Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Disusun oleh: SRI ENDAH (060602) JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA CILEGON-BANTEN 2010.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Disusun oleh: SRI ENDAH (060602) JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA CILEGON-BANTEN 2010."— Transcript presentasi:

1 Disusun oleh: SRI ENDAH (060602) JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA CILEGON-BANTEN 2010

2 Pendahuluan Alat untuk menguji kualitas dapat digunakan dalam semua tahapan proses produksi, dari mulai pengembangan produk sampai pemasaran produk dan customer support. Ada tujuh alat untuk menguji kualitas, yaitu: Flow Chart couse and effect diagram /Diagram Fishbone Check sheet Pareto Diagram Histogram Scatter Plot Control Chart

3 System Manajemen Kualitas Prinsip dari manajemen kualitas adalah point pertama untuk manajemen perusahaan menuju efisiensi perbaikan terus-menerus dalam waktu yang panjang, dan kepuasan pelanggan. System manajemen didasari pada integritas dari semua produktivitas dan pendukung sumberdaya agar perusahaan percaya. Dalam pengendalian kualitas agar terjadi peningkatan kualitas maka perlu adanya antisipasi terhadap persaingan, aspek kualitas perlu selalu dievaluasi dan direncanakan perbaikannya melalui penerapan fungsi-fungsi manajemen kualitas. Implementasi dari system manajemen masuk kedalam bagian dari proses pengembangan perusahaan. Collected information nilainya tak terhingga dalam proses pembuat kepututusan sesuai kenyataan. Data dan analisis collection adalah sama pentingnya dalam kesempatan untuk proses dan perbaikan kualitas selanjutnya.

4 Proses perbaikan terus-menerus didasari pada aplikasi Deming’s Quality cycle atau PDCA-Cycle. PDCA-Cycle adalah seluruh bagian dari proses manajemen dan di desain untuk digunakan pada Dynamic model.

5 Saat memulai proses perbaikan dengan perencanaan yang matang, maka hasil dari perbaikan dan tindakan pencegahan, yang didukung dengan alat pengujian kualitas yang layak, dimana proses perbaikan memegang peranan penting. Aplikasi dasar dari tujuh alat penguji kualitas dalam korelasi terdiri dari empat langkah PDCA-Cycle, dapat dilhat pada table 1:

6 Seperti pada table 1, untuk mengidentifikasi masalah bisa menggunakan 7QC tools diantaranya: Flow Chart, couse and effect diagram, check sheet, pareto diagram, histogram, dan control chart. Untuk analisis masalah menggunakan alat sebagai berikut: couse and effect diagram, check sheet, pareto diagram, scatter plot, dan control chart. Saat team mengembangkan sebuah solusi untuk pemecahan masalah flow char dan scatter plot agar dapat berguna. Pada tahapan pencapaian hasil evaluasi sama pentingnya pada saat 7QC tools berhasil diimplementasikan: check sheet, pareto diagram, Histogram, scatter plot, dan control charts.

7 Model Sistematika pemakaian alat uji kualita untuk proses monitoring, data acquisition dan perbaikan kualitas dapat dilihat pada fig. 3.

8 Aplikasi Alat untuk pengujian Kualitas pada proses Industri Standar manjemen kualitas terdiri dari petunjuk- petunjuk dan rekomendsi untuk sistem kualitas manjemen yang meliputi struktur organisasi perusahaan, proses, prosedur, dan hal penting yang lain untuk keberhasilan manajemen kualitas. Contoh sistematika pemakaian dari alat-alat pengendalian kualitas ditunjukkan pada prosedur yang terdiri dari komunikasi dengan pelanggan dalam proses pengumpulan keluhan pelanggan.

9 Contoh menunjukkan bagaimana grafik fisualisasi sederhana dapat menunjukkan data saat ini dengan jelas dan mendukung proses pengambilan keputusan. Analisa kerusakan kantong semen salama pengangkutan dalam tiga tahun terakhir, dapat disimpilkan bahwa kerusakan kantong meningkat, Fig.4. kesimpulan yang lain adalah mengaktifkan koreksi yang lalu dan sekarang ditempatkan pada perusahaan yang belum mampu menyelesaikan masalah.

10 Berdasarkan diagram paretp dan histogram, peningkatan tim dengan menggunakan diagram sebab-akibat atau Ishikawa dapat dianalisa dan ditemukan akar kerusakan kantong semen, Fig. 5.

11 Berbeda dengan contoh sebelumnya, analisa keluhan konsumen pada kantong semen basah untuk periode tiga tahun dapat dilihat bahwa hasil pengambilan tindakan pengurangan yang sangat signifikan dari keluhan konsumen, Fig. 6.

12 Jadi, sebagai contoh dari jumlah keluhan konsumen pada bagian pengepakkan dan transportasi untuk akhir tahun ketiga, sangat rendah, Fig. 7.

13


Download ppt "Disusun oleh: SRI ENDAH (060602) JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA CILEGON-BANTEN 2010."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google