Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 PENGUKURAN PRODUKTIVITAS DISUSUN OLEH : IPHOV KUMALA SRIWANA.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 PENGUKURAN PRODUKTIVITAS DISUSUN OLEH : IPHOV KUMALA SRIWANA."— Transcript presentasi:

1 1 PENGUKURAN PRODUKTIVITAS DISUSUN OLEH : IPHOV KUMALA SRIWANA

2 2 UNSUR-UNSUR PRODUKTIVITAS 1. Efisiensi Produktivitas sebagai rasio output/input merupakan ukuran efisiensi pemakaian sumber daya (input). Efisiensi merupakan ukuran dalam membandingkan penggunaan masukan (input) yang direncanakan dengan penggunaan masukan yang sebenarnya terlaksana. Pengertian efisiensi berorientasi pada masukan.

3 3 UNSUR-UNSUR PRODUKTIVITAS 2. Efektifitas Efektifitas merupakan suatu ukuran yang memberikan gambaran seberapa jauh target dapat tercapai baik secara kuantitas maupun waktu. Makin besar presentase yang tercapai, makin tinggi tingkat efektifitasnya. Konsep ini berorientasi pada keluaran. Peningkatan efektifitas belum tentu dibarengi dengan peningkatan efisiensi, dan juga sebaliknya.

4 4 UNSUR-UNSUR PRODUKTIVITAS 3. Kualitas Produktivitas merupakan ukuran kualitas, meskipun kualitas sulit diukur secara matematis melalui rasio output/input. Secara umum kualitas adalah ukuran yang menentukan seberapa jauh penentuan persyaratan, spesifikasi dan harapan konsumen. Efisiensi titik beratnya adalah masukan, sedangkan efektifitas titik beratnya pada keluaran. Produktivitas merupakan gabungan dari efisiensi, efektifitas dan kualitas.

5 5

6 6 KESULITAN DALAM MERANCANG, MELAKSANAKAN, DAN MENGAMBIL MANFAAT DALAM PENGUKURAN PRODUKTIVITAS Ukuran cenderung lebih luas. Ukuran berorientasi pada kegiatan, bukan hasil. Masukan terlalu disederhanakan sehingga mengurangi keabsahan ukuran. Organisasi biasanya enggan untuk mengadakan pengukuran terhadap sumber yang digunakan. Proses kerja biasanya rumit, sulit untuk dipisahkan dan diukur.

7 7 KESULITAN DALAM MERANCANG, MELAKSANAKAN, & MENGAMBIL MANFAAT DALAM PENGUKURAN PRODUKTIVITAS Banyak pekerja atau pimpinan yang sering beranggapan bahwa produktivitas yang tinggi dan kualitas yang baik adalah hal-hal yang tidak dapat diperoleh secara bersamaan. Pada kenyataannya keduanya harus saling melengkapi. Manajemen yang baik harus meningkatkan produktivitas dengan menetapkan indikator volume tanpa mengabaikan unsur kualitas. Sistem pengukuran sulit diterapkan pada sistem yang gagal dalam menggambarkan tanggung jawab maupun yang menekankan tanggung jawab dengan cara yang salah. Keterangan dari sistem pengukuran biasanya merupakan hasil kompromi (jalan pintas untuk memperoleh data), sehingga mengakibatkan ukuran yang didapat tidak tepat. Sistem pengukuran biasanya hanya menekankan beberapa aspek dari unjuk kerja organisasi, tetapi mengabaikan aspek-aspek lainnya.

8 8 MODEL PENGUKURAN PRODUKTIVITAS DALAM SISTEM INDUSTRI 1. Model pengukuran produktivitas berdasarkan pendekatan rasio Output/input 2. Model pengukuran produktivitas berdasarkan pendekatan angka indeks 3. Model pengukuran produktivitas berdasarkan pendekatan fungsi produksi Cobb Douglas

9 9 MODEL PENGUKURAN PRODUKTIVITAS BERDASARKAN PENDEKATAN RASIO OUTPUT/INPUT Model ini terdiri dari : 1. Produktivitas parsial 2. Produktivitas faktor total 3. Produktivitas total

10 10 PRODUKTIVITAS PARSIAL Pengukuran Partial = output/(input tunggal) Contoh : Produktivitas tenaga kerja Produktivitas material Produktivitas modal Produktivitas energi

11 11 Produktivitas faktor total merupakan rasio dari output bersih terhadap banyaknya input modal dan tenaga kerja yang digunakan. Output bersih : output bersih – input antara Mis diperoleh hasil 1.5 artinya : setiap penggunaan input tenaga kerja dan modal secara bersama sebesar Rp. 1 juta, akan menghasilkan output bersih sebesar Rp. 1.5 juta. PRODUKTIVITAS FAKTOR TOTAL

12 12 Produktivitas Total = Output/(total inputs) Produktivitas total merupakan rasio dari output total terhadap banyaknya input total. Output bersih : output bersih – input antara PRODUKTIVITAS TOTAL

13 13 Mengukur Produktivitas Partial Output Output Output Output measures Labor Machine Capital Energy Multifactor Output Output measures Labor + Machine Labor+Capital+Energy Total Goods or Services Produced measure All inputs used to produce them

14 14 PENDEKATAN RASIO OUTPUT/INPUT Pengukuran produktivitas parsial, produktivitas faktor total maupun produktivitas total, dapat menggunakan satuan fisik dari output dan input (ukuran berat, panjang, isi, dll) atau satuan moneter dari output dan input (dollar, rupiah, dll). Jika output dan input diukur dalam kuantitas fisik, maka ukuran ini dinamakan ukuran produktivitas operasional. Jika output dan input diukur dinyatakan dalam nilai uang, maka ukuran ini dinamakan ukuran produktivitas finansial

15 15 CONTOH PT. JAYA mempunyai data tentang output yang dihasilkan dan input yang dipergunakan (diukur dalam satuan moneter, juta rupiah) selama tahun 2007, sebagai berikut : OUTPUT : Output total (Nilai produksi) = 1500 INPUT : - Input tenaga kerja (Upah dan gaji): Input material (bahan baku): Input modal: Input energi (bahan bakar): Input lain-lain: Input total: 900

16 16 LANJUTAN CONTOH 1 Berapa nilai produktivitas parsial dan produktivitas totalnya?

17 17 PERIODE DASAR Apabila perusahaan menyusun laporan mengenai peningkatan atau penurunan efisiensi produktivitas dengan mengukur perubahan dalam produktivitas periode sebelumnya, maka ukuran produktivitas saat ini harus dibandingkan dengan periode sebelumnya. Dalam hai ini, produktivitas periode sebelumnya tersebut dinamakan periode dasar dan berfungsi sebagai kriteria atau standar untuk mengukur perubahan dalam efisiensi produktif. Periode sebelumnya yang digunakan sebagai kriteria atau standar dapat dipilih sesuai dengan periode yang diinginkan, misalnya: tahun sebelumnya, minggu sebelumnya, atau periode yang diperlukan untuk memproduksi batch produk yang terakhir. Untuk evaluasi strategik, periode dasar biasanya dipilih pada awal tahun.

18 18 CONTOH 1 Sebuah pabrik jam tangan merencanakan output 100 unit jam tangan pada minggu ke-I. Input sumber daya tenaga kerja yang tersedia adalah 120 jam-orang. Ternyata dalam minggu ke-I, perusahaan dapat menghasilkan 120 unit jam tangan dengan jumlah input sumber daya tenaga kerja yang sama. Artinya : Produktivitas yang dicapai lebih tinggi dari yang direncanakan. "perusahaan ini telah berhasil meningkatkan efektivitas dari output yang dihasilkan".

19 19 LANJUTAN CONTOH 1 Sebaliknya, jika minggu ini perusahaan menghasilkan output sesuai dengan jumlah yang direncanakan yaitu 100 unit, tetapi dengan memanfaatkan tenaga kerja 15 jam- orang, berarti produktivitasnya lebih tinggi dari produktivitas rencana. Maka, dikatakan bahwa perusahaan telah meningkatkan efisiensi pemakaian sumber daya tenaga kerjanya. Dengan skenario selanjutnya, bisa saja tercapai output 150 unit dengan 15 jam-orang tenaga kerja. Maka, kasus terakhir ini menunjukkan bahwa perusahaan telah meningkatkan efisiensi maupun efektivitasnya.

20 20 LANJUTAN CONTOH 1 Dengan melihat ratio dan kasus ilustrasi sebelumnya, dapat ditarik suatu kesimpulan, bahwa "peningkatan produktivitas' baru akan bisa dilakukan, apabila hubungan antara output dan input menunjukkan perubahan- perubahan, sebagai berikut : 1. Output meningkat dengan input sama. 2. Output sama, input berkurang. 3. Output menurun lebih kecil, dibanding penurunan input. 4. Output meningkat, input menurun. 5. Output meningkat lebih tinggi, dibanding peningkatan input.

21 21 CONTOH 2 Pada tahun 2007, PT MAJU TERUS memproduksi produk A sebanyak unit dengan menggunakan jam kerja karyawan. Maka: 1. Berapakah rasio produktivitas tenaga kerja ? 2. Jika harga jual produk A tersebut Rp ,00 per unit dan biaya tenaga kerja Rp.4.000,00 per jam, maka berapa rasio produktivitasnya (dinyatakan dalam jumlah rupiah) ?

22 22 KEUNGGULAN UKURAN PARSIAL Memungkinkan para manajer untuk memusatkan pada penggunaan masukan tertentu. Lebih mudah digunakan untuk menilai kinerja produktivitas karyawan operasional. Trend produktivitas dalam satu tahun dapat ditelusuri.

23 23 KELEMAHAN UKURAN PARSIAL Ukuran parsial yang digunakan secara terpisah, atau tidak dihubungkan dengan ukuran-ukuran lainnya, dapat menyesatkan. Akibat yang bersifat menyeluruh, tidak dapat tercermin dalam pengukuran produktivitas parsial.

24 24 Faktor Turunnya Produktivitas Ketidakmampuan manajemen dalam mengukur, mengevaluasi dan mengelola produktivitas perusahaan. Motivasi karyawan yang rendah karena sistem pengukuran dan penghargaan yang diberikan tidak berkaitan dengan produktivitas dan tanggung jawab dari perusahaan. Pengiriman produk yang sering terlambat karena ketidakmampuan memenuhi jadwal yang ditetapkan, sehingga mengecewakan pelanggan Peningkatan biaya-biaya untuk proses produksi pemasaran. Pemborosan penggunaan sumber daya material, tenaga kerja, energi, modal, waktu, informasi dan lain-lain.

25 25 Faktor Turunnya Produktivitas Terdapat konflik-konflik dan hambatan-hambatan dalam tim kerja sama yang tidak terpecahkan, sehingga menimbulkan ketidakefisiensian dalam kerja sama dan partisipasi total dari karyawan. Ketiadaan sistem pendidikan dan pelatihan bagi karyawan untuk meningkatkan pengetahuan tentang teknik-teknik peningkatan kualitas dan produktivitas perusahaan. Kegagalan perusahaan untuk selalu menyesuaikan diri dengan tingkat peningkatan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam industri.

26 26 Prasyarat untuk menilai dan meningkatkan produktivitas, adalah : "Bisa diukurnya output yang dicapai maupun input yang digunakan".

27 27 KRITERIA DALAM MELAKUKAN PENGUKURAN PRODUKTIVITAS 1. Validitas. 2. Kelengkapan (Completeness). Kelengkapan berhubungan dengan ketelitian dengan seluruh output dan input. 3. Dapat dibandingkan (Comparability). Pentingnya pengukuran produktivitas terletak pada kemampuan untuk dapat membandingkan antara periode dengan periode, dengan obyektif atau standar sehingga dapat dilihat apakah penggunaan sumber lebih efisien atau tidak dalam mencapai hasil.


Download ppt "1 PENGUKURAN PRODUKTIVITAS DISUSUN OLEH : IPHOV KUMALA SRIWANA."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google