Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

UNSUR DASAR PERANCANGAN PERCOBAAN, KERAGAMAN, MODEL PERCOBAAN UNSUR DASAR PERANCANGAN PERCOBAAN, KERAGAMAN, MODEL PERCOBAAN Prof.Dr. Kusriningrum Prof.Dr.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "UNSUR DASAR PERANCANGAN PERCOBAAN, KERAGAMAN, MODEL PERCOBAAN UNSUR DASAR PERANCANGAN PERCOBAAN, KERAGAMAN, MODEL PERCOBAAN Prof.Dr. Kusriningrum Prof.Dr."— Transcript presentasi:

1 UNSUR DASAR PERANCANGAN PERCOBAAN, KERAGAMAN, MODEL PERCOBAAN UNSUR DASAR PERANCANGAN PERCOBAAN, KERAGAMAN, MODEL PERCOBAAN Prof.Dr. Kusriningrum Prof.Dr. Kusriningrum

2 UNSUR DASAR PERANCANGAN PERCOBAAN (1) Ulangan (3) Kesalahan percobaan (galat percobaan) (1) Ulangan (3) Kesalahan percobaan (galat percobaan) (2) Pengacakan (4) Pengawasan setempat (2) Pengacakan (4) Pengawasan setempat (1) ULANGAN (1) ULANGAN Perlakuan diberikan lebih dari Perlakuan diberikan lebih dari sekali dalam suatu percobaan sekali dalam suatu percobaan → perlakuan tsb. dikatakan → perlakuan tsb. dikatakan diulang. diulang. Fungsi Ulangan: Fungsi Ulangan: 1). Untuk menghasilkan nilai-dugaan bagi galat percobaan 1). Untuk menghasilkan nilai-dugaan bagi galat percobaan Ayam ke: Ayam ke: Perlakuan Ransum A B C A B C n S.K. S.K. d.b. d.b. J.K. J.K. K.T. K.T. F hit. F tabel Perlakuan G a l a t t - 1 t ( n – 1 ) T o t a l T o t a l t n Ulangan

3 2) Meningkatkan ketelitian / ketepatan percobaan 2) Meningkatkan ketelitian / ketepatan percobaan 3) Memperluas daya cakup kesimpulan percobaan 3) Memperluas daya cakup kesimpulan percobaan Contoh: Contoh: Meneliti 2 varitas rumput pakan ternak di daerah tertentu. Meneliti 2 varitas rumput pakan ternak di daerah tertentu. varitas I varitas I Daerah tsb. varitas II Daerah tsb. varitas II terdapat terdapat 2 jenis tanah varitas I 2 jenis tanah varitas I varitas II varitas II 4) mengendalikan ragam galat percobaan 4) mengendalikan ragam galat percobaan Contoh: Contoh: Meneliti pengaruh konsentrat pada domba Meneliti pengaruh konsentrat pada domba Domba: 1 – 2 tahun → 10 ulangan Domba: 1 – 2 tahun → 10 ulangan Domba: 2 – 3 tahun → 10 ulangan Domba: 2 – 3 tahun → 10 ulangan Domba: 3 – 4 tahun → 10 ulangan Domba: 3 – 4 tahun → 10 ulangan Jenis tanah A Jenis tanah B

4 (2) PENGACAKAN (2) PENGACAKAN Dalam percobaan suatu penelitian → penentuan secara acak Dalam percobaan suatu penelitian → penentuan secara acak berarti setiap perlakuan harus mempunyai kesempatan yang berarti setiap perlakuan harus mempunyai kesempatan yang sama untuk diberikan pada sembarang satuan percobaan. sama untuk diberikan pada sembarang satuan percobaan. Harus bertindak seobyektif mungkin Harus bertindak seobyektif mungkin (tidak boleh menurut selera kita) (tidak boleh menurut selera kita) cara lotre (paling sederhana) cara lotre (paling sederhana) Pengacakan Pengacakan dengan menggunakan tabel bilangan acak dengan menggunakan tabel bilangan acak Fungsi Pengacakan: Fungsi Pengacakan: Untuk menghindari bias atau untuk memperkecil bias Untuk menghindari bias atau untuk memperkecil bias yang mungkin terdapat dalam percobaan. yang mungkin terdapat dalam percobaan.

5 PENGAMBILAN SAMPEL SECARA ACAK PENGAMBILAN SAMPEL SECARA ACAK ( PENGACAKAN ) ( PENGACAKAN ) # Penentuan secara acak → satuan percobaan berpeluang sama untuk mendapat perlakuan (bertindak obyektif). untuk mendapat perlakuan (bertindak obyektif). Pengacakan → kegunaannya untuk menghindari / memperkecil Pengacakan → kegunaannya untuk menghindari / memperkecil bias yang terdapat dalam percobaan. bias yang terdapat dalam percobaan. # Sampel mencerminkan populasi → pengambilan sampel harus # Sampel mencerminkan populasi → pengambilan sampel harus seobyektif mungkin, dengan cara random / acak, antara lain di- seobyektif mungkin, dengan cara random / acak, antara lain di- bedakan: bedakan: I. Random sampel I. Random sampel (simple random sample) (simple random sample) II. Pengambilan sampel secara sistematik II. Pengambilan sampel secara sistematik (sistematic sample) (sistematic sample) III. Random sampel berstrata III. Random sampel berstrata (stratified random sample) (stratified random sample) dengan lotre dengan tabel bilangan acak

6 PENGAMBILAN SAMPEL SECARA SISTEMATIK PENGAMBILAN SAMPEL SECARA SISTEMATIK 10 petak tanah, masing-masing ditanami 10 petak tanah, masing-masing ditanami 7 x 12 = 84 rumput gajah → diambil bbrp 7 x 12 = 84 rumput gajah → diambil bbrp tanaman sampel untuk diteliti tanaman sampel untuk diteliti x... x =.. x.. 2. x... x =.. x x =. = x = x =. = x = x... x =.. x.. 6. x... x =.. x Macam-macam cara pengambilan sampel secara sistematik: Macam-macam cara pengambilan sampel secara sistematik: - cara diagonal, cara bujursangkar, cara leter L, - cara diagonal, cara bujursangkar, cara leter L, - cara hitungan (misalnya tiap hitungan ke 3), Harus konsisten - cara hitungan (misalnya tiap hitungan ke 3), Harus konsisten - cara bentuk segitiga, dll. - cara bentuk segitiga, dll.

7 PENGAMBILAN SAMPEL SECARA BERSTRATA: PENGAMBILAN SAMPEL SECARA BERSTRATA: Bila populasi tidak homogen → perlu distratakan terlebih dahulu Bila populasi tidak homogen → perlu distratakan terlebih dahulu menjadi bagian-bagian yang homogen. menjadi bagian-bagian yang homogen. ↓ Dari bagian-bagian homogen inilah Dari bagian-bagian homogen inilah baru diambil sampelnya baru diambil sampelnya CONTOH: CONTOH: Suatu penelitian terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan → Suatu penelitian terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan → diperlukan 20 ekor domba jantan yang “seragam”. Namun diperlukan 20 ekor domba jantan yang “seragam”. Namun yang tersedia dilapangan domba jantan umur ½ s/d 3½ thn. yang tersedia dilapangan domba jantan umur ½ s/d 3½ thn. ↓ perlu distratakan menjadi 4 kelompok yang homogen: perlu distratakan menjadi 4 kelompok yang homogen: kelompok I, domba umur kurang 1 thn kelompok I, domba umur kurang 1 thn kelompok II, domba umur 1 – 2 thn kelompok II, domba umur 1 – 2 thn kelompok III, domba umur 2 – 3 thn kelompok III, domba umur 2 – 3 thn kelompok IV, domba umur lebih 3 thn kelompok IV, domba umur lebih 3 thn

8 RANDOM SAMPEL: (A) Dengan cara lotre RANDOM SAMPEL: (A) Dengan cara lotre 5 satuan percobaan akan memperoleh 5 satuan percobaan akan memperoleh perlakuan P, Q, R, S dan T perlakuan P, Q, R, S dan T ( I ) ( II ) ( I ) ( II ) - Satuan percobaan diberi - P,Q, R, S dan T ditulis nomor 1, 2, 3, 4 dan 5 dikertas, dan digulung nomor 1, 2, 3, 4 dan 5 dikertas, dan digulung - Ambil 5 potongan kertas kecil, - 1, 2, 3, 4 dan 5 ditulis tuliskan huruf P, Q, R, S dan T dikertas, dan digulung tuliskan huruf P, Q, R, S dan T dikertas, dan digulung ↓ ↓ ↓ ↓ kertas digulung ambil satu persatu: Pengambilan pertama dari kertas digulung ambil satu persatu: Pengambilan pertama dari Pengambilan pertama tertulis Q, kertas isi perlakuan → S. Pengambilan pertama tertulis Q, kertas isi perlakuan → S. berarti ditempatkan pada Pengambilan pertama dari berarti ditempatkan pada Pengambilan pertama dari satuan percobaan ke 1 kertas isi sat. percob. → 5 satuan percobaan ke 1 kertas isi sat. percob. → 5 Pengambilan kedua tertulis T, un- ↓ Pengambilan kedua tertulis T, un- ↓ tuk satuan percobaan ke 2 maka S menempati sat.percob. 5 tuk satuan percobaan ke 2 maka S menempati sat.percob. 5 Dan seterusnya. - Dan seterusnya Dan seterusnya. - Dan seterusnya

9 ( B ) Dengan tabel bilangan acak → (lebih dianjurkan) ( B ) Dengan tabel bilangan acak → (lebih dianjurkan) CONTOH: CONTOH: Suatu percobaan mendapat perlakuan A, B, C dan D Suatu percobaan mendapat perlakuan A, B, C dan D masing-masing diulang 5 kali masing-masing diulang 5 kali terdapat 4x5 = 20 satuan percobaan yang harus disediakan terdapat 4x5 = 20 satuan percobaan yang harus disediakan untuk: untuk: A 1 A 2 A 3 A 4 A 5 A 1 A 2 A 3 A 4 A 5 B 1 B 2 B 3 B 4 B 5 B 1 B 2 B 3 B 4 B 5 C 1 C 2 C 3 C 4 C 5 C 1 C 2 C 3 C 4 C 5 D 1 D 2 D 3 D 4 D 5 D 1 D 2 D 3 D 4 D 5 Cara penempatan perlakuan-perlakuan tersebut ke dalam Cara penempatan perlakuan-perlakuan tersebut ke dalam satuan-satuan percobaan adalah sbb.: satuan-satuan percobaan adalah sbb.: (a). Satuan-satuan percobaan tersebut diberi nomor urut (a). Satuan-satuan percobaan tersebut diberi nomor urut 1 s/d s/d 20.

10 (b). Dari tabel bilangan acak, tentukan bilangan-bilangan yang (b). Dari tabel bilangan acak, tentukan bilangan-bilangan yang digunakan untuk pengacakan. Misalnya, setelah terpilih titik digunakan untuk pengacakan. Misalnya, setelah terpilih titik mula, didapat gugus bilangan acak: mula, didapat gugus bilangan acak: (c). Yang diperlukan hanya sampai no 20 (c). Yang diperlukan hanya sampai no 20 Dilakukan pengelompokan beranggotakan 2 angka sebanyak Dilakukan pengelompokan beranggotakan 2 angka sebanyak 20 gugus (bila ada gugus sama → lewatkan) 20 gugus (bila ada gugus sama → lewatkan) (d). Bilangan tersebut di atas diberi nomor urut sesuai urutannya (d). Bilangan tersebut di atas diberi nomor urut sesuai urutannya (bilangan kecil pertama adalah 02) : (bilangan kecil pertama adalah 02) :

11 (e). Berdasarkan (d) → (e). Berdasarkan (d) → perlakuan A (ulangan 1 s/d 5) ditempatkan pada satuan perco- perlakuan A (ulangan 1 s/d 5) ditempatkan pada satuan perco- baan nomor , perlakuan B menempati baan nomor , perlakuan B menempati nomor sehingga diperoleh: nomor sehingga diperoleh: A 4 C 5 A 2 D 4 D 3 A 4 C 5 A 2 D 4 D 3 Sudah menghilang- Sudah menghilang kan sifat berbias kan sifat berbias C 1 B 1 B 4 A 1 B 2 dalam penempatan C 1 B 1 B 4 A 1 B 2 dalam penempatan perlakuan ke dalam perlakuan ke dalam satuan percobaan satuan percobaan D 5 D 2 A 3 B 3 C 4 D 5 D 2 A 3 B 3 C C 2 B 5 A 5 D 1 C 3 C 2 B 5 A 5 D 1 C 3

12 (3) KESALAHAN / GALAT PERCOBAAN (3) KESALAHAN / GALAT PERCOBAAN Satu perlakuan diulang pada satuan percobaan yang Satu perlakuan diulang pada satuan percobaan yang berkondisi serba sama berkondisi serba sama ↓ Nilai pengamatan yang diperoleh Nilai pengamatan yang diperoleh tidak akan sama satu dengan yang lain tidak akan sama satu dengan yang lain ↓ Kegagalan satuan-satuan percobaan ini Kegagalan satuan-satuan percobaan ini disebut dengan kesalahan / galat percobaan disebut dengan kesalahan / galat percobaan Keaneka-ragaman yang disebabkan ketidak mampuan materi Keaneka-ragaman yang disebabkan ketidak mampuan materi percobaan yang diperlakukan sama untuk berperilaku sama percobaan yang diperlakukan sama untuk berperilaku sama disebut : - Kesalahan percobaan disebut : - Kesalahan percobaan - Galat percobaan - Galat percobaan - Error percobaan - Error percobaan - Sisa percobaan → karena merupakan hasil selisih - Sisa percobaan → karena merupakan hasil selisih Total dan Sumber Keragaman Total dan Sumber Keragaman lainnya. lainnya.

13 (4) PENGAWASAN SETEMPAT (4) PENGAWASAN SETEMPAT ialah usaha mengatur / menempatkan unit-unit percobaan ialah usaha mengatur / menempatkan unit-unit percobaan untuk memperkecil kesalahan untuk memperkecil kesalahan D A F C E C E B Tanah ketinggian tak sama Tanah ketinggian tak sama (kesuburan tanah berbeda) (kesuburan tanah berbeda)

14 Tanah dengan ketinggian / kesuburan berbeda Tanah dengan ketinggian / kesuburan berbeda ↓ perlu pembagian lahan kedalam kelompok-kelompok perlu pembagian lahan kedalam kelompok-kelompok yang punya “keragaman” sama yang punya “keragaman” sama I ↓ I ↓ ke dalam kelompok-kelompok ke dalam kelompok-kelompok II ini baru ditempatkan perlakuan II ini baru ditempatkan perlakuan secara acak secara acak III III dibuat kelompok- dibuat kelompok- kelompok (sebagai kelompok (sebagai ulangan) ulangan) IV IV V B F D A E C C D E B A F

15 KERAGAMAN KERAGAMAN # Keragaman timbul karena variasi biologi # Keragaman timbul karena variasi biologi CONTOH: CONTOH: - Buah apel → tidak ada yang persis sama. - Buah apel → tidak ada yang persis sama. - Kesuburan sebidang tanah → tak ada yang persis sama - Kesuburan sebidang tanah → tak ada yang persis sama - Babi melahirkan sekaligus 10 ekor anak → tidak sama - Babi melahirkan sekaligus 10 ekor anak → tidak sama Apa yang dipelajari dlm Peranc.Percob. Apa yang dipelajari dlm Peranc.Percob. adalah → karena adanya keragaman adalah → karena adanya keragaman

16 # 20 biji jagung (varitas, ukuran, volume, berat, bentuk dan warna # 20 biji jagung (varitas, ukuran, volume, berat, bentuk dan warna → seragam) → seragam) ditanam dalam waktu sama ditanam dalam waktu sama setelah 3 minggu tanam, diperoleh bermacam-macam tinggi setelah 3 minggu tanam, diperoleh bermacam-macam tinggi (tinggi tanaman bervariasi / beragam) (tinggi tanaman bervariasi / beragam) → variasi / keragaman besar bila fluk- → variasi / keragaman besar bila fluk- tuasi tinggi sangat bergelombang tuasi tinggi sangat bergelombang Keragaman tsb. Keragaman tsb. → variasi / keragaman kecil bila tak dapat dihindari → variasi / keragaman kecil bila tak dapat dihindari tinggi tersebut hampir sama tinggi tersebut hampir sama Keragaman alamiah (tak dapat dihindari) Keragaman alamiah (tak dapat dihindari) Keragaman Keragaman Keragaman diperoleh dengan sengaja Keragaman diperoleh dengan sengaja

17 # Dalam penelitian di lapangan / di laboratorium → selalu ada penyebab ketidak seragaman tersebut selalu ada penyebab ketidak seragaman tersebut Sumber-sumber Sumber-sumber Keragaman Keragaman Di lapangan: Di laboratorium: Di lapangan: Di laboratorium: - iklim - cahaya - iklim - cahaya - tanah - temperatur - tanah - temperatur - manusia - kelembaban - manusia - kelembaban - alat-alat - manusia - alat-alat - manusia - alat-alat - alat-alat - lingkungan buatan - media buatan - lingkungan buatan - media buatan yang diteliti KERAGAMAN yang diteliti yang diteliti KERAGAMAN yang diteliti DIPEROLEH DIPEROLEH DENGAN SENGAJA DENGAN SENGAJA

18 Perlu menguasai sumber-sumber keragaman dibuat Perlu menguasai sumber-sumber keragaman dibuat yang di lapangan ataupun di laboratorium “seragam” yang di lapangan ataupun di laboratorium “seragam” Kecuali sumber-sumber keragaman Kecuali sumber-sumber keragaman yang akan diteliti, dan keragaman alamiah yang akan diteliti, dan keragaman alamiah yang tidak dapat dihindari yang tidak dapat dihindari Analisis statistika → mencoba mengetahui penyebab Analisis statistika → mencoba mengetahui penyebab timbulnya keragaman tsb karena apa? timbulnya keragaman tsb karena apa? ° Apakah karena perlakuan yang diberikan? ° Apakah karena perlakuan yang diberikan? ° atau karena keadaan alamiah? ° atau karena keadaan alamiah?

19 MODEL PERCOBAAN MODEL PERCOBAAN Tanaman jagung tanpa diberi pupuk (tanpa perlakuan) → Tanaman jagung tanpa diberi pupuk (tanpa perlakuan) → pada umur sama, tinggi berbeda-beda pada umur sama, tinggi berbeda-beda ……………………………… μ = tinggi seharusnya ……………………………… μ = tinggi seharusnya (rata-rata) (rata-rata) Y i = tinggi tanaman ke i Y i = tinggi tanaman ke i μ = tinggi seharusnya μ = tinggi seharusnya Y i = μ + ε i (tinggi rata-rata) Y i = μ + ε i (tinggi rata-rata) ε i = pengaruh acak / galat / sisa / ε i = pengaruh acak / galat / sisa / gangguan pada tanaman ke i gangguan pada tanaman ke i y1y1 y2y2 ε1ε1 ε2ε2

20 Untuk populasi Untuk sampel / contoh Untuk populasi Untuk sampel / contoh (mis untuk 5 tanaman) (mis untuk 5 tanaman) …………………………………….. μ ………………………………… y ………………………………… y …... …... Y i = μ + ε i Model populasi Y i = μ + ε i Model populasi y i = y + e i Model contoh i = 1, 2, 3 ….N y i = y + e i Model contoh i = 1, 2, 3 ….N i = 1, 2, 3, 4, 5 i = 1, 2, 3, 4, 5 Y i = tinggi tanaman ke i Y i = tinggi tanaman ke i μ = rata-rata tinggi tanaman y i = tinggi tanaman ke i μ = rata-rata tinggi tanaman y i = tinggi tanaman ke i (dari populasi) y = rata-rata tinggi tanaman (dari populasi) y = rata-rata tinggi tanaman = nilai tengah umum y 1 + y y 5 = nilai tengah umum y 1 + y y 5 ε i = pengaruh acak 5 ε i = pengaruh acak 5 μ dan ε i tidak diketahui e i = pengaruh acak μ dan ε i tidak diketahui e i = pengaruh acak y1y1 y2y2 y4y4 e2e2 e4e4 =

21 Dari model contoh dan model populasi diperoleh: Dari model contoh dan model populasi diperoleh: Model contoh Model populasi Model contoh Model populasi y i = y + e i Y i = μ + ε i y i = y + e i Y i = μ + ε i dapat dihitung tidak dapat diketahui dapat dihitung tidak dapat diketahui Berdasarkan perhitungan e dapat diperoleh gambaran Berdasarkan perhitungan e dapat diperoleh gambaran variasi ε yang sesungguhnya variasi ε yang sesungguhnya Contoh / sampel adalah bayangan populasi Contoh / sampel adalah bayangan populasi

22 # Dua petak tanaman jagung, yang satu tidak diberi pupuk, dan # Dua petak tanaman jagung, yang satu tidak diberi pupuk, dan yang lain diberi pupuk → umur tertentu diukur tinggi yang lain diberi pupuk → umur tertentu diukur tinggi tanamannya: tanamannya: ………………………………. μ 2 ………………………………. μ 2 ………………….……………………………………………………………………… μ ………………….……………………………………………………………………… μ ………………………… μ 1 ………………………… μ 1 tidak dipupuk diberi pupuk tidak dipupuk diberi pupuk Tinggi rata-rata tanaman: μ 1 ≠ μ 2 ≠ μ Tinggi rata-rata tanaman: μ 1 ≠ μ 2 ≠ μ Pengaruh perlakuan pupuk: ז ≠ ≠ 0 Terlihat adanya Pengaruh perlakuan pupuk: ז ≠ ≠ 0 Terlihat adanya perbedaan tidak dipupuk perbedaan tidak dipupuk dan diberi pupuk dan diberi pupuk ז 1 ז 2 1 ז 2

23 # Seandainya diperoleh: # Seandainya diperoleh: μ 1 = μ 2 = μ μ 1 = μ 2 = μ ז = ז = 0 tidak terlihat efek pemberian pupuk ז = ז = 0 tidak terlihat efek pemberian pupuk (pupuk diduga palsu) (pupuk diduga palsu) …………………………………………………………………………... μ …………………………………………………………………………... μ tidak dipupuk diberi pupuk tidak dipupuk diberi pupuk 12 μ1μ1 μ2μ2

24 # Suatu populasi diacak menjadi beberapa grup berdasarkan # Suatu populasi diacak menjadi beberapa grup berdasarkan perlakuan perlakuan: x x x ……x menerima perlakuan 1 x x x ……x menerima perlakuan 1 x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x ……..x menerima x x x x x x x x x ……..x menerima x x x x x x x perlakuan 2 x x x x x x x perlakuan 2 x x x x x x x x x x x x x x Populasi. Populasi. x x x x x x x. dst. x x x x x x x. dst. x x x x x x. x x x x x x. x x x x x x x x x x x x x x………x menerima perlakuan t x x x x x x………x menerima perlakuan t # model populasi Model contoh # model populasi Model contoh parameter: μ,, ε → besar- variabel: y, t, e → dapat parameter: μ,, ε → besar- variabel: y, t, e → dapat nya tidak diketahui dihitung. nya tidak diketahui dihitung n Y i j = μ + ז i + ε i j y i j = y + t i + e i j ז

25 Model populasi: Model populasi: Y i j = μ + ז i + ε i j i = 1, 2, t Y i j = μ + ז i + ε i j i = 1, 2, t j = 1, 2,..... n j = 1, 2,..... n Y i j = tinggi tanaman pada perlakuan ke i dari tanaman ke j Y i j = tinggi tanaman pada perlakuan ke i dari tanaman ke j μ = nilai tengah umum μ = nilai tengah umum ז i = pengaruh perlakuan ke i ז i = pengaruh perlakuan ke i ε i j = pengaruh acak yang bekerja pada perlakuan ke i ε i j = pengaruh acak yang bekerja pada perlakuan ke i dari tanaman ke j. dari tanaman ke j. Model tsb: → Keadaan bahan percobaan “seragam”(kira-kira Model tsb: → Keadaan bahan percobaan “seragam”(kira-kira sama) dalam segala hal, kecuali perlakuan sama) dalam segala hal, kecuali perlakuan Rancangan Acak Lengkap (R.A.L.) Rancangan Acak Lengkap (R.A.L.) (Completely Randomized Designs ) (Completely Randomized Designs )

26 TUTORIAL TUGAS BAB 3 No II. (Dikerjakan di lembaran Kertas) TUGAS PEKERJAAN RUMAH TUGAS PEKERJAAN RUMAH (Dikerjakan pada Buku Ajar) (Dikerjakan pada Buku Ajar) - BAB 3 No I - BAB 3 No I - BAB 3 No II - BAB 3 No II (Soal sama, jawaban tidak (Soal sama, jawaban tidak boleh sama dengan hasil boleh sama dengan hasil tutorial) tutorial)


Download ppt "UNSUR DASAR PERANCANGAN PERCOBAAN, KERAGAMAN, MODEL PERCOBAAN UNSUR DASAR PERANCANGAN PERCOBAAN, KERAGAMAN, MODEL PERCOBAAN Prof.Dr. Kusriningrum Prof.Dr."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google