Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

III. FUNGSI FUNDAMENTAL KEDUA PROSES MANAJEMEN : PENGORGANISASIAN 3.1. Pengertian  Pengorganisasian : Tindakan mempersatukan dan mengatur orang-orang.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "III. FUNGSI FUNDAMENTAL KEDUA PROSES MANAJEMEN : PENGORGANISASIAN 3.1. Pengertian  Pengorganisasian : Tindakan mempersatukan dan mengatur orang-orang."— Transcript presentasi:

1 III. FUNGSI FUNDAMENTAL KEDUA PROSES MANAJEMEN : PENGORGANISASIAN 3.1. Pengertian  Pengorganisasian : Tindakan mempersatukan dan mengatur orang-orang pada tugas yang saling berkaitan hingga mereka dapat bekerja sama secara efisien dan memperoleh kepuasan pribadi dalam melaksanakan tugas-tugasnya dalam kondisi lingkungan tertentu guna mencapai tujuan/sasaran tertentu (Terry, 1977).  Suatu kelompok terdiri atas 2 orang atau lebih, bekerja sama ke arah tujuan bersama dapat menimbulkan masalah, misal :  Siapa pengambil keputusan, dalam bidang apa  Siapa pelaksana pekerjaan, macam apa  Tindakan apa yang perlu dilakukan bila terdapat kondisi tertentu.

2  Tugas Pengorganisasian  Mengharmoniskan suatu kelompok orang-orang berbeda, mempertemukan macam-macam kepentingan dan memanfaatkan kemampuan kesemuanya ke suatu arah tertentu.  Organisasi dan Urgensinya  Wadah kelompok-kelompok orang melakukan kegiatan dengan cara berkerja sama untuk mencapai tujuan bersama.  Alat kontrol untuk mencapai efisiensi.  Tiga unsur dasar dalam setiap organisasi a. Orang-orang b. Kerjasama c. Tujuan yang akan dicapai

3  Kebutuhan berorganisasi, karena :  Ketidakterbatasan kebutuhan manusia  Keterbatasan kemampuan manusia dalam memenuhi kebutuhan.  Sifat Organisasi  Sederhana – jelas  Mengakomodasikan seluruh kegiatan  Fleksibel (luwes)  Rasional - obyektif

4 1. Perumusan Tujuan Organisasi 2. Penyusunan Unit-unit Organisasi (Departemenisasi) 3. Pembagian Kerja 4. Koordinasi 5. Pendelegasian Kekuasaan/Wewenang 6. Rentang Pengawasan/Kendali 7. Jenjang Organisasi 8. Kesatuan Perintah 9. Fleksibilitas 3.2. Azas-azas Pokok Organisasi

5 1. Perumusan Tujuan Organisasi  Sangat penting, karena merupakan landasan dan arah setiap kegiatan organisasi  Mempermudah penerapan haluan organisasi, pemilihan bentuk organisasi, pembentukan struktur organisasi, kebutuhan para pimpinan, penyumbangan pengalaman, kecakapan, daya kreasi anggota organisasi, dll. 2. Penyusunan Unit-unit Organisasi (Departemenisasi)  Merupakan aktivitas menyusun satuan-satuan (unit-unit) organisasi yang diperlukan guna melaksanakan fungsi yang ada.

6 3. Pembagian Kerja  Pembagian kerja dari tingkat pimpinan sampai tingkat terendah  Pengelompokan berdasarkan: - Fungsi : misal kelompok bidang produksi, bidang pemasaran, bidang keuangan, bidang personalia, dll. - Barang yang diproduksi: unit sayur-sayuran, unit unit tanaman hias, unit teh hitam, unit teh celup, dll.  Hal-hal yang perlu diperhatikan: - Jumlah unit organisasi hendaknya sesuai dengan kebutuhan. - Tidak tergesa-gesa membentuk unit kerja yang baru, jika perlu perluasan aktivitas hendaknya ditampung dulu pada unit organisasi yang sudah ada. - Nama satuan organisasi hendaknya tertib sehingga dapat diketahui fungsinya melalui nama itu.

7 5. Pendelegasian Kekuasaan/Wewenang  Penyerahan sebagian kekuasaan/wewenang oleh seorang pimpinan kepada pimpinan di bawahnya untuk mengambil keputusan yang diperlukan agar tugas dan tanggung jawab tetap dapat dilaksanakan dengan baik.  Dikenal adanya sentralisasi dan desentralisasi 4.Koordinasi  Harus memiliki keselarasan aktivitas di antara satuan/unit organisasi atau di antara pimpinan.  Dapat dihindari terjadinya konflik, rebutan sumber/ fasilitas, tumpang tindih pekerjaan, kekosongan pekerjaan, lepas tanggung jawab satu sama lain.  Lebih menjamin kesatuan sikap, tindakan, kebijakan dan implementasi.

8  Manfaat yang diperoleh dari pendelegasian kekuasaan/ wewenang : - Pimpinan dapat melakukan pekerjaan yang pokok-pokok saja. - Tiap tugas dapat dikerjakan pada tingkat yang tepat. - Keputusan-keputusan dapat dibuat dengan lebih cepat dan tepat. - Meningkatkan inisiatif dan rasa tanggung jawab. - Mengurangi sikap selalu menunggu perintah. - Pelayanan dapat terus dilaksanakan walaupun pimpinan yang berwenang berhalangan.

9 6.Rentang Pengawasan/Kendali  Adalah jumlah bawahan langsung yang dapat dipimpin secara efektif oleh seorang atasan.  Faktor-faktor yang mempengaruhi luas-sempitnya rentang kendali : - Sisi subyektif : pengalaman, kecakapan, kesehatan, dan umur seorang atasan dan bawahan. - Sisi obyektif : corak pekerjaan, letak bawahan, stabil- labilnya organisasi, jumlah tugas pada atasan, jumlah tugas pada bawahan, dan waktu penyelesaian pekerjaan. 7.Jenjang Organisasi  Merupakan tingkat-tingkat satuan organisasi yang di dalamnya terdapat atasan, tugas dan wewenang tertentu menurut kedudukannya serta fungsi satuan organisasi.

10  Pejabat yang berkedudukan pada tingkat yang lebih tinggi mengawasi para pejabat pada tingkat di bawahnya, sehingga hubungan-hubungan yang dilakukan antara pejabat hendaknya selalu melewati tingkat-tingkat yang telah ditentukan.  Manfaat garis hubungan tiap jenjang : - Hubungan ke bawah : berupa perintah, pelimpahan wewenang, pengontrolan, pembimbingan, penugasan, dll. - Hubungan ke atas : berupa laporan, pertanggungjawaban, keluhan, saran ataupun pendapat. - Hubungan mendatar : berupa permintaan, pertimbangan, ataupun persetujuan.

11 8.Kesatuan Perintah  Tiap pejabat dalam organisasi hendaknya hanya mendapat perintah dan bertanggung jawab kepada seorang atasan tertentu.  Organisasi yang tidak memiliki kesatuan perintah akan menimbulkan kebingungan, keraguan dari para bawahan. 9.Fleksibilitas  Struktur organisasi hendaknya mudah diubah untuk disesuaikan dengan perubahan-perubahan yang terjadi tanpa mengurangi kelancaran aktivitas yang sedang berjalan.  Perubahan-perubahan dapat terjadi karena penaruh luar organisasi dan/pengaruh dalam organisasi.

12 3.3. Struktur Organisasi  Susunan dan hubungan antara bagian dan posisi dalam perusahaan.  Menjelaskan pembagian aktivitas kerja, memperhatikan hubungan fungsi dan aktivitas tersebut.  Memperlihatkan tingkat spesialisasi aktivitas tersebut.  Menjelaskan hierarki dan susunan kewenangan serta hubungan pelaporan (siapa melapor kepada siapa).  Ada 4 unsur dalam struktur:  Spesialisasi aktivitas – spesifikasi tugas-tugas perorangan dan kelompok kerja di seluruh organisasi (pembagian kerja) dan penyatuan tugas- tugas tersebut ke dalam unit kerja.

13  Standarisasi aktivitas – prosedur yang digunakan organisasi untuk menuju kelayakdugaan (predictability) aktivitas- aktivitasnya.  Koordinasi aktivitas – prosedur dalam memadukan fungsi- fungsi sub unit dalam organisasi.  Besar unit kerja – jumlah pegawai yang berada dalam suatu kelompok kerja 3.4. Bentuk Organisasi  Berdasarkan alir kekuasaan organisasi dapat dibagi menjadi :  Organisasi Garis/Lini - Bentuk paling sederhana - Kekuasaan berlangsung lurus dan vertikal dari pucuk pimpinan ke para pemimpin satuan-satuan organisasi - Perintah dan tanggung jawab dirumuskan dengan tegas batas-batasnya

14  Organisasi Garis dan Staf - Untuk mengatasi kelemahan dan kekurangan, para manajer mengangkat sejumlah staf ahli yang bertugas memberi bahan pertimbangan kepada pimpinan. - Terdapat dua macam anggota organisasi, yaitu anggota staf yang memiliki hak memberikan pertimbangan, nasihat kepada pimpinan; anggota lini yang memiliki hak perintah kepada bawahan

15  Contoh Struktur Organisasi Garis dan Staf di Perkebunan Dir Ut Dir Bang Dir Kom/Um Dir Prod Rayon I Rayon II Bag Bang Bag Tan Bag Tek Bag Um Bag Keu Bag Kom Kebun Garis Staf Garis Lini


Download ppt "III. FUNGSI FUNDAMENTAL KEDUA PROSES MANAJEMEN : PENGORGANISASIAN 3.1. Pengertian  Pengorganisasian : Tindakan mempersatukan dan mengatur orang-orang."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google