Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Genetika Populasi Milda ernita. Genetika Populasi Genetika populasi: mempelajari tindak tanduk gen dalam masyarakat/populasi Populasi Mendel: Suatu kelompok.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Genetika Populasi Milda ernita. Genetika Populasi Genetika populasi: mempelajari tindak tanduk gen dalam masyarakat/populasi Populasi Mendel: Suatu kelompok."— Transcript presentasi:

1 Genetika Populasi Milda ernita

2 Genetika Populasi Genetika populasi: mempelajari tindak tanduk gen dalam masyarakat/populasi Populasi Mendel: Suatu kelompok organisme berproduksi secara seksual dengan derajat hubungan keluarga relatif dekat dimana terjadi antar perkawinan atau inbreeding (sekelompok individu yang dapat kawin sesamanya) Populasi Mendel: Suatu kelompok organisme berproduksi secara seksual dengan derajat hubungan keluarga relatif dekat dimana terjadi antar perkawinan atau inbreeding (sekelompok individu yang dapat kawin sesamanya) Populasi --- ada beberapa hal penting : Populasi --- ada beberapa hal penting : 1. Frekuensi gen : proporsi alel-alel suatu gen dalam populasi. 2. Gene pool : jumlah gen dalam gamet-gamet dari suatu populasi populasi 3. Frekuensi genotip : proporsi gen dalam populasi 4. Frekuensi fenotip : proporsi fenotip dalam populasi

3 Genetika Populasi Beberapa persoalan yang perlu diketahui dalam mempelajari genetika populasi 1. Mengapa sifat dominan tidak meningkat pada suatu populasi dengan mengorbankan sifat resesif. dengan mengorbankan sifat resesif. 2. Setelah mengetahui timbulnya penyakit, bagaimana kita dapat memperkirakan frekuensi penyebar dan kecepatan mutasi gen yang relevan. 3. Bagaimana suatu penyakit genetik yang khusus bisa lebih umum pada suatu populasi/komunitas dibandingkan dengan yang lainnya.

4 Genetika Populasi Sepasang alel A dan a, p = % alel alel A dalam pusat (gen pool), dan q = % alel-alel a pada pusat gen. Frekuensi perkawinan Frekuensi perkawinan Frekuensi genotip Pria WanitapAqa pAp2AApqAa qapqAaq2aa

5 Genetika Populasi % gamet-gamet A dan a harus 100 % untuk memperhitungkan semua gamet dalam pusat gen. Frekuensi genotip (zigotik) yang diharapkan pada generasi berikutnya perhatikan ringkasan dibawah ini: (p+q)2 = p2 + 2pq + q2 = 1 % gamet-gamet A dan a harus 100 % untuk memperhitungkan semua gamet dalam pusat gen. Frekuensi genotip (zigotik) yang diharapkan pada generasi berikutnya perhatikan ringkasan dibawah ini: (p+q)2 = p2 + 2pq + q2 = 1 AA Aa aa AA Aa aa p2 = fraksi generasi berikutnya diharapkan homozigot p2 = fraksi generasi berikutnya diharapkan homozigot dominan AA dominan AA 2pq = fraksi yang diharapkan heterozigot Aa 2pq = fraksi yang diharapkan heterozigot Aa q2 = fraksi yang diharapkan resesif aa q2 = fraksi yang diharapkan resesif aa Semua fraksi ini harus menjadi satu unit untuk memper hitungkan semua genotip dalam populasi keturunan Semua fraksi ini harus menjadi satu unit untuk memper hitungkan semua genotip dalam populasi keturunan

6 Genetika Populasi Rumus p2 + 2pq + q2 = 1, mengekspresikan genotip dari keturunan fraksi gamet (alel) dari pusat parental disebut hukum HARDY – WEINBERG Rumus p2 + 2pq + q2 = 1, mengekspresikan genotip dari keturunan fraksi gamet (alel) dari pusat parental disebut hukum HARDY – WEINBERG Jika suatu populasi sesuai dengan kondisi yang menjadi dasar dari rumus ini, maka tidak akan ada perubahan dalam frekuensi gamet Jika suatu populasi sesuai dengan kondisi yang menjadi dasar dari rumus ini, maka tidak akan ada perubahan dalam frekuensi gamet atau zigot dari generasi ke generasi. atau zigot dari generasi ke generasi. Beberapa asumsi yang mendasari prolehan keseimbangan genetik seperti diekspresikan dalam persamaan HARDY-WEINBERG adalah sbb: Beberapa asumsi yang mendasari prolehan keseimbangan genetik seperti diekspresikan dalam persamaan HARDY-WEINBERG adalah sbb:

7 Genetika Populasi Asumsi keseimbangan HARDY-WEINBERG : 1. Populasi tidak terbatas besarnya 2. Melakukan perkawinan acak 3. Tidak terdapat seleksi, yaitu setiap genotip yang dipersoalkan dapat bertahan hidup sama seperti yang lainnya 4. Populasi itu tertutup, yaitu tidak ada imigrasi dan emigrasi 5. Tidak ada mutasi dari satu keadaan alel kepada yang lainnya 6. Meiosis normal, peluang yang menjadi faktor operatif ada pada gametogenesis.

8 Genetika Populasi Frekuensi perkawinan dari populasi yang dapat mengecap rasa pahit PTC (phenylthiocarbamide) dengan yang tidak dapat mengecap rasa PTC, TT & Tt -PTC +, tt PTC - Frekuensi perkawinan dari populasi yang dapat mengecap rasa pahit PTC (phenylthiocarbamide) dengan yang tidak dapat mengecap rasa PTC, TT & Tt -PTC +, tt PTC - Pria Pria Frek.TTp2Tt2pqttq2 TTp2 p4 p42p3qp2q2 Tt2pq2p3q4p2q22pq3 ttq2p2q22pq3q4

9 Genetika Populasi dengan Frekuensi bentuk perkawinan & keturunan untuk suatu populasi pada Keseimbangan HARDY-WEINBERG genotip kedua orang tua dalam proporsi p2:2pq:q2 Bentuk Perkawinan Keturunan Bentuk Perkawinan Keturunan_____________________________________________________ Mother Father Frekuensi AA Aa aa AA AA p2 x p2 = p4 1(p4) AA Aa p2 x 2pq = 2p3q ½(2p3q) ½(2p3q) Aa AA 2pq x p2 = 2p3q ½(2p3q) ½(2p3q) AA aa p2 x q2 = p2q2 1(p2q2) aa AA p2 x q2 = p2q2 1(p2q2) Aa Aa 2pq x 2pq = 4p2q2 ¼(4p2q2) ½(4p2q2) ¼(4p2q2) Aa aa 2pq x q2 = 2pq3 ½(2pq3) ½(2pq3) aa Aa 2pq x q2 = 2pq3 ½(2pq3) ½(2pq3) aa aa q2 x q2 = q4 1(q4) Genotip hasil dari semua kemungkinan perkawinan p2 2pq q2 kemungkinan perkawinan p2 2pq q2

10 Genetika Populasi Jumlah Keturunan AA = p4 + 2p3q + p2q2 = p2( p2 + 2pq + q2 ) = p2(p+q)2 = p2 ; ( p+q = 1) Jumlah Keturunan Aa = 2p3q + 4p2q2 + 2pq3 = 2pq( p2 + 2pq + q2 ) = 2pq(p + q)2 = 2pq Jumlah Keturunan aa = p2q2 + 2pq3 + q4 = q2( p2 + 2pq + q2 = q2( p + q )2 = q2 p2 + 2pq + q2 = 1 p2 + 2pq + q2 = 1

11 Genetika Populasi Untuk melihat suatu populasi dalam keadaan seimbang atau tidak, dapat dilakukan perhitungan rumus: H2 (pangkat dua) = 4DR H = Heterozigot; D = Dominan; R = Resesif TT Tt tt TT Tt tt D H R D H R H 2 = 4DR --- (0.70) 2 = 4(0.25)(0.05) H 2 = 4DR --- (0.70) 2 = 4(0.25)(0.05) 0.49 = / = 0.05 TAK SEIMBANG 0.49 = / = 0.05 TAK SEIMBANG TT Tt tt TT Tt tt aa aa H2 = 4DR = (0.48)2 = 4(0.36)(0.16) H2 = 4DR = (0.48)2 = 4(0.36)(0.16) = SEIMBANG = SEIMBANG

12 Frekuensi alel Frekuensi alel dapat ditentukan dari jumlah genotip yg berbeda dalam populasi tertentu Frekuensi alel dapat ditentukan dari jumlah genotip yg berbeda dalam populasi tertentu Contoh : 200 bibit albino (gg) Contoh : 200 bibit albino (gg) 800 bibit hijau –kuning (Gg) 800 bibit hijau –kuning (Gg) 1000 bibit hijau (GG) 1000 bibit hijau (GG) - Utk ind hijao ada dua alel G dan ind hijau-kuning ada satu alel G Jml alel G seluruhnya 2(1000) =2800 Jml alel G dan g dalam populasi 2(1000)+2(800)+2(200)=4000 Frek. Alel G adalah = 2800 /4000=0.7 Frek.alel g adalah =800+2(200)/4000 =0.3

13 Frekuensi genotip Frek genotip GG =1000/2000 = 0,5 Frek genotip GG =1000/2000 = 0,5 Gg = 800/2000 = 0,4 Gg = 800/2000 = 0,4 gg =200 / 2000 = 0,1 gg =200 / 2000 = 0,1 Bisa juga dihitng frek alel : Bisa juga dihitng frek alel : frek alel G = 0,5 + 0,4/2 = 0,7 frek alel G = 0,5 + 0,4/2 = 0,7 Frek alel g = 0,1 + 0,4/2 = 0,3 Frek alel g = 0,1 + 0,4/2 = 0,3

14 Contoh lain Penggabungan Gamet-gamet Penggabungan Gamet-gamet Umpama 4000 dg dua jenis jenis kelamin di taruh dalam satu pulau. Genotip masing-masing individu dp diketahui dr bulu ekornya yaitu C (tidal ikal) dominan terhadap c (ikal). Ada 2000 ind CC, 1600 Cc dan 400 cc. Umpama 4000 dg dua jenis jenis kelamin di taruh dalam satu pulau. Genotip masing-masing individu dp diketahui dr bulu ekornya yaitu C (tidal ikal) dominan terhadap c (ikal). Ada 2000 ind CC, 1600 Cc dan 400 cc. Frek.genotip : CC = 2000/4000=0,5 Frek.genotip : CC = 2000/4000=0,5 Cc = 1600/4000 =0,4 Cc = 1600/4000 =0,4 cc = 400/4000 =0.1 cc = 400/4000 =0.1 Frek alel C = p = 0,5 CC + 0,4/2 = 0,7 c = q = 0,1 cc + 0,4/2 = 0,3 c = q = 0,1 cc + 0,4/2 = 0,3

15 Pembentukan gamet Frek. Genotip pada jenis jantan dan betina sama. Dalam populasi sluruhnya,70 % gamet punya alel C dan 30% alel c. Frek. Genotip pada jenis jantan dan betina sama. Dalam populasi sluruhnya,70 % gamet punya alel C dan 30% alel c. Kemungkinan suatu sperma dg alel C dan c akan membuahi sel telur dg alel C atau c sbb: Kemungkinan suatu sperma dg alel C dan c akan membuahi sel telur dg alel C atau c sbb: gamet C = p=0,7 c= c=q=0,3 C=0,7CC0,49Cc0,21 c=0,3Cc0,21cc0,09

16 Hasil yang sama bisa di peroleh dengan penjabaran rumus binomial : (p+q) 2 Hasil yang sama bisa di peroleh dengan penjabaran rumus binomial : (p+q) 2 (0,7CC + 0,3cc) 2 = 0,49 CC + 0,49 Cc+0,09cc (0,7CC + 0,3cc) 2 = 0,49 CC + 0,49 Cc+0,09cc Persilangan Genotip Penggabungan gamet secara rambang tidak mempengaruhi perkawinan genotip yg mungkin terjadi. Dari berbagai macam perkawinan akan menunjukkan bagaimana alel diwariskan oleh individu-ndividunya.Kombinasi perkawinan dalam populasi burung merpati sbb: Penggabungan gamet secara rambang tidak mempengaruhi perkawinan genotip yg mungkin terjadi. Dari berbagai macam perkawinan akan menunjukkan bagaimana alel diwariskan oleh individu-ndividunya.Kombinasi perkawinan dalam populasi burung merpati sbb:

17 frek jantan Frek betina CC= 0,5 Cc=0,4cc=0,1 CC=0,50,250,200,05 Cc=0,40,200,160,04 cc=0,10,050,040,01 Frekuensi dari berbagai perkawinan adalah : frek genotp keturuna CCCccc CC x CC=0,250,25 CC x Cc=0,400,200,20 CC x cc=0,100,10 Cc x Cc=0,160,040,080,04 Cc x cc=0,080,040,04 cc x cc=0,010,01 total=1,000,490,420,09

18 Catatan : frekuensi genotip keturunanya berubah menjadi 0,49 CC;0,42Cc;0,09cc. Dalam populasi awal 50 CC ; 40 Cc ; 10cc,sebab dari perubaha ini adalah perkawinan secara rambang dan asumsi Hardy-weinberg terpenuhi dimana frek alel tidak berubah Catatan : frekuensi genotip keturunanya berubah menjadi 0,49 CC;0,42Cc;0,09cc. Dalam populasi awal 50 CC ; 40 Cc ; 10cc,sebab dari perubaha ini adalah perkawinan secara rambang dan asumsi Hardy-weinberg terpenuhi dimana frek alel tidak berubah frek alel C = 0,49 + 0,42/2 = 0,70 frek. alel c = 0,09 + 0,42/2 = 0,30 frek. alel c = 0,09 + 0,42/2 = 0,30

19 Contoh bila saudara menangkap suatu contoh tikus dari pertaman padi dan diperoleh non agouti (aa) adalah 0,509 Contoh bila saudara menangkap suatu contoh tikus dari pertaman padi dan diperoleh non agouti (aa) adalah 0,509 Frek aa = q2 = 0,509 Frek aa = q2 = 0,509 Frek alel a (q) = 0,713 Frek alel a (q) = 0,713 Frek alel p = 1-q = 1-0,713 = 0,287 Frek alel p = 1-q = 1-0,713 = 0,287 Dugaan frekuensi genotip agouti (AA) p 2 =0,0824 Dugaan frekuensi genotip agouti (AA) p 2 =0,0824 Frekuensi heterozigot Aa 2pq = 0,409 Frekuensi heterozigot Aa 2pq = 0,409 Dugaan frekuensi tikus berwarna yaitu : Dugaan frekuensi tikus berwarna yaitu : Genotip frek fenotipe Genotip frek fenotipe aa=0,5090,509 non-agouti aa=0,5090,509 non-agouti Aa = 0,4090,491 (agouti) Aa = 0,4090,491 (agouti) AA= 0,082 AA= 0,082 1,0000 1,0000

20 Kuis I Contoh : bila diketahui frekuensi tetua ) 0,3 CC, 0,2 Cc dan 0,5 cc. buatlah daftar persilangan dan tentukan frekuensi genotip dan alel pada keturunannya Contoh : bila diketahui frekuensi tetua ) 0,3 CC, 0,2 Cc dan 0,5 cc. buatlah daftar persilangan dan tentukan frekuensi genotip dan alel pada keturunannya Dalam suatu populasi kelinci yg kawin secara rambang frekuensi alel C =0,3; c ch = 0,6; c =0,1. berapa frekuensi genotip dan fenotipnya? Dalam suatu populasi kelinci yg kawin secara rambang frekuensi alel C =0,3; c ch = 0,6; c =0,1. berapa frekuensi genotip dan fenotipnya? (ket C=warna penuh; c ch =chinchillia; c = albino (ket C=warna penuh; c ch =chinchillia; c = albino

21


Download ppt "Genetika Populasi Milda ernita. Genetika Populasi Genetika populasi: mempelajari tindak tanduk gen dalam masyarakat/populasi Populasi Mendel: Suatu kelompok."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google