Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Road Map dan Strategi Penelitian PENGEMBANGAN TOOLS DAN KERANGKA SISTEM MASHUP INDEKS SITASI HASIL KARYA AKADEMIK INDONESIA BERBASIS OPTIMISASI MESIN PENCARI:

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Road Map dan Strategi Penelitian PENGEMBANGAN TOOLS DAN KERANGKA SISTEM MASHUP INDEKS SITASI HASIL KARYA AKADEMIK INDONESIA BERBASIS OPTIMISASI MESIN PENCARI:"— Transcript presentasi:

1 Road Map dan Strategi Penelitian PENGEMBANGAN TOOLS DAN KERANGKA SISTEM MASHUP INDEKS SITASI HASIL KARYA AKADEMIK INDONESIA BERBASIS OPTIMISASI MESIN PENCARI: UPAYA SOSIALISASI MASYARAKAT ILMIAH INFORMASI BERCIRI KEMAMPUAN MENJADI MASYARAKAT PENGUNGGAH (UPLOADING SOCIETY) Dr. Ir. Riri Fitri Sari MM MSc Universitas Indonesia Pemaparan Rencana Kegiatan Hibah Kompetensi DIKTI 2008 Hotel Sheraton Agustus 2008

2 Abstrak Diperlukannya sistem Mashup berbasis Web 2.0 untuk membantu memberikan informasi indeks sitasi hasil karya akademik dalam bahasa Indonesia berbasis optimisasi penggunaan sistem pencari. Sikap menjaga kerapihan data dan menjaga hasil karya akademis yang telah dimiliki oleh staf akademik dan peneliti di Indonesia, dengan memberikan tempat bagi para penulis tersebut untuk menyimpan hasil karyanya di Internet. Metodologi -> siklus hidup perangkat lunak: analisa kebutuhan pengguna, membuat disain aplikasi, implementasi sistem, testing, sosialisasi sistem, dan evaluasi. Tren Weblog personal dosen, adanya digital online index, dan dijitalisasi perpustakaan-perpustakaan di Indonesia, adanya jurnal terakreditasi yang mulai berbentuk dijital Antisipasi dengan terbentuknya sistem yang membantu memberikan penghargaan pada penulis dengan makin banyaknya sitasi yang diketahui dari tulisan tersebut. Dunia yang semakin datar ini membuat sivitas akademika menjadi semakin yakin untuk berbagi karena makin banyak disitir, semakin menjadi penghargaan bagi para peneliti Indonesia.

3 Pendahuluan Berkembangnya infrastruktur teknologi informasi dan fasilitas yang disediakannya seperti adanya mesin pencari dan mesin pembuat indeks, membuat seluruh informasi yang ada di dunia dapat dicari dan dimanfaatkan bagi pengguna Internet. Dunia yang semakin terbuka dengan informasi, dengan konsep dasar dimana informasi dan ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang sangat berharga jika dapat bermanfaat dan dibagi dengan orang lain didunia. Internet yang semakin berkembang dengan munculnya Web 2.0 Democracy 2.0 yang berbasis pada konsep lanjutan dari perkembangan masyarakat informasi baru yang ciri khasnya adalah bukan hanya mendapatkan informasi (pengunduh - downloading society) namun menjadi penyedia informasi (pengunggah – uploading society).

4 Latar Belakang Internet yang semakin berkembang dengan munculnya Web 2.0 Democracy 2.0 yang berbasis pada konsep lanjutan dari perkembangan masyarakat informasi baru. Ciri khasnya adalah bukan hanya downloading society namun menjadi uploading society. Kondisi dunia yang semakin datar. Kedudukan dan otoritas keberadaan informasi berpindah bukan hanya pada orang-orang, situs-situs atau menara gading keilmuan saja -> berpindah pada tempat yang dapat menyediakan informasi terkini sebanyak mungkin dengan analisa yang sebaik mungkin. Penjurian tentang kebenaran suatu informasi ada ditangan pengunduh informasi. Kedalaman analisis dan ketajaman evaluasi adalah berbasis pada hasil karya yang telah dilakukan terdahulu dan disitasi lebih lanjut. Munculnya kebanggaan jika suatu hasil karya disitasi pada hasil karya akademik lainnya, yang berarti telah diakuinya dan diacunya suatu hasil karya untuk menjadi suatu milestone (jejak kemajuan) dari suatu hasil karya. Terdapat berbagai tools indeks sitasi yang ada di Internet yang menyimpan rekam jejak hasil karya yang dapat dikategorikan sebagai hasil karya sivitas akademika. Diantaranya adalah google scholar, citeseer, web of science, scopus, RePec,dan pengindeksan lainnya, yang mengindeks hasil karya dalam bentuk softcopy yang kebanyakan merupakan hasil karya berbahasa Inggris dan berstandar hasil karya penelitian internasional. Organisasi profesi internasional: IEEE dan ACM.

5 Indeks Sitasi dan Kondisi Indonesia Indeks sitasi internasional: Hasil karya yang berstandard internasional, berskala kemajuan teknologi yang menjadi pengubah dunia. Untuk mencari hasil karya yang telah dimuat disini, biasanya dapat disearch lewat mesin pencari dunia walaupun untuk mengaksesnya perlu password, kebanyakan berbayar. Kondisi di Indonesia, para peneliti/akademisi perlu untuk mendapat informasi terkini, misalnya untuk hasil karya yang telah dihasilkannya, berapa jumlah peneliti atau acuan dalam artikel/hasil karya ilmiah lainnya yang mengacunya. Berbagai tempat di Internet telah disediakan secara cuma-cuma untuk menampilkan informasi yang lengkap seperti yang ada di ensiklopedia yang dapat diupdate oleh semua orang (dengan catatan bahwa yang melakukan perbaikan dan tambahan informasi tercatat IP addressnya, kapan diupdate. Wikipedia tempat kompilasi berbagai informasi yang ada sangat bermanfaat, walaupun kebenaran informasi yang ada didalamnya belum dapat ditentukan, karena bias informasi dan sudut pandang sangat menentukan (sifat netral, tidak memihak)

6 Teknologi Web dan Impact Factor Penelurusan pustaka di Internet perlu untuk memastikan kualitas referensi yang baik. Open access jurnal dan jurnal yang berbayar telah banyak disediakan di Internet dan layanan cyber library banyak yang disediakan oleh Perpustakaan Universitas untuk memastikan bahwa sivitas akademika mendapatkan sumber data terkini. Teknologi Web 2.0: bermanfaat, biaya rendah dan dapat diterapkan pada produk dan layanan yang sekarang ada (non-web 2.0), kontribusi pemakai pada sistem. Search Engine Optimisation (SEO) lebih baik dengan mekanisme delivery Web 2.0 (Blogs dan RSS) meningkatkan ekspos mesin pencari (terdistribusi). Impact Factor: Faktor pengaruh sebuah jurnal, hasil perhitungan yang misalnya dilakukan Thomson Scientific untuk journal-journal yang diindeks. Rata-rata jumlah sitasi dari sebuah artikel

7 scientists Local Web Repositories Digital Libraries Graduate Students Undergraduate Students Virtual Learning Environment Technical Reports Reprints Peer- Reviewed Journal & Conference Papers Preprints & Metadata Certified Experimental Results & Analyses experimentation Data, Metadata Provenance Workflows Ontologies Proses Sosial dari Ilmu Pengetahuan

8 Definisi (source: Wikipedia) Mashup: –Mashup adalah teknologi untuk pembuatan aplikasi web yang mengkombinasikan data dari lebih dari satu sumber ke satu tool terintegrasi. Indeks Sitasi: –Indeks sitasi adalah indeks dari sitasi atnara publikasi- publikasi, yang memungkinkan pemakai untuk secara mudah menentukan dokumen mana yang muncul belakangan yang mensitasi dokumen terdahulu. Workflow (Alur Kerja): –Workflow (alur kerja) adalah gambaran dari urutan operasi, yang dideklarasikan sebagai kerja dari seseorang, kerja dari mekanisme yang sederhana atau kompleks, hasil kerja dari suatu organisasi dari staff atau mesin. Alur kerja dapat dilihat sebagai abstraksi dari kerja sebenarnya, yang terpisah-pisah dalam berbagi pekerjaan, pemisahan kerja, atau tipe urutan apapun.

9 Indeks Sitasi 1960: Eugene Garfield dari Institute of Scientific Information (ISI)-> Science citation index (SCI), social sciences citation index (SSCI), Arts and Humanities Citation Index (AHCI). Publish or perish: Citation Index.

10 Road Map Kegiatan Dalam penelitian yang akan dilakukan nanti, akan digali lebih lanjut dari sejarah sitasi di Indonesia, indeks sitasi, referensi dan sejarah mesin pencari (search engine), arsip dan sitasi di Indonesia. Penyediaan ruang di Internet bagi penempatan hasil karya sivitas akademika untuk dapat dibagi dengan pengguna Internet. Sosialisasi manajemen perubahan untuk berubah menjadi masyarakat pengunggah informasi. Pembahasan kontroversi tentang intelektual capital dan masyarakat berbagi informasi dan kepakaran. Tujuan Penelitian Terbentuknya Mashup atau Portal berbasis Web 2.0 untuk indeks sitasi hasil karya akademis di Indonesia Terbentuknya contoh workflow yang dapat dibagi untuk salah satu proses penelitian, terutama untuk proses pembuatan referensi pada hasil karya sivitas akademika indonesia. Terbentuknya kerangka pikir cara implementasi penyatuan sistem informasi kepustakaan Indonesia, agar sitasi untuk sebuah hasil karya dapat dihitung jumlahnya. Terakumulasinya hasil penelitian dalam bahasa Indoensia yang belum di Indeks oleh mesin pencari seperti Google dan Yahoo.

11 Sistematika Penelitian Evaluasi Manajemen Perubahan –Kerangka pikir dari pengambil informasi, menjadi penghasil informasi dan menjadi otoritas yang diakui mengenai suatu informasi. Langkah-langkah sosialisasi dan pemasyarakatan: –media web personal, weblog, dan masyarakat pengunggah informasi. Pembuatan statistik jumlah penyedia informasi (dosen) dan pengunjung (pencari) informasi. Pembuatan statistik jumlah pengunjung/dosen Hubungan dengan citation index lainnya. Sosialisasi panggilan untuk merapihkan data, mengumpulkan seluruh hasil karya dalam bentuk soft copy. Penyediaan informasi secara timely (saat itu juga – ketika belum basi), misalnya google earth menyediakan data peta dunia yang merupakan kondisi tahun 2005, bukan kondisi saat ini juga. Pembuatan kerangka sistem informasi indeks sitasi jurnal-jurnal terakreditasi di Indonesia dan proceedings konferensi nasional yang berkualitas, dalam bentuk Mashup dan portal yang dapat memberikan informasi terkini. Implementasi sistem. Testing oleh pemakai. Evaluasi sistem dan pemanfaatannya.

12 Uraian Kegiatan Implementasi web personal dosen telah dilakukan diberbagai universitas. Manfaatnya akan dianalisa dalam penelitian ini untuk menuju hasil maksimal yaitu terbentuknya masyarakat informasi yang gemar mengunggah informasi.

13 Rencana Kegiatan Kegiatan direncanakan akan dikerjakan selama tiga tahun untuk memberikan hasil terbaik: –studi tentang manajemen perubahan masyarakat akademik Indonesia –Interaksi komputer dan manusia dalam hubungannya dengan dunia informasi dengan fasilitas terkini, untuk menghasilkan karya terbaik dan presensi yang baik juga di Internet.

14 Langkah Kerja Literature study and study on similar system Review and report writing Stage 1: Priority to provide everything for Search Engine (SE) to see (visibility) “invisible or online” (Recognition as Scholarly publication access) Stage 2: Workflow ____________________ Stage 3: Start linking and Identifying DOI for Indonesian publication Stage 4: Algorithm for Citation Index Stage 5: Search result generation for Indonesian cases _______________________________ Stage 6: Providing system, Socialization, Recognition by citation, Open Sourcing, and effort for Open Access Journal information integration

15 Uraian tentang Kebaharuan dibidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Pembuatan kerangka sistem menuju terbentuknya mashup/portal indeks sitasi untuk hasil karya dalam bahasa Indonesia sangat baru dan bermanfaat bagi peneliti Indonesia jika dapat diwujudkan

16 Luaran Kegiatan yang diharapkan Hasil yang bermanfaat untuk bangsa dan negara, berupa: –Artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal internasional –Teknologi Tepat Guna/Rekayasa Sosial/Kebijakan Publik/Model Pembelajaran. –Framework Sistem Indeks Sitasi yang akan dibentuk dan kemungkinan dapat diharapkan copyright sistemnya.

17 Tabel 1. Indikator yang akan dicapai dan Parameternya

18 Metode Pelaksanaan Dengan mempertimbangkan perkembangan terkini dalam masalah indeks sitasi, system akan mengikuti siklus hidup perangkat lunak dan pembuatan aplikasi.

19 Jadual Penelitian

20 Jadual Penelitian (Tahun 2)

21 Jadual Penelitian (Tahun 3)

22 Referensi –Bollen, J., Van de Sompel, H., Smith, J. and Luce, R. (2005) Toward alternative metrics of journal impact: A comparison of download and citation data Information Processing and Management, 41(6): Toward alternative metrics of journal impact: A comparison of download and citation data –Thomas Friedmand, The world is flat, Gramedia, –Google scholar, –Information Systems institute, ISI, –Thomson ISI Website, The impact factor, pactfactor/), diakses 22 Maret pactfactor/ –Citation index (http://en.wikipedia.org/wiki/Citation_index) on Wikipedia, the free encyclopedia. Retrieved on March 27,2008.http://en.wikipedia.org/wiki/Citation_index –Mashup (web application hybrid) (http://en.wikipedia.org/wiki/Mashup_(web_application_hybrid) on Wikipedia, the free encyclopedia. Retrieved on August 10, 2008.http://en.wikipedia.org/wiki/Mashup_(web_application_hybrid) –Workflow (http://en.wikipedia.org/wiki/Workflow) on Wikipedia, the free encyclopedia. Retrieved on August 10, 2008.http://en.wikipedia.org/wiki/Workflow –Publish or Perish – Free Citation Software (http://chinmi.wordpress.com/2007/11/23/publish-or-perish-free-citation- software/). Retrieved on July 10, 2008.http://chinmi.wordpress.com/2007/11/23/publish-or-perish-free-citation- software/ –Smith, A. G. Google Scholar as a cybermetric tool, Victoria University of Wellington, New Zealand.

23 Referensi (lanjutan) –Sadeh, T., Ex Libris. (2006). Google Scholar Versus Metasearch Systems, Retrieved on March 12, 2006, from –Paskin, N. (1997). Digital Objecct Identifier (DOI) System, Tertius Ltd., Oxford, United Kingdom. –Kennan, M. A. (April 2007). Academic authors, scholary publishing and open access in Australia, Learned Publishing, Vol. 20, No. 2, pp –Meho, L. I., Yang, K. (August 2006). Multi-faceted Approach to Citation-based Quality Assessment for Knowledge Management. Retrieved on July 27, 2006, from –Rahayu, E. S. R., HAsibuan, Z. A. (2006). Identification of technology trend an Indonesia patent documents and research report on chemistry and metallurgy field. In C. Khoo, D. Singh & A.S. Chaudhry (Eds), Proceedings of the Asia-Pasific Conference on Library & Information Education & Practice 2006 (A-LIEP), Singapore, 3-6 April 2006 (pp ). Singapore: School of Communication & Information, Nanyang Technology University. –Marry Anne Kennan, Scholarly Publishing and Open Access: Searching for understanding of an emerging IS Phenomenon, Proceedings of 15 European Conference on Information System, University of St. Gallen, Switzerland, 7-9 June 2007.

24 Mashup (Wikipedia) Mashup (Aplikasi web yang hybrid):Mashup (Aplikasi web yang hybrid) – Aplikasi web yang menggabungkan data dan/atau fungsionalitas yang berasal dari lebih dari satu sumber. –Mashup (dijital), file media dijital yang berisi gabungan dari teks, gambar, audio, video, animasi, yang mengkombinasikan kembali atau memodifikasi hasil kerja digital untuk menciptakan hasil kerja tambahan (derivatif).Mashup (dijital) –Mashup (musik), genre musik yang terdiri dari lagu-lagu yang terdiri dari bagian keseluruhan dari lagu lainnya.Mashup (musik) –Mashup (video), video yang diedit dari lebih dari satu sumber dan nampak seperti suatu video yang utuh.Mashup (video)

25 Workflow (Wikipedia) Workflow (alur kerja) adalah gambaran dari urutan operasi, yang dideklarasikan sebagai kerja dari seseorang, kerja dari mekanisme yang sederhana atau kompleks, hasil kerja dari suatu organisasi dari staff atau mesin. Alur kerja dapat dilihat sebagai abstraksi dari kerja sebenarnya, yang terpisah-pisah dalam berbagi pekerjaan, pemisahan kerja, atau tipe urutan apapun. Untuk tujuan kontrol, alur kerja dapat dilihat sebagai kerja sebenarnya dibawah aspek yang dipilih, sehingga melayani representasi virtual sebagai kerja aktual. Workflow adalah model untuk merepresentasi kerja real untuk evaluasi lebih jauh, misalnya untuk menjelaskan uratan yang berulang dari suatu operasi. Workflow adalah format aktivitas yang dimungkinkan dengan organisasi sistematik dari sumberdaya, yang mendefinisikan peranan dan massa dan energi serta aluran informasi, kedalam proses kerja yang dapat didokumentasi dan dipelajari. Workflow dirancang untuk mencapai intensi pengolahan data seperti transformasi fisikal, provisi layanan, atau pengolahan informasi. Konsep workflow berhubungan erat dengan konsep lain yang dipakai untuk menjelaskan struktur organisasi, seperti silos, fungsi, tim, proyek, kebijakan, hirarki. Workflow dapat dilihat sebagai suatu blok bangunan primitif dari organisasi. Workflow dipakai dalam pemrograman komputer untuk menangkap dan mengembangkan interaksi manusia dan mesin. Software workflow bertujuan untuk menyediakan pemakai dengan cara untuk menjelaskan pengolahan data yang rumit dalam bentuk visual seperti flow chart.

26 Citation Index (Wikipedia) Indeks Sitasi adalah indeks dari sitasi antara publikasi yang memungkinkan pemakai untuk menentukan dokumen mana yang lebih belakangan muncul yang mensitasi dokumen yang lebih dulu muncul. Ada 2 publikasi dari indeks sitasi akademik yang umum yang tersedia bagi perpustakaan untuk dilanggan: –ISI sekarang adalah bagian dari Thomson Scientific. Walaupun indeks sitasi ISI masih dipublikasi dengan dicetak dan dengan CD. Sekarang biasa diakses melalui web dibagah nama Web of Science, yang menjadi bagian dari basis data WoK.Thomson ScientificWeb of ScienceWoK –Elsevier menerbitkan Scopus, yang tersedia hanya secara online yang dengan cara yang sama mengkombinasi subjek pencarian dengan browsing sitasi dan penelusuran dalam ilmu alam dan ilmu sosial.ElsevierScopus Terdapat sejumlah indeks lainnya yang tersedia. Diantaranya: –Sistem CiteSeer menyediakan sitasi dan pencarian literatur ilmiah lainna, terutama dalam bidang komputer dan informatika.CiteSeer –RePec menyediakan indeks dibidang ekonomi dan indeks disiplin lainnya. Bahkan publikasi jurnal sering menyediakan fasilitas untuk menghubungkan dengan sitasi lainnya. Bahkan publisher jurnal sering menyediakan fasilitas untuk dihubungkan dengan sitasi lainnya, setidaknya dari jurnal yang dipublikasi.RePec –Google Scholar (GS) adalah sitasi fungsional yang dilimitasi ke artikel baru yang terbatas yang sudah termasuk didalamnya. Google scholar mungkin memiliki kemampuan yang cukup sehingga produk komersial tidak perlu lagi.Google Scholar

27 Teknologi Mashup untuk Web Extraction Free software: –Yahoo pipes (pipes.yahoo.com) –MS popfly –Open Capow (aplikasi dilocal computer) –Lixto (Univ Australia) –Eopus Wrapper dan algoritma di web. Meta search vs Google search (search semua, termasuk pdf extraction) Kapan DOI diberikan, untuk yang dipublikasi dimana? Local based sistem, location based

28 Buku Ajar Interaksi Komputer dan Manusia Bab 1. Latar Belakang Bab 2 Bab 3 Bab 4 Bab 5 Kesimpulan

29 Teknologi Tepat Guna Mashup Indeks Sitasi Indonesia yang melakukan ekstraksi dari web

30 Artikel Jurnal Internasional “On Implementing Web Extraction Mechanism for Indonesian Citation Index Mashup”, Asian Journal for information technologi.

31 Kondisi Indonesia Ketersediaan puluhan e-journal yang menyediakan list, abstrak, dan bahkan full teks untuk didownload. Perlu dilakukan evaluasi mendasar tentang kemungkinan untuk saling melakukan sitasi.

32 Electronic Scholarly Publishing (conceptual Model) (Kennan& Kautz 2007) Research writing Input-future Research & writing Archiving Certification Peer Review Registration Awareness Accessibility Distribution publicity Internet Web Browser Content Aggregator Search Engine Publishers 3 rd party Content Aggregator Profit Making Funders Scholars Publishers Citation Indexers Academic Reward Structure Scholars Publishers Scholars Publishers Libraries 3 rd Parties: Indexers and abstracters Publishers Libraries Publishers

33 Kemungkinan Lanjuta Scholarly Publishing (conceptual Model) (Kennan& Kautz 2007) Research writing Input-future Research & writing Archiving Certification Peer Review Registration Awareness Accessibility Distribution publicity Access to wider readership: funders, practitioners, patients Publishers 3 rd party Content Aggregator Search Engine Profit Making Funders Scholars Publishers Citation Indexers Search Engine Repositories Academic Reward Structure Scholars Publishers Scholars Publishers Libraries 3 rd Parties: Indexers and abstracters Publishers Libraries PublishersInternet Web Browser Content Aggregator Search Engine Repositories Blogs, Wikis Web Browser Content Aggregator Search Engine


Download ppt "Road Map dan Strategi Penelitian PENGEMBANGAN TOOLS DAN KERANGKA SISTEM MASHUP INDEKS SITASI HASIL KARYA AKADEMIK INDONESIA BERBASIS OPTIMISASI MESIN PENCARI:"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google