Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI LABORATORIUM MEDIS BERBASIS SMS GATEWAY PADA LABORATORIUM MEDIS CINTAKU Christian Koernia Wijaya 1) S1 / Jurusan Sistem.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI LABORATORIUM MEDIS BERBASIS SMS GATEWAY PADA LABORATORIUM MEDIS CINTAKU Christian Koernia Wijaya 1) S1 / Jurusan Sistem."— Transcript presentasi:

1 RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI LABORATORIUM MEDIS BERBASIS SMS GATEWAY PADA LABORATORIUM MEDIS CINTAKU Christian Koernia Wijaya 1) S1 / Jurusan Sistem Informasi, Sekolah Tinggi Manajemen Komputer & Teknik Komputer Surabaya, Abstract : Because of the number of patients, medical laboratories Cintaku have a problem in implementing a medical examination. As a result of medical examination which should be completed within 4 hours spend up to 1-2 days. This makes the patient feel less comfortable, because they have to call by phone or even come to the clinic where a waste of time and effort when his customer service had to search the data requested by the patient. Not infrequently there are also patients who did not even take the examination to days and even months, resulting in accumulation of the document. Another problem is the doctor's fee calculation, the calculation of clinical supplies and medicines, the calculation of income and the purchase of medicines and equipment are still done manually so that the resulting data are less valid. Laboratory Medic Information System with SMS Gateway Based in Laboratory Medic Cintaku uses SMS Gateway features that aim when patients ask for the results of their examination result, customer service does not need to search the data, the system will automatically find and send the results to the patient. Advantages of this system is the doctor’s fee calculation, the calculation of clinic equipment, calculation of income and the purchase of medicines and equipments process carried out by the application. With this information system, the medical laboratory Cintaku can reduce the buildup of documents and data that are not valid. Keywords: Laboratorium Medis, SMS Gateway, fee Laboratorium medis Cintaku merupakan laboratorium yang berlokasi di Jombang, Jawa Timur. Laboratorium medis Cintaku sebagai instansi pemberi jasa pelayanan kesehatan yang melayani pemeriksaan medis seperti pemeriksaan darah, urine dan air liur sangat penting peranannya dalam masyarakat, karena laboratorium ini tidak hanya menerima pasien dari dalam kota melainkan dari luar kota juga seperti Kediri dan Nganjuk. Banyaknya pasien, 50 sampai 70 pasien perhari menyebabkan laboratorium medis Cintaku tidak bisa mengeluarkan hasil pemeriksaan dengan cepat, sehingga memerlukan waktu 4 jam bahkan sampai 2 hari. Banyaknya pasien dari luar kota (sekitar 50%) yang menyebabkan pasien harus sering datang atau menelepon ke klinik untuk menanyakan hasil pemeriksaan medisnya. Tentu hal ini memberatkan pasien yang harus mengeluarkan biaya lebih untuk datang atau menelepon ke klinik. Sehingga tak jarang banyak pasien yang malas menghubungi laboratorium sehingga menghambat proses pemeriksaan. Laboratorium medis Cintaku juga belum mempunyai pencatatan pembayaran yang baik sehingga jumlah penanganan medis dengan income tidak sesuai. Perhitungan fee dokter juga masih dilakukan secara manual sehingga bagian administrasi harus merekap atau menghitung ulang fee dokter untuk mendapatkan laporan bulanan. Permasalahan lain yang dihadapi adalah perhitungan persediaan obat serta perhitungan persediaan perlengkapan laboratorium masih dilakukan secara manual sehingga sering terjadi

2 kehabisan stok yang mengakibatkan palayanan kepada pasienmenjadi terhambat. Mahalnya biaya telepon dan biaya transportasi untuk datang ke laboratorium hanya untuk sekedar menanyakan bahwa hasil pemeriksaaan telah selesai atau belum sehingga dibutuhkan sistem yang berbasis SMS. Sistem yang baru juga memberikan fasilitas pemberitahuan kepada pasien untuk mengambil pemeriksaan atau melakukan pemeriksaan rutin selanjutnya. Penghitungan fee dokter dapat dilakukan lebih mudah dan bagian administrasi tidak perlu melakukan rekap laporan secara manual, karena sistem dapat melayani pemberian laporan secara otomatis dan dapat diketahui kapan saja menggunakan SMS Gateway. Perhitungan perhitungan persediaan obat dan persediaan perlengkapan laboratorium dibangun berbasis desktop. Rancang Bangun Sistem Informasi Laboratorium Medis Berbasis SMS Gateway Pada Laboratorium Medis Cintaku ini diharapkan dapat membantu proses pelayanan kesehatan sehingga proses pemeriksaan dan proses administrasi laboratorium dapat berjalan lancar. LANDASAN TEORI Laboratorium Medis Menurut Soekidjo (2007), laboratorium klinik atau laboratorium medis ialah laboratorium di mana berbagai macam tes dilakukan pada spesimen biologis untuk mendapatkan informasi tentang kesehatan pasien. Laboratorium medis sering dibagi atas sejumlah bagian: 1.Mikrobiologi menerima usapan, tinja, air seni, darah, dahak, peralatan medis, begitupun jaringan yang mungkin terinfeksi. Spesimen tadi dikultur untuk memeriksa mikroba patogen. 2.Parasitologi mengamati parasit. 3.Hematologi menerima keseluruhan darah dan plasma. Mereka melakukan penghitungan darah dan selaput darah. 4.Koagulasi menganalisis waktu bekuan dan faktor koagulasi. 5.Kimia klinik biasanya menerima serum. Mereka menguji serum untuk komponen-komponen yang berbeda. 6.Toksikologi menguji obat farmasi, obat yang disalahgunakan, dan toksin lain. 7.Imunologi menguji antibodi. 8.Imunohematologi, atau bank darah menyediakan komponen, derivat, dan produk darah untuk transfusi. 9.Serologi menerima sampel serum untuk mencari bukti penyakit seperti hepatitis atau HIV. 10.Urinalisis menguji air seni untuk sejumlah analit 11.Histologi memproses jaringan padat yang diambil dari tubuh untuk membuat di kaca mikroskop dan menguji detail sel. 12.Sitologi menguji usapan sel (seperti dari mulut rahim) untuk membuktikan kanker dan keadaan lain. 13.Sitogenetika melibatkan penggunaan darah dan sel lain untuk mendapatkan kariotipe, yang dapat berguna dalam diagnosis prenatal (mis. sindrom Down) juga kanker (beberapa kanker memiliki kromosom abnormal). 14.Virologi dan analisis DNA juga dilakukan di laboratorium klinik yang besar. 15.Patologi bedah menguji organ, ekstremitas, tumor, janin, dan jaringan lain yang dibiopsi pada bedah seperti masektomi payudara.

3 Konsep Dasar Sistem Menurut Herlambang dan Tanuwijaya (2005:116), definisi sistem dapat dibagi menjadi dua pendekatan, yaitu pendekatan secara prosedur dan pendekatan secara komponen. Berdasarkan pendekatan prosedur, sistem didefinisikan sebagai kumpulan dari beberapa prosedur yang mempunyai tujuan tertentu. Sedangkan berdasarkan pendekatan komponen, sistem merupakan kumpulan dari komponen-komponen yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam perkembangan sistem yang ada, sistem dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sistem terbuka dan sistem tertutup. Sistem terbuka merupakan sistem yang dihubungkan dengan arus sumber daya luar dan tidak mempunyai elemen pengendali. Sedangkan sistem tertutup tidak mempunyai elemen pengontrol dan dihubungkan pada lingkungan sekitarnya. Konsep Sistem Informasi Data adalah fakta-fakta atau kejadian-kejadian yang dapat berupa angka-angka atau kode-kode tertentu. Data masih belum mempunyai arti bagi penggunanya. Untuk dapat mempunyai arti data diolah sedemikian rupa sehingga dapat digunakan oleh penggunanya. Hasil pengolahan data inilah yang disebut sebagai informasi. Secara ringkas, Informasi adalah data yang telah diolah dan mempunyai arti bagi penggunanya. Sehingga sistem informasi dapat didefinisikan sebagai prosedur-prosedur yang digunakan untuk mengolah data sehingga dapat digunakan oleh penggunanya (Herlambang dan Tanuwijaya, 2005:121). 1. Blok Masukan 2. Blok Model 3. Blok Keluaran 4. Blok Teknologi 5. Blok Basis Data 6. Blok Kendali 7. Analisa Dan Perancangan Sistem Short Message Service SMS atau layanan pesan singkat mempunyai sejarah tersendiri sebagai media layanan yang paling meledak abad ini. Awalnya SMS berfungsi untuk memberikan layanan pengiriman pesan teks singkat antar perangkat mobile phone (telepon genggam atau ponsel). SMS sebetulnya hanya layanan tambahan terhadap dua layanan utama (layanan voice dan switched data) dalam system jaringan komunikasi GSM. GSM (Global System for Mobile Communications) adalah perkumpulan penyedia perangkat komunikasi Eropa yang menyediakan standardisasi perangkat telepon genggam atau telepon bergerak di Eropa. Namun karena keberhasilan SMS yang tidak terduga, dengan pelanggan yang menggunakannya, menjadikan SMS sebagai bagian integral dari layanan sistem standar-standar komunikasi lain, seperti CDMA, UMTS, bahkan jaringan telepon rumah (fixed phone) bahkan mulai mengadopsi teknologi yang sebenarnya sangat sederhana ini. Aplikasi ini hanya terbatas pada pengiriman dan penerimaan data berupa teks dengan panjang pesan antara huruf bahkan ada yang sampai 765 huruf. Karakteristik SMS SMS point-to-point menyediakan mekanisme untuk mengirimkan pesan pendek (short message) ke dan dari piranti bergerak. Layanan ini menggunakan SMS Center (SMSC) yang bertindak sebagai sistem simpan dan terusan (store and forward) untuk pesan pendek.

4 Layanan Aplikasi SMS Layanan aplikasi SMS pada dasarnya memiliki karakteristik yang berbeda dengan aplikasi internet dan internet yang bergerak pada umumnya, yaitu: layar monitor yang berukuran kecil, keterbatasan jumlah karakter yang dapat dikirimkan, serta keterbatasan tombol pada handset yang hanya berjumlah 12 untuk pengoperasian aplikasi. Tiga karakteristik tersebut selalu menjadi fokus yang mendasari pada pengembangan aplikasi ini, sehingga informasi yang disediakan pun singkat dan jelas dengan pengoperasian aplikasi mudah dan sederhana yang meminimalisir penggunaan tombol pada handset. Dengan demikian akan dapat dikenali aplikasi yang cocok untuk dikembangkan menjadi aplikasi berbasisi SMS. Berdasarkan mekanisme distribusi pesan SMS oleh aplikasi SMS, terdapat empat macam mekanisme penghantaran pesan yaitu: 1.Pull 2.Push – Event based 3.Push – Scheduled 4.Push – Personal profile SMS Gateway SMS gateway dapat diartikan sebagai suatu penghubung untuk lalulintas data-data SMS, baik yang dikirim maupun yang diterima. Pada awalnya SMS gateway dibutuhkan untuk menjembatani antar SMSC. Hal ini dikarenakan SMSC yang dibangun oleh perusahaan yang berbeda memiliki protokol komunikasi sendiri, dan protokol-protokol itu sendiri bersifat pribadi. Gambar 1. Model SMS Gateway Aplikasi SMS gateway akan mendeteksi network setiap operator yang digunakan dan setelah itu akan langsung meneruskannya ke dalam aplikasi yang tersedia. Client membutuhkan GSM modem agar dapat menjalankan aplikasi dan dapat menerima data – data yang dikirimkan oleh operator baik request dari user. Segala request dari user juga akan diproses oleh aplikasi dan akan diteruskan oleh SMS gateway agar dapat diterima dan dilakukan pemrosesan data, dan request dari user juga akan dapat diterima benar hasilnya. Pada aplikasi SMS gateway juga membutuhkan koneksi database agar request dari user dapat tersimpan dan dapat diketahui hasilnya. Database berfungsi menyimpan transaksi yang terjadi tiap harinya. Dan permintaan tersebut akan di proses dan dapat diketahui request terbanyak terjadi dalam suatu transaksi. Definisi Basis Data Menurut Marlinda (2004), basis data atau database adalah suatu susunan/kumpulan data operasional lengkap dari suatu organisasi/perusahaan yang diorganisir/dikelola dan disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu menggunakan komputer sehingga mampu menyediakan informasi optimal yang diperlukan pemakainya. Terdapat beberapa aturan yang harus dipatuhi pada file basis data agar dapat memenuhi kriteria sebagai suatu basis data. Beberapa aturan itu berhubungan dengan (Kroenke, 1998): 1.kerangkapan data 2.inkonstensi data 3.data terisolasi 4.keamanan data 5.integrasi data

5 Database Management System Menurut Marlinda (2004), Database Management Sistem (DBMS) merupakan kumpulan file yang saling berkaitan dan program untuk pengelolanya. Basis Data adalah kumpulan datanya, sedang program pengelolanya berdiri sendiri dalam suatu paket program yang komersial untuk membaca data, menghapus data, dan melaporkan data dalam basis data. DBMS (Database Management System) kumpulan program yang digunakan user untuk me-management database (create, maintain). Gambar 2. Proses sharing sistem basis data Proses – proses yang terdapat dalam DBMS yaitu: 1.Defining 2.Manipulating 3.Sharing Fungsi yang lebih penting dari DBMS adalah proteksi dan maintain database dalam jangka panjang. 1.Proteksi 2.Maintain Bagian-Bagian Basis Data Membangun basis data adalah langkah awal dari pembuatan sebuah aplikasi. Keberhasilan dalam membangun basis data akan menyebabkan program lebih mudah dibaca, mudah dikembangkan dan mudah mengikuti perkembangan perangkat lunak. Berikut ini diuraikan mengenai komponen-komponen yang terdapat dalam basis data: 1. Tabel 2. Field 3. Record 4. Primary Key 5. Foreign Key 6. Index AT Command AT Command yang berarti Attention Command merupakan sekumpulan perintah-perintah yang digunakan komputer untuk mengakses modem handphone. Pada handphone, perintah AT Command akan diterima melalui interface handphone, sedangkan kontroler berupa komputer sebagai pengirim perintah akan mengirimkan perintah tersebut melalui serial interface, sehingga komunikasi antara handphone dan kontroler adalah komunikasi secara serial. Protokol yang digunakan oleh handphone untuk proses pengiriman atau penerimaan SMS adalah PDU. Protokol ini merupakan sekumpulan angka-angka heksadesimal yang merepresentasikan data-data header berupa identitas dan isi SMS. Cara penggunaan perintah AT Command adalah pengetikan perintah selalu diawali oleh at atau AT kemudian dilanjutkan dengan perintah yang diinginkan. Jika perintah yang diberikan tidak ada kesalahan, maka handphone akan memberikan jawaban dari perintah yang dikirim. Sebaliknya, jika terdapat kesalahan perintah, maka jawaban yang diterima oleh host pengirim adalah ERROR. (Kellerek,2000). Beberapa perintah AT Command dapat dilihat pada tabel 2.1 berikut ini.

6 Tabel 1. Beberapa perintah AT Command Desain Sistem Gambar 3. Context Diagram Gambar 3 merupakan context diagram dari sistem informasi laboratorium medis. Dalam context diagram sistem informasi laboratorium medis ini terdapat empat external entity yaitu perawat, dokter, pasien dan kepala laboratorium. Dimana proses dimulai dari perawat yang menginputkan data-data master. Proses selanjutnya adalah pasien mengirimkan SMS kepada sistem untuk mengetahui hasil pemeriksaan telah selesai atau belum yang kemudian sistem akan mengecek data hasil pemeriksaan dan kemudian membalas kepada pasien. Proses lainnya adalah dokter yang mengirimkan SMS kepada sistem untuk mengetahui jumlah gajinya bulan ini kemudian system akan melakukan pengecekan pada master gaji dan membalas kepada dokter berisikan fee dokter bulan ini. Kepala laboratorium medis bisa mengetahui semua laporan yang diinginkan dengan memasukkan kata kunci laporan yang diinginkan. Gambar 4 menjelaskan DFD level 0 hasil dekomposisi dari context diagram. Proses dimulai dari entry data master yang dilakukan oleh perawat. Perawat meng-entry data karyawan, dokter, pasien, obat, peralatan, layanan periksa, dan fee. Proses selanjutnya yaitu pemeriksaan pasien, proses ini dilakukan dengan mencocokkan data - data dari master dokter, master pasien, dan master barang habis pakai. Proses tidak dapat dilakukan bilamana barang habis pakai telah habis. Setelah semua data dicocokkan mata system akan menyimpan ke database master hasil pemeriksaan. Proses lainnya adalah pembelian, perawat memasukkan data-data pembelian yang kemudian akan disimpan data database pembelian obat dan pembelian peralatan. PerintahFungsi AT+CBCBattery Charge AT+CSQ Kualitas sinyal keluaran AT+CSMS Pilih Message Service AT+CMGFFormat SMS AT+CSCAAlamat SMSC AT+CMGLDaftar SMS AT+CMGRBaca SMS AT+CMGDHapus SMS AT+CMGSKirim SMS

7 Proses selanjutnya adalah proses SMS Gateway, proses terjadi ketika pasien mengirimkan SMS kepada sistem untuk mengetahui hasil pemeriksaan dan dokter yang mengirim SMS untuk mengetahui fee bulan ini. Ketika pasien mengirim SMS maka sistem akan melakukan pengecekan apabila format benar maka pasien akan mengambil data dari master hasil pemeriksaan dan mengirimkannya kepada pasien. Demikian pula ketika dokter mengirimkan SMS maka sistem akan mengecek format, jika format benar maka sistem akan mengambil data dari master gaji dan mengirimkannya kepada dokter. Proses pembuatan laporan dimulai dari memasukkan data tersimpan dari proses sebelumnya, seperti data karyawan, pasien, dokter, aset, barang habis pakai, gaji dan layanan periksa. Hasil dari pembacaan data tersebut diproses untuk menghasilkan laporan yang digunakan oleh kepala laboratorium dalam menentukan kebijakannya. Gambar 4. DFD Level 0

8 HASIL DAN PEMBAHASAN Pembelian Obat Gambar 5. Form Pembelian Obat Gambar 5 merupakan transaksi form pembelian obat yang digunakan menyimpan rencana pembelian obat. Pemeriksaan Dokter Gambar 6 merupakan form transaksi pemeriksaan dokter yang juga memiliki fungsi untuk mendaftarkan pasien melakukan pemeriksaan laboratorium. Gambar 6. Form Pemeriksaan Dokter Pemeriksaan Laboratorium Gambar 7. Form Pemeriksaan Laboratorium Gambar 7 menunjukkan transaksi pemeriksaan laboratorium. Analisa Hasil Uji Coba Sistem Fitur Dasar Sistem Analisa hasil uji coba dari keseluruhan uji yang dilakukan akan menentukan kelayakan fitur dasar sistem berdasarkan desain yang telah ditetapkan. Fitur-fitur dasar sistem dinilai layak bilamana keseluruhan hasil uji coba ini sesuai dengan output yang diharapkan. Pada uji coba yang telah dilakukan pada fitur-fitur dasar sistem seperti tampak pada uji coba 1 sampai uji coba 52 dapat disimpulkan bahwa fitur-fitur dasar tersebut telah berjalan dengan baik dan tidak terdapat error. Fungsi-fungsi tambah, ubah, simpan maupun tampil dapat berjalan sebagaimana mestinya.

9 KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat diambil dari pembuatan Sistem Informasi Laboratorium Medis Berbasis SMS Gateway pada Laboratorium Medis Cintaku adalah: 1.Sistem Informasi Laboratorium Medis ini dapat memberikan informasi pada pasien lebih cepat dikarenakan sistem akan otomatis mengirim SMS pemberitahuan tepat ketika hasil pemeriksaan laboratorium pasien telah selesai. 2.Sistem Informasi Laboratorium Medis dapat menangani transaksi pemeriksaan pasien dan pemeriksaan laboratorium, perhitungan fee dokter serta pendapatan rumah sakit, perhitungan obat dan peralatan, pembelian obat dan peralatan, mencegah kekurangan stok obat dan peralatan. SARAN Adapun saran-saran yang dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi yang telah dibuat adalah sebagai berikut: 1.Sistem ini dapat dikembangkan lagi menjadi sistem informasi yang terintegrasi dengan sistem lainnya yang ada di lingkungan laboratorium. 2.Sistem ini dapat dikembangkan secara online sehingga pasien dapat mengetahui Informasi hasil periksa atau pendaftaran secara online. DAFTAR RUJUKAN Herlambang, Soendoro & Tanuwijaya, Haryanto, 2005, Sistem Informasi : Konsep, Teknologi & Manajemen, Graha Ilmu, Yogyakarta. Kellerek. 2000, Manual Reference AT Command Set for the SIEMENS Mobile Phone S35i, C35i, M35i. (Online). (http://www.siemens.com, diakses 13 Maret 2010). Kristanto, Andri., 2003, Perancangan Sistem Informasi dan Aplikasinya, Gava Media,Yogyakarta. Kendall, Kendall, 2006, Analisis dan Perancangan Sistem, Edisi Kelima Jilid 1, Prenhalindo, Jakarta. Marlinda, Linda, 2004, Sistem Basis Data, Andi, Yogyakarta. Notoatmodjo, Sukidjo, 2007, Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Rineka Cipta, Jakarta. Rizky, Soetam, 2006, Interaksi Manusia dan Komputer, STIKOM, Surabaya. Srisasi, 2007, Parasitologi Klinik, Media Abadi, Yogyakarta.


Download ppt "RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI LABORATORIUM MEDIS BERBASIS SMS GATEWAY PADA LABORATORIUM MEDIS CINTAKU Christian Koernia Wijaya 1) S1 / Jurusan Sistem."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google