Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 PEMAHAMAN TENTANG MASYARAKAT (DESA) Bahan Kuliah: Dasar-Dasar Pengembangan Masyarakat RAVIK KARSIDI (2011)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 PEMAHAMAN TENTANG MASYARAKAT (DESA) Bahan Kuliah: Dasar-Dasar Pengembangan Masyarakat RAVIK KARSIDI (2011)"— Transcript presentasi:

1 1 PEMAHAMAN TENTANG MASYARAKAT (DESA) Bahan Kuliah: Dasar-Dasar Pengembangan Masyarakat RAVIK KARSIDI (2011)

2 BA C THE WHOLE (A) ADALAH BATASAN- BATASAN ABSTRAK DAN ARBITRER YANG MELINGKUPI SEBUAH STRUKTUR HUBUNGAN SOSIAL (B) KAITAN (1, 2, 3, 4) UNIT SOSIAL (C) UNSUR (1, 2, 3, 4)

3 3 BATAS-BATAS YANG MELIPUTI DALAM SEBUAH STRUKTUR  KARENA ABSTRAK, MAKA YANG SECARA ADMINISTRASI YANG MUNCUL: EKONOMI KESENIAN KEKERABATAN PENDIDIKAN KEAGAMAAN THE WHOLE (= STRUKTUR SOSIAL) THE PART (= STRUKTUR-STRUKTUR/ UNIT) UNIT) HUBUNGAN SOSIAL TUGAS PENELITI: HANYA MEMPREDIKSI/ KECENDERUNGAN KE ARAH MANA AKAN TERJADI DAN BAGAIMANA IMPLIKASINYA

4 4 KONSEP-KONSEP PENTING YANG BERKAITAN DENGAN FAKTOR KULTURAL dalam SISTIM SOSIAL, adalah: 1.GAGASAN / IDE 2.NILAI 3.SIKAP MENTAL 4.KEPERCAYAAN 5.WELTAN SCHAUUNG 6.ETHOS 7.PANDANGAN HIDUP 8.KONFIGURASI KOGNITIF AMRI MARZALI, PEMBANGUNAN EKONOMI DITINJAU DARI SUDUT SOSIOLOGI - ANTROPOLOGI

5 5 KONSEP-KONSEP PENTING YANG BERKAITAN DENGAN KONSEP SOSIAL, adalah: 1.STATUS 2.ROLE 3.NORMA 4.INSTITUSI SOSIAL 5.STRUKTUR SOSIAL 6.ORGANISASI SOSIAL 7.SISTEM SOSIAL

6 6 METODE KLASIFIKASI MASYARAKAT (DESA) 1.DARI SISI LINGKUNGAN HUKUM ADAT (Van Vollenhoven)  INDONESIA DIBAGI ATAS 19 LINGKUNGAN HUKUM ADAT  KONSEPNYA: ATAS DASAR (CULTURAL AREA, istilah dari Franz Bons) ATAU AUTONOMOUS COMMUNITY

7 7 2.DARI SISI MODE OF PRODUCTION/CARA BERPRODUKSI (JB Ave)  (dari yang paling sederhana dan tua ke yang lebih komplek dan muda) 1.JENIS MATA PENCAHARIAN POKOK 2.JENIS MATA PENCAHARIAN PELENGKAP 3.PERALATAN/TEKNOLOGI KRITERIA: DIACHRONIS (BERTAHAP-TAHAP), DARI: 1.MASYARAKAT PERAMU (FOOD GATHERING)  TERTUA 2.MASYARAKAT PENCARI IKAN 3.MASYARAKAT PEMELIHARA TERNAK 4.MASYARAKAT PERTANIAN (LADANG BERPINDAH, PERTANIAN LAHAN KERING, PERTANIAN LAHAN SAWAH  IRIGASI, PERTANIAN/PERKEBUNAN KECIL) 5.MASYARAKAT INDUSTRI (TERMUDA) LEBIH COCOK UNTUK KEBIJAKAN PEMBANGUNAN

8 8 3.DARI SISI EKOSISTEM (Hildred Geert) a)MASYARAKAT DESA DENGAN SISTEM PERSAWAHAN (contoh: Jawa + Bali) b)MASYARAKAT DESA PESISIR/PANTAI  BERORIENTASI DAGANG (Bugis, Makasar, Aceh) c)MASYARAKAT ASLI (TRIBE)  Dayak d)MASYARAKAT KOTA (Pinggiran, Slum area, Metropolitan)

9 9 ISTILAH PERSEPSI ttg REALITAS REALITAS KELOMPOK SOSIAL PENGELOMPOKAN YANG TERBANGUN ATAS DASAR HUBUNGAN SOSIAL YANG TERPOLA STRUKTUR SOSIAL HUBUNGAN YANG TERPOLA ANTAR UNIT-UNIT SOSIAL (= POLA-POLA HUBUNGAN SOSIAL YANG NYATA ANTARA PERSON DENGAN PERSON DAN ANTAR GROUP DENGAN GROUP KOMPONEN STRUKTUR SOSIAL 1.UNIT SOSIAL (PART’S)  UNIT MENJADI SUB STRUKTUR SOSIAL/ SUB SISTEM 2.HUBUNGAN SOSIAL 3.THE WHOLE (KESELURUHAN)

10 10 4.DARI SISI TIPE SOSIO BUDAYA (Julian Steward dan Koentjaraningrat dan Cliford Geert) a)KOENTJARANINGRAT DESA (4): 1) MASYARAKAT DESA TERPENCIL (BERBURU, MERAMU)  PENGARUH ZENDING (IRIAN) 2) MASYARAKAT YANG PUNYA HUBUNGAN DENGAN KOTA KECIL (BERCOCOK TANAM LADANG/SAWAH)  PENGARUH MISI ZENDING (AMBON) 3) MASYARAKAT YANG PUNYA HUBUNGAN DENGAN KOTA- KOTA KECIL (BERCOCOK TANAM LADANG/SAWAH)  PENGARUH ISLAM (ACEH, MINANG) 4) MASYARAKAT DESA BERCOCOK TANAM PADI SAWAH, PUNYA HUBUNGAN DENGAN PUSAT-PUSAT KERAJAAN/KOTA-KOTA BEKAS JAJAHAN  PENGARUH GELOMBANG PASANG: HINDU – ISLAM – KRISTEN (JAWA, SUNDA, BALI) KOTA (2): 1) PUSAT PEMERINTAHAN  KOTA KECIL 2) PUSAT PEMERINTAHAN, PERDAGANGAN DAN INDUSTRI

11 11 b)CLIFORD GEERT DESA (3): 1) MASYARAKAT DESA TERPENCIL (BERBURU, MERAMU)  PENGARUH ZENDING (IRIAN)  YANG PUNYA HUBUNGAN DENGAN KOTA KECIL (BERCOCOK TANAM LADANG/SAWAH)  PENGARUH MISI ZENDING (AMBON) 2) MASYARAKAT YANG PUNYA HUBUNGAN DENGAN KOTA- KOTA KECIL (BERCOCOK TANAM LADANG/SAWAH)  PENGARUH ISLAM (ACEH, MINANG) 3) MASYARAKAT DESA BERCOCOK TANAM PADI SAWAH, PUNYA HUBUNGAN DENGAN PUSAT-PUSAT KERAJAAN/KOTA-KOTA BEKAS JAJAHAN  PENGARUH GELOMBANG PASANG: HINDU – ISLAM – KRISTEN (JAWA, SUNDA, BALI) KOTA (2): BENTUK BARU CIRI SOSIO BUDAYA NASIONAL YANG SEDANG MUNCUL

12 12 TIGA PERSPEKTIP STRUKTUR/ ORGANISASI SOSIAL DESA 1. PERSPEKTIF STRUKTURAL FUNGSIONAL a.STRUKTUR ORGANISASI SOSIAL DIPENGARUHI OLEH GENEOLOGIS (KEKERABATAN)  MISAL: BATAK, MINANG b.HUBUNGAN PATRON-CLIENT  MISAL: BUGIS, MAKASAR c.ATAS DASAR PEMILIKAN LAHAN  JAWA d.MULTI KRITERIA: BALI (UPACARA-UPACARA, ADAT/AGAMA, STRATA, DAN LAIN-LAIN)

13 13 2. PERSPEKTIF PSIKOKULTURAL/MORAL EKONOMI (James Scot) a.MELIHAT MASYARAKAT DARI MORAL EKONOMINYA, MISAL: MENTALITA, ETOS KERJA, BELIEVE, DLL b.YANG TAMPAK DARI PERILAKU MEREKA, MISAL: FAMILISME, FATALISME, SUBSISTENSI c.MUNCUL ISTILAH: PEASON, FARMER, SHIFTING CULTIVATOR (TANI BERPINDAH) d.ADA “THE SUB CULTURE OF PEASANTRY”  MASING-MASING MEREKA MENTALNYA BERBEDA

14 14 3. PERSPEKTIF POLITICAL ECONOMY MENGKAJI HUBUNGAN DESA - KOTA, KEBIJAKAN- KEBIJAKAN, HUBUNGAN PEMERINTAH – MASYARAKAT DESA MISAL: Weber DESAKOTA - TRADISIONAL - MODERN - PATRIMONIAL - DEMOKRASI/ BIROKRASI - GEMEINSCHAFT - GESSELSCHAFT - SOLIDARITAS ORGANIK ORGANIK - SOLIDARITAS MEKANIK MEKANIK

15 15 TRANSISIONAL TERJADI SECARA SISTEMATIK BERHUBUNGAN SATU SIFAT/CIRI DENGAN SIFAT/CIRI LAIN EVERET ROGERS (SIFAT DAN CIRI) ALEX INKELS (SIFAT DAN CIRI)

16 16 PENGARUH STRUKTUR SOSIALORGANISASI SOSIAL DESA-KOTA KOTADESA PERTANYAAN 1.BAGAIMANA ASUMSI PEMERINTAH (PUSAT) TENTANG KONDISI MASYARAKAT PEDESAAN ? 2.MENGAPA PEMERINTAH MEMILIH PENDEKATAN INSTITUSIONAL BUILDING (TOP DOWN) BUKAN BOTTOM UP ? 3.MENGAPA MASIH SUSAH MENARIK PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN ?

17 17 TOP DOWN BOTTOM UP INSTITUSIONALDEVELOPMENT ANTI THESIS SYNTHESISTHESIS INSTITUTIONAL BUILDING INI PERLU DISOSIALISASIKAN MENJADI BUDAYA MASYARAKAT

18 18 (Korten, David C., LSP, Jakarta, 1984, p.9.) PEMBANGUNAN YANG MEMIHAK PADA RAKYAT MERUPAKAN PARADIGMA BARU, YAITU MENEKANKAN NILAI PENTINGNYA PRAKARSA DAN PERBEDAAN LOKAL.PEMBANGUNAN YANG MEMIHAK PADA RAKYAT MERUPAKAN PARADIGMA BARU, YAITU MENEKANKAN NILAI PENTINGNYA PRAKARSA DAN PERBEDAAN LOKAL. JADI BERBEDA DENGAN PARADIGMA PEMBANGUNAN LAMA YANG LEBIH MEMENTING- KAN PRODUKSI = MENUNDUKKAN KEBUTUHAN RAKYAT DI BAWAH KEBUTUHAN PRODUKSI.JADI BERBEDA DENGAN PARADIGMA PEMBANGUNAN LAMA YANG LEBIH MEMENTING- KAN PRODUKSI = MENUNDUKKAN KEBUTUHAN RAKYAT DI BAWAH KEBUTUHAN PRODUKSI. SEDANGKAN PARADIGMA BARU = DENGAN TEGUH BERUPAYA AGAR SISTEM PRODUKSI TUNDUK PADA KEBUTUHAN RAKYAT.  MEMANDANG MANUSIA LEBIH MANUSIAWI.SEDANGKAN PARADIGMA BARU = DENGAN TEGUH BERUPAYA AGAR SISTEM PRODUKSI TUNDUK PADA KEBUTUHAN RAKYAT.  MEMANDANG MANUSIA LEBIH MANUSIAWI. PEMBANGUNAN YANG MEMIHAK RAKYAT

19 19 (Robert Chambers) (SALAH PERSEPSI TENTANG KEMISKINAN PEDESAAN) SALAH PRASANGKA (BIAS) MENYEBABKAN ASUMSI YANG BERBEDA TITIK TEMU CHAMBERS DAN INAYATULLAH: SAMA-SAMA PENTING MELIHAT KARAKTERISTIK DESA DAN PERBEDAAN-PERBEDAAN YANG ADA DI DALAMNYASAMA-SAMA PENTING MELIHAT KARAKTERISTIK DESA DAN PERBEDAAN-PERBEDAAN YANG ADA DI DALAMNYA SAMA-SAMA MELIHAT BESARNYA PENGARUH BIROKRASI SELAMA INISAMA-SAMA MELIHAT BESARNYA PENGARUH BIROKRASI SELAMA INI

20 20 FAKTOR YANG MENGUBAH: 1.PENDIDIKAN 2.PEMBANGUNAN (SEKTORAL/ TEKNOLOGI/INDUSTRI/EKONOMI/ POLITIK/BIROKRASI/DAN LAIN-LAIN 3.DIFUSI-INOVASI 4.TEKANAN PENDUDUK 5.PERUBAHAN BUDAYA 6.PERUBAHAN TEKNIS 7.MEDIA MASSA 8.ASPEK SOSIAL LAINNYA

21 21 Perubahan dalam PM 1. Perubahan individu 2. Perubahan klpk 3. Perubahan budaya 4. Perubahan politik 5. Perubahan teknologi 6. Perubahan ekonomi ( Patrick G Boyle, 1981)

22 22 15 Konsep Yang Perlu diperhatikan dalam Pengembangan Program PM 1. Penetapan Dasar Filosofi Program 2. Analisa Keadaan Masalah dan Rumusan Kebutuhan 3. Keterlibatan Klien 4. Analisis Tingkat pendidikan/sosial klien ( Analisis/ pemahaman ttg Klien) 5. Sumber daya yang ada ( sumber informasi, dan sumber2 yang digunakan) 6. Pengenalan hambatan yang mungkin terjadi ( individu dan lembaga) 7. Kriteria dalam penentuan prioritas program 8. Fleksibilitas Program 9. Dukungan yang ada terhadap program yang direncanakan ( formal/informal) 10. Memilih dan mengorganisisr pengalaman belajar 11. Merencanakan metode dan teknik pencapaian program 12. Prioritas promosi 13. Tetapkan sumberdaya yang mendukung 14. Tetapkan standar evaluasi efektifitas/ hasil dari suatu program 15. Mengkomunikasikan rancangan program ( terutama bagi pengambil keputusan) ( Patrick G Boyle, 1981)

23 23 8 FASE PENGEMBANGAN PROGRAM PM 1. Identifikasi dasar pelaksanaan program 2. Analisa keadaan klien/sarluh 3. Tetapkan hasil yang ingin dicapai/ tujuan 4. Identifikasi sumberdaya dan dukungan 5. Menyusun Rencana Pencapaian ( Rencana instruksional) 6. Pelaksananan Program 7. Perencaanan Evaluasi 8. Pelaporan

24 24 1.BELAJAR DARI MASYARAKAT 2. PIHAK LUAR SEBAGAI FASILITATOR, MASYARAKAT SEBAGAI PELAKU 3. SALING BELAJAR, SALING BERBAGI PENGALAMAN

25 25 Contoh Keterkaitan


Download ppt "1 PEMAHAMAN TENTANG MASYARAKAT (DESA) Bahan Kuliah: Dasar-Dasar Pengembangan Masyarakat RAVIK KARSIDI (2011)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google