Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

11 ASEAN – AUS–NZ FTA: Latar Belakang dan Manfaat Kementerian Perdagangan Pebruari 2010 Oleh: Gusmardi Bustami Dirjen Kerjasama Perdagangan Internasional.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "11 ASEAN – AUS–NZ FTA: Latar Belakang dan Manfaat Kementerian Perdagangan Pebruari 2010 Oleh: Gusmardi Bustami Dirjen Kerjasama Perdagangan Internasional."— Transcript presentasi:

1 11 ASEAN – AUS–NZ FTA: Latar Belakang dan Manfaat Kementerian Perdagangan Pebruari 2010 Oleh: Gusmardi Bustami Dirjen Kerjasama Perdagangan Internasional

2 22 Landasan  Economic Benefits Study dilaksanakan pada tahun 1997  Joint Declaration of the Leaders of ASEAN-Australia and New Zealand Commemorative Summit pada tanggal 30 November 2004 di Vientiane, Laos yang memuat Guiding Principles for Negotiation on ASEAN-Australia and New Zealand Free Trade Area (FTA)  Negosiasi ASEAN-Australia New Zealand Free Trade Area (AANZFTA) dimulai pada awal tahun 2005 dan ditargetkan selesai dalam 2 tahun. Setelah melalui 15 putaran perundingan, Persetujuan ASEAN-Australia New Zealand Free Trade Area diselesaikan pada bulan Agustus 2008 dan ditandatangani oleh Para Menteri Ekonomi ASEAN, Australia dan New Zealand pada tanggal 27 Pebruari 2009 di Hua Hin, Thailand  Persetujuan terdiri dari 18 Bab, 212 Pasal dan 4 Lampiran, yang mencakup: Perdagangan Barang, Jasa, Investasi, ROO, Customs, SPS, TBT, Safeguard, Hak Kekayaan Intelektual, Kebijakan Persaingan, MNP, Kerjasama Ekonomi, DSM, E-commerce; mencapai ±5.000 halaman.

3 33 Tinjauan Umum AANZ-FTA merupakan FTA pertama bersifat komprehensif dan dirundingkan dengan pendekatan single undertaking untuk mencapai a balance package Manfaat FTA ini tidak dapat diperbandingkan dengan FTA bilateral. AANZ-FTA mencakup komitmen liberalisasi tarip regional yang dilengkapi dengan a regional Rule of Origin yang memungkinkan dikembangkannya basis produksi regional di kawasan AANZ-FTA membantu INA dan negara ASEAN lainnya berkompetisi secara lebih fair di pasar AUS dan NZ pada saat AUS menyelesaikan perundingan FTA bilateral dengan China dan NZ telah memiliki FTA bilateral dengan China sejak April 2008 AANZ-FTA perlu dilihat sebagai sebuah paket perjanjian komprehensif, menawarkan tidak saja tantangan di sektor tertentu, tetapi juga manfaatnya secara lintas sektoral dan peluang kerjasama bilateral yang dirintis selama perundingan yang mencakup sektor-sektor yang sensitif bagi Indonesia

4 4 PERDAGANGAN BARANG

5 5

6 6 Perdagangan Indonesia - Australia Komoditi Impor utama Indonesia dari Australia pada tahun 2008 antara lain: Wheat for human consumption (782,4 million US$); Live bovine animal (390,4 million US$); Aluminium Oxide (202,7 million US$); unwrought aluminium (201,3 million US$); ferrous waste and scrap (170,2 million US$); refined copper and copper alloy (143,32 million US$); cotton (93 million US$); milk & cream (90 million US$); semi-finished product of iron (85 million US$); wheat or meslin flour (85 million US$) Komoditi Ekspor utama Indonesia ke Australia pada tahun 2008 antara lain: Crude Petroleum Oil (2 bio US$); Golds unwrought or semi-manuf form (320,3 mio US$); flat rolled product of iron (140,3 mio US$); uncoated paper (79 mio US$); wood continously shaped edges (76 mio US$); insulated wire/cable (55 mio US$); Other furniture and parts (50 mio US$); cocoa butter, fat and oil (42 mio US$); TV receivers (40 mio US$); tubes, pipes, and hollow profiles of iron and steels (38 mio US$) Sumber: trademap, diolah

7 7

8 8 Perdagangan Indonesia – New Zealand Komoditi Impor utama Indonesia dari New Zealand pada tahun 2008 antara lain: Milk and cream (179,6 Mio US$); ferous waste and scrap (82,6 Mio US$); food preparation, nes (60,4 Mio US$); Meat of bovine animals, frozen (53,2 Mio US$); Animal feed preparations (49 Mio US$); Chemical wood pulp, soda, or sulphate (33 Mio US$); Edible offal of red meat (30 Mio US$); Cheese and curd (26 Mio US$); Casein (21 Mio US$); Butter and other fats and oil from milk (20 Mio US$); Komoditi Ekspor utama Indonesia ke New Zealand pada tahun 2008 antara lain: Crude Petroleum Oil (250,3 Mio US$); Oil-cake and other solid residues of palm nuts or kernels (70 Mio US$); Coal; briquettes, ovoids & similar solid fuels manufactured from coal (18 Mio US$); Paper (12 Mio US$); TV receivers (10,2 Mio US$); Electric transformer (10 Mio US$); New pneumatic tires of rubber (7,6 Mio US$); Float glass&surf grd polishes glass in sheet (7,6 Mio US$); Other furniture and parts ( 6,6 Mio US$); Wood (6,4 Mio US$); Sumber: Trademap, diolah

9 99 Komitmen Australia – Barang Category # Tariff Lines % Tariff Lines Import from INA (2005) (US$ 000)* % Import from INA Normal Track (NT)5, ,596, Elimination on Date of EIF* 4, ,461, Elimination by , Sensitive Track (ST) , Elimination by , Elimination by 2015 or later , Total Elimination (NT+ST)6, ,647, *Australian Statistics * Entry into force

10 10 Komitmen New Zealand - Barang Category # Tariff Lines % Tariff Lines Import from INA (2005) (US$)* % Import from INA NORMAL TRACK6, ,898, Entry to Force5, ,250, Elimination by Elimination by ,842, SENSITIVE TRACK Specific Rates (TPT, ballpoint) TOTAL 7, ,786, *New Zealand’s Statistics

11 11 Komitmen Indonesia - Barang Category # Tariff Lines % Tariff Lines Import from AUS (US$ 000)% Import from NZ (US$ 000)% Normal Track (NT) ,184, , NT1 ( ) ,168, , NT2 (2015) , Sensitive Track , , ST1 ( ) , , Elimination , End Tariff % ST , , Elimination (2020) , , Tariff Capping at 50% MOP 25%20.023, MOP 50% , Exclusion , , Elimination (NT1+2,ST1, ST2 Elimination) ,390, , Total11, ,495, ,984100

12 12 Manfaat bagi Indonesia Dari Australia: ●92.98% ekspor INA ke AUS (US$ 2,4 billion) akan menikmati bea masuk 0% mulai saat Entry Into Force (Oktober 2009) ●98.10% of ekspor INA ke AUS (US$ 2,6 billion) akan menikmati bea masuk 0% mulai tahun 2010 ●100% ekspor INA ke AUS termasuk Textile & Apparel and Footwear senilai US$ 51 million akan menikmati bea masuk 0% mulai tahun 2020 ●Khusus untuk Textile & Apparel yang saat ini memilik bea masuk antara %, AUS merespon permintaan INA dengan mempercepat penurunan bea masuknya dari 2012 ke dan dari 2020 ke 2009/2010/2015

13 13 Dari New Zealand ●78.79% ekspor INA ke NZ (US$ 325 million) akan menikmati bea masuk 0% pada saat Entry Into Force (2009) ●79.95% ekspor INA ke NZ (US$ 330 million) akan menikmati bea masuk 0% mulai 2010 ●81.12% ekspor INA ke NZ (US$ 335 million) akan menikmati bea masuk 0% mulai 2012 ●Bea masuk untuk 263 produk Textile & Apparel yang merupakan kepentingan ekspor INA (saat ini dikenakan bea masuk antara % di NZ) akan dihapuskan lebih cepat yakni dari 2020 ke 2017, sementara 19 produk lainnya pada 2018 Manfaat bagi Indonesia

14 14 Usulan Indonesia untuk Proyek Kerjasama Ekonomi dalam AANZFTA 1.The Scorecard System for Implementation of AANZFTA (BAPPENAS, menjadi usulan ASEAN) 2.Capacity Building on Food Safety Certification for Dairy and Meat Industries (KEMPRIND); 3.Capacity Building on Standards for Forest Products (KEMHUT); 4.Capacity Building for Pest and Disease Diagnostic Networking between ASEAN and Australia (KEMTAN) 5.Setting up the Indonesian Pulp and Paper Personnel Certification Body (KEMPRIND); 6.MRA among Textile Testing Laboratories in ASEAN Countries (KEMRIND) 7.Development of Traceability System on Fruit Development (KEMPRIND) 8.Utilization of Oil Palm Empty Fruit Bunches (OEFB) for Indonesia/ASEAN Member Countries Wood Pulp Substitute (KEMRIND); 9.Technical Assistance to Small and Medium Enterprises (SME’s) in the Indonesian Fisheries Sector (KEM-KP) Catatan: Penentuan prioritas proposals dari semua negara akan dirundingkan setelah penandatanganan AANZ- FTA

15 15 Manfaat Tambahan dari Australia (dibahas dan dilaksanakan secara bilateral) ●Membentuk Task Force on Agribusiness Investment yang akan melakukan scoping study untuk capacity building di sektor peternakan sapi dan susu ●Sebagai tambahan, AUS sepakat untuk membahas lebih lanjut usulan INA untuk:  Kemudahan Visa Kerja untuk beberapa profesi  Program capacity building untuk industri automotive  Sertifikasi produk makanan  Pelatihan dan sertifikasi untuk tenaga pengelas (welders)  Penyediaan selama 2 tahun pelatih Bahasa Inggris pada 17 sekolah kejuruan dan perguruan tinggi industri

16 16 ●Working Holiday Scheme untuk 100 pekerja ●Non-labor market access quota untuk 100 juru-masak ●Non-labor market-tested quota untuk 20 tenaga pemotong hewan halal ●Non-labor market-tested quota untuk 20 tenaga asisten guru Bahasa Indonesia ●Pelaksanaan scooping study untuk mengembangkan program kerja capacity building dengan perhatian khusus pada sektor peternakan sapi dan susu ●Selain itu, NZ juga menawarkan:  Penunjukkan DEPTAN sebagai “priority agency” untuk mendapatkan beasiswa S2  Pelatihan Bahasa Inggris, dikombinasikan dengan program pelatihan pengembangan kebijakan perdagangan  Pendanaan melalui NZAID Government Agencies Fund untuk proyek di sektor peternakan sapi dan susu, termasuk dukungan pengembangan veterinary atau farm extension di desa  Pengembangan hubungan “agency-to-agency” untuk meningkatkan kapasitas dan pertukaran informasi  Kerjasama ketahanan pangan dan proses penjaminan mutu  Kemungkinan peningkatan kontribusi melalui Bank Dunia untuk membantu UKM di Indonesia Timur Catatan: NZ memerlukan MOU di bidang tenaga kerja dan lingkungan hidup dengan INA sebagai instrumen domestik agar dapat merealisasikan tawarannya khususnya terkait penyerapan tenaga kerja Manfaat Tambahan dari New Zealand (dibahas dan dilaksanakan secara bilateral)

17 17 Komitmen INA di Sektor Sensitif: Beef & Dairy #HS CodeDescriptionsTariff Rate 05 Import from NZ (US$; 2005) Import from AUS (US$; 2005) Commitment Meat, of bovine animals, boneless cuts, fresh or chilled-Boneless 5%85,0051, % by Meat, of bovine animals, boneless cuts, frozen-Boneless 5%23,118,26116,727,2100% by Offal, edible, of bovine animals, livers, frozen –Livers 5%478,4871,293,6700% by Offal, edible; of bovine animals (other than tongues and livers), frozen –Other 5%7,744,97410,646,3570% by Fresh milk –Of a fat content, by weight, exceeding 6% 5%1,116,899649,2240% by Milk powder ---Not containing added sugar or other 5%28,599,84628,957,7910% by Milk powder ---In other form 5%21,320,1841,6440% by Milk powder ---In powder form 5%123,81836,696,0870% by Milk powder –Other 5%1,861,9811,226,2760% by Dairy produce; ---Whey 5%710,2199,456,1410% by Dairy produce; fats and oils derived from milk (other than butter or dairy spreads) –Other 5%1,554,3811,055,9460% by Frozen French Fries 5%2,875,491458,6710% by 2017 Total of the 12 tariff lines 89,589,546108,859,901

18 18 Komitmen INA di Sektor Sensitif: Automotive Category# Tariff Lines% Elimination 2008/2009 (EIF) Elimination Elimination Elimination Elimination Elimination Elimination Elimination Elimination Elimination ST-1 Non-Elimination30.2 ST-2 (MOP 25-50% or Standstill) Total Auto Tariff Lines1, MOP = Margin of Preference, where tariffs are cut by a percentage point (e.i., by 25 or 50%)

19 19 Contoh Produk Ekspor Indonesia yang akan Menikmati Tarip 0% di Australia Binatang hidup, daging, ikan, udang, susu, mentega, keju, telur, sayuran, buah-buahan (0-5%, $1.220/kg) Produk pertanian: kopi, teh, rempah, gandum, biji-bijian berminyak, bahan nabati, (0-5%) Daging dan ikan olahan (0-5%) Agro dan Kimia (0-5%) Barang-barang farmasi (0-5%) Karet dan produk karet (0-10%) Kulit, produk kulit, kayu, kertas (0-5%) Textiles: sutra, wool, (0-10%) Elektronik (0-10%) Otomotif (0-10%, and $ ea) Furniture (0-10%) Aneka: karya seni, berbagai barang buatan pabrik (0-5%) Makanan olahan, bahan bakar mineral, bahan kimia organik (4-5%) Bahan samak dan celup, sabun dan pembersih, produk kimia, plastik dan barang plastik (5%) Karet dan produk karet, kayu dan produk kayu, kertas (5%-7.5%) Furniture (5-7.5%) Besi dan baja (5%) Tekstil dan produk tekstil: (5-17.5%) Barang dari kulit (17.5%) Footwear (10%)

20 Binatang hidup dan buah-buahan (0- 6.5%) Produk pertanian: kopi, teh, cereal, rempah, bijih berminyak dan berbagai gandum, tanaman industri dan obat, sayuran (0-6.5%) Ikan (0-7%) Karet dan produk karet (0-11.5%) Kayu dan Produk Kayu (0-7%) Textile fabrics, lace, embroidery, knitted or crocheted fabrics (0-17.5%) Keramik dan kaca (0-17.5%) Besi dan baja (0-17.5%) Elektronik (0-10%) Otomotif (0-10%) Karya seni dan berbagai barang buatan pabrik (0-7%) Industri agro dan kimia (5-7%) Daging dan ikan olahan, olahan dari tepung (6.5-7%) Bahan samak dan celup, perekat, enzim (5-7%) Kayu dan produk kayu (5-7%) Tekstil dan Produk Tekstil (5-17.5%) Besi dan baja (5-7%) Elektronik (5-17.5%) Keramik dan kaca (6-10%) Kapal dan benda mengapung (6%) Otomotif ( %) Furniture (6.5-7%) Karet dan Produk Karet (17.5%) Contoh Produk Ekspor Indonesia yang akan Menikmati Tarip 0% di New Zealand

21 (base rate 0%) 2010 (base rate 0-5%) 2011 (base rate 10%) Binatang hidup dan buah-buahan Kopi, teh dan rempah-rempah Gandum-ganduman,hasil penggilingan Biji-bijian berminyak, serta lak, getah dan damar Ampas/sisa industri makanan Industri agro dan kimia Produk industri farmasi Pupuk; berbagai produk kimia Sari bahan samak dan celup, sabun dan prepara pembersih, perekat enzim Barang-barang fotografi atau sinemagrafi Beberapa Plastik dan barang dari plastik beberapa Karet dan barang dari karet jangat dan kulit merah, kayu, barang dari kayu bubur kayu/pulp kertas /karton; buku/barang cetakan Sutera; textile dan produk textile produk keramik kaca dan barang dari kaca; lensa dan optic besi dan baja Mesin Elektronik Otomotif dan parts pesawat udara; kapal, dan parts furniture (HS.9405) Karya seni dan berbagai barang buatan pabrik Binatang hidup dan buah-buahan Kopi, teh, dan rempah Gandum-ganduman dan hasil penggilingan Biji-bijian berminyak, serta lak, getah dan damar Bahan nabati, lemak dan minyak hewan nabati Daging dan ikan olahan Gula dan kembang gula; kakao/coklat olahan dari tepung, buah-buahan/sayuran, dan berbagai makanan olahan industri agro dan kimia; berbagai produk kimia Tembakau; produk industri farmasi; pupuk Sari bahan samak dan celup, sabun dan prepara pembersih, perekat enzim Barang-barang fotografi atau sinemagrafi Plastik dan barang dari plastik Karet dan barang dari karet Jangat dan Kulit Merah, Produk dari Kulit, serta Kulit berbulu Kayu serta produk dari kayu; Gabus dan barang dari gabus Kertas/karton; buku/barang cetakan Sutera; textile dan produk textile produk keramik; kaca dan barang dari kaca besi dan baja; mesin; elektronik; otomotif dan parts Kapal lensa dan optic Karya seni dan berbagai barang buatan pabrik Industri agro dan kimia Produk industri farmasi Contoh Produk Ekspor Australia-New Zealand yang akan Menikmati Tarip 0% di Indonesia

22 (base rate %) 2013 (base rate 15%) 2014 (base rate 20%) 2015 (base rate 15-80%) Pohon hidup dan bunga potong Lemak dan minyak hewan nabati Industri agro dan kimia Sari bahan samak dan celup Minyak atsiri, kosmetik wangi- wangian Sabun dan prepara pembersih Barang fotografi/sinematografi Berbagai produk kimia Plastic dan barang dari plastic Karet dan barang dari karet Barang dari kulit Kulit berbulu Kayu, barang dari kayu Jerami/bahan anyaman Sutera Textile dan produk textile Alas kaki Batu-batuan, plester, semen, asbestos, mica dan bahan sejenis Batuan berharga Besi dan baja Mesin-mesin Elektronik Otomotif Lensa dan optic Instrument musik dan asesoris Furniture Karya seni dan berbagai barang buatan pabrik Ikan dan udang Garam, belerang, kapur Sari bahan samak dan celup Sabun dan prepara pembersih Berbagai produk kimia Plastic dan barang dari plastic Karet dan barang dari karet Barang-barang dari kulit Bubur kayu/pulp Buku dan barang cetakan Textile dan produk textile Alas kaki Batu-batuan, plester, semen, asbestos, mica dan bahan sejenis Keramik Batuan berharga Besi dan baja Mesin Elektronik Otomotif Furniture Karya seni dan berbagai barang buatan pabrik Pohon hidup dan bunga potong Plastic dan barang dari plastic Karet dan barang dari karet Produk keramik Kaca Bagian dari Besi dan baja Otomotif Plastik dan barang dari plastik Keramik dan produk keramik Besi dan baja Aluminium Produk berbahan dasar metal Mesin Otomotif Karya seni dan berbagai barang buatan pabrik Contoh Produk Ekspor Australia-New Zealand yang akan Menikmati Tarip 0% di Indonesia

23 23 Contoh Komitmen INA HS CodeDescriptionMFN 2005 Category AANZFTA HS Table Salt10%- Sensitive Track menjadi 8% menjadi 5% HS Pure Salt0%-Normal Track -EIF 0% HS Other Salt, in package of 50 kg or more 0%-Normal Track -EIF 0% HS Wheat Flour5%- Sensitive Track menjadi 4% menjadi 0% HS Durum Wheat0%-Normal Track -EIF 0%

24 24 PERDAGANGAN JASA

25 25 Tinjauan Umum - Jasa 1.Memberikan kepastian dan transparansi bagi penyedia jasa. 2.Komitmen market akses yang lebih baik di berbagai sektor jasa. Peningkatan komitmen di beberapa sektor jasa lebih dari komitmen di tingkat WTO-DDA. 3.Adanyanya kebijakan Review untuk meningkatkan komitmen di bidang jasa. 4.Terdapat Annex terpisah untuk Financial Services dan Telekomunikasi. Sektor Telekomunikasi para pihak mempertahankan: safeguards terhadap tindakan anti- competitive penyedia jasa di kawasan, transparansi prosedur perizinan, mengizinkan pemindahan lokasi peralatan untuk interconnection. 5.Terkait dengan Movement Natural Person (MNP), menyediakan framework untuk membuat komitmen temporary business entry bagi semua sektor jasa.

26 26 Komitmen Indonesia - Jasa 1.Business Services 2.Communication Services 3.Construction And Related Engineering Services 4.Educational Services 5.Financial Services : Insurance Brokerage Services, Reinsurance Brokerage Services, Financial Lease Services, Factoring Services 6.Environmental Services 7.Health-related And Social Services 8.Tourism And Travel Related Services 9.Recreational, Cultural And Sporting Services 10.Transportation Services 11.Energy Services

27 27 Komitmen Australia - Jasa 1. Business Services 2. Communication Services 3. Construction And Related Engineering Services 4. Distribution Services 5. Educational Services 6. Environmental Services 7. Health-related And Social Services 8. Tourism And Travel Related Services 9. Recreational, Cultural And Sporting Services 10. Transport Services

28 28 Komitmen New Zealand - Jasa 1. Business Services 2. Communication Services 3. Construction And Related Engineering Services 4. Distribution Services 5. Education Services 6. Environmental Services 7. Financial Services Mode 1 & 2 Sektor Financial Services Tidak Dibuka, Mode 3 Terbuka untuk Jasa Asuransi Jiwa 8. Tourism And Travel Related Services 9. Transport Services

29 29 Movement of Natural Person No.MNPIndonesiaAustraliaNew Zealand 1Intra-Corporate Transferees Executives and senior managers ijin masuk dan tinggal: s.d.6 thn Jangka waktu masuk pertama kali s.d. 4 thn dengan ketentuan perpanjangan maksimum tinggal 14 thn jangka waktu tinggal: max 3 thn dengan minimal masa kerja 1 thn. SpecialistsJangka waktu untuk masuk: 2 thn, denga n ketentuan suatu perpanjangan jangka waktu tinggal: max 3 thn. 2.Independent ExecutivesJangka waktu untuk masuk: maksimum 2 thn Jangka waktu untuk tinggal: max 12 bln 3.Business Visitors Service sellersJangka waktu masuk pertamakali s.d. 6 bln dan maksimal 12 bln Business visitorsJangka waktu masuk & tinggal sementara: 60 hari, memungkinkan diperpanjang max 120 hari Jangka waktu untuk masuk: max 3 bln Jangka waktu untuk tinggal: tidak melebihi 3 bln pada setiap tahunnya. 4.Contractual Service Suppliers Jangka waktu untuk masuk: 12 bln, dengan ketentuan suatu perpanjangan 5.SpousesJangka waktu untuk masuk dan tinggal untuk temporary entrant.

30 30 INVESTASI

31 31 INVESTASI AUSTRALIA DAN NEW ZEALAND DI INDONESIA Nilai investasi Australia berdasarkan persetujuan kumulatif (cumulative approvals) dalam periode 1 Januari 1990 s.d. 31 Oktober 2009 adalah sebesar US$ 1,4 milyar yang terdiri dari 317 proyek pada sektor-sektor pertambangan; elektrik, gas dan air; konstruksi; pengangkutan, gudang dan komunikasi; tenaga kerja yang diserap oleh investasi tersebut adalah orang. Australia berada di peringkat ke- 12 untuk investasi di Indonesia dengan jumlah proyek 19. Nilai investasi New Zealand dari tanggal 1 Januari 1990 sampai dengan 31 Oktober 2009 adalah US$ US$12,6 juta dengan jumlah proyek 18.

32 32 1.AANZ-FTA memberikan tranparansi dan kepastian iklim investasi bagi investor ASEAN, Australia dan New Zealand. 2.Perlindungan investasi bagi investasi jasa dan non-jasa untuk post-establishment yang mencakup: (i) perlakuan adil dan setara, (ii) non-diskriminasi, (iii) bebas mentransfer dana, dan (iv) kepastian kompensasi. 3.Apabila terjadi sengketa dapat mengajukan kepada Badan Arbitrasi Internasional atau investor-state dispute settlement. 4.Direncanakan pembahasan Jadwal Market Akses yang mencakup pre-establishment akan diberlakukan 5 tahun setelah EIF AANZFTA. 5.Persetujuan Proteksi dan Promosi Investasi Bilateral masing-masing pihak masih berlaku sebagai functioning agreement. INVESTMENT CHAPTER

33 33 Terima Kasih


Download ppt "11 ASEAN – AUS–NZ FTA: Latar Belakang dan Manfaat Kementerian Perdagangan Pebruari 2010 Oleh: Gusmardi Bustami Dirjen Kerjasama Perdagangan Internasional."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google