Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PEMERIKSAAN AUDIOMETRI. PEMERIKSAAN PENURUNAN DAYA DENGAR PEMERIKSAAN PENURUNAN DAYA DENGAR DENGAN MENGGUNAKAN PERALATAN AUDIOMETERI ADALAH SUATU ALAT.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PEMERIKSAAN AUDIOMETRI. PEMERIKSAAN PENURUNAN DAYA DENGAR PEMERIKSAAN PENURUNAN DAYA DENGAR DENGAN MENGGUNAKAN PERALATAN AUDIOMETERI ADALAH SUATU ALAT."— Transcript presentasi:

1 PEMERIKSAAN AUDIOMETRI

2 PEMERIKSAAN PENURUNAN DAYA DENGAR PEMERIKSAAN PENURUNAN DAYA DENGAR DENGAN MENGGUNAKAN PERALATAN AUDIOMETERI ADALAH SUATU ALAT ELEKTRIK YANG DIGUNAKAN UNTUK PEMERIKSAAN KEMAMPUAN DAYA DENGAR, BAIK YANG DISEBABKAN OLEH GANGGUAN DARI LONGKUNGAN KERJA BISING MAUPUN YANG DISEBABKAN OLEH PENYAKIT ATAU PERTAMBAHAN USIA. PEMERIKSAAN AUDIOMETRI SEBAIKNYA DILAKUKAN DALAM PERIODE WAKTU 48 JAM SETELAH TERPAPAR KEBISINGAN YANG TINGGI DAN DILAKUKAN PADA SAAT TENAGA KERJA ISTIRAHAT SESUDAH BEBAS 13 – 16 JAM DARI PAPARAN BISING PEMERIKSAAN TERSEBUT BERTUJUAN APABILA YANG BERSANGKUTAN MENDERITA TTS, MAKA TTS NYA AKAN MENGHILANG SETELAH 16 JAM PEMERIKSAAN AUDIOMETRI DAPAT DILIHAT PADA FREQUENSI 4000 Hz UNTUK MELIHAT ADANYA PAPARAN TERAHADAP KEBISNGAN

3 PROSEDUR PEMERIKSAAN AUDIMETRI SEDIAKAN RUANG KEDAP SUARA (SOUND PROODF ROOM) TENAGA KERJA DIBERIKAN PENJELASAN TENTANG CARA PENGGUNAAN AUDIOMETRI TENAGA KERJA MASUK DALAM RUANG KEDAP SUARA TENAGA KERJA DIPASANG HEAD PHONE PEMERIKSA MEMBERIKAN SIGNAL DENGAN MENGGUNAKAN TOMBOL WARNA BIRU DAN MERAH (WARNA BIRU UNTUK TELINGA KANAN DAN WARNA MERAH UNTUK TELINGA KANAN) LAKUKAN PEMERIKSAAN MULAI DARI DESIBEL TERENDAH ( 5 dB)DENGAN FREQUENSI TERENDAH (500 Hz) LAKUKAN PEMERIKSAAN SETIAP KENAIKAN 5 dB DAN FREQUENSI NAIK MENJADI 1000 Hz CATAT SAMPAI TENAGA KERJA MENDENGARKAN SUARA ANG PALING RENDAH DAN SAMPAI PENDENGARAN HILANG. LAKUKAN PEMERIKSAAN STERUSNYA SEPERTI DIATAS.

4 INTERPRESTASI HASIL PEMERIKSAAN GANGGUAN PENDENGARAN 1. PRESBAYCUSIS ADALAH PENURUNAN PENDENGARAN AKIBAT USIA SEMAKIN TUA USIA PENURUNAN PENDENGARAN AKAN TERJADI MANUSIA PADA USIA 30 TAHUN MAMPU MENDENGAR SUARA 4 dB 8000 Hz, PADA USIA 60 TAHUN HANYA MAMPU MENDENGAR SUARA 40 dB PADA FREQUENSI 8000 Hz 2. TULI KONDUKTIF DANYA GANGGUAN TRANSMISI SUARA KE COCHLEA, KARENA ADANYA KOTORAN DALAM LUBANG TELINGA, TERJADI FERFORASI PADA MEMBRAN TIMPANI, PENYUMBATAN TUBA EUSTACHIUS, TERPUTUSNYA HUBUNGAN RANTAI OSSICULUM AKIBAT TRAUMA ATAU PENYAKIT, INFEKSI CAIRAN TELINGA TENGAH SEHINGGA STAPEDIUS MENJADI KAKU, AKIBAT TINDAKAN BEDAH

5 INTERPRESTASI HASIL PEMERIKSAAN 3. TULI SENSORAL GANGGUAN SENSORINEURAL(HAMPIR SELALU PERMANEN) KARENA KERUSAKAN ORGAN CORTI ATAU REGENARASI SEL-SEL RAMBUT ORGAN CORTI KERUSAKAN SEL-SEL SEPIRAL GANGLION ATAUSERABUT SYARAF,PRESBYCUSIS, KARENA TERKENA VIRUS (MUMPS/GONDONGAN) KARENA PENGARUH OBAT-OBATAN 4. TULI CAMPURAN KOMBINASI TULI KONDUKTIF DAN SENSORINEURAL 5. TULI GANGGUAN SENTRAL GANGGUAN KEMAMPUAN MENGINTERPRESTASIKAN SUARA KELAINAN PADA OTAK DIANTARA NUCHLEUS AUDITOY DAN CORTEX 6. TULI PSIKOGENIK KARENA GANGGUAN PSITOGEN BUKAN KELAINAN ORGANIK MISAL DALAM KADAAN HISTERI.

6 GRAFIK HASIL PEMERIKSAAN AUDIOMETRI

7

8

9 PENYAKIT AKIBAT KERJA YANG BERHUBUNGAN DENGAN DUST TYPE OF DUST PRINCIPAL OCCUPATIONAL OCCURRENCES REACTION TYPE LUNG DESEASEOBSERVATION QUARTZ AND MIXTURE COUNTING QUARTZ(COA L, MINERAL ORES,FLUOR SPAR,ROCK,S AND MINNING, METALURGICAL,ENGINERING, BUILDING MATERIAL,CONTRUCTION,STONE CUTTING, FUONDRY WORK, SAND BLASTING NODULAR FIBROSISI SILICOSIS, SNTHRACOSILIC OSIS AND MIXED PNEUMOCONIO SIS FOUND ALSO IN CONJUNCTION WITH TBERCOLOSIS AND CHRONIC NONSPECIFIC LUNG DISEASE (CNSLD),CRYSTALLINE SIO2 AND TRIDYMITE ACT LIKE QUARTZ KAOLINCERAMICINDUSTRI,(PORCELIN, POTTERY, EARTHENWARE,SANITARY WARE AND ELECTRICAL CERAMIC) NODULAR FIBROSISI SILOCOSISSDA QUARTZITE POWDERED QUARTZ KIESELGUHR( BURNT) REFRACTORIES (FIREPROOFCLAY, SILICA BRICK) PLASTERING(MIXING) MANUFACTURE OF FILTERING AND INSULATING MATERIAL NODULAR FIBROSISI SILOCOSISSDA

10 PENYAKIT AKIBAT KERJA YANG BERHUBUNGAN DENGAN DUST TYPE OF DUST PRINCIPAL OCCUPATIONAL OCCURRENCES REACTION TYPE LUNG DESEASEOBSERVATION ASBESTOS AND MIXTURE CONTAINING ASBESTOS MINING OF ASBETOS, MANUFACTURING, TREATMENT AND PREPARATION(INSULATIO N, TEXTILES, FRICTION MATERIALS, PACKING AND JOINTING MATERIALS, FIRE PREVENTION) OVER 3000 ASBESTOS CONTAINING PRODUCTS ARE LISTED DIFFUSE FIBROSIS, CARCINO MA ASBESTOS, MESOTHELIOMA (PERITONEUM,PLEURA,PE RICARDIUM) BRONCIAL CARCINOMA,CARCINOMA OF UPPER RESPIRATORY TRACT PLEURAL HYALINOSIS,CHRONIC NON SPECIFIC LUNG DISEASE(CNSLD) STOMACH CARCINOMA FOLLOWING ASBESTOS DUST EXPOSURE IS OPEN TO DISCUSSION ASBESTOS CEMENT BUILDING MATERIAL AND CONSTRUCTION INDUSTRY(ALSO USED DOMESTICALLY) SDA TALCRUBBER INDUSTRY, PHARMACEUTICALS, COSMETIC, PAINT, PAPER AND PRINTING, TEXTILES (ALSO USE IN INSECTICIDES AND IN HELTH PROTECTION DIFFUSE FIBROSIS, NODULAR FIBROSIS, IN RARE CASES, CARCINO MA TALCOSIS MESOTHELIOMA, BRONCHIAL CARCINOMA, CARCINOMA OF UPPER RESPIRATORY TRACT FREQUENTLY DUE TO ADMIXTURE OF ASBESTOS AND QUARTZ

11 PENYAKIT AKIBAT KERJA YANG BERHUBUNGAN DENGAN DUST TYPE OF DUSTPRINCIPAL OCCUPATIONAL OCCURRENCES REACTION TYPE LUNG DESEASEOBSERVATION METAL AND METAL COMPOUND (ALUMINIUM,ALU MINIUM OXIDE) PYROTECHNICS (ALUMINIUM POWDER) MANUFACTURE OF COUNDUM(ALUMINIUM SMOKE FROM SMELTING OF BAUXITE) LIGH METAL INDUSTRIES (WELDING AND FLAME CUTTING) DIFFUSE FIBROSIS, IRRITATION ALUMINIUM LUNG, BAUXITE SMELTER’S LUNG CNSLD BERYLLIUM, BERYLLIUM OXIDE METALLURGY, ANUFACTURE OF LUMINESCENT TUBES CELLULER GRANULOMA, DIFFUSE FIBROSIS, IRRITATION, IMMUNE REACTION TRACHEOBRONCHI TIS, PNEUMONITIS, BERYLLOSIS OFTEN ACUTE DEVELOPMENT, LATENT PERIOD UP TO 25 YEARS POSIBLE, GRANULOMA MAY ALSO DEVELOP IN LIVER, SPLEEN, SKIN OR MUSCLES CADMIUM, CADMIUM OXIDE METALUGY, ELECTROPLATING,PAINT INDUSTRY (PIGMENTS) IRRITATION, SYSTEMIC POISON TRACHEOBRONCHI TIS, BRONCHOPNEUMO NIA, EMPYSEMA, OF LUNG KIDNEY DAMAGE, OSTEOPOROSIS,

12 PENYAKIT AKIBAT KERJA YANG BERHUBUNGAN DENGAN DUST TYPE OF DUSTPRINCIPAL OCCUPATIONAL OCCURRENCES REACTION TYPELUNG DESEASEOBSERVATION CHROMIUM, CHROMIUM OXIDE, CHROMAT METALURGY, ELECTROPLATING, WELDING AND FUME CUTTING AUSTENIC STEEL, PIGMENT IRRITASI, IMMUNE REACTION, CARCINOMA ULCERRATION, AND PERFORATION OF NASL SEPTUM, BROCHIAL ASTHMA, CNSLD, CARCINOMA OF NASAL CAVITY ONLY COMPOUNDS IN THE +6 STATE ARE CARCINOGENIC (E,G. ALKALICHROMATE, CHROMIC ACID) HARD METALSSINTERINGPART DIFFUSE, PART FIBROSIS FIBROSIS IMMUNE REACTION (?) PATHOGENIC EFFECT OF COBALT NOT FULLY ASCERTAINED IRON, IRON OXIDES METALUGY, METAL WORKING (WELDING FLAME CUTTING, GRIDING), PAINT INDUSTRY (PIGMENT) ACCUMULATIONSIDEROSISAFTER TERMINATIO OF EXPOSURE, X-RAY SHADOWS CONTINUE TO BULID UP

13 PENYAKIT AKIBAT KERJA YANG BERHUBUNGAN DENGAN DUST TYPE OF DUSTPRINCIPAL OCCUPATIONAL OCCURRENCES REACTION TYPE LUNG DESEASE OBSERVATION LEAD, LEAD OXIDE METALUGY, ACCUMULATOR MANUFACTURE, LEAD SHOT MANUFACTURE, PAINT INDUSTRY,(PIGMENTS),GLAZI NG SCRAP LEAD WORKING(FLAME CUTTING OF LEAD PAINTED MATERIAL) SYSTEMIC POISON EFFECT -LEAD POISONING (ANEMIA, COLIC,POLYNEUROL OGICAL SYMPTOMS, ENCEPHALOPATHY) POSIBLE LOCAL EFFECTS IN THE LUNG) MANGANASE, MANGANASE OXIDES METALUGY, METAL WORKING (WELDING WITH ELECTRODES CONTAINING MANGANASE), PREPARATION AND USE OF MANGANASE ORE IRRITASI, SYSTEMIC POISON MANGANIC PNEUMONIA, CNSLD - NICKEL, NICKEL OXIDES, NICKEL SALTS METALURGY, ELECTROPLATING, CHEMICAL INDUSTRY IRRITATION, IMMUNE REACTION, CARCINOMA BROCHIAL CARCINOMA, CARCINOMA OF NASAL CAVITY SYSTEMIC POISONING WITH NICKEL TETRACARBONYL(DE RMATITIS) PLATINUM COMPOUNDS (SALTS) METALURGYIMMUNE REACTION (TYPE) IRRITATION ALLERGIC RHINITIS, BRONCHIAL ASTHMA DERMATITIS

14 PENYAKIT AKIBAT KERJA YANG BERHUBUNGAN DENGAN DUST TYPE OF DUSTPRINCIPAL OCCUPATIONAL OCCURRENCES REACTION TYPE LUNG DESEASEOBSERVATION VANADIUM PENTOXIDE POWDER STATIONS (CLEANING OF RESIDUE IN OIL BURNING, FURNACE) CHEMICAL INDUSTRY(MANUFACTU RE OF VANADIUM CATALYS) IRRITASITRAHHEOBRONCHI TIS, BRONCHIAL ASTHMA, CNSLD DEMATITIS PLANT AND ANIMAL DUST(ORGANIC DUST) MILLED OR CRUSED GRAIN AND BRAND GRAIN MILLING AND STORAGE, BAKERIES IRRITATION, IMMUNE REACTION (TYPE 1) ALLERGIC RHINITIS, CHRONIC RENITIS, BRONCHIAL ASTHMA, CNSLD MOULD FUNGI PRODUCE SIMILAR SYMTOMS (FREQUENTLY FOUND AS IMPURITIS) WOOD PARTIKULARLY EXOTIC TYPES MANUFACTURE OFVENEERS, FURNITURE INDUSTRY (POLISHING) WOOD TURNING IRRITAATION, IMMUNE REACTION, CARCINOMA ALLERGIC RINITIS, BRONCHIAL ASTHMA, CNSLD CARCINOMA OF THE NOSE AND NASAL CAVITY DERMATITIS

15 PENYAKIT AKIBAT KERJA YANG BERHUBUNGAN DENGAN DUST TYPE OF DUSTPRINCIPAL OCCUPATIONAL OCCURRENCES REACTION TYPELUNG DESEASEOBSERVATION ANIMAL HIDES, AND SKINS, HAIR, FEATHERS, AND SCALES AGRICULTURE, ZOO ATTENDANTS, LABOLATORY ANIMAL KEEPERS, FURRIES, AND FUR DEALERS IMMUNE REACTION (TYPE 1) ALLERGIC RHINITIS, BRONCHIAL ASTHMA DERMATITIS ENZYMES (PROTEASES) PHARMACEUTICAL INDUSTRY, WASHING POWDER MANUFACTURE, FOOD AND DRINK INDUSTRIES IRRITATION, IMMUNE REACTION, (TYPE 1) ALLERGIC RHINITIS, BRONCHIAL ASTHMA DERMATITIS MOULDY HAY, STRAW, CEREALS AND BAGASSE AGRICULTURE, GRAIN SILOS, SUGAR INDUSTRIES IMMUNE REACTION (TYPE 3 ) ALLERGIC ALVEOLITIS, DIFFUSE FIBROSIS FARMER’S LUNG BAGASSOSIS CAUSED BY THERMOPHILIC ACTINOMYCETES (MICROPOLYSPOR A FAENI, THERMOACTINOM YCES VULGARIS) RERALY BY MOULD FUNGUS (ASPERGILLUS)

16 PENYAKIT AKIBAT KERJA YANG BERHUBUNGAN DENGAN DUST TYPE OF DUSTPRINCIPAL OCCUPATIONAL OCCURRENCES REACTION TYPELUNG DESEASE OBSERVATION EXCREMENT FROM HENS, PIGEONS, PARAKEETS POULTRY KEEPING AND ZOOS IMMUNE REACTION (TYPE 3) ALLERGIC ALVEOLITIS, DIFFUSE FIBROSIS -CAUSED BY PROTEIN SERUM IN BIRD EXCREMENT COTTON, FLEX, HEMP, SISAL, JUTE COTTON CARDING, COTTON AND FLAX SPINING, COMBING (HACKLING) IRRITATION, RELEASE OF HISTAMINE, IMMUNE REACTION (?) BYSSINOSIS, CNSLD MONDAY SYMTOMS PROBABLY DUE TO RELEASE OF HISTAMINES AND RELATED, SUBSTANCES IMMUNE REACTION UNCERTAIN. CHRONIC SYMTOMS DUAE TO LONG LASTING IRRITATION OF MUSCOUS MEMBRANNE ARSENIC, ARSENIC TRIOXIDE, ARSENIC SALTS MINING, METALUGY(LEAD AND ZINC SMELTER) ELECTROPLATING, CHEMICAL INDUSTRIES, IRRITASI, CARCINOMA, SYSTEMIC TOXIC EFFECT ULCERATIO N AND PERFORATI ON OF NASAL SEPTUM, TRACHEOBR ONCHITISCA RCINOMA NASAL,NASA L CAVITY POLYNEUROLOGICAL SYMTOMS,

17 PENYAKIT AKIBAT KERJA YANG BERHUBUNGAN DENGAN DUST TYPE OF DUSTPRINCIPAL OCCUPATIONAL OCCURRENCES REACTION TYPELUNG DESEASEOBSERVATION MALEIC ANHYDRIDE CHEMICAL INDUSTRY, MANUFACTURE OF PALSTIC IRRITATION, IMMUNE REACTION (?) CONJUCTIVITIS, RHINITIS WITH ULCERATIONS, LARINGOPHARINGI TIS, ASTHMATIC BRONCHITIS DERMATITIS CARBON DUST, SOOT, GRAPHITES ANY WORK INVOLVING SOOT, RUBBER INDUSTRY, MANUFACTURING OF ELECTRODES ACCUMULATION, IRRITATION GRAPHITE PNEUMOCONIOSIS, CNSLD POSSIBLE FIBROGENIC EFFECT, POSSIBLE BRONCHIAL CARCINOMA

18 PEMERIKSAAN SPIROMETRI

19 PEMERIKSAAN FUNGSI PARU DENGAN MENGGUNAKAN SPIROMETER PEMERIKSAAN FUNGSI PARU DIMAKSUDKAN UNTUK MENGETAHUI ADA TIDAKNYA PENURUNAN FUNGSI PARU YANG TERJADI PADA TENAGA KERJA AKIBAT TERPAPAR OLEH DEBU. TUJUAN PEMERIKSAAN FUNGSI PARU ADALAH - UNTUK MENDETEKSI ADANYA PENURUNAN FUNGSI PARU ATAU VC (VITAL CAPASITY)/KAPASITAS PARU - UNTUK MENGETAHUI FEV (FORCE EXPIRATORY VOLUME)/VOLUME EXPIRASI YANG DIPAKSAKAN - UNTUK MENGETAHUI FVC (FORCE VITAL CAPASITY)/KAPASITAS VITAL YANG DIPAKSAKAN - UNTUK MENGETAHUI FEV DIUKUR SELAMA 1 DETIK PERTAMA EKSPIRASI YANG DIPAKSAKAN, INI DISEBUT FEV1, JADI FEV1 MENUNJUKKAN ADANYA GANGGUAN PADA VENTILASI DAN NILAI YANG KURANG DARI 1 LITER SELAMA DETIK PERTAMA MENUNJUKKAN ADANYA PENURUNAN FUNGSI PARU YANG BERAT.

20 PEMERIKSAAN FUNGSI PARU DENGAN MENGGUNAKAN SPIROMETER MENURUT WHO (1993) PEMERIKSAAN FUNGSI PARU YANG DIANJURKAN DAN MUDAH DILAKSNAKAN ADALAH PEMERIKSAAN FVC DAN FEV KARENA CUKUP SENSITIF UNTUK MENDETEKSI PENURUNAN FUNGSI PARU DAN MENILAI PROGESITIVITAS PENYAKIT. BERDASARKAN PENENTUAN NORMAL DAN TIDAKNYA FUNGSI PARU SESEORANG DIBAGI MENJADI DUA ; a. NORMAL JIKA NILAI PERSENTASE PENURUNAN ≤ 20 % b. ADANYA PENURUNAN APABILA NILAI PERSENTASE ≥ 20 % NILAI PERSENTASE DIDAPAT DARI PERHITUNGAN 100 – FEV1/FEV x 100 %

21 PENURUNAN FUNGSI PARU DAPAT DIPENGARUHI OLEH BEBARAPA FAKTOR UMUR SESEORANG JENIS KELAMIN PENYAKIT YANG MENYERTAINYA KEBIASAAN MEROKOK KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PEINDUNG DIRI KONDISI TEMPAT KERJA LAMA PEMAPARAN KONSENTARASI

22 TATA CARA PERSIAPAN PEMERIKSAAN FUNGSI PARU PERALATAN : - SPIROMETER BESERTA PERLENGKAPANNYA - TIMBANGAN BADAN - METERAN SYARAT-SYARAT UNTUK NARA UKUR - KOOPERATIF TERHADAP NARA UKUR - SEBAIKNYA 1 JAM SESUDAH MAKAN - SEMUA PAKAIAN DI KENDORKAN TERMASUK IKAT PINGGANG - SIKAP NARA UKUT ADALAH SIKAP DUDUK DIATAS KURSI DAN TANPA SANDARAN AGAR TIDAK MENGGANGGU GERAK WAKTU DIUKUR - NARA UKUR MELAKSANAKAN PENGUKURAN DIBAWAH ABA-ABA PENGUKUR - NARA UKUR HARUS MELAKUKAN BERLATIH SEBELUM DIUKUR - NARA UKUR HARUS SERIUS, TIDAK BOLEH BERCANDA.

23 CARA PELAKSANAAN PEMERIKSAAN SIAPKAN FORMULIR PEMERIKSAAN YANG BERISI, NAMA, UMUR, JENIS KELAMIN, TINGGI BADAN, BERAT BADAN, CATAT DAN ISI PADA FORMULIR TERSEBUT. MENGENDORKAN PAKAIANNYA SEDEMIKIAN RUPA SEINGGA GERAK NAPAS BISA BEBAS DAN MAKSIMAL MENGAMBIL SIKAP DUDUK ATAU BERDIRI MEMEGANG ALAT SPIROMETER DARI BAWAH SPIROMETER BAGI SPIROMETER YANG TIDAK DILENGKAPIDENGAN SELANG SEHINGGA POSISI SPIRO MENDATAR BERNAPAS BIASA, KEMUDIAN MELAKUKAN EKSPIRASI MAKSIMAL DISUSUL DENGAN MENARIK NAPAS SEDALAM-DALAMNYA (INHALASI MAKSIMAL) BERTEPATAN SAAT MAKSIMALNYA SEGERA PIPA MULUT DIMASUKKAN KEDALAM MULUT SECUKUPNYA DENGAN KEHARISAN BIBIR MULUT MENUTUP RAPAT SEKELILING PIPA MULUT UNTUK SPIROMETER MANUAL BERSAMAAN DENGAN MENEKAN TOMBOL PENGGERAK

24 CARA PELAKSANAAN PEMERIKSAAN TIUP UDARA SEKALIGUS SEKUAT-KUATNYA SAMPAI TIDAK DAPAT MENGELUARKAN UDARA LAGI, KALAU PERLU BOLEH DIIKUTI DENGAN MEMBUNGKUKKAN BADAN SESUDAH SELESAI DIMANA EKSHALASI SUDAH LENGKAP DAN DIPANDANG TIDAK PETRLU LAGI, PIPA MULUT LANGSUNG DICABUT/DILEPAS DAN DIFANTI PIPA MULUT LAIN YANG BERSIH UNTUK DIGGUNAKAN NARA UKUR BERIKUTNYA.

25 PENGUKURAN KELALAHAN DENGAN REACTION TIMER PERSIAPAN ORANG YANG AKAN DIPERIKSA LM KEADAAN SEHAT, HARUS BERKONSENTRASI, DAN TDK BOLEH MELIHAT TOBOL PEMERIKSA ALAT REACTION TIMER DALAM KEADAAN BAIK PRINSIP KERJA ALAT ALAT INI UNTUK MENILAI WAKTU REAKSI ANTARA RANGSANG CAHAYA ATAU SUARA DENGAN RESPON SEMAKIN BESAR WAKTU REAKSI BERARTI KEADAAN SEMAKIN LELAH DAN BEGITU JUGA SEBALIKNYA. STANDAR PENGUKURAN REAKTION TIMER : NORMAL : KELAHAN RINGAN 441 – 580: KELELAHAN > 580: KELELAHAN BERAT

26 PROSEDUR PEMERIKSAAN RANGKAIKAN ALAT SERTA HUBUNGKAN KE SUMBER LISTRIK HIDUPKAN ALAT DENGAN MENEKAN TOMBOL ON/OF PADA ON HIDUP RESET ANGKA PENAMPIL SEHINGGA MENUNJUKKAN ANGKA DENGAN MENEKAN TOMBOL NOL PILIH RANGSANGAN SUARA ATAU CAHAYA YANG DIKENDAKI DENGAN MENEKAN TOMBOL SUARA ATAU CAHAYA ORANG YANG AKAN DIPERIKSA DIMINTA SIAP MENEKAN TOMBOL TEKAN/MOUSE SETELAH MENDENGAR SUARA ATAU MELIHAT CAHAYA DARI SUMBER PEMERIKSA MENEKAN TOMBOL EKAN PEMERIKSA SETELAH PASIEN MENEKAN TOMBOL TEKAN PASIEN, PADA PENAMPIL LANGSUNG MENUNJUKKAN ANGKA REAKSI DENGAN SATUAN MILLI DETIK CATAT HASIL PEMERIKSAAN RESET ANGKA TERSEBUT DENGAN MENEKAN TOMBOL NOL, PADA PENAMPIL AKAN TERLIHAT ULANGI MEMBERIKAN RANGSANG CAHYA/SUARA SAMPAI 15 KALI DAN HASILNYA DICATAT DATA PERTAMA SAMPAI KELIMA DIHAPUS, SEDANGKAN DATA KE 6 SAPAI KE 15 DIJUMLAH DAN DIBAGI 10 (RATA-RATA)


Download ppt "PEMERIKSAAN AUDIOMETRI. PEMERIKSAAN PENURUNAN DAYA DENGAR PEMERIKSAAN PENURUNAN DAYA DENGAR DENGAN MENGGUNAKAN PERALATAN AUDIOMETERI ADALAH SUATU ALAT."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google