Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PEMERIKSAAN KUALITAS UDARA RUMAH SAKIT. Guna menekan sedini mungkin timbulnya infeksi nosokomial diantara pasien, pengunjung, petugas serta masyarakat.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PEMERIKSAAN KUALITAS UDARA RUMAH SAKIT. Guna menekan sedini mungkin timbulnya infeksi nosokomial diantara pasien, pengunjung, petugas serta masyarakat."— Transcript presentasi:

1 PEMERIKSAAN KUALITAS UDARA RUMAH SAKIT

2 Guna menekan sedini mungkin timbulnya infeksi nosokomial diantara pasien, pengunjung, petugas serta masyarakat sekitarnya. Pemeriksaan kualitas udara dalam rangka pemantauan kadar debu, gas beracun dan angka kuman, dengan sistem kering (dry system) dan sistem basah (wet system)

3 UNTUK APA? INDOOR SAMPLING (dalam gedung RS) Pemeriksaan debu (SPM) gas beracun (H2S, NH3), angka kuman, kebisingan. 1.OUTDOOR SAMPLING (halam / lingkungan RS) Debu termasuk kandungan logam berat (Pb, Cd) Gas beracun (H2S, NH3, CO, NOx, SO2, HC, Ozon, dll) Tingkat kebisingan

4 ALAT DAN BAHAN Pemeriksaan kualitas udara, pemeriksaan kadar debu, gas beracun, angka kuman. JENIS SAMPELALAT DRY SYSTEMWET SYSTEM DEBU (SPM) GAS BERACUN ANGKA KUMAN KEBISINGAN High Volume Sampler (HVS) atau Low volume Air Sampler (LVS) Gas Detector CO Analyzer Bio Test RCS Sound Level Meter Dust Fall Collection Impringer Gas Sampler Implinger Gas Sampler ----

5 TITIK SAMPLING 1.Indoor Sampling 1.Sampel debu dan gas beracun : ruang operasi, kebidanan, pediatrik, ICU, Rawat Inap, Lab, Farmasi, Ins. Gizi, ruang mesin. 2.Sampel Angka Kuman: R. Operasi, Persalinan, Perawatan, UGD, Ruang Gizi. 3.Tingkat Kebisingan: R. Rawat, Radiologi, ICU, Bedah, Bengkel, Lab, Laundry, dapur, Mesin diesel. 2.Outdoor Sampling. Lokasi terdekat, tengah, terjauh dari sumber pencemaran (dari jalan raya, pabrik, kawasan proyek dll)

6 FREKWENSI PENGAMBILAN SAMPEL 1.Indoor Sampling a.Pemeriksaan/pengukuran kadar debu dan gas beracun sekurang- kurangnya 2 kali dalam setahun. b.Pemeriksaan angka kuman dilakukan minimal 3-kali setahun. 2.Outdoor Sampling a.Pemeriksaan/pengukuran kadar debu dan gas beracun di halaman atau lingkungan RS, minimal 1-kali setahun. b.Pengukuran tingkat kebisingan, 2-kali setahun (pada musim kemarau dan musimhujan) Sampel yang diambil diajurkan segera dikirim ke Laboratorium untuk di analisa, bila terpaksa harus tertunda pengirimannya maka perlu ada perlakuan khusus agar tidak bias hasil pengukurannya.

7 SAMPEL DEBU dan GAS 1.Sampel diambil dengan alat HVS (sistem kering). 2.Debu ditangkap dengan kertas saring terbuat dari serat gelas atau cellulose. 3.Kertas saring yang telah mengandung debu, ditimbang dan dibandingkan dengan berat kertas sebelum kena debu. SAMPEL GAS DAN ANGKA KUMAN Untuk mengetahui tingkat kepadatan angka kuman di ruang: OK, Emg, Obsgin, RI, Inst.Gizi 1.Sampel dimasukkan kedalam botol warna hitam gelap. 2.Botol berisi sampel disimpan dalam thermos / cool box 3.Di analisa di laboratorium.

8 TINDAK LANJUT Jika hasil pengukuran melebihi ambang batas yang ditentukan, maka perlu tindakan lanjut untuk mengatasi, antara lain: 1.Perbaikan sistem ventilasi, AC, exhouster, kipas angin, dll 2.Pada ruang bedah perlu diperiksa sistem filter AC, biasanya filter udara bertingkat yaitu Washable filter, Medium Filter dan HEPA filter (masing- masing harus melihat rekomendasi dari pabrik pembuat filter). 3.Dilakukan Sterilisasi (untuk r. bedah, persalinan, pediatrik,) dengan menggunakan mesin fogging dan Ultra violet. Bagaimana jika pada outdoor dari bangunan Rumah Sakit mengalami kontaminasi sampai diatas ambang batas???

9 PENGUKURAN LINGKUNGAN FISIK A.PENGUKURAN SUHU 1.Lokasi pengukuran a.Ruang Operasi b.Ruang bersalin c.Ruang recovery d.Ruang Observasi e.Ruang perawatan bayi f.Ruang perawatan prematur g.Ruang ICU 2.Titik pengukuran Jumlah titik pengukuran minimal 10% dari jumlah ruangan-ruangan. 3.Waktu pengukuran Siang hari, atau saat sebelum digunakan untuk ruang operasi dan ICU

10 B. PENGUKURAN KELEMBABAN 1.Lokasi pengukuran a.Ruang Operasi b.Ruang bersalin c.Ruang recovery d.Ruang Observasi e.Ruang perawatan bayi f.Ruang perawatan prematur g.Ruang ICU 2.Titik pengukuran Jumlah titik pengukuran minimal 10% dari jumlah ruangan- ruangan. 3.Waktu pengukuran Siang hari 4.Alat pengukur : HYGROMETER (digantung di dinding atau dengan tripod)

11 B. PENGUKURAN PENCAHAYAAN 1.Lokasi pengukuran a.Ruang perawatan pasien b.Ruang Operasi c.Ruang anestaesi dan ruang pemulihan d.Ruang endoscopy dan labiratorium e.Ruang X-Ray f.Koridor g.Kantor / loby h.Ruang alat / gudang i.Ruang Farmasi j.Dapur k.Ruang Cuci l.Toilet m.Ruang Isolasi khusus penyakit titanus 2.Titik pengukuran Jumlah titik pengukuran minimal 10% dari jumlah ruangan-ruangan. 3.Waktu pengukuran Siang hari, untuk koridor diukur pada malam hari. 4.Alat pengukur : LIGHTMETER

12 B. PENGUKURAN DEBU TOTAL (TSP = Total Suspended Particulate) 1.Lokasi pengukuran a.Ruang perawatan pasien b.Bengkel c.Ruang Cuci d.Ruang Tunggu e.Ruang Operasi 2.Titik pengukuran Jumlah titik pengukuran minimal 1 untuk setiap jenis ruangan. 3.Waktu pengukuran Siang hari 4.Alat pengukur : Low Volume Air Sampler (LVS)


Download ppt "PEMERIKSAAN KUALITAS UDARA RUMAH SAKIT. Guna menekan sedini mungkin timbulnya infeksi nosokomial diantara pasien, pengunjung, petugas serta masyarakat."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google