Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KOMPENDIUM KAJIAN LINGKUNGAN DAN PEMBANGUNAN: KETAHANAN MASYARAKAT: PENANGGULANGAN KEMISKINAN BERBASIS IPTEK Dikoleksi oleh: Soemarno, ppsub April 2012.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KOMPENDIUM KAJIAN LINGKUNGAN DAN PEMBANGUNAN: KETAHANAN MASYARAKAT: PENANGGULANGAN KEMISKINAN BERBASIS IPTEK Dikoleksi oleh: Soemarno, ppsub April 2012."— Transcript presentasi:

1 KOMPENDIUM KAJIAN LINGKUNGAN DAN PEMBANGUNAN: KETAHANAN MASYARAKAT: PENANGGULANGAN KEMISKINAN BERBASIS IPTEK Dikoleksi oleh: Soemarno, ppsub April 2012

2 PENGENTASAN KEMISKINAN Sumber: Diunduh 2/4/ Juta Orang Miskin Teratasi di RI Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah orang miskin turun 1 juta orang dalam setahun ini. Penurunan ini diklaim sebagai keberhasilan pemerintah. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah orang miskin turun 1 juta orang dalam setahun ini. Kepala BPS Rusman Heriawan menyebutkan per Maret 2011 jumlah orang miskin sebesar 30,02 juta orang atau 12,49% dari total seluruh penduduk Indonesia. Sedangkan jika dibandingkan pada Maret 2010, di mana penduduk miskin sebesar 31,02 juta orang atau 13,33% maka terjadi penurunan 1 juta orang dalam setahun. Meski hanya sejuta dari total pengangguran, penurunan itu bisa menjadi bentuk keberhasilan pemerintah dalam menurunkan tingkat pengangguran. Penurunan pengangguran akan secara otomatis membantu pemerintah dalam memerangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. BPS mencatat dari 1 juta orang yang berhasil lepas dari kemiskinan, orang berasal dari pedesaan. Sementara penduduk yang berhasil terlepas dari kemiskinan di kota hanya orang. Untuk mengukur angka kemiskinan, menurut BPS sendiri menggunakan konsep kebutuhan dasar. Kemiskinan dapat dipandang sebagai ketidakmampuan seseorang atau keluarga untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan non makanan. Garis kemiskinan makanan adalah kalori per kapita per hari. Garis kemiskinan non makanan meliputi perumahan, sandang,pendidikan, kesehatan dan kebutuhan pokok non makanan lainnya. Metode ini digunakan sejak tahun 1998 supaya hasil perhitungan konsisten dan terbanding dari waktu ke waktu. Dari jumlah orang miskin per Maret 2011, peranan komoditi makanan terhadap garis kemiskinan sangat besar yakni mencapai 73,52 persen dibandingkan peranan komiditi bukan makanan seperti perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan. Pendapat saya dengan penurunan angka kemiskinan ini saya sebagai anak bangsa dan juga sebagai rakyat Indonesia, sudah saatnya memang bangsa ini untuk mulai bangkit dari keterpurukan, kita juga tidak boleh merasa puas sampai disini, sebenarnya masih banyak lagi tugas pemerintah untuk membenahi negeri ini, contohnya untuk memperbaiki infrastruktur yang sudah memadai seperti membangun jalan, jembatan, pelabuhan, pelistrikan, dan telekomunikasi serta meratakan kesenjangan social yang makin dirasakan masyarakat.

3 . 15 Kelompok Tani Merek Raya Terima Bantuan Rp90 Juta 15 Kelompok Tani Merek Raya Terima Bantuan Rp90 Juta Sumber: merek-raya-terima.html….. Diunduh 2/4/2012 Sebanyak 15 kelompok tani di Nagori Merek Raya Kecamatan Raya menerima bantuan Rp90 juta dari Dinas Pertanian Simalungun. Untuk satu kelompok tani menerima bantuan antara Rp2 juta hingga Rp6 juta. Bendahara Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sapanriah Nagori Merek Raya Junseni Purba ditemui di kantornya, Senin (14/11) menyebutkan, sebanyak 15 kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan Sapanriah menerima bantuan dari Dinas Pertanian Simalungun. “Masing-masing kelompok tani menerima dana Rp2 juta hingga Rp6 juta tergantung pada program kerja yang mereka ajukan sebelum dicairkannya dana ini. Sebenarnya, kelompok tani kita yang terdaptar hingga kini ada sebanyak 24 kelompok, namun yang bisa menerima dana sebanyak 15 saja,” jelasnya. Disebutkannya, bantuan ini berasal dari Dinas Pertanian dalam bentuk Bantuan Langsung Masyarakat Peningkatan Usaha Agrobisnis Pertanian (BLM PUAP) Pemberian bantuan dilaksanakan secara bergulir, di mana tahap pertama ini sebanyak 15 kelompok tani yang menerima

4 Kec. Kesamben, 14 Sep 2009 GERAKAN PENGENDALIAN HAMA TIKUS DI KEC. KESAMBEN Sumber: gov/layanan/berita_kongres.asp?menu=detail_berita&no=2569….. Diunduh 2/4/2012 Kegiatan pengendalian hama tikus sudah menjadi pekerjaan rutin bagi Kelompok Tani Desa Jombatan, Kec. Kesamben. Hal ini terbukti pengendalian dengan cara Gropyokan dan Pengemposan sangat efektif mengurangi populasi hama tikus dan biayanya murah. Pengendalian dengan cara ini hanya dibutuhkan kekompakan saja di kelompoktani dan antar kelompoktani dalam upaya mengamankan produksi Tanaman pangan dan tanaman perkebunan ( Tebu ) dari serangan hama tikus. Dalam gambar diatas terlihat petani sangat antusias sekali mencari tempat sarang tikus di sepanjang jalan aspal antara Dusun Ngemplak ke barat s/d Dusun Sapon agar tanaman kedelai yang baru berumur 15 HST aman dari serangan tikus. Berdasarkan informasi dari kasi Ekbang ( Didik Sulistiyono,SP.MMA) yang membidangi salah satu tupoksi Pembinaan dan koordinasi dalam rangka pembangunan dan meningkatkan pertumbuhan perekonomian dan produksi, bahwa saat gropyokan dilaksanakan banyak diperoleh induk tikus yang baru saja melahirkan. Kegiatan ini dilakukan secara rutin mengingat setiap 3 bulan sekali tikus berkembang biak dengan normal apabila ada makanan sepanjang tahun. Diharapkan setiap petani harus mempunyai minimal 1 emposan tikus, hal ini harus terwujud karena sewaktu-waktu saat senggang petani bisa melakukan secara individu bersama keluarganya. Peran PPL yang punya wilayah 1 desa 1 PPL harus terus mengawal petani mulai dari persiapan tanam s/d panen dan pemasarannya.

5 Sumber: Diunduh 2/4/2012 STUDI DAMPAK SOSIAL PROGRAM ACIAR Oleh : Purwono Yunianto* Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) yang dilakukan oleh LPTP sudah berlangsung 4 tahun dan diselenggarakan di berbagai daerah. Sekolah ini dimulai tahun 2006 dan melibatkan banyak petani yang ingin meningkatkan kapasitas produktivitasnya. SLPTT ini merupakan kerjasama LPTP dengan ACIAR, pemerintah kabupaten dan petani-petani dataran tinggi. SLPTT ini bertujuan meningkatkan produksi dan nilai tambah tanaman kentang dan kubis. Dalam kurun waktu 4 tahun itu telah terjadi proses pembelajaran partisipatif dan riset bersama (collaborative research) yang dilakukan petani dengan fasilitator (pemandu). Selama kurun waktu itu sudah cukup banyak kemajuan- kemajuan di tingkat petani yang dicapai. Meskipun demikian pengelola program termotivasi untuk mengetahui outputnya secara lebih mendalam. Untuk itulah dilakukan studi dampak social program yang disupport oleh Aciar ini. Beberapa pertanyaan penting yang dijadikan dasar dalam melakukan studi dampak program ini ada empat. Apakah program yang sudah dilakukan membawa perubahan (transformasi) pada tingkat petani dan lingkungannya? Kedua, apakah program memberikan perubahan dari sisi ekonomi keluarga petani dan komunitasnya? Yang ketiga apakah setelah program dinyatakan selesai, masih akan terjadi proses pembelajaran di lapangan secara mandiri? Selanjutnya pertanyaan terakhir apakah setelah program selesai akan terjadi proses penyebarluasan ilmu pengetahuan pada tingkat kawasan? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu perlu dilakukan riset. Hasil riset nanti juga untuk keperluan menyusun sebuah potret untuk mengetahui dampak positif atas pelaksanaan proyek optimalisasi produktivitas tanaman kentang dan kubis. Di samping itu juga digunakan untuk merumuskan masukan atas pelaksanaan proyek sebagai dasar menyusun program berikutnya.

6 Sosialisasi di Desa Boto – Kec. Baturetno (Berita, Pertanian, Petani Wonogiri) (by admin on )BeritaPertanian Sumber: Diunduh 2/4/2012 Terik Matahari sudah di atas ubun-ubun kita, jam menunjukkan siang. Di tengah sawah dusun Tekil Desa Boto Kecamatan Baturetno sudah berkumpul petani dan kelompok tani termasuk ketua kelompok tani setempat. Di tengah sawah ada balai pertemuan untuk kaum petani, tiap satu bulan sekali untuk pertemuan dan arisan sekaligus untuk menyampaikan keluhan-keluahan saran-saran antar kelompok tani. Kelompok Tani di dusun Tekil Desa Boto Kec. Baturetno bernama “Kelompok Tani Ngudirejo” ketuanya Bapak Slamet. Setelah mereka mendapatkan penjelasan-penjelasan dari team kami, diantaranya Paketri dan Pupuk Herbafarm Sido Muncul mereka banyak yang melakukan transaksi di lapangan untuk membeli secara tunai pupuk tersebut untuk dipakainya dan dicobanya.

7 Kelompok Tani Gotong Royong Selasa, 15 Maret 2011 Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) Kecamatan Temanggung Sumber: Diunduh 2/4/2012 Hari ini, Kelompok Tani Gotong Royong untuk menerima sosialisasi, penjelasan dan pengarahan dari Kepala UPTD Dintanbunhut Kecamatan Temanggung, Bapak Hadi Khoirudin, bertempat di Balai Kelurahan Walitelon Utara. Acara ini di hadiri oleh ketua kelompok tani se Kecamatan Temanggung yang di undang oleh BP3K sebanyak 62 kelompok tani. Dalam sambutannya, bapak Kepala UPTD Dintanbunhut menyampaikan bahwa tahun 2011 ini diharapkan kelompok tani yang merupakan "pengarep" pembangunan khususnya di bidang pertanian, untuk meningkatkan produktifitas tanaman padi. Target perkembangan yang diharapkan adalah sebanyak 5% dari musim tanam tahun lalu. Hal yang perlu di contoh adalah yang telah dilaksanakan oleh kelompok tani di desa/kelurahan Gilingsari, yang mana banyak petani yang membudidayakan tanaman padi ini untuk memperoleh hasil yang melimpah, kemudian untuk yang dikonsumsi sendiri apabila menginginkan yang "rasanya enak" maka ditukarkan dengan yang diinginkan. Hal ini masuk akal, karena memang sebenarnya yang diinginkan pertama adalah pendapatan petani yang meningkat, yang secara otomatis akan meningkatkan "karso" dari petani sendiri. Hal ini bisa dikatakan sebagai kesejahteraan yang meningkat pula. Melalui program SLPTT ini sangat diharapkan dilaksanakan oleh seluruh Kelompok Tani dalam menerapkan apa-apa yang telah disampaikan Penyuluh Pertanian, ataupun teknologi yang diperoleh dan diketahui oleh petani sendiri, dengan tujuan utama meningkatkan produktifitas tanaman Padi. Pemanfaatan Jajar Legowo, pengolahan tanah menggunakan pupuk organik, dan juga hal lain menjadi tidak ketinggalan untuk upaya peningkatan produktifitas ini. Dalam Program ini akan dibagi dalam tiga paket, yaitu Padi Hibrida yang diserahkan untuk dilaksanakan kepada 32 kelompok, salah satunya Kelompok Tani Gotong Royong (kita), kemudian paket Padi Non Hibrida kepada 15 kelompok, dan Jagung Hibrida diserahkan dan dilaksanakan kepada 15 kelompok juga.Selain itu ada paket juga berupa CBN (Cadangan Benih Nusantara) yang diserahkan dan dilaksanakan oleh 11 kelompok tani. Dalam acara ini, Camat Temanggung juga memberikan semangat kepada seluruh peserta yang hadir. Dalam apa yang disampaikan pak camat, beliau mengharapkan agar petani khususnya di Kecamtan Temanggung, yang merupakan salah satu Penyangga Pangan Kabupaten Temanggung, lebih meningkatkan produktifitasnya melalui berbagai upaya. Beliau juga menyampaikan untuk mengurangi "losses" dan rendemen selama proses pasca panen yang sebesar 18,5% s.d. 19%. Apabila hal ini dapat terwujud, maka sudah dapat dipastikan produktifitas akan meningkat pula.

8 KEPENGURUSAN KELOMPOK TANI MAJU MAPAN Selapanan Kelompok Tani Posted on December 25, 2010December 25, 2010 Sumber: ….. Diunduh 2/4/2012 Jum’at Legi tanggal 24 Desember merupakan pertemuan selapanan kelompok tani Maju Mapan untuk yang pertama kali. Tujuan diadakan pertemuan rutin adalah untuk mengevaluasi kegiatan kelompok, dalam hal ini adalah kegiatan penanaman kopi arabika, telah sampai mana kegiatan yang telah dilakukan oleh anggota kelompok. Bibit kopi yang ditanam sejumlah batang bantuan dari CV Piranti Works. Kelompok ini jumlah anggotannya adalan 15 orang, terdiri dari petani yang peduli akan lingkungan. Tujuan utama bukan hanya sekedar menanam kopi tetapi yang kami utamakan adalah konservasi alam, kerena kami melihat bahwa lahan yang ada di daerah kami ini khususnya di desa Wonotirto dan di kawasan Sumbing pada umumnya sudah diambang kritis, kalau ini dibiarkan terus dalam jangka waktu 10 tahun ke depan akan dikasih apa anak cucu kita nanti, karena kami yakin lahan ini akan berubah menjadi padang pasir, karena sekarang saja sudah banyak lahan pertanian yang kedalamannya tinggal 10 sampai 20 cm yang bisa di olah karena di bawahnya merupakan tanah padas..

9 Thursday, October 1, 2009 Program Microsoft untuk meningkatkan potensi masyarakat pedesaan Sumber: Diunduh 2/4/2012 Di Indonesia sendiri, Microsoft sudah aktif menjalankan program ini semenjak Oktober Dan saat ini sudah lebih dari 120 pusat komputer pedesaan telah berdiri atas prakarsa Microsoft. Pusat-pusat komputer itu disebut sebagai CTC (Community Technology Center) atau disebut juga sebagai SBK (Sanggar Belajar Komunitas). Masing-masing CTC atau SBK ini biasanya memiliki kekhasan yang bertujuan meningkatkan kehidupan masyarakat di sekitarnya. CTC Pancasari CTC di Pulai Bali ini dikelola oleh Kelompok Tani Muda Mandiri Desa Pancasari Bedugul, Bali. Kelompok Tani yang awalnya bertani stroberi ini, mencoba beralih membudidayakan paprika berbekal informasi yang mereka dapatkan di internet. Menjelang musim panen, mereka pun mencoba memasarkannya lewat internet. Tak lebih dari 1 minggu sejak mereka posting profile mereka di situs internet, mereka dihubungi oleh salah satu perusahaan penyuplai bahan makanan. Dan perusahaan itu memborong semua paprika tanaman mereka. Paprika berwarna hijau, kuning dan merah yang berhasil mereka budidayakan dihargai Rp. 6000, per kg. Hingga saat ini, Kelompok Tani Muda Mandiri masih terus menyuplai paprika mereka ke perusahaan tersebut walaupun hanya sanggup memenuhi ½ dari kebutuhan yang diminta.

10 KUNJUNGAN KE LAHAN PERKEBUNAN KELOMPOK TANI Sumber: Diunduh 2/4/2012 Kunjungan ke Kelompok Tani Kebon Raren Desa Seri Tanjung Kabupaten Ogan Ilir yang dilaksanakan di kebun salah satu anggota kelompok tani yang memberikan informasi bahwa tanaman karetnya terkena gejala penyakit Jamur Akar Putih (JAP). Tindak lanjut dari BPP Tanjung Batu adalah dengan mengamati lansung kelapangan dan memberikan informasi tentang cara penanggulan penyakit JAP yaitu : (1) Mencegah timbulnya JAP pada saat melakukan persiapan dengan menghilangkan tunggul- tunggul atau organ-organ tanaman berkayu secara tuntas. Namun penerapan cara ini akan mengakibatkan rusaknya struktur tanah serta erosi pada areal yang miring (2) Menanam penutup tanah jenis Leguminose yang tumbuh menjalar minimal satu tahun lebih awal dari penanaman karet. Hal ini bertujuan disamping mencegah erosi, juga untuk meningkatkan kegiatan mikroorganisme dalam mempercepat pelapukan kayu. Untuk meningkatkan jasad renik ini dapat dipacu dengan cara menaburkan belerang cirrus pada lubang tanam. (3) Pengendalian secara preventif dilakukan sejak tanaman berumur 6 bulan di lapangan yaitu dengan menaburkan biofungisida di sekitar pangkal batang hingga radius 50 cm. Aplikasi dilakukan setiap 6 bulan sekali selama tanaman belum menghasilkan (TBM). (4) Pengendalian secara kuratif dilakukan dengan mengaplikasikan bahan kimia (Fungisida) pada tanaman yang telah menunjukkan gejala penyakit, aplikasi ini dapat dilakukan dengan cara penyiraman menggunakan fungisida berbahan aktif triadimefon, triadimenol, heksakonazol sedangkan untuk pelumasan digunakan fungisida dengan bahan aktif PCNB atau tridemorph.

11 Sumber: ….. Diunduh 2/4/2012.

12 .

13 .

14 .

15 .

16 .

17 .

18 .

19 .

20 .

21 .

22 .

23 .

24 .

25 .

26 .

27 .

28 .

29 .

30 .

31 .

32 .

33 .

34 .

35 .

36 .

37 .

38 .

39 .

40 .

41 .

42 .

43 .

44 .

45 .

46 .

47 .


Download ppt "KOMPENDIUM KAJIAN LINGKUNGAN DAN PEMBANGUNAN: KETAHANAN MASYARAKAT: PENANGGULANGAN KEMISKINAN BERBASIS IPTEK Dikoleksi oleh: Soemarno, ppsub April 2012."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google