Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Heidy Dwiyanti Utami ( ) Herynda Cempaka Sari ( )

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Heidy Dwiyanti Utami ( ) Herynda Cempaka Sari ( )"— Transcript presentasi:

1 Heidy Dwiyanti Utami (10407007) Herynda Cempaka Sari (10407020)
CYANOBACTERIA Heidy Dwiyanti Utami ( ) Herynda Cempaka Sari ( ) Oktira Roka Aji ( )

2 Cyanobacteria Cyanobacteria, memiliki nama lain blue-green algae, blue-green bacteria atau Cyanophyta Nama Cyanobacteria berasal dari warna yang dimiliki anggota filum ini (Greek : κυανός (kyanós) = biru). Tidak memiliki nukleus dan sistem membran internal Dapat menmperoleh energi melalui fotosintesis Merupakan komponen penting yang mempengaruhi siklus nitrogen di perairan dan produser primer di lautan.

3 Tidak memiliki flagella
Dapat ditemui dalam bentuk sel planktonic atau bentuk biofilm phototrophic di perairan tawar dan laut, tanah lembab serta batuan di padang pasir Beberapa adalah endosimbion di lichens, tanaman, berbagai protista, atau spons dan menyediakan energi untuk sel inang.

4 Heterocyst dan Akinet Untuk fiksasi nitrogen dan dapat mengubah nitogen menjadi amonia, nitrit dan nitrat yang bisa diabsobsi oleh tanaman

5 Hormogonia [New Latin : Greek hormos, chain, necklace; see ser-2 in Indo-European roots + Greek gonos, seed; see gen - in Indo-European roots.] Cyanobacteria pada genus nostoc berdiferensiasi ketika stess terhadap lingkungan atau diletakan di tempat baru Panjangnya dapat mencapai ratusan mikrometer dan kecepatan gerak sekitar 11 μm/s Pergerakannya memerlukan permukaan yang basah atau di dalam cairan Bentuk ini dapat kembali ke sel vegetatif setelah 96 jam

6 Kadangkala terdeteksi pada kasus ledakan alga
Toksin Beberapa cyanobacteria memproduksi cyanotoxins seperti anatoxin-a, anatoxin-as, aplysiatoxin, cylindrospermopsin, asam domoic, microcystin LR, nodularin R (dari ''Nodularia''), ataupun saxitoxin. Kadangkala terdeteksi pada kasus ledakan alga Toxin seperti neurotoxins, hepatotoxins, cytotoxins, and endotoxins, dapat berbahaya bagi hewan dan manusia Beberapa kasus menyebabkan keracunan bagi manusia sudah diketahui, namun masih sedikit yang diketahui pencegahannya

7 Hubungan dengan sejarah bumi
Cyanobacteria merupakan produser primer pada masa Proterozoic ( mya). Struktur redoks di lautan saat itu disenangi oleh photautotrophs yang dapat melakukan nitrogen fixation. Kebanyakan struktur cyanobacteria yang ditemukan pada fosil adalah oncolites dan stromatolites Cyanobacteria merupakan agen biologi untuk fiksasi nitrogen dan membentuk modifikasi pada alga.

8 Stromatolites Merupakan struktur kolumnar dari kasium karbonat yang terakumulasi perlahan-lahan dalam rentang waktu yang lama.  Bentuk ini masih dapat ditemukan saat ini, terutama di daerah Australia tidal.  Bentuk tersebut merupakan lapisan endapan yang terbentuk di kolam dangkal di mana iklim yang hangat.

9 Hubungan dengan Kloroplas
Kloroplas merupakan organel yang ditemukan di eukariotes (alga dan tumbuhan) dan merupakan bentuk dari endosimbiosis dengan cyanobacteria. Teori dari endosimbiosis ini berdasarkan dari kesamaan struktural dan gennya. Kloroplas primer ditemui pada tanaman hijau yang mengandung klorofil ''b'', serta pada alga merah dan glaucophytes, yang mengandung phycobilins.

10 FILOGENETIK

11

12 Neighbor-joining tree berdasarkan sekuens 16S rRNA Cyanobacteria dan mikroorganime lain yang berhubungan Jaana, -.

13 Taksonomi Cyanobacteria
Pada taksonomi klasik, Cyanobacteria diklasifikasi berdasarkan morfologinya. Awalnya, Cyanobacteria dikelompokkan ke dalam 5 bagian taksonomi, yang ditandai dengan nomor I – V. Taksonomi Cyanobacteria menurut morfologi masih digunakan hingga sekarang dan dikembangkan oleh peneliti-peneliti lainnya. Taksonomi ini digunakan pada buku Bergey's Manual of Systematic Bacteriology 2nd Edition. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, karakteristik fenotip dan genotip digunakan untuk taksonomi bakteri . Karakteristik yang digunakan termasuk morfologi, pigmen, komposisi asam lemak, aktifitas nitrogen, komposisi basa DNA, dan ukuran genom.

14 Taksonomi Cyanobacteria (2)
Terdapat pembagian yang berbeda-beda pada taksonomi Cyanobacteria. Hal ini disebabkan karena taxa yang terdapat pada filum Cyanobacteria belum dipublikasi secara valid, kecuali : Kelas : Chroobacteria, Hormogoneae dan Gloeobacteria Ordo : Chroococcales, Gloeobacterales, Nostocales, Oscillatoriales, Pleurocapsales dan Stigonematales Genus : Halospirulina, Planktothricoides, Prochlorococcus, Prochloron, Prochlorothrix dan Rubidibacter Terdapat 3 skema taksonomi yang berbeda menurut pembagian taxa pada filum Cyanobacteria, yaitu : Skema taksonomi berdasarkan NCBI Taxonomy Browser (31 Agustus 2009) Skema taksonomi berdasarkan Bergey's Manual of Systematic Bacteriology 2nd Edition (2001) Skema taksonomi berdasarkan Cavalier-Smith (14 Januari 2002)

15 Skema taksonomi berdasarkan NCBI Taxonomy Browser (2009)
Filum Cyanobacteria Order Chroococcales Order Gloeobacterales Order Nostocales Famili Microchaetaceae Famili Nostocaceae Famili Rivulariaceae Famili Scytonemataceae Order Oscillatoriales Order Pleurocapsales Order Prochlorophytes Famili Prochloraceae Famili Prochlorococcaceae Famili Prochlorotrichaceae Order Stigonematales

16 Anonim 1, 2009.

17 Skema taksonomi berdasarkan Bergey's Manual of Systematic Bacteriology 2nd Edition (2001)
Cyanobacteria Subsection I : Chamaesiphon Chroococcus Cyanobacterium Cyanobium Cyanothece Dactylococcopsis Gloeobacter Gloeocapsa Gloeothece Microcystis Prochlorococcus Prochloron Synechoccus Synechocystis Subsection II Subgroup I : Cyanocystis Dermocarpella Stanieria Xenococcus Subgroup II : Chroococcidiopsis Myxosarcina Pleurocapsa Subsection III : Arthrospira Borzia Crinalium Geitlerinemia Leptolyngbya Limnothrix Lyngbya Microcoleus Oscillatoria Planktothrix Prochlorothrix Pseudanabaena Spirulina Starria Symploca Trichodesmium Tychonema Subsection IV Subgroup I : Anabaena Anabaenopsis Aphanizomenon Cyanospira Cylindrospermopsis Cylindrospermum Nodularia Nostoc Scytonema Subgroup II : Calothrix Rivularia Tolypothrix Subsection V : Chlorogloeopsis Fischerella Geitleria Iyengariella Nostochopsis Stigonema

18 Skema taksonomi berdasarkan Cavalier-Smith (2002)
Infrakingdom : Glycobacteria Division : Cyanobacteria Subkingdom : Negibacteria Kingdom : Bacteria Subdivision Gloeobacteria Class Gloeobacteria Order Gloeobacterales Subdivision Phycobacteria Class Chroobacteria Order Chroococcales Order Pleurocapsales Order Oscillatoriales Class Hormogoneae Order Nostocales Order Stigonematales

19 ANGGOTA CYANOBACTERIA

20 Unicellular Pleurocapsalean Oscilatorian Nostocalean Branching
Sel tunggal atau sel agregrat Pleurocapsalean Bereproduksi dengan memformasi sel spherical kecil yang disebut baeocytes diproduksi melalui multiple fission Oscilatorian Sel berfilamen yang membelah secara membelah biner Nostocalean Sel berfilamen yang membentuk heterocysts Branching Sel yang membelah membentuk cabang (branches) GROUP I GROUP II GROUP III GROUP IV GROUP V (Cavalier-Smith, 2002)

21 Gloeobacter Domain : Bacteria Phylum : Cyanobacteria
Class  : Gloeobacteria  Order  : Gloeobacterales Genus  : Gloeobacter Species  : Gloeobacter violaceus berbentuk batang (rod-shape) , unicellular gram-negatif fotoautotrophic cyanobacteria akuatik memiliki klorofil a, karotenoid, dan phycobiliproteins

22 Struktur Genome kromosom sirkular tunggal 4,659,019 pasang basa GC content = 62% tidak terdeteksi adanya plasmid selama sequencing total potensial protein encoding genes seluruh genomenya adalah 4430 atau rata-rata satu gen tiap 1052 pasang basa.

23 Waktu generasinya (72 jam)

24 Dermocarpa Domain :Bacteria Phylum :Cyanobacteria Class :Cyanophyceae Order :Chroococcales Family :Dermocarpellaceae Genus :Dermocarpa Species : Dermocarpa violacea sinonimnya Cyanocystis violacea (P.L. Crouan & H.M. Crouan) Komárek & Anagnostidis Dapat melakukan multiple fission dan memproduksi endospores (baeocytes)

25 Baeocyte Sel bakteri ini membesar lebih dari dua kali pada awalnya dan kemudian membelah berlipat (multiple divisions) untuk memproduksi sel anak yang banyak.

26 Oscillaria Genus ini dinamai dari cara bergeraknya yaitu berombang-ambing (oscilating), meluncur (gliding), berputar (rotating) Oscillatoria banyak tersebar di berbagai tempat, termasuk di sumber air panas, lautan, tempat bersuhu tinggi, tropis, danau, dan lain-lain. Oscillatoria limnetica dapat melakukan fotosintesis anoxygenic di lingkungan anaerobic dengan hydrogen sulfide yang banyak dan cahaya, dan mensekresikan sulfur dibandingkan gas oksigen.

27 Sel tunggal pada Oscillatoria disebut trichome
Cara reproduksi oscillatoria adalah secara fragmentasi Oscillatoria berbentuk filaments yang panjang dan dapat membentuk fragmen yang disebut hormogonia (motile filament). Hormogonia dapat tumbuh menjadi individu baru, tumbuh menjadi filamen yang lebih panjang.

28 Anabaena Anabaena adalah genus dari cyanobacteria yang berfilamen, atau blue-green algae, dan ditemukan sebagai plankton. Memiliki kemampuan menfiksasi nitrogen Dapat membentuk heterocyst Cyanobacteria fotoautotrof yang berfotosintesis secara oxygenic Domain : Bacteria Phylum : Cyanobacteria Order : Nostocales Family : Nostocaceae Genus : Anabaena Spesies : Anabaena flosaquae

29 Struktur Genome Genome PCC 7120 strain dari Anabaena telah disequencing. Terdiri dari 1 chromosome dengan 6,413,771 pasang basa 5,368 diprediksi sebagai protein-coding regions, Memiliki 6 plasmids berkisar 408,101 pasang basa sampai 5,584 pasang basa. Penelitiannya difokuskan heterocysts, yaitu daerah yang dapat mengubah nitrogen menjadi ammonia.

30 Fischerella Ekologi Banyak Fischerella dapat tumbuh di subaerial, batuan yang lembab, tanah yang asam. Spesies akuatiknya ditemukan pada kayu submerged Beberapa diantaranya hanya dapat tumbuh di pohon-pohon tropis. Mastigocladus (Fischerella) laminosus adalah salah satu yang termofil yang dapat tumbuh pada suhu diatas 45° C. Fischerella ditemukan memiliki habitat yang sama dengan Stigonema dan keduanya sulit dibedakan.

31 DAFTAR PUSTAKA Anonim 1, Creation vs Evolution. 1 Desember Anonim 2, A specific c-type cytochrome maturation system is required for oxygenic photosynthesis. 1 Desember 2009. Anonim3. Oscillatoria. 10 desember2009.  Anonim4. Oscillatoria. tml .9 Desember 2009. Anonim 5, Taxonomy of Cyanobacteria. 9 Desember 2009. Anonim 6, Classification of Cyanobacteria. 9 Desember Johnson, James D The Manganese-calcium oxide cluster of Photosystem and its assimilation by the Cyanobacteria. 9 Desember Lehtimaki, Jaana. -.Characterization of Cyanobacterial Strains Originating from the Baltic Sea with Emphasis on Nodularia and its Toxin, Nodularin. 9 Desember 2009.

32 TERIMA KASIH

33


Download ppt "Heidy Dwiyanti Utami ( ) Herynda Cempaka Sari ( )"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google