Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Paroki St. Laurensius – Alam Sutera.  Kelangkaan kader penerus pelayan Gereja (Lingkungan / Seksi)  Sulitnya menggerakkan umat untuk aktif secara merata,

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Paroki St. Laurensius – Alam Sutera.  Kelangkaan kader penerus pelayan Gereja (Lingkungan / Seksi)  Sulitnya menggerakkan umat untuk aktif secara merata,"— Transcript presentasi:

1 Paroki St. Laurensius – Alam Sutera

2  Kelangkaan kader penerus pelayan Gereja (Lingkungan / Seksi)  Sulitnya menggerakkan umat untuk aktif secara merata, yang aktif umat tertentu saja  Aktifitas gerejawi yang mengurbankan waktu bersama keluarga  Koordinasi dan kerjasama pelayanan antar para pengurus gereja  Ekslusifitas para aktifis Gereja (terpisah dari pergaulan masyarakat)  Aktifis Gereja yang tidak memperoleh peran pada periode berikutnya sehingga kembali tidak aktif

3  Rapat Kerja Paroki bertujuan menyusun Program Kerja di tingkat Paroki  Tanggung Jawab penyusunan Program Kerja tingkat Paroki adalah Dewan Paroki Harian  Penyusunan Program Kerja Paroki dilakukan oleh Seksi/Subseksi  Lingkungan menyusun Program Kerja Lingkungan setelah Program Kerja tingkat Paroki tersusun  Kalender Kegiatan Paroki diterbitkan sebagai pedoman waktu penyelenggaraan kegiatan

4 Pengurus Lingkungan, Seksi dan Bagian melakukan EVALUASI PROGRAM KERJA 2012 Evaluasi dikumpulkan untuk di simpulkan oleh SC, sebagai bahan refleksi penyusunan program kerja 2014 bagi Pengurus Lingkungan

5 Ketua Lingkungan / Ketua Subseksi / Kepala Bagian / Koordinator Kategorial menerima form evaluasi dari Steering Committee Raker 2013 Mengisi FORM Evaluasi bersama pengurus lingkungan, pengurus subseksi, pengurus unit, pengurus kategorial

6 Pra Raker Seksi memperoleh pembekalan penyusunan Program Kerja 6 Okt Membuat evaluasi program kerja Seksi Membuat program kerja Seksi Berkoordinasi dengan Pendamping dan Moderator 6-20 Okt Batas akhir penyerahan evaluasi dan program Rapat DPH dan Dewan Inti (KetSie & Koorwil) membahas Program Kerja 20 Okt Revisi program bila diperlukan Penyerahan slide presentasi program kerja Seksi ke SC Okt RAPAT KERJA 9-10 Nov

7 Pra Raker Koorwil memperoleh sosialisasi mekanisme pergantian Ketua Lingkungan 6 Okt Membuat evaluasi program kerja Lingkungan Melaksanakan proses pergantian Ketua Lingkungan Berkoordinasi dengan Pendamping dan Moderator 6-20 Okt Batas akhir penyerahan evaluasi Rapat DPH dan Dewan Inti (KetSie & Koorwil) membahas Program Kerja 20 Okt Batas akhir penyerahan nama kandidat Ketua Lingkungan Penetapan Ketua Lingkungan definitif dalam Rapat DPH 28 Okt RAPAT KERJA (diikuti oleh Ketua Lingkungan lama dan Ketua Lingkungan definitif) 9-10 Nov Pembuatan Program Kerja Lingkungan didampingi oleh Pendamping dan Moderator Mulai 10 Nov

8  Pra Raker, 6 Oktober 2013  Pembekalan Pembuatan Program Kerja  Pengarahan ttg Evaluasi dan Penyusunan Program  Raker Hari I, 9 November 2013  Evaluasi Program  Keynote Speech  Diskusi Kelompok Penyusunan Program Kerja  Raker Hari II, 10 November 2013  Presentasi Program Kerja Seksi  Sosialisasi Program Kerja terkait dari Komponen Gereja  Intisari dan informasi terkini

9 WAKTUACARAKET Registrasi Pengarahan Mekanisme Raker Ice breaking Sesi 1 : Arah UMUM pastoral paroki St Laurensius :3 – 11:00Tanya jawab umum Ice breaking Sesi 2 : Arah KHUSUS tahun 2014 berdasarkan seksi 11:45– 12:15Makan Siang

10 WAKTUACARAKET 12:15 -13:15KEL 1 Dinamika kelompokLITURGI KEL 2 Dinamika kelompokKATEKESE + KKS + KOMSOS + PANGGILAN KEL 3 Dinamika kelompokPSE + SKK + KEPEMUDAAN +HAAK + LH :20Ice breaking – 14:30Tanya jawab ke Pleno 14.30Penutup

11 DASAR :  Masa jabatan Ketua Lingkungan periode berakhir pada bulan Februari 2014 TAHAP I  Umat melalui pengurus Lingkungan yang lama mengamati dan melakukan pendekatan pada Bakal Calon Ketua Lingkungan  Ketua Lingkungan yang lama mengajukan antara 2-3 Calon Ketua Lingkungan untuk memperoleh persetujuan Pastor Paroki. TAHAP II  Pastor Paroki menetapkan Ketua Lingkungan terpilih dalam Rapat DPH  Ketua Lingkungan yang lama dan yang baru mengikuti Rapat Kerja  Ketua Lingkungan yang baru membentuk kepengurusan baru lalu bersama-sama menyusun Program Kerja 2014

12 TAHAP III  Ketua Lingkungan dalam satu wilayah memilih Koordinator Wilayah dan urutan gilirannya  Ketua Lingkungan / Koordinator Wilayah mengikuti Pelantikan bersama Ketua Lingkungan yang lain di Gereja  Pengurus Lingkungan di lantik dalam Misa Wilayah

13  Telah dibaptis Katolik sekurang-kurangnya 1 tahun sebelumnya, sebaiknya juga telah menerima Sakramen-sakramen inisiasi lainnya.  Usia minimal 35 tahun  Pernikahan Katolik (bagi yang telah menikah)  Berdomisili di Lingkungan tersebut minimal 1 tahun dan sekurang-kurangnya selama 3 tahun selanjutnya

14  Telah 2 (dua) periode menjabat sebagai Ketua Lingkungan, terhitung sejak masa Stasi  Diproyeksikan untuk menduduki jabatan lain dalam Ketua Seksi / Subseksi atau PPG

15  Ketua Lingkungan yang baru menjabat 1 (satu) periode  Ketua Lingkungan hasil pemekaran 2012  Ketua Lingkungan yang melanjutkan tugas Ketua Lingkungan sebelumnya dalam periode

16 1 St. Bartolomeus (Wilayah 1) 1 AS, Cluster Sutera Buana, Telaga dan Riviera 2 AS, Cluster Sutera Asri, Amarylis dan Marga Jaya 2 St. Maria Immaculata (Wilayah 2) 1 2 Bukit Serpong Mas dan sekitarnya 3 St. Bonaventura (Wilayah 10) 1 GS, Cluster Batavia dan Fluorite 2 GS, Cluster Serenade Lake 4 Wilayah 7 1St. Carolus Borromeus GS, Cluster Batavia dan Fluorite 2St. Ignatius 3St. Alexius 2St. Robertus Bellarminus GS, Cluster Serenade Lake 5 Wilayah 18 1St. Ursula GS, L'Agricola, Magnolia, Azalea 2 GS, Scientia, Newton, Pascal, Darwin, Dalton 3 GS, Illago, San Lorenzo, Fiordini

17 6Wilayah 11 1St. Fransiskus Asisi 2St. Hieronimus 3St. Hubertus 4St. Gerardus 7 Wilayah 19 1Gabriel, Malaikat Agung 2St. Filemon 3St. Padre Pio 8 Wilayah 13 1St. Leander 2St. Nicodemus 3St. Maria Magdalena 9 Wilayah 20 1St. Yohanes de Brito 2St. Benediktus 3St. Skolastika

18


Download ppt "Paroki St. Laurensius – Alam Sutera.  Kelangkaan kader penerus pelayan Gereja (Lingkungan / Seksi)  Sulitnya menggerakkan umat untuk aktif secara merata,"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google