Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

METODOLOGI SURVEI UBINAN 2012. Pendahuluan  Survei Ubinan dilakukan setiap tahun secara rutin.  Pelaksanaan ubinan dilakukan dalam tiga periode; yaitu.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "METODOLOGI SURVEI UBINAN 2012. Pendahuluan  Survei Ubinan dilakukan setiap tahun secara rutin.  Pelaksanaan ubinan dilakukan dalam tiga periode; yaitu."— Transcript presentasi:

1 METODOLOGI SURVEI UBINAN 2012

2 Pendahuluan  Survei Ubinan dilakukan setiap tahun secara rutin.  Pelaksanaan ubinan dilakukan dalam tiga periode; yaitu subround I (periode Januari-April), subround II (periode Mei- Agustus), dan subround III (periode September-Desember)  Pemutakhiran rumah tangga dan pendaftaran petak di setiap bidang lahan untuk suatu subround dilakukan pada bulan terakhir subround sebelumnya. Unit pencacahan Survei Ubinan adalah rumah tangga usaha tanaman pangan yang melakukan panen pada subround tertentu.  Mengingat selama ini sampling frame disusun berdasarkan ST03, maka dipandang perlu untuk menggantinya dengan sampling frame SP2010 dan sekaligus memanfaatkan hasil SP untuk memutakhirkan daftar rumah tangga.  Pemanfaatan hasil SP dalam pemutakhiran rumah tangga ditujukan untuk memudahkan pendaftaran/listing petani yang melakukan panen pada subround tertentu, dan menghindari salah lokasi listing.

3 Kerangka Sampel  Kerangka sampel desa/kelurahan  Kerangka sampel blok sensus  Kerangka sampel rumah tangga

4 Stratifikasi Desa  Stratifikasi desa dalam kabupaten dilakukan agar pengambilan sampel dapat menyebar pada semua komposisi menurut luas baku lahan sawah dan jumlah petani tanaman pangan. Stratifikasi desa dilakukan di level kabupaten/kota.  Untuk memperoleh stratifikasi desa/kelurahan, terlebih dahulu dilakukan pengelompokan setiap desa/kelurahan menurut 2 variabel yaitu luas baku lahan sawah (X) dan jumlah petani tanaman pangan (Y).

5 Stratifikasi Desa (2) Pengelompokan desa/kelurahan menurut luas baku lahan sawah (X) dilakukan sebagai berikut: Pengelompokan desa/kelurahan menurut jumlah petani tanaman pangan (Y) dilakukan sebagai berikut :

6 Stratifikasi Desa (3) Selanjutnya berdasarkan pengelompokan desa/kelurahan menurutkedua variabel tersebut diatas dapat diperoleh maksimun 9 strata desa/kelurahan, yaitu:

7 Metode Pengambilan Sampel Metode pengambilan sampel yang diterapkan dalam Survei Ubinan adalah metode pengambilan sampel multi-stage sampling design.  Tahap pertama, dari kerangka sampel desa, dipilih sejumlah desa secara probability proportional to size (pps) dengan size petani tanaman pangan.  Tahap kedua, dari setiap desa/kelurahan terpilih, dipilih 1 (satu) blok sensus secara PPS dengan size jumlah petani tanaman pangan. Pada setiap blok sensus terpilih dilakukan pemutakhiran rumah tangga. Khusus untuk strata yang jumlah sampel blok sensusnya lebih dari jumlah sampel desa dalam strata, maka beberapa desa terpilih yang memiliki luas baku lahan terbesar harus dibuat subdesa (dalam frame) terlebih dahulu, selanjutnya setiap desa/subdesa tersebut tetap dipilih 1 blok sensus.

8 Metode Pengambilan Sampel (2)  Tahap ketiga, dari hasil pemutakhiran rumah tangga, dipilih rumah tangga yang akan panen pada subround tertentu secara sistematik.  Tahap keempat, dari setiap petani terpilih, dipilih satu petak secara acak untuk dilakukan ubinan.  Tahap kelima, pada petak terpilih, dipilih satu plot (berukuran 2,5 x 2,5 m 2 ) untuk dilakukan ubinan.

9 Pembentukan subdesa  Pembentukan subdesa dalam frame untuk pengambilan sampel Tahap II (blok sensus) hanya dilakukan bila jumlah sampel blok sensus dalam suatu strata lebih dari jumlah sampel  Banyaknya subdesa yang harus dibentuk pada suatu desa strata tertentu, tergantung dari banyaknya sampel blok sensus pada strata tersebut.  Subdesa dibentuk dengan membagi populasi blok sensus dalam desa tersebut menjadi beberapa bagian menurut nomor urut blok sensusnya.  Desa yang dilakukan pembentukan subdesa adalah desa yang memiliki luas baku lahan sawah yang terluas pada strata tersebut.

10 Pembentukan subdesa (2) Untuk lebih jelasnya dapat dilihat contoh sebagai berikut : Tabel 1. Alokasi Sampel Desa dan Blok Sensus Kabupaten [03] Purbalingga, Provinsi [33] Jawa Tengah

11 Pembentukan subdesa (3) Contoh 1: pembentukan subdesa  Misalnya Desa 002 yang terdapat pada strata 8 memiliki 25 blok sensus. Pembentukan subdesa pada Desa002 dilakukan sebagai berikut: nomor blok sensus 001B, 002B, …., 012B dimasukkan ke subdesa 1, dan nomor blok sensus 013B, …,025B dimasukkan ke subdesa 2. Selanjutnya pada masing-masing subdesatersebut dipilih 1 blok sensus.

12 Alokasi dan Penarikan Sampel Blok Sensus  Alokasi sampel blok sensus dilakukan per kabupaten per subround, sedangkan alokasi sampel blok sensus dalam setiap strata tidak dibedakan menurut subround- nya.  Oleh karena itu, pengambilan sampel blok sensus untuk setiap subround dalam satu kabupaten dilakukan secara sistematik dengan terlebih dahulu mengurutkan blok sensus yang telah terpilih, menurut desa dan strata desanya.

13 Alokasi dan Penarikan Sampel Blok Sensus Contoh 2: pengambilan sampel blok sensus  Target sampel blok sensus di Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah sebanyak 145 bloksensus, dengan rincian per subround sbb: 61 blok sensus untuk subround I, 51 blok sensus untuk subroundII, dan 33 blok sensus untuk subround III.  Pengambilan sampel blok sensus untuk setiap subround dilakukan secara sistematik dengan terlebih dahulu mengurutkan blok sensus dalam satu kabupaten menurut strata desa. Dengan demikian,maka target sampel blok sensus per strata akan terpenuhi.

14 Estimasi Tabel 2. Sampling Scheme Survei Ubinan 2012

15 Estimasi (2)

16 Alokasi Sampel Desa dan Blok Sensus Alokasi sampel desa/blok sensus per kabupaten/kota untuk masing-masing subround di setiap provinsi dilakukan secara proporsional terhadap besarnya luas panen tahun Selanjutnya target sampel desa/blok sensus dialokasikan ke setiap strata dalam satu kabupaten secara proporsional terhadap luas baku lahan sawah.

17 Alokasi Sampel Plot Ubinan menurut Jenis Tanaman Alokasi sampel plot ubinan menurut jenis tanaman pangan per kabupaten/kota dilakukan di di BPS RI, dan dilakukan untuk masing-masing subround secara proporsional terhadap besar luas panen tahun Proses alokasi sampel plot ubinan menurut jenis tanaman diuraikan sebagai berikut: 1)Berdasarkan hasil pemutakhiran rumah tangga di seluruh blok sensus dengan menggunakan SUB-P, BPS Kabupaten/Kota membuat rekapitulasi jumlah rumah tangga per jenis tanaman pada subround yang bersangkutan dengan formula sebagai berikut:

18 Alokasi Sampel Plot Ubinan menurut Jenis Tanaman (2) Tabel 3. Jumlah Rumah Tangga Tani Per Jenis Tanaman di Suatu Kabupaten/Kota pada Subround yang Bersangkutan Hasil Pemutakhiran Rumah tangga

19 Alokasi Sampel Plot Ubinan menurut Jenis Tanaman (3) dengan :  N 1 : jumlah seluruh rumah tangga hasil pemutakhiran yang bertani padi sawah dalam satu kabupaten/kota,  N 2 : jumlah seluruh rumah tangga hasil pemutakhiran yang bertani padi ladang dalam satu kabupaten/kota,  N 3 : jumlah seluruh rumah tangga hasil pemutakhiran yang bertani jagung dalam satu kabupaten/kota,  N 4 : jumlah seluruh rumah tangga hasil pemutakhiran yang bertani ubi kayu dalam satu kabupaten/kota,  N 5 : jumlah seluruh rumah tangga hasil pemutakhiran yang bertani ubi jalar dalam satu kabupaten/kota,  N 6 : jumlah seluruh rumah tangga hasil pemutakhiran yang bertani kacang tanah dalam satu kabupaten/kota,  N 7 : jumlah seluruh rumah tangga hasil pemutakhiran yang bertani kedelai dalam satu kabupaten/kota,  N 8 : jumlah seluruh rumah tangga hasil pemutakhiran yang bertani kacang hijau dalam satu kabupaten/kota.

20 Alokasi Sampel Plot Ubinan menurut Jenis Tanaman (4) 2 ) Target sampel ubinan menurut jenis tanaman pada suatu subround yang diperoleh dari BPS RI untuk satu kabupaten/kota (n.i ) dialokasikan ke setiap blok sensus secara proporsional terhadap jumlah rumah tangga tani per jenis tanaman hasil listing pada masing-masing blok sensus (N ij ) dengan rumus sebagai berikut :

21 Alokasi Sampel Plot Ubinan menurut Jenis Tanaman (5) Tabel 4. Alokasi Sampel Ubinan Menurut NKS dan Jenis Tanaman

22 3) Selanjutnya hasil alokasi sampel ubinan per jenis tanaman per blok sensus diserahkan kepada Koordinator Statistik Kecamatan (KSK) sebagai bahan pemilihan petak ubinan pada setiap blok sensus untuk subround yang bersangkutan. Hasil pemutakhiran rumah tangga di 10 blok sensus di Kabupaten Banyumas pada subround Januari-April 2012 seperti berikut ini : Tabel 5. Jumlah Rumah Tangga Menurut NKS dan Per Jenis Tanaman Hasil Pemutakhiran Rumah Tangga

23 Berdasarkan data hasil pemutakhiran rumah tangga pada tabel di atas, target sampel ubinan menurut jenis tanaman pada Kabupaten Banyumas subround Mei-Agustus 2012 dialokasikan secara proporsional ke setiap sensus (BS) terpilih seperti berikut Tabel 6. Hasil Alokasi Sampel Rumah Tangga Tani Per Jenis Tanaman Per Blok Sensus

24 Pengambilan Sampel Rumah Tangga  Pengambilan sampel rumah tangga tani menurut jenis tanaman di setiap blok sensus pada suatu subround dilakukan oleh KSK.  Pengambilan sampel tersebut dilakukan segera setelah menerima target sampel ubinan per jenis tanaman untuk setiap blok sensus dari BPS Kabupaten/Kota.  Tahapan pengambilan sampel rumah tangga tani pada setiap blok sensus sampel sebagai berikut : 1.Berikanlah nomor urut disamping nama bulan pada masing-masing kolom 8 s.d. 29. Pemberian nomor urut dilakukan untuk kolom dengan nomor yang sama terlebih dahulu mulai dari halaman pertama hingga terakhir, kemudian dilanjutkan pada kolom berikutnya di halaman pertama untuk jenis tanaman yang sama. Pemberian nomor urut di mulai dari 1 (satu) kembali untuk jenis tanaman berikutnya.

25 Pengambilan Sampel Rumah Tangga (2) 2. Hitunglah interval sampel rumah tangga untuk setiap jenis tanaman j dengan cara:

26 Pengambilan Sampel Rumah Tangga (3) 3. Angka random telah ditentukan dengan paket program berdasarkan distribusi Uniform antara 0 dan 1. Untuk menentukan rumah tangga tani terpilih pertama untuk suatu jenis tanaman (R 1j ), dilakukan dengan rumus: R 1 j = ARxI j. Berikutnya untuk menentukan R 2i, R 3i, … R ni dilakukan dengan rumus sebagai berikut:

27 Pengambilan Sampel Rumah Tangga (3) 4. Sampel rumah tangga terpilih untuk masing-masing jenis tanaman adalah rumah tangga dengan nomor urut bulan panen yang sesuai dengan R 1j, R 2j, R 3j, …, R nj.

28 Pengambilan Sampel Petak (Daftar SUB-SP)  Setelah terpilih sampel rumah tangga kemudian dilakukan pengambilan sampel petak pada rumah tangga terpilih.  Pengambilan sampel petak dilakukan dengan menggunakan daftar tambahan yaitu Daftar SUB-SP. Daftar SUB-SP diisi pada saat akan melakukan ubinan oleh KSK/KCD.

29 PEMUTAKHIRAN DAFTAR RUMAH TANGGA Tujuan  Untuk memperoleh daftar nama dan alamat rumahtangga yang lengkap dan mutakhir.  Sumber data yang digunakan untuk melakukan pemutakhiran adalah daftar nama dan alamat rumah tangga hasil pencacahan lengkap Sensus Penduduk 2010 (SP2010) dengan menggunakan Daftar SP2010-C1.  Penggunaan daftar rumah tangga hasil SP2010 dimaksudkan agar cakupan( coverage ) dapat dioptimalkan..

30 PEMUTAKHIRAN DAFTAR RUMAH TANGGA  Petugas : KSK kecamatan terpilih  Jadwal : Subround Jan-April (t) - Desember (t-1) Subround Mei-Agustus (t) - April (t) Subround Sept-Desember (t) – Agustus (t)

31 Tahapan Pemutakhiran Rumah Tangga  Berbekal Peta SP2010-WB, petugas mengenali batas- batas blok sensus yang menjadi wilayah kerjanya.  Pemutakhiran rumah tangga dilakukan dengan cara mengunjungi seluruh rumah tangga yang tercantum dalam Daftar ST2013-P rumah tangga secara door to door dimulai dari nomor urut rumahtangga terkecil untuk mengetahui keberadaan rumah tangga pada saat pemutakhiran dengan berbagai kondisi (ditemukan, ganti kepala rumah tangga, dsb).  Apabila pada saat pemutakhiran ditemukan rumah tangga baru maka tuliskan keterangan untuk rumahtangga yang bersangkutan pada baris setelah baris terakhir yang terisi.

32

33

34

35

36

37

38

39 Daftar SUB-S (UBINAN) Daftar SUB-S digunakan untuk mencatat hasil ubinan dan keterangan lainnya pada petak terpilih

40 Daftar SUB-S (UBINAN)  Petugas : KSK/KCD  Alokasi : Berdasarkan Daftar Sampel Rumah tangga Tanaman Pangan Terpilih pada Blok Sensus  Nomor Urut Ruta Tanaman Pangan : Ganjil – KSK Genap – KCD  Pelaksanaan : Bulan panen

41 Cara Melakukan Ubinan  Cara menentukan pangkal sumbu  Untuk petak sawah yang berbentuk bujur sangkar, ambillah ujung barat daya dari petak lahan tersebut sebagai pangkal sumbu seperti Gambar 3.  Bila petak sawah tidak berbentuk bujur sangkar, penentuan sisi Barat-Timur (BT) dan sisi Utara-Selatan (US) mengikuti panjang galengan dan sedapat mungkin pangkal sumbu diambil pada sudut barat daya seperti Gambar 4

42 Cara Menentukan Titik Pangkal Ubinan.  Setelah pangkal sumbu dan sisi BT- US ditentukan, selanjutnya tentukan titik pangkal ubinan, dengan cara:  Ukurlah panjang kedua sisi petak sawah tersebut (panjang sisi B – T dan U-S) dengan mempergunakan langkah kaki biasa dan catatlah hasilnya.  Hitunglah jumlah digit dari panjang kedua sisi petak sawah tersebut misalnya panjang sisi B-T dalam ratusan langkah terdiri dari 3 digit dan panjang sisi U-S dalam puluhan langkah (2 digit), maka jumlah digit dari panjang kedua sisi petak sawah tersebut = 5 digit.  Kita ambil angka random yang terdiri dari 5 digit yaitu sama dengan jumlah digit dari panjang kedua sisi petak sawah, 3 digit yang pertama menunjukkan koordinat sisi B-T, sedang 2 digit terakhir menunjukkan koordinat sisi U-S.

43 Cara Menentukan Titik Pangkal Ubinan.  Contoh : Panjang sisi B-T adalah 120 langkah dan panjang sisi U-S adalah 84 langkah, maka angka random yang dicari harus dibawah Misalkan pelaksanaan ubinan dilakukan pada hari Senin, tanggal 17 Desember, maka tabel angka random dipilih adalah halaman 1 (hari Senin), baris ke 17 dan kolom ke 12 (bulan Desember), sehingga angka pertama dalam daftar adalah yang tidak memenuhi syarat. Angka berikutnya adalah 07825, ternyata telah memenuhi syarat yang berarti titik pangkal ubinan (P) akan berada 78 langkah dari titik 0 (Barat Daya) searah sisi B-T dan 25 langkah dari sisi U-S.

44  Jika titik pangkal ubinan (P) berada di luar petak sawah atau berada di dekat galengan sehingga tidak dimungkinkan untuk dilakukan, maka gantilah nomor randomnya sehingga didapatkan seluruh plot ubinan berada dalam petak tersebut.

45 Peralatan ubinan (1) Peralatan ubinan terdiri dari:  alat ubinan (pengukur plot)  timbangan dilengkapi dengan tripod sebagai alat penggantung timbangan di lapang dan  sebuah tas sebagai tempat membawa peralatan ubinan tersebut..

46 Peralatan ubinan (2)  Alat Ubinan, terdiri dari: 12 batang pengukur masing-masing : 4 batang pipa bagian ujung (A1) 4 batang pipa bagian tengah (A2) 4 batang pipa bagian pangkal (A3) 4 batang penyiku (A4) 4 buah pasak yang dibuat dari besi strip (5)  Karena peralatan ini dibuat secara masinal, maka setiap sambungan dapat dipadukan dengan yang manapun juga asalkan A1, A2, A3 dan A4 secara berurutan.

47  Langkah-langkah penggunaan alat :  Sambunglah A1 dan A2 sehingga pengunci tepat masuk ke celah pengunci yang kemudian dilanjutkan dengan pemasangan A3.  Doronglah satuan sisi A1, A2, A3 kedalam A4 dan pasak pada A1. Lakukan cara yang sama pada sisi A3 dengan sisi lain dimana pengunci A3 harus masuk ke dalam celah pengunci pada A1 yang kedua.  Hal ini dilakukan dengan cara yang sama untuk ketiga sisi lainnya, melalui cara penyambungan yang sama.  Pemasangan yang tepat akan otomatis menjadi suatu bentuk bujur sangkar  Setelah plot ubinan dipanen, alat pengukur plot ubinan dibongkar dan jangan lupa mencocokkan jumlah alat. Setelah jumlah alat lengkap, lepaslah satu- satu dan masukkan kembali ke dalam tas

48 Gambar Alat Ubinan

49 Timbangan  Untuk menghindari kesalahan pembacaan garis skala, yang bila berbeda 1 mm akan berbeda penimbangan sebanyak 40 gram, maka pada setiap penggeseran bandul gram atau kilogram pada garis skala diberikan per penghenti.  Bentuk timbangan terlihat pada Gambar 9.  Mengingat alat timbangan tersebut cukup peka, harap diperhatikan baik perawatan maupun penggunaannya agar tingkat ketelitian timbangan dapat dipertahankan.  Sebelum timbangan digunakan, dilakukan penyesuaian keseimbangan terlebih dahulu sebagai berikut :  Gantungkan timbangan tersebut pada tempat yang kuat dan tidak bergoyang.  Letakkan kedua batu timbangan (bandul) pada posisi skala 0 (nol).  Perhatikan pen penunjuk keseimbangan pada posisi yang betul-betul seimbang, seperti Gambar 10.

50 Gambar Timbangan

51 Seandainya pen penunjuk keseimbangan menunjukkan posisi B (positif positif/ salah) atau posisi C (posisi negatif/salah) maka pertama-tama kendorkan baut pengunci bandul keseimbangan agar mudahdiputar (digeser ),

52 Cara melakukan penimbangan (1)  Sebelum melakukan penimbangan perlu diperhatikan:  Bentuk hasil panen setiap jenis tanaman yang diisikan pada kuesioner:  Padi: gabah kering panen (GKP).  Jagung: ontongan kering panen tanpa kulit dan tangkai.  Kedelai: polong kering panen.  Kacang tanah: gelondong kering panen.  Ubi kayu: umbi basah berkulit  Ubi jalar: umbi basah  Membersihkan hasil tersebut dari kotoran/benda asing sesuai dengan kebiasaan petani setempat.

53 Cara melakukan penimbangan (2)  Kaitkan beban yang akan ditimbang pada kaitan beban (padi atau palawija yang akan ditimbang dimasukkan ke kantong). Sebelum melakukan penimbangan hasil ubinan perlu ditimbang terlebih dahulu berat kantong untuk membantu penimbangan hasil ubinan tersebut. Berat hasil ubinan adalah berat keseluruhan dikurangi berat kantong. Contoh :  Berat kantong = 0,65 kg  Berat gabah dan kantong = 2,15 kg  Jadi berat yang harus diisikan di Daftar SUB-S = (2,15 - 0,65) kg = 1,50 kg.

54  Geser bandul kilogram ke arah kanan skala demi skala sampai penunjuk keseimbangan menunjukkan posisi positif.  Geser bandul kg tersebut ke kiri lagi sehingga menjadi posisi negatif.  Geser bandul gram sehingga terjadi keseimbangan yaitu pen- penunjuk keseimbangan menunjukkan posisi A.  Baca nilai satuan skala dan kemudian tambahkan dengan hasil nilai satuan yang terbaca pada skala gram.

55 Tripod  Alat ini dimaksudkan untuk menggantung timbangan di lapang sehingga dapat dilakukan penimbangan secara cermat, meskipun melaksanakan ubinan sendirian.  Alat ini terdiri dari : Tiga batang kaki bawah Tiga batang kaki atas Satu kepala tripod yang seluruhnya terbuat dari besi (Gambar 12).

56 Tas  Tas ini dimaksudkan untuk tempat alat ubinan, timbangan dan tripod. Tas ini ditujukan untuk mempermudah membawa peralatan ubinan ke lapang. Tas ini dibuat dari terpal yang tidak tembus air dan berwarna menyolok. (Gambar 13).


Download ppt "METODOLOGI SURVEI UBINAN 2012. Pendahuluan  Survei Ubinan dilakukan setiap tahun secara rutin.  Pelaksanaan ubinan dilakukan dalam tiga periode; yaitu."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google