Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Page 1 Page 2 Bagaimana melakukan presentasi Proposal Penelitian, Skripsi dan Tesis ? DASAR PEMIKIRAN APA SAJA YANG DIPRESENTASIKAN APA SAJA YANG DIPRESENTASIKAN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Page 1 Page 2 Bagaimana melakukan presentasi Proposal Penelitian, Skripsi dan Tesis ? DASAR PEMIKIRAN APA SAJA YANG DIPRESENTASIKAN APA SAJA YANG DIPRESENTASIKAN."— Transcript presentasi:

1

2 Page 1

3 Page 2 Bagaimana melakukan presentasi Proposal Penelitian, Skripsi dan Tesis ? DASAR PEMIKIRAN APA SAJA YANG DIPRESENTASIKAN APA SAJA YANG DIPRESENTASIKAN ?

4 Page 3 DASAR PEMIKIRAN TEORI TEORI KEBENARAN Pengetahuan Ilmiah : Proposal Penelitian Skripsi Tesis Disertasi

5 Page 4 TEORI Seperangkat proposisi-proposisi terhubung yang mengisyaratkan kenapa perististiwa- peristiwa terjadi dengan cara tertentu (Hoover 1989 )

6 Page 5 UNSUR TEORI KONSEP KATA YG MENUNJUKKAN SESUATU VARIBEL KONSEP YG MEMILIKI BOBOT NILAI PROPOSISI RELASI, HUBUNGAN, KAITAN ANTAR VARIABEL

7 Page 6 KEGUNAAN TEORI 1.Menyediakan pola2 bagi Interpretasi data 2.Mengaitkan studi yang satu dengan lainnya 3.Memberikan kerangka di dalam mana konsep- konsep dan peubah-peubah memperoleh Keberartian khusus 4.Memungkin untuk penafsiran makna yang lebih besar dari temuan-temuan lapangan

8 Page 7 TEORI BUNUHDIRIDURKHEIMTEORI BUNUHDIRIDURKHEIM BUNUH DIRI FATALISTIK : Akibat hidup dikacaukan dengan aturan yg ketat. Org Melakukan BD karena gagal dlm hidup ALTRUISTIK : Melakukan BD demi Negara, Bangsa dan Orang Lain EGOISTIK : Melakukan BD karena terpisah dengan dari masyarakat ANOMIE : Melakukan BD karena norma2 pegangan “hilang” atau berubah cepat SOLIDARITAS SOSIAL BD : Setiap kematian yang merupakan akibat langsung dari suatu perbuatan positif atau negatif oleh korban itu sendiri, yang mengetahui bahwa perbuatan itu akan berakibat kematian

9 Page 8 TEORI PERUBAHAN SOLIDARITAS SOSIAL Emille Durkheim

10 Page 9 APA ITU KEBENARAN ??? Pengetahuan mengandung kebenaran Kebenaran = Apa yang kita klaim dalam pengetahuan itu memang benar.

11 Page 10 TEORI KORESPONDENSI TEORI KOHERENSI TEORI PERFORMATIF TEORI PRGMATISME TEORI-TEORI KEBENARAN KEBENARAN ILMIAH

12 Page 11 TEORI KORESPONDENSI (The Correspondence Theory Of Truth) Aristoteles “ Kebenaran adalah mengatakan hal yang ada sebagai ada; hal yang tidak ada sebagai tidak ada. Sedangkan kesalahan adalah mengatakan hal yang ada sebagai tidak ada; hal yang tidak ada sebagai ada”. Kebenaran adalah persesuaian (correspondece) apa yang dikatakan dengan kenyataan

13 Page 12 Penjelasan teori korespondensi …… 1 Sinonim : 1.Benar - salahnya suatu pengetahuan adalah soal sesuai atau tidaknya antara apa yang dikatakan dengan kenyataan sebagaimana adanya. 2.Kebenaran = kesesuaian subjek dan objek 3.Kebenaran bersifat empiris Jika Subjek menyatakan “bumi ini bulat”, dan Objek melalui Hasil observasi memperlihatkan Bumi memang membulat, maka ini adalah Kebenaran hasil persesuaian

14 Page 13 Penjelasan teori Korespondensi…… 2 Proposisi tunggal: Mahasiswi Sosiologi 1 pakai lipstik s.d.a.: Mahasiswi Sosiologi 2 pakai Lipstik s.d.a. : Mahasiswi Sosiologi 3 pakai lipstik _______________________________________________ Proposisi Umum : Mahasiswi Sosiologi N pakai Lipstik

15 Page 14 Kaitan dengan Ilmu Pengetahuan Ilmiah Semua pernyataan,proposisi atau hipotesis yang tidak dapat dibuktikan, tidak didukung oleh fakta empiris adalah bukan pengetahuan ilmiah

16 Page 15 Teori Koherensi (Konsistensi) (The coherence theory of truth) Di gagas oleh kaum rasionalisme : Socrates, Descartes, Hegel dan Spinoza. Kebenaran sebuah pernyataan (proposisi, hipotesis) diperoleh jika sejalan atau koherensi (coherence) dengan pengetahuan sebelumnya yang telah dianggap benar

17 Page 16 Penjelasan Teori Koherensi…… 1 Kebenaran sesungguhnya hanya berkaitan dengan implikasi logis dari sistem pemikiran yang ada. Contoh 1)Semua Mahasiswa memahami Teori Sosiologi 2)Heru mahasiswa Sosiologi (p.minor) 3)Heru memahami teori sosiologi (kesimpulan) Kebenaran 3) telah terkandung di dalam kebenaran 1), oleh karennya kebenaran 3) tidak ditentukan oleh apakah dalam kenyataannya Sokrates mati.

18 Page 17 Perbedaan Teori Koresponden dan Koheren Kebenaran EmpirisKebenaran Logis Mementingkan ObjekMementingkan Subjek Mementingkan metode induktif dan aposteriori Menghargai kerja metode deduktif dan apriori Lebih mengutamakan pengamatan Indera Lebih mengutamakan penalaran akal budi

19 Page 18 CONTOH NoKesimpulanKomentar 1.Air lebih berat dari batu, maka batu tenggelam dalam batu Mengandung kebenaran empiris, namun tidak kebenaran logis 2.Air lebih ringan dari batu,maka batu tenggelam dalam air Mengandung kebenaran Logis dan empiris 3.Air lebih ringan dari batu, maka batu mengambang diatas air Tidak mengandung kebenaran logis dan empiris 4.Air lebih berat dari batu, maka batu mengambang diatas air Mengadung kebenaran logis tapi tidak kebenaran empiris

20 Page 19 Teori Pragmatis (the pragmatic theory of truth) Peletak dasar teori adalah Charles S.Peirce dan William James dan John Dewey Pengetahuan Yang Benar Adalah Pengetahuan Yang Memiliki Kegunaan (Utamanya pengetahuan Know-How)

21 Page 20 Menurut W.James : 1.fungsi berfikir untuk membentuk (menghasilkan) ide demi memuaskan kebutuhan (kepentingan) manusia. 2.Ide (teori) yang benar adalah pengetahuan yang memenuhi tuntutan dan kebutuhan manusia 3.Ide yang benar akan menuntun kita mendapatkan pengetahuan yang benar 4.Kebenaran = Berguna / Kebergunaan Penjelasan teori Pragmatis…… 1

22 Page 21 Penjelasan teori Pragmatis…… 2 Menurut John Dewey : –“Kalau kita ingin memahami hakikat KEBENARAN maka kita harus melihat bagaimana kebenaran (ide, proposisi, hipotesis dsj) tersebut berlaku dan berfungsi membantu kita memecahkan masalah yang kita hadapi” Konsekuensi dari teori Pragmatisme : –Semakin berguna sebuah ide (teori, proposisi) maka dia dianggap paling Benar

23 Page 22 Contoh…… Misal sekelompok pecinta alam tersesat di hutan. Salah satu anggotanya, menemukan jalan setapak. Timbul ide, jangan2 jalan ini mengeluarkan mereka dari hutan dan menuju ke pemungkiman manusia. Maka : Ide ini benar jika pada akhirnya dng dituntun ide tadi pecinta alam yg tersesat sampai pada pemungkiman manusia Contoh diatas memperlihatkan bahwa Kebenaran Prgamatis mencakup pula kebenaran empiris (berkesesuaian dengan kenyataan)

24 Page 23 Catatan …… Hakikat KEBENARAN bagi kaum fragmatis, juga sesuatu yang “BAIK” ARTINYA: suatu ide, proposisi, hipotesis, bahkan teori tidak akan “dianggap” BENAR jika tidak baik bagi sesuatu Itulah sebabnya kaum pragmatis menolak KEBENARAN DIPISAHKAN OLEH MORALITAS Kelompok ini tidak setuju dengan Ilmu haruslah bersifat bebas Nilai (Value Free)

25 Page 24 TEORI PERFORMATIF (the performative theory of the truth) Disebut juga dengan istilah : “Teori performatif tentang kebenaran” Pernyataan BENAR  Menciptakan REALITAS Bukan Pernyataan yang MENGUNGKAPKAN Realitas namun Dengan Pernyataan TERCIPTA Teori Performatif Tentang Kebenaran Realitas Contoh: “Dengan Ini Saya Nyatakan Terdakwa Bersalah”

26 Page 25 Secara Positif  Orang Berusaha Mewujudkannya “I Swear, by The moon and the Stars in The Sky…I’ll Be There, for Better or Worse..’till Death Do Us Part..I Love You With Every Beat of My Heart..and I Swear..” Secara Negatif  Terlena Seakan Pernyataan Tersebut SAMA dengan Realitas “Saya Berdo’a Agar Kamu Berhasil” Penjelasan Performatif ……

27 Page 26 Terdapat Teori kebenaran lain : Teori KONSENSUS (the concensus theory of the truth) Suatu pernyataan dikatakan benar apabila dihasilkan dari suatu konsensus bersama (kesepakatan). Untuk mencapai konsensus, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Menurut Jurgen Habermas, konsensus harus memenuhi syarat: 1.Keterpahaman  hal yang dibicarakan dapat dipahami 2.diskursus/wacana,  ada dialog antar ide 3.ketulusan/kejujuran  semua kepentingan/interest dikemukakan sehingga ada keterbukaan 4.Otoritas  orang yang terlibat dalam konsensus memang memiliki kewenangan untuk itu sehingga keputusannya dapat dipertanggungjawabkan.

28 Page 27 KEBENARAN ILMIAH Kebenaran Ilmiah adalah, paling kurang, memiliki tiga sifat dasar : 1.Struktur yang rasional-logis 2.Isinya empiris 3.Dan dapat diterapkan (pragmatis)

29 Page 28 Struktur Yang Rasional-logis Kebenaran Ilmiah (dalam bentuk pernyataan- pernyataan) selalu dicapai berdasarkan kesimpulan yang logis dan rasional dari proposisi-proposisi dan premis-premis tertentu pula. Semua orang yang dapat menggunakan akal budi secara baik, dapat memahami pernyataan- pernyataan tersebut

30 Page 29 Isi Bersifat Empiris Kebenaran, dalam bentuk pernyataan- pernyataan, yang dibangun melalui teori rasional-logis tersebut, kemudian harus dapat di uji secara empiris.

31 Page 30 Bersifat Pragmatis Jika pernyataan dianggap benar secara rasiona- logis, dan telah di empirisasi, maka pernyataan tersebut hendaklah berguna membantu manusia dalam memecahkan persoalan dalam kehidupannya.

32 Page 31 TEORI PRAGMATISME TEORI KOREHENSI TEORI KORESPNDENSI METODOLOGI APA SAJA YANG DIPRESENTASIKAN ? KESIMPULAN

33 Page 32 PRAGMATISME Jelaskan :  Masalah  Mengapa Penelitian Ini Penting Dilakukan  Apa Manfaat Penelitian ini, dan bagi siapa saja…?  Apakah sudah pernah diteliti? Jika sudah, apa bedanya dengan yang pernah dilakukan  Pertanyaan Penelitian

34 Page 33 Latar Belakang Penelitian “Underinvestment” infrastruktur pertanian “Yields Gap”, : Potensi Peningkatan 25-30% Fragmentasi Anggaran Di berbagai Kementerian Dan Lembaga Penggerak Ekonomi Daerah Yang masih memiliki basis perekonomian Agraris Program Pengentasan Kemiskinan: Umunya mereka yang Miskin adalah Petani dan Yang hidup di pedesaam Tumpang Tindih Pembangunan yang merugikan Pertanian Anggaran Yang Cukup Swasembada dan Ketahanan Pangan das sein das sollen

35 Page 34 Pertanyaan Penelitian Bagaimana Peran Otoritas Tradisional Dalam Penganggaran APBD? Bagaimana Reaksi Elite Birokrasi Terhadap Pengaruh Otoritas Tradisional Tersebut? Apa Dan Bagaimana Interaksi Diakronik Diantara Otoritas Tradisional Dan Birokrasi Modern (Birokrasi Belanda Dan Nasional) Dalam Masyarakat Minangkabau? Bagaimana Peran Otoritas Tradisional Dalam Penganggaran APBD? Bagaimana Reaksi Elite Birokrasi Terhadap Pengaruh Otoritas Tradisional Tersebut? Apa Dan Bagaimana Interaksi Diakronik Diantara Otoritas Tradisional Dan Birokrasi Modern (Birokrasi Belanda Dan Nasional) Dalam Masyarakat Minangkabau?

36 Page 35 TEORI KOHERENSI Tinjauan Pustaka : Jawab pertanyaan penelitian dengan merujuk pendapat ahli Analisis teori para ahli terdahulu, pilih dan beri argumentasi teori, variabel, konsep mana yang cocok dan akan dipakai dan mana yang tidak. Rumuskan menjadi kerangka teori

37 TEORI WEBER : BP TIPE IDEAL = SARANA PRODUKSI (MESIN) UNTUK (ALAT MENCAPAI TUJUAN BERSAMA) Hierarki Pembagia kerja/spesialisasi Kewenangan sesuai Bid.Kerja Kontrak Kerja Pejabat diangkat dasar Kompetensi Jenjang Karier Jabatan Bukan Milik Pribadi Tugas bersifat impersonal Pemimpin dipilih dan bukan dari Birokrasi BP Masyarakat Melayani Memberikan : Kekuasaan Legitimasi Kewenangan Kewenangan Legal Rasional BP terbentuk karena : 1.Monetisasi 2.Perkembangan Kapitalisme 3.Rasionalisasi Masyarakat Barat 4.Demokrasi 5.Membesarnya Populasi Erofah 6.Masalah Administrasi yg semakin kompleks 7.Bentuk-bentuk modern dari komunikasi Birokrasi akan berbahaya jika diterapkan dalam masyarakat Kewenangan : Kharismatik Tradisional Dampak dari Birokrasi : 1.Menghambat tumbuhnya kepribadian (little cog in a big machine) 2.Memunculkan technical expert yg tidak memiliki perasaan 3.Iron Cage bagi manusia 4.Menghancurkan tradisi-tradisi dlm masyarakat BP out of function jika birokrat memiliki kepenting- an sendiri/khusus

38 MENURUT WEBER : Kepentingan Khusus Akan Menjadi Penyebab Konflik Konflik Sosial Berlangsung Di Ruang Birokrasi Dan [Kewenangan- kekuasaan] Politik. Mereka Yang Tersubordinasi Cenderung Akan Mencari Legitimasi Kewenangan Politik [Untuk Melakukan Perlawanan], Manakala Mobilitas Sosial Vertikal [Ke Atas] Dirasakan Nyaris Tak Ada, Sementara Kesejahteraan Sosial Dirasakan Sangat Rendah Pula. Konflik Sosial Biasanya Diteruskan [Tertransformasi] Ke Dalam Sistem Adminitrasi Melalui Peraturan Dan Pengaturan Dalam Birokrasi [ Yang Mengekang] Subordinat.

39 MARX : BP ≠ NETRAL = PELAYAN KAUM BOURJUIS & DIRINYA SENDIRI (The German Ideology, ) BIROKRASI PEMERINTAHAN B P Konflik Masyarakat Dibangun sbg alat utk menjamin : hak kepemilikan Kepentingan eksploitasi Eksploitasi: Proletar Sumberdaya alam Norma, nilai dan aturan Nilai ideal Sebagai mediator dan mengurus kepentingan rakyat hanya kedok Nilai aktual Sebagai mewakili dan mengurus kepentingan Bourjuis yg merupakan elemen masyarakat/rakyat Memanipulasi : dunia sekitarnya Anggotanya Dengan sistem Hierarki Memiliki Kepentingan Sendiri Kepentingan BP: Materialisme Tujuan BP: Karier Kenaikan Jabatan Kesejahteraan Tindakan/Strategi : Melanggengkan Kebudayaan Membangun Mitos Tindakan Misterius

40 TEORI MOSCHA: BP= “SINGASANA” ELITE, OBJEK KONFLIK ELITE (The Rulling Class, 1895) ELITE BERKUASA ELITE TDK BERKUASA RAKYAT Hub.Konflik = Singa VS Srigala BP Menguasai = Memerintah MASYARAKAT Minoritas = Terorganisir Mayoritas = Tdk Terorganisir AREA SIRKULASI ELITE ARENA KONFLIK ELITE Dng kenyataan ini, vox populi vox dei merupakan Tahyul yang dibangun Elite (Spencer) Dng Fakta ini, Moscha berpendapat bhw Demokrasi tidak mungkin Krn Minoritas menguasai mayoritas Memerintah melalui rumusan politik, mis. Hak yg diberikan Tuhan, dst

41 TEORI MICHELS : BP = AJANG KEKUASAAN KELAS MENENGAH; TERSTRUKTUR SECARA OLIGARKIS (Politics Parties, 1911) STRUKTUR OLIGARKIS BP KELAS ATAS KELAS BAWAH KELAS MENENGAH Masyarakat Modern Menguasai LEVEL ATAS LEVEL BAWAH Kelas Dominan Secara Politik BP hrs membuka sebanyak mungkin posisi bagi kelas menengah (terpelajar) karena, jika diadopsi dlm birokrasi akan menjadi pembela negara, namun jika tidak akan menjadi musuh potensial bagi stabilitas negara Kelas Menengah : Kaum yg memiliki Pendidikan Tinggi (Terpelajar/intelektual) BP menjadi sumber kesejahteraan bagi Kelas Menengah BP menjadi oligarkis karena : 1.Ukuran, besarnya kuantitas BP atau pun partai menyebabkan tdk mungkin semua org ikut mengambil keputusan. 2.Kompleksitas, semakin besar BP semakin kompleks sehingga tidak semua mengerti masalah partai, maka dibuthkan pendelegasian kekuasan 3.Kebutuhan untuk membuat keputusan cepat 4.Kebutuhan akan keahlian 5.Informasi dan komunikasi 6.Ketrampilan politik dan kepemimpinan 7.Kebutuhan akan kesinambungan 8.Kepentingan terselubung di balik kekuasaan 9.Sikap Apatis BP terstruktur secara oligarkis = dikuasai oleh segelintir orang tertentu Kekuasaan di level atas kemudian mengendalikan level bawah

42 Otoritas Tradisional Minangkabau Nagari Otonom Laksana Negara Mini Demokrasi Desentralisasi Otoritas Unit Politik Kepemimpinan Kepercayaan & Pelayan Masy. Memiliki Tugas Yang Jelas Kekuasaan Terbatas Sirkulasi Pemimpin Berkesinambungan Pejabat ResmiSpesialisDewan Terdapat Mekanisme Tradisional Wali Nagari KAN Dll Ninik-Mamak Ulama Dubalang dll Suku Nagari Kekuasaan Tertinggi Semua Relatif Sama di Mata Adat Musyawarah Mufakat Sesuai Dengan Perkembangan Zaman AdatAgamaIlmu Tigo Tali Sapilin Tiga Tungku Sajarangan UlamaPenghuluCendikia Semua Orang Sama di Mata Tuhan Anggota = Warga Sumber: Benda Beckman, 1979; Manan, 1995; dll

43 Page 42 HIPOTESIS PENGARAH Jika birokrat memiliki kepentingan parsial, maka birokrasi tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya

44 Metodologi Penelitian ParadigmaKonstruktivisme Metode PenelitianFenomenologi dan Sosiologi Sejarah Teknik Pengumpulan Data Pengamatan berperan serta, wawancara mendalam dan studi pustaka Pengolahan dan Analisis Data Kualitatif, Analisis data yang dihasilkan dari pengamatan berpartisipasi dan wawancara mendalam. Analisis terhadap data sejarah dan teks-teks tentang kejadian masa lampau maupun kontemporer berkaitan dgn gejala sosial yg diteliti. Triagulasi: hasil wawancara dan pengamatan di diskusikan kembali bersama informan yang satu dengan yang lainnya.

45 Page 44 TEORI KORESPONDENSI Hasil Analisis (empirisasi) dari kerangka teori

46 Kontinuitas Otoritas Tradisional Minangkabau Perubahan Kutural Perubahan Struktural Klasik Abad 19 Abad Fase KerajaanFase Pemerintah Kolonial BelandaFase ORLA Periode I, , Belanda Mengintegrasikan Nagari2 ke dalam 1 Keresidenan, 2 hoofd afdelingen, 100 Kelarasan (beberapa federasi Nagari) dan 600 Nagari. Telah ada Kontak dengan Perdagang Internasional 1847, Dimulai Tanam Paksa Kopi MKB terdiri dari Nagari, Nagari =Negara Mini Pecahnya keluarga luas, ekonomi kaummelemah, rumah adat berkurang, penjualan harta pusaka, exogami memudar, harta ayah diwariskan pada anaknya (Maretin, 1961; Gough, 1963) Batu Bara ditemukan di Sawah Lunto, Pembangunan jln Kereta Api menghubungkan BKT-PYK- PDG-SWLT Selama Penjajahan, Belanda tetap melindungi, menghormati otoritas tradisional Perubahan belum membahayakan sistem, pewarisan harta pencaharian ayahyg diberikan pada anak, perempuan (Kato, 1977) Hub.Ayah-anak dekat, solidaritas kaummelemah;Melemahnya adat perkawinan dan Penghormatan thdp lembaga harta pusaka, menurunnya otoritas Penghulu (de Jong, 1951) 1915, 543 Lumbung Pitih Nagari didirikan untuk kredit pedesaan 1901, Dimulainya Politik Etis 1914, Staatsblad No.774, Ordonasi Nagari: nagari otonom, pembentukan KAN sebagai legislatif, dan Nagari “self financing”” Nagari-Nagari 1850 Fase ORBAFase Reformasi OTDA Kebijakan Kolonial Belanda yg mempengaruhi Masy. Nagari Minangkabau, (1) membentuk administrasi modern, (2) Monetisasi, (3) Pembangunan Jaringan transportasi (4) Pendidikan Modern Periode II, 1853,Belanda merubah hoofd adelingen dibagi 2 hirarki menjadi Afdeeling dan Onder afdeling. Laras dan Nagari. Jumlah laras ditambah menjadi 113, nagari dikurangi menjadi 337 nagari Periode III, dibawah Onder afdeling ada distrik dan onder distrik. Perubahan terjadi di Minangkabau selama 150 tahun dapat di integrasikan ke dalam sistem sosial tradisional. Von Benda-Beckman, 1979 Perlu dibedakan diantara nagari yg berusia Tua dan Muda, basis ekonomi utama untuk melihat resistensi otoritas tradisional. Biezeveld, 2008 Perda 13/1983, Memberi kekuasaan pada KAN untuk mengatur masalah Adat. Pemerintah Desa harus mematuhi KAN utk masalah adat Terbitnya UU No.5/1979 Nagari dipecah menjadi Desa Maklumat Residen Sumbar No.20/1946 ttg pembaharuan sistem Pemerintah Nagari terdiri dari DPN, DHN dan Walinagari SK.Gubernur Sumatera Tengah, No.2/G.55, KAN diganti DPRN (Dewan Perwakilan Rakyat Nagari) SK.Gubernur Sumbar No.015/GSB/1968 ttg Pokok2 Pemerintahan Nagari: Nagari menjadi daerah otonom. UU No.22 Tahun 1999 ttg Pemerintahan Daerah, Menjadi acuan gerakan kembali ke Nagari Perda Prop.Sumbar No.9 tahun 2000 ttg Ketentuan Pokok Pemerintahan Nagari

47 PERAN OTORITAS TRADISIONAL DALAM PROSES PEMILIHAN DPRD DAN KEPALA DAERAH BALON DPRD-BUPATI Walinagari KAN BAMUS/BPRN Ninik Mamak Kaum/Kampung Bundo Kanduang Ulama PEMILUKADA PEMUDA DPRD BUPATI BALON DPRD-BUPATI Rumah Kaum Suku Nagari NAGARI SUPRA NAGARI Transaksional, Imbalan suara Infrastruktur nagari OTORITAS TRADISIONAL Pola I Pola II Rakyat NAGARI

48 PROSES PERENCANAAN Musrenbang Jorong Musrenbang Nagari Musrenbang Kecamatan Forum SKPD Musrenbang Kabupaten Draft Renja SKPD Renja SKPD RKPD Kesepakatan Forum SKPD (Dinas) Hanya mengambil Satu program usulan Dari setiap hasil Musrenbang Kecamatan Untuk RAPBD Titipan Usulan Program Kepentingan Partikular DPRD Titipan Usulan Program Kepentingan Partikular Bupati Usulan Program Kepentingan Walinagari, KAN, Bamus Walijorong Proses Demokratis, Usulan Program Hasil Musyawarah Kaum dan Urang nan 4 jenis Hasil Dimanipulasi Tim Perumus dan DPRD Untuk Kepentingan Partikular Umumnya Usulan Program Tidak Berkesinambungan Sebahagian Besar Usulan Program Musrenbang Jorong Tereliminasi Sebahagian Besar Usulan Program Musrenbang Nagari Tereliminasi Hanya satu Usulan Program Musrenbang Kecamatan Di akomodir RAPBD Hilang timbulnya Usulan Program Akibat Pertarungan Kepentingan Partikular Elite Masing-masing proses Relatif Otonom Penanggung Jawab Pelaksana Kecamatan Penanggung Jawab Pelaksana Bappeda BUPATI

49 PROSES PENGANGGARAN APBD RKPD Renja SKPD Titipan Usulan Program Kepentingan Partikular Bupati Titipan Usulan Program Kepentingan Partikular DPRD RAPBD RKA KUA-PPAS APBD Rincian APBD Ranah Perenacanaan Penanggung Jawab Bappeda Ranah Perenacanaan Penanggung Jawab TAPD Proses Asistensi TAPD-SKPD Membahas RKA-SKPD Pembahasan KUA-PPAS Ditandai Transaksional: SKPD mengalokasi program Pada basis Suara, imbalan DPRD memperjuangkan Anggaran Maksimal SKPD SKPD “melawan” Programnya Dipangkas TAPD dan Khawatir Anggarannya Terkunci Sesuai PPAS Ranah Hubungan Transaksional DPRD-SKPD: Konsekuensi Penambahan Usulan Program Dalam RAPBD Ranah Hubungan Transaksional DPRD-TAPD dan BUPATI Konsekuensi Penambahan Program Dan Anggaran Pada APBD

50 Walinagari KAN BAMUS/BPRN Ninik Mamak Kaum/Kampung Bundo Kanduang Ulama PEMUDA BUPATI OTORITAS TRADISIONAL HUBUNGAN PARA AKTOR DALAM PENGANGGARAN APBD Renja SKPD KUA-PPAS RKA SKPD APBD DPRD NAGARI RAPBD Terjalin hubungan transaksional diantara Kepala SKPD dan DPRD, berakibat penambahan usulan program baru pada Renja dan RKA SKPD Terjalin hubungan transaksional TAPD dan DPRD, berakibat pada penambahan atau pengurangan usulan program Area penyusunan usulan program RAPBD Area pemusulan pembahasan program RAPBD

51 Birokrasi “out of function ” Kontinuitas Otoritas Tradisional Minangkabau Otonomi Daerah Desentralisasi Fiskal PEMILU DPRD, KEPALA DAEAH WALINAGARI LANGSUNG Perencanan Partisipatif Hasil Musrenbang ”rupture”; Usulan Progran cerminan Dari otoritas tradisional untuk kepentingan Kampung dan Basis Suara; Hasil Dimanipulasi oleh elite Politik Untuk kepentigan Kampung, Nagari Serta Basis Suara Bappeda memberi Jatah satu Usulan Program per Kecamatan Penganggaran APBD; Banyak Usulan Program Baru Bertambah ketika Pembahasan RAPBD; Kepentingan SKPD Maksimalitas Utility Kepentingan DPRD, mendapatkan Anggaran Utk Kampung, Nagari dan Dapil; SKPD-DPRD-Bupati motor penggerak Birokrasi “Out of function” Under Investment Infrastruktur Pertanian; Pertanian sebagai urusan pilihan Semenjak Otda di Kab.Agam Underinvestmen Infrastruktur Pertanian Semenjak tahun 1990 an, di Indonesia Kepala Daerah DPRD yang terpilih Bagian dari Otoritas Tradisional atau memiliki perjanjian dengannya Reformasi Desentralisasi Kekuasaan Falsafah Alam DPRD Walinagari SKPD Falsafah Alam Mata Pencaharian Utama Pertanian (Padi Sawah)

52

53 SIMPULAN  Secara diakronik otoritas tradisional Minangkabau menunjukkan keberlanjutannya hingga kontemporer  Otoritas tradisional mempengaruhi birokrasi perencanaan dan penganggaran sehingga distribusi APBD tidak merata, terfragmentasi dan ditandai dengan kontestasi.  Selama otoritas tradisional kuat dan bisa diberdayakan, birokrasi modern akan bisa diredam untuk keluar dari fungsinya (out of function), sehingga lebih efisien, terkontrol dan “tidak mudah bocor”

54 Page 53 SEKIAN


Download ppt "Page 1 Page 2 Bagaimana melakukan presentasi Proposal Penelitian, Skripsi dan Tesis ? DASAR PEMIKIRAN APA SAJA YANG DIPRESENTASIKAN APA SAJA YANG DIPRESENTASIKAN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google