga efektif akan menjadi lebih besar, karena nilai uang yang diberikan lebih kecil, padahal perusahaan tetap akan memperoleh pembayaran bunga 8% dari nominal pinjaman Rp Tingkat suku bunga efektif dihitung sebesar 9%.

122 Oleh Bank ABC saat Pemberian Pinjaman : Pinjaman yang diberikan Kas (Sebagai alternatif pinjaman dapat dicatat Rp di kurangi diskon Rp ) Pinjaman yang diberikan Diskon Kas Jurnalnya :

123 Jurnal Pembayaran Bunga akhir tahun pertama dan amortisasi biaya transaksi: Kas Pinjaman yang diberikan Pendapatan Bunga ( , adalah pendapatan bunga dari bunga efektif 9% dikalikan saldo pinjaman ). Amortisasi merupakan selisih antara pendapatan bunga dengan kas yang diterima yaitu – = Jika dicatat diskon secara terpisah, debit pinjaman yang diberikan dapat diganti dengan diskon. Jurnalnya

124 Skedul / Tabel pembayaran bunga amortisasi dengan suku bunga efektif ThNilai Awal Pinjaman Angsuran BungaBungaPokok Pinjaman Nilai Akhir pinjaman Pembulatan Pelunasan

125  Bank ABC memberi pinjaman pada PT Kantil Rp  Tingkat Bunga sebesar 20 % dibayar tiap akhir tahun.  Pinjaman diangsur tiap tahun Rp  Penghitungan bunga berdasar saldo kredit yang belum dibayar.  Biaya langsung pemberian pinjaman Rp dibayar tunai oleh Bank ABC.  PT Kantil menerima kredit tanpa dipotong biaya Administrasi. ILUSTRASI BIAYA TRANSAKSI BIAYA MENAMBAH PINJAMAN YANG DIBERIKAN

126  Biaya transaksi akan menambah nilai perolehan pinjaman.  Karena hal itu maka biaya pokok kredit meningkat menjadi  Biaya transaksi akan mempengaruhi tingkat bunga efektif yang akan digunakan Bank ABC untuk mengakui bunga.  Tingkat suku bunga efektif akan menjadi lebih kecil karena pinjaman yang diberikan lebih besar.  Perusahaan tetap memperoleh pembayaran bnga 10% dari nominal pinjaman Rp  Tingkat bunga efektif dihitung 9 %. ILUSTRASI BIAYA TRANSAKSI BIAYA MENAMBAH PINJAMAN YANG DIBERIKAN

127 Jurnal saat pemberian pinjaman: Pinjaman yang diberikan Kas Jurnal untuk mencatat biaya yang dikeluarkan (asumsi dibayar tunai): Pinjaman yang diberikan Kas Kedua pinjaman tesebut membuat pinjaman meningkat jadi Rp JURNALNYA :

128 Jurnal pembayaran bunga akhir tahun pertama, pembayran bunga dan angsuran pertama: Kas Pinjaman yang diberikan Pendapatan Bunga (Rp adalah pendapatan bunga yang dihitung dari bunga efektif 9% dikalikan saldo pinjaman Rp Kas sebesar Angsuran Rp ditambah dengan bunga yang dihitung berdasar nominal utang dan tingkat suku bunga kontrak Rp x 10%. Pengurangan pinjaman merupakan selisih antara kas yang diterima dengan pendapatan bunga yang dihitung). JURNALNYA:

129  Jurnal pembayran bunga akhir tahun ke2, pembayaran bunga dan angsuran ke 2 Kas Pinjaman yg diberikan Pendapatan Bunga  Jurnal pembayaran bunga akhir tahun ke empat, pembayaran bunga dan pelunasan Kas Pinjaman yang diberikan Pendapatan Bunga

130 Jurnal pembayaran bunga akhir tahun ke empat, pembayaran bunga dan pelunasan : Kas Pinjaman yang diberikan Pendapatan Bunga9.082,578

131 1.Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir. 2.Entitas mentransm fer aset keuangan yang memenuhi kriteria penghentian pengakuan. ENTITAS DAPAT MENGHENTIKAN PENGAKUAN KEUANGAN JIKA :

132 Aset yang tidak berwujud. Nilai dari aset ini tergantung dari nilai arus kas/uang yang akan kita terima dimasa yang akan datang ASET KEUANGAN

133 a.Pinjaman / kredit yang diberikan oleh bank pada perusahaan atau perorangan b.ORI (Obligasi Ritel Republik Indonesia) oleh Bank Indonesia CONTOH ASET KEUANGAN

134 c. Obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan d. Saham biasa yang diterbitkan oleh PT Telkom e. Saham Preferen CONTOH ASET KEUANGAN


Download ppt "Pertemuan 12. KAS DAN PIUTANG ADALAH ASET KEUANGAN DAN DISEBUT INSTRUMEN KEUANGAN ATAU LIABILITAS KEUANGAN INSTRUMEN KEUANGAN INSTRUMEN KEUANGAN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google