Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SM FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER 2009 Permesinan: Bagian 2 PENGANTAR TEKNOLOGI KELAUTAN Kode Mata Kuliah: MT 091201.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SM FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER 2009 Permesinan: Bagian 2 PENGANTAR TEKNOLOGI KELAUTAN Kode Mata Kuliah: MT 091201."— Transcript presentasi:

1 SM FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER 2009 Permesinan: Bagian 2 PENGANTAR TEKNOLOGI KELAUTAN Kode Mata Kuliah: MT

2 SM SISTEM UTAMA di KAPAL Saat kapal bergerak dengan kecepatan V maka badan kapal menimbulkan hambatan R di air dan di udara Hambatan R ini harus dilawan oleh gaya dorong T yang dihasilkan alat pendorong, misalkan baling-baling, Untuk menghasilkan gaya dorong, alat pendorong mendapat daya dari motor penggerak M/E Badan kapal ( Ship’s hull ) Udara Air Motor penggerak M/E (Prime mover /main engine) Gaya hambatan ( Resistance force) Kecepatan kapal ( Velocity / Speed ) WL V R M/E T Gaya dorong ( Thrust ) Alat pendorong (Propulsor) Permesinan : Bagian 2

3 SM MOTOR INDUK & ALAT PENDORONG (MAIN ENGINE & PROPULSOR) 1.MOTOR INDUK (MAIN ENGINE) 5. POROS BALING-BALING 2.RODA PENYEIMBANG (FLYWHEEL) 6. TABUNG POROS (STERN TUBE) 3.RODA GIGI (GEAR BOX) 7. BALING-BALING (PROPELLER) 4.GENERATOR LISTRIK ( PTO = POWER TAKE OFF )

4 SM DAYA pada MOTOR PENGGERAK dan ALAT PENDORONG DAYA KUDA (DK) / HORSE POWER (HP) ?

5 SM Energi bahan bakar 100% 28% Pendinginan 32% Gas buang + radiasi 4% Kerugian mekanik 1,5% Kerugian poros propeller IHP =P i 7% Wakegain 1/ (1- w ) 13% Kekasaran propeller BHP = P b 36% DHP = P d SHP = P s 34,5%21,5% MOTORPOROS PROPELLER PROP. INTERAKSI PROP-HULL 25% ENERGI MELAWAN HAMBATAN MACAM DAYA PADA SISTEM PENDORONG KAPAL 3,5% Thrust deduction ( 1 – t ) EHP = P e THP = P t 25%

6 SM MACAM DAYA INDICATED HORSE POWER / DAYA INDIKASI (IHP = P i ). Daya yang dihasilkan oleh pembakaran di ruang silinder BRAKE HORSE POWER / DAYA REM (BHP = P b ). Daya yang dihasilkan pada ujung poros engkol (flywheel) DELIVERED HORSE POWER / DAYA DISERAHKAN (DHP = P d ). Daya yang diserahkan ke baling-baling SHAFT HORSE POWER / DAYA POROS (SHP = P s ) - Untuk motor turbin, P s = daya yang dihasilkan motor turbin, P s ≠ P d. - Untuk motor diesel, shaft horsepower(SHP) = delivered horsepower(DHP )

7 SM THRUST HORSE POWER / DAYA DORONG (THP = T t ) Daya dorong yang dihasilkan baling-baling. EFFECTIVE HORSE POWER / DAYA EFEKTIF (EHP = P e ) Daya efektif melawan hambatan kapal untuk menggerakkan kapal mencapai kecepatannya.

8 SM ALAT PENDORONG ( PROPULSOR ) DAYUNG RODA (PADDLE WHEEL) LAYAR (SAIL)PROPELLER (AWAL) PROPELLER (BERKEMBANG)

9 SM JENIS BALING-BALING (PROPELLER) Fixed Pitch Propeller (FPP). Baling-baling dengan pitch tetap: Daun baling-baling tetap terhadap boss baling-baling. Untuk gerak mundur kapal, arah putaran baling-baling harus dibalik Controllable Pitch Propeller (CPP). Baling-baling dengan pitch dapat diatur : Daun baling-baling dapat diputar terhadap boss baling-baling dan diatur sudutnya sesuai arah dan besar gaya dorongnya. Arah putaran baling-baling tetap.

10 SM CONTROLLABLE PITCH PROPELLER ( CPP ) Aliran air ARAH PUTARAN BALING-BALING MajuNetralMundur Daun propeler dapat diputar terhadap boss untuk gerak maju, netral dan mundur F = gaya angkat (lift) = gaya dorong baling - baling

11 SM Baling-baling bergerak berputar (radial) dan bergerak maju (aksial) akibat gaya dorong yang dihasilkan baling-baling. PITCH : Jarak aksial yang ditempuh titik pada baling-baling untuk satu kali putaran (360 0 ) PITCH

12 SM CONTOH JENIS BALING-BALING KHUSUS

13 SM POMPA (PUMP) UNTUK MENGALIRKAN FLUIDA CAIR TIPE POMPA : POMPA DISPLASEMEN dan NON-DISPLASEMEN POMPA DISPLASEMEN : GERAK FLUIDA KARENA ADANYA PERUBAHAN DISPLASEMEN, BERTAMBAH ATAU BERKURANG. MISAL: POMPA MEMBRAN, POMPA TORAK, POMPA RODA GIGI DLL. POMPA NON-DISPLASEMEN : GERAK FLUIDA KARENA ADANYA KONVERSI ENERGI KINETIK AKIBAT PUTARAN SUDU- SUDU POMPA MENJADI TEKANAN. MISAL: POMPA CENTRIFUGAL, POMPA CINCIN AIR, DLL.

14 SM POMPA DISPLASEMEN Katup keluar Katup masuk Aliran masuk Aliran keluar Membran Tangkai Naik/turun Aliran keluar Aliran masuk Torak Tangki udara Katup buka POMPA MEMBRANPOMPA TORAK Katup buka

15 SM POMPA RODA GIGI / GEAR PUMP ALIRAN MASUK ALIRAN KELUAR

16 SM POMPA SEKRUP / SCREW PUMP ALIRAN KELUAR ALIRAN MASUK ARAH PUTARAN RODA ? ALIRAN KELUAR ALIRAN MASUK

17 SM POMPA NON DISPLASEMEN Rumah pompa Poros SUDU IMPELER Aliran keluar Aliran masuk Konversi energi kinetik menjadi tekanan A A Potongan A-A DIFUSAR SUDU IMPELER POMPA CENTRIFUGAL

18 SM KOMPRESOR ( COMPRESSOR ) UNTUK MENGALIRKAN DAN ATAU MEMAMPATKAN FLUIDA GAS TIPE KOMPRESOR : DISPLASEMEN DAN NON- DISPALSEMEN. KONSTRUKSI : SAMA SEPERTI POMPA. PEMAKAIAN ANTARA LAIN : PENGISIAN UDARA BERTEKANAN PADA TABUNG UDARA BERTEKANAN PENGALIRAN FLUIDA REFRIGERANT PADA SISTEM PENDINGIN PEMAMPATAN UDARA MASUK SILINDER PADA TURBOCHARGER

19 SM KOMPRESOR TORAK (RECIPPROCATING COMPRESSOR)

20 SM SISTEM BAHAN BAKAR ( FUEL OIL SYSTEM ) 1. MOTOR INDUK ( MAIN ENGINE ) 2. TANGKI PENYIMPANAN BAHAN BAKAR ( FUEL OIL STORAGE TANK ) 3. PIPA PENGISIAN (FILLING PIPE) 4. PIPA UDARA & LIMPAH (AIR&OVER FLOW) 5. SARINGAN (FILTER) 6. KATUP (VALVE) 7. POMPA PEMINDAH (TRANSFER PUMP) 8. TANGKI PENGENDAPAN (SETTLING TANK) 9. SEPARATOR / CENTRIFUGE 10. TANGKI HARIAN ( SERVICE/DAILY TANK) 11. SARINGAN (FILTER) 12. POMPA BAHAN BAKAR ( BOOSTER PUMP) 13. PIPA LIMPAH (OVER FLOW PIPE) UNTUK SATU JENIS BAHAN BAKAR FLOW DIAGRAM

21 SM SISTEM PENDINGIN AIR TAWAR ( FRESH WATER COOLING SYSTEM ) 1. MOTOR INDUK ( MAIN ENGINE ) 2. POMPA AIR PENDINGIN, AIR TAWAR 3. THERMOSTAT 4. PENDINGIN ( COOLER ) 5. TANGKI EKSPANSI 6. KOTAK LAUT ( SEA CHEST ) 7. KATUP (VALVE) 8. SARINGAN (FILTER) 9. POMPA AIR LAUT (SEA WATER PUMP ) 10.BUANGAN AIR KE LAUT(OVERBOARD) UNTUK MOTOR INDUK / JACKET COOLING CATATAN : AIR LAUT MENDINGINKAN AIR TAWAR PENDINGIN FLOW DIAGRAM

22 SM SISTEM PENDINGIN AIR LAUT ( SEA WATER COOLING SYSTEM ) 1. MESIN INDUK (MAIN ENGINE) 2. KOTAK LAUT (SEA CHEST) 3. KATUP (VALVE) 4. SARINGAN (FILTER) 5. POMPA AIR LAUT (SEA WATER PUMP) 6. PENDINGIN TURBOCHARGER 7. PENDINGIN MINYAK PELUMAS 8. PENDINGIN MOTOR INDUK 9. PEMBUANGAN AIR PENDINGIN LANGSUNG: PENDINGIN TURBOCHARGER TAK LANGSUNG (LEWAT COOLER): PENDINGIN JACKET, PISTON, PELUMAS. FLOW DIAGRAM

23 SM SISTEM MINYAK PELUMAS ( LUBRICATING OIL SYSTEM ) 1. MOTOR INDUK ( MAIN ENGINE ) 2. TANGKI MINYAK PELUMAS 3. POMPA PELUMAS 4. SEPARATOR (CENTRIFUGE) 5. PENDINGIN (COOLER) 6. KOTAK LAUT ( SEA CHEST ) 7. SARINGAN KASAR ( STRAINER ) 8. KATUP 9. FILTER 10. POMPA AIR LAUT ( SEA WATER PUMP ) 11. PEMBUANGAN AIR LAUT PENDINGIN TIPE KARTER KERING ( DRY SUMP) FUNGSI : - MELINCIRKAN BAGIAN YANG BERGESEKAN - SEBAGAI MEDIA PENDINGIN - MENCEGAH KOROSI FLOW DIAGRAM

24 SM TURBOCHARGER ALAT UNTUK MENINGKATKAN TENAGA/POWER TANPA MENGUBAH DIMENSI MOTOR DENGAN CARA : MENAMBAH JUMLAH O 2 KE DALAM RUANG PEMBAKARAN MOTOR TANPA MERUBAH DIMENSI MOTOR. GAS BUANG TURBIN POROS KOMPRESOR UDARA MASUK GAS BUANG KELUAR PENDINGIN ANTARA UDARA MAMPAT (TEMP. NAIK) AIR LAUT PENDINGIN BLOWER BANTU MOTOR DIESEL UDARA MASUK TURBOCHARGER UDARA MAMPAT

25 SM TURBOCHARGER GAS BUANG KELUAR SILINDER TURBIN GAS BUANG KELUAR TORAK / PISTON TANGKAI TORAK UDARA MASUK KOMPRESSOR PENDINGIN ANTARA/ INTERCOOLER UDARA MAMPAT UDARA MAMPAT MASUK SILINDER POROS ENGKOL

26 SM LATIHAN : 1.Jelaskan hubungan antara badan kapal, alat penggarak dan motor penggerak saat kapal bergerak dengan kecepatan V. 2.Hasil pembakaran bahan bakar di dalam motor induk akan : a 100% menjadi daya dorong kapal melawan hambatan b. 75% menjadi daya dorong kapal melawan hambatan c. 50 % menjadi daya dorong kapal melawan hambatan d. Tidak ada jawaban yang benar 3. Jelaskan macam-macam daya di kapal 4. FPP adalah : a. Baling-baling dengan Fixed Propeller b. Baling-baling dengan Front Pitch c. Baling-baling dengan Pitch tetap d. Tidak ada jawaban yang benar 5. CPP adalah : 6. Pompa centrifugal adalah jenis pompa: a. Baling-baling dengan Pitch dapat diatur a. Untuk minyak pelumas b. Baling-baling dengan Controlable Propeller b. Untuk bahan bakar c. Baling-baling dengan Pitch Propeller c. non-displasemen d. Tidak ada jawaban yang benar d. displasemen 7. Pada sistem bahan bakar, fungsi separator (centrifuge) adalah : a. Menyalurkan bahan bakar dari tangki penyimpanan b. Mengatur aliran bahan bakar ke motor induk c. Membersihkan bahan bakar dari kotoran d. Memisahkan bahan bakar dengan minyak pelumas 8. Pada sistem pendingin air tawar, a. Air tawar mendinginkan air laut pendingin b. Air laut mendinginkan air tawar pendingin c. Air laut mendinginkan motor induk d. Tidak ada jawaban yang benar 9. Pada sistem pendingin air laut, a. Air laut langsung mendinginkan motor induk b. Air laut langsung mendinginkan turbocharger c. Air laut didinginkan air tawar d. Air tawar mendinginkan air laut 10. Jelaskan fungsi dari minyak pelumas 11. Jelaskan fungsi dan cara kerja turbocharger.

27 SM TERIMAKASIH UNTUK SEMUA PIHAK YANG TELAH MEMBANTU PENYUSUNAN MATERI KULIAH INI PENYUSUN SOEMARTOJO WA


Download ppt "SM FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER 2009 Permesinan: Bagian 2 PENGANTAR TEKNOLOGI KELAUTAN Kode Mata Kuliah: MT 091201."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google