Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SEJARAH PERKEMBANGAN PENDIDIKAN DI INDONESIA (SEJAK KEMERDEKAAN HINGGA SEKARANG) 4/10/2015 TUGAS MATA KULIAH FILSAFAT PENDIDIKAN DOSEN: PROF. DR JOKO NURKAMTO,

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SEJARAH PERKEMBANGAN PENDIDIKAN DI INDONESIA (SEJAK KEMERDEKAAN HINGGA SEKARANG) 4/10/2015 TUGAS MATA KULIAH FILSAFAT PENDIDIKAN DOSEN: PROF. DR JOKO NURKAMTO,"— Transcript presentasi:

1 SEJARAH PERKEMBANGAN PENDIDIKAN DI INDONESIA (SEJAK KEMERDEKAAN HINGGA SEKARANG) 4/10/2015 TUGAS MATA KULIAH FILSAFAT PENDIDIKAN DOSEN: PROF. DR JOKO NURKAMTO, M.Pd OLEH NANA DAN ASMUNI PROGRAM STUDI DOKTOR ILMU PENDIDIKAN PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS SEBELAS MARET 1

2 Abstract Substitution / improvement of the curriculum is a necessity that must be applied to follow the development of science and technology as well as behavioral and methods pngajaran that all the time growing. To address the turn of the curriculum so that must be prepared are: Readiness of the teachers themselves (if any kurikulumya teacher will understand the essence of the curriculum, then the problem will not happen), school readiness, government readiness and preparedness of educational stakeholders. Hopefully this article can be a bit enlightening about the curriculum in Indonesia, so it can further lead to wisdom in the teaching-learning process. If the observed changes in the curriculum from 1947 to 2006 who became a factor for change include: (1) adjust with the changing times, this can we see the initial changes in the curriculum of lesson plans lesson plans broken down 1947 to Awalya just follow or continue the existing curriculum and then developed again with a more focused lessons with everyday life. (2) political interests alone, it is very clearly recorded in the 2004 curriculum 4/10/2015TUGAS FILSAFAT PEN DIDIKAN2

3 ABSTRAK Pergantian/penyempurnaan kurikulum adalah suatu keniscayaan yang harus diberlakukan untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perilaku dan metode pengajaran yang setiap saat terus berkembang. Untuk menyikapi pergantian kurikulum maka yang harus disiapkan adalah: Kesiapan dari guru itu sendiri (apapun kurikulumya apabila guru memahami akan esensi dari kurikulum maka tidak akan terjadi permasalahan),kesiapan sekolah, kesiapan pemerintah dan kesiapan stake holder pendidikan. Semoga tulisan ini dapat sedikit memberikan pencerahan tentang kurikulum di Indonesia, sehingga dapat lebih menimbulkan kearifan dalam proses belajar-mengajar. Pergantian/penyempurnaan kurikulum adalah suatu keniscayaan yang harus diberlakukan untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perilaku dan metode pengajaran yang setiap saat terus berkembang. Untuk menyikapi pergantian kurikulum maka yang harus disiapkan adalah: Kesiapan dari guru itu sendiri (apapun kurikulumya apabila guru memahami akan esensi dari kurikulum maka tidak akan terjadi permasalahan),kesiapan sekolah, kesiapan pemerintah dan kesiapan stake holder pendidikan. Semoga tulisan ini dapat sedikit memberikan pencerahan tentang kurikulum di Indonesia, sehingga dapat lebih menimbulkan kearifan dalam proses belajar-mengajar. Jika diamati perubahan kurikulum dari tahun 1947 hingga 2006 yang menjadi faktor atas perubahan itu diantaranya: (1) menyesuaikan dengan perkembangan jaman, hal ini dapat kita lihat awal perubahan kurikulum dari rencana pelajaran 1947 menjadi rencana pelajaran terurai Awalya hanya mengikuti atau meneruskan kurikulum yang ada kemudian dikembangkan lagi dengan lebih menfokuskan pelajaran dengan kehidupan sehari-hari. (2) kepentingan politis semata, hal ini sangat jelas terekam dalam perubahan kurikulum 2004 (KBK) menjadi kurklum 2006 (KTSP) Jika diamati perubahan kurikulum dari tahun 1947 hingga 2006 yang menjadi faktor atas perubahan itu diantaranya: (1) menyesuaikan dengan perkembangan jaman, hal ini dapat kita lihat awal perubahan kurikulum dari rencana pelajaran 1947 menjadi rencana pelajaran terurai Awalya hanya mengikuti atau meneruskan kurikulum yang ada kemudian dikembangkan lagi dengan lebih menfokuskan pelajaran dengan kehidupan sehari-hari. (2) kepentingan politis semata, hal ini sangat jelas terekam dalam perubahan kurikulum 2004 (KBK) menjadi kurklum 2006 (KTSP) 4/10/2015TUGAS FILSAFAT PEN DIDIKAN3

4 Latar Belakang Masalah Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional no. 20 tahun 2003 pasal 3 dinyatakan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional no. 20 tahun 2003 pasal 3 dinyatakan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. 4/10/2015TUGAS FILSAFAT PENDIDIKAN4

5 PERJALANAN KURIKULUM DI INDONESIA Dalam perjalanan sejarah sejak tahun 1945, kurikulum pendidikan nasional telah mengalami perubahan, yaitu pada tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004dan Perubahan tersebut merupakan konsekuensi logis dari terjadinya perubahan sistem politik, sosial budaya, ekonomi, dan iptek dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. Sebab, kurikulum sebagai seperangkat rencana pendidikan perlu dikembangkan secara dinamis sesuai dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi di masyarakat. Semua kurikulum nasional dirancang berdasarkan landasan yang sama, yaitu Pancasila dan UUD 1945, perbedaanya pada penekanan pokok dari tujuan pendidikan serta pendekatan dalam merealisasikannya Dalam perjalanan sejarah sejak tahun 1945, kurikulum pendidikan nasional telah mengalami perubahan, yaitu pada tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004dan Perubahan tersebut merupakan konsekuensi logis dari terjadinya perubahan sistem politik, sosial budaya, ekonomi, dan iptek dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. Sebab, kurikulum sebagai seperangkat rencana pendidikan perlu dikembangkan secara dinamis sesuai dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi di masyarakat. Semua kurikulum nasional dirancang berdasarkan landasan yang sama, yaitu Pancasila dan UUD 1945, perbedaanya pada penekanan pokok dari tujuan pendidikan serta pendekatan dalam merealisasikannya 4/10/2015TUGAS FILSAFAT PENDIDIKAN5

6 Kurikulum Tahun 1947 (Rentjana Pelajaran 1947) Awalnya pada tahun 1947, kurikulum saat itu diberi nama Rentjana Pelajaran Pada saat itu, kurikulum pendidikan di Indonesia masih dipengaruhi sistem pendidikan kolonial Belanda dan Jepang, sehingga hanya meneruskan yang pernah digunakansebelumnya Awalnya pada tahun 1947, kurikulum saat itu diberi nama Rentjana Pelajaran Pada saat itu, kurikulum pendidikan di Indonesia masih dipengaruhi sistem pendidikan kolonial Belanda dan Jepang, sehingga hanya meneruskan yang pernah digunakansebelumnya 4/10/2015TUGAS FILSAFAT PENDIDIKAN6

7 Kurikulum 1952 (Rentjana Pelajaran 1947) Setelah Rentjana Pelajaran 1947, pada tahun 1952 kurikulum di Indonesia mengalami penyempurnaan. Pada tahun 1952 ini diberi nama Rentjana Pelajaran Terurai Setelah Rentjana Pelajaran 1947, pada tahun 1952 kurikulum di Indonesia mengalami penyempurnaan. Pada tahun 1952 ini diberi nama Rentjana Pelajaran Terurai Kurikulum ini sudah mengarah pada suatu sistem pendidikan nasional. Yang paling menonjol dan sekaligus ciri dari kurikulum 1952 ini bahwa setiap rencana pelajaran harus memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari Kurikulum ini sudah mengarah pada suatu sistem pendidikan nasional. Yang paling menonjol dan sekaligus ciri dari kurikulum 1952 ini bahwa setiap rencana pelajaran harus memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari 4/10/2015TUGAS FILSAFAT PENDIDIKAN7

8 Kurikulum 1964 (Rentjana Pendidikan 1964) Pokok-pokok pikiran kurikulum 1964 yang menjadi ciri dari kurikulum ini adalah bahwa pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD, sehingga pembelajaran dipusatkan pada program Pancawardhana (Hamalik, 2004), yaitu pengembangan moral, kecerdasan, emosional/artistik, keprigelan, dan jasmani. Pokok-pokok pikiran kurikulum 1964 yang menjadi ciri dari kurikulum ini adalah bahwa pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD, sehingga pembelajaran dipusatkan pada program Pancawardhana (Hamalik, 2004), yaitu pengembangan moral, kecerdasan, emosional/artistik, keprigelan, dan jasmani. 4/10/2015TUGAS FILSAFAT PENDIDIKAN8

9 Kurikulum 1968 (Rencana Pendidikan 1968) Kurikulum 1968 bertujuan bahwa pendidikan ditekankan pada upaya untuk membentuk manusia Pancasila sejati, kuat, dan sehat jasmani,mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan keyakinan beragama. Isi pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan, serta mengembangkan fisik yang sehat dan kuat. Kurikulum 1968 bertujuan bahwa pendidikan ditekankan pada upaya untuk membentuk manusia Pancasila sejati, kuat, dan sehat jasmani,mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan keyakinan beragama. Isi pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan, serta mengembangkan fisik yang sehat dan kuat. 4/10/2015TUGAS FILSAFAT PENDIDIKAN9

10 Kurikulum 1975 Menekankan kepada efisiensi dan efektivitas dalam hal daya dan waktu. Menekankan kepada efisiensi dan efektivitas dalam hal daya dan waktu. Menganut pendekatan sistem instruksional yang dikenal dengan Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Sistem yang senantiasa mengarah kepada tercapainya tujuan yang spesifik, dapat diukur dan dirumuskan dalam bentuk tingkah laku siswa. Menganut pendekatan sistem instruksional yang dikenal dengan Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Sistem yang senantiasa mengarah kepada tercapainya tujuan yang spesifik, dapat diukur dan dirumuskan dalam bentuk tingkah laku siswa. Dipengaruhi psikologi tingkah laku dengan menekankan kepada stimulus respon (rangsang-jawab) dan latihan Dipengaruhi psikologi tingkah laku dengan menekankan kepada stimulus respon (rangsang-jawab) dan latihan 4/10/2015TUGAS FILSAFAT PENDIDIKAN10

11 Kurikulum 1984 (Kurikulum CBSA) Ciri-Ciri umum dari Kurikulum CBSA adalah: Ciri-Ciri umum dari Kurikulum CBSA adalah: Berorientasi pada tujuan instruksional Berorientasi pada tujuan instruksional Pendekatan pembelajaran adalah berpusat pada anak didik; Pendekatan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) Pendekatan pembelajaran adalah berpusat pada anak didik; Pendekatan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) 4/10/2015TUGAS FILSAFAT PENDIDIKAN11

12 Kurikulum 1994 Pembagian tahapan pelajaran di sekolah dengan sistem catur wulan. Pembagian tahapan pelajaran di sekolah dengan sistem catur wulan. Pembelajaran di sekolah lebih menekankan materi pelajaran yang cukup padat (berorientasi kepada materi pelajaran/isi). Pembelajaran di sekolah lebih menekankan materi pelajaran yang cukup padat (berorientasi kepada materi pelajaran/isi). 4/10/2015TUGAS FILSAFAT PENDIDIKAN12

13 Kurikulum 2004 (Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)) Menekankan pd ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal. Menekankan pd ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal. Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman. Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi 4/10/2015TUGAS FILSAFAT PENDIDIKAN13

14 Kurikulum 2006 (KTSP Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal. Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal. Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman. Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi. Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif. Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif. 4/10/2015 TUGAS FILSAFAT PENDIDIKAN14

15 PENUTUP Memasuki tahun 2011 dunia pendidikan Indonesia terlihat kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Kekurangan tersebut bukan disebabkan karena kehebatan mutu pendidikan nasional, tetapi lebih banyak disebabkan karena kesadaran akan bahaya keterbelakangan pendidikan di Indonesia Memasuki tahun 2011 dunia pendidikan Indonesia terlihat kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Kekurangan tersebut bukan disebabkan karena kehebatan mutu pendidikan nasional, tetapi lebih banyak disebabkan karena kesadaran akan bahaya keterbelakangan pendidikan di Indonesia 4/10/2015TUGAS FILSAFAT PENDIDIKAN15


Download ppt "SEJARAH PERKEMBANGAN PENDIDIKAN DI INDONESIA (SEJAK KEMERDEKAAN HINGGA SEKARANG) 4/10/2015 TUGAS MATA KULIAH FILSAFAT PENDIDIKAN DOSEN: PROF. DR JOKO NURKAMTO,"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google