Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ERD Lanjutan. Varian Entitas Idealnya entitas yang terlibat dalam suatu diagram ER adalah entitas kuat yang tidak memiliki ketergantungan dengan entitas.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ERD Lanjutan. Varian Entitas Idealnya entitas yang terlibat dalam suatu diagram ER adalah entitas kuat yang tidak memiliki ketergantungan dengan entitas."— Transcript presentasi:

1 ERD Lanjutan

2 Varian Entitas Idealnya entitas yang terlibat dalam suatu diagram ER adalah entitas kuat yang tidak memiliki ketergantungan dengan entitas lain Idealnya entitas yang terlibat dalam suatu diagram ER adalah entitas kuat yang tidak memiliki ketergantungan dengan entitas lain namun dalam kenyataannya kita tidak selalu dapat melibatkan entitas seperti itu. Terkadang kita juga melibatkan entitas yang lemah (weak entity) atau bagian dari entitas lain (subtype entity) namun dalam kenyataannya kita tidak selalu dapat melibatkan entitas seperti itu. Terkadang kita juga melibatkan entitas yang lemah (weak entity) atau bagian dari entitas lain (subtype entity)

3 Entitas Kuat (Strong Entity) - Entitas Kuat (Strong Entity) Entitas yang tidak memiliki ketergantungan dengan entitas lain Contoh : mahasiswa, dosen, kuliah Contoh : mahasiswa, dosen, kuliah

4 Entitas Lemah (Weak Entity) - Entitas yang kemunculannya tergantung terhadap entitas lain (strong entity) - Tidak memiliki key yang benar-benar dapat menjamin keunikan entitas Contoh : orangtua, keluarga Contoh : orangtua, keluarga

5 NIMNama_Mhs...… Ali Akbar Budi Haryanto Iman Faisal Indah Susanti Tabel Mahasiswa Nama_ortuAlamat_ortu Abdul RahmanJl. Durian 10, Sukabumi Siswono HandoyoJl. Salak 23, Banda Aceh JamaludinJl. Mentimun 55, Solo Amir HasanJl. Jeruk 15, Surabaya Hobbi Sepakbola Melukis Berenang Membaca Musik menari Tabel Orang_Tua Tabel Hobbi

6 Entity Relationship Diagram Entity Relationship Diagram Orang Tua Hobbi Mahasiswa memiliki Menyenangi NIM Nama alamat Tgl_lhr NIM Nm_ortu NM_ortu NIMhobbi alm_ortu Hobbi Kunci utama Kunci yg tidak menyakinkan Contoh : N

7 Data Orang_Tua dan Hobbi diatas dapat digolongkan sebagai himpunan entitas lemah (yang dalam Diagram E-R dinyatakan dengan kotak bergaris ganda). Karena kemunculannya sangat tergantung pada adanya relasi dengan entitas yang ada himpunan entitas Mahasiswa. Data Orang_Tua dan Hobbi diatas dapat digolongkan sebagai himpunan entitas lemah (yang dalam Diagram E-R dinyatakan dengan kotak bergaris ganda). Karena kemunculannya sangat tergantung pada adanya relasi dengan entitas yang ada himpunan entitas Mahasiswa. Jika Misalnya Mahasiswa bernama ‘Budi Handoyo’ tidak ada, maka orang tua bernama ‘Siswono Handoyo’ serta hobbi ‘membaca’ juga ditiadakan. Jika Misalnya Mahasiswa bernama ‘Budi Handoyo’ tidak ada, maka orang tua bernama ‘Siswono Handoyo’ serta hobbi ‘membaca’ juga ditiadakan.

8 Kedua himpunan entitas (Orang_Tua dan Hobbi) juga tidak memiliki atribut sendiri yang dapat menjamin keunikan entitas – entitas di dalamnya. Kedua himpunan entitas (Orang_Tua dan Hobbi) juga tidak memiliki atribut sendiri yang dapat menjamin keunikan entitas – entitas di dalamnya. Atribut nama_ortu dan hobbi sengaja diberi garis bawah yang putus – putus untuk menunjukkan bahawa kedua atribut itu merupakan atribut key yang tidak meyakinkan. Atribut nama_ortu dan hobbi sengaja diberi garis bawah yang putus – putus untuk menunjukkan bahawa kedua atribut itu merupakan atribut key yang tidak meyakinkan.

9 Jika ada mahasiswa yang bersaudara atau yang mempunyai hobbi yang sama, maka entitas – entitas yang sama akan muncul pada himpunan entitas Orang_Tua dan hobbi Jika ada mahasiswa yang bersaudara atau yang mempunyai hobbi yang sama, maka entitas – entitas yang sama akan muncul pada himpunan entitas Orang_Tua dan hobbi

10 Sub Entitas (Sub Entity) - Entitas yang beranggotakan entitas-entitas yang merupakan bagian dari entitas yang lebih superior / utama. - Sub entitas ini merupakan hasil dekomposisi entitas utama berdasarkan pengelompokkan entitas utama berdasarkan pengelompokkan tertentu tertentu

11 nama_dos alamat_dos ISA Dosen TetapDosen Tidak Tetap Dosen NIK pangkat tgl_masuk nama_kantor alamat_kantor 2 Buah Sub Entitas Sebagai Hasil Spesialisasi kode_dos

12 Dosen merupakan himpunan entitas superior. Dengan proses Spesialisasi (yang dilambangkan dengan adanya relasi khusus ‘ISA’) terhadap himpunan entitas ini, dapat dibentuk dua buah sub entitas ‘Dosen Tetap’ dan ‘Dosen Tidak Tetap’. Dosen merupakan himpunan entitas superior. Dengan proses Spesialisasi (yang dilambangkan dengan adanya relasi khusus ‘ISA’) terhadap himpunan entitas ini, dapat dibentuk dua buah sub entitas ‘Dosen Tetap’ dan ‘Dosen Tidak Tetap’.

13 Konsekuensinya, entitas – entitasnya di kedua sub entitas juga merupakan (berasal dari) entitas – entitas yang ada pada himpunan entitas dosen, namun tidak sebaliknya. Seperti halnya himpunan entitas lemah, sub entitasnya juga tidak emmiliki atribut yang dapat menjamin keunikan entitas – entitas di dalamnya. Konsekuensinya, entitas – entitasnya di kedua sub entitas juga merupakan (berasal dari) entitas – entitas yang ada pada himpunan entitas dosen, namun tidak sebaliknya. Seperti halnya himpunan entitas lemah, sub entitasnya juga tidak emmiliki atribut yang dapat menjamin keunikan entitas – entitas di dalamnya.

14 Varian Relasi Relasi Biner (Binary Relation) : relasi yang terjadi diantara dua entitas yang berbeda Relasi Biner (Binary Relation) : relasi yang terjadi diantara dua entitas yang berbeda (paling umum digunakan) (paling umum digunakan) Relasi NonBiner (NonBinary Relation) : relasi yang melibatkan sebuah entitas atau lebih dari dua entitas Relasi NonBiner (NonBinary Relation) : relasi yang melibatkan sebuah entitas atau lebih dari dua entitas

15 15 Entity Relationship Diagram Entity Relationship Diagram Agama Mahasiswa dianut 1 N Kode_agm Deskripsi Kode_agmNIM Nama Semester Binary Relation

16 Relasi Tunggal (Unary Relation) Relasi yang terjadi dari sebuah entitas ke entitas yang sama Relasi yang terjadi dari sebuah entitas ke entitas yang sama Dosen Mendampingi 1 N Kode_dos Nama_dos

17 Relasi Multi Entitas (N-ary Relation) Relasi dari tiga entitas atau lebih Relasi dari tiga entitas atau lebih Seharusnya dihindari karena akan mengaburkan derajat relasi yang ada dalam suatu relasi Seharusnya dihindari karena akan mengaburkan derajat relasi yang ada dalam suatu relasi

18 Matakuliah Dosen Ruang diajar Kd_kul nm_kul sks Kd_rg waktu kode_dos Kd_rg Nm_rg kap kode_dos Kd_kul Yang menjadi tidak jelas pada relasi demikian adalah Derajat Relasinya.

19 Relasi Ganda (Redundant Relation) Relasi yang muncul antara dua entitas dimana jumlah relasinya lebih dari satu Relasi yang muncul antara dua entitas dimana jumlah relasinya lebih dari satu Dosen MataKuliah Mengajar Menguasai 1 N N N Kd_MKkd_dos tempat waktu kd_dos Kd_MK

20 Spesialisasi dan Generalisasi Pada sebuah entitas dimungkinkan adanya pengelompokkan entitas yang menjadi anggotanya Pada sebuah entitas dimungkinkan adanya pengelompokkan entitas yang menjadi anggotanya Spesialisasi : pengelompokkan suatu entitas menjadi entitas-entitas baru (proses top-down) Spesialisasi : pengelompokkan suatu entitas menjadi entitas-entitas baru (proses top-down) Generalisasi : entitas-entitas yang mula-mula terpisah kemudian disatukan menjadi satu entitas (proses bottom-up) Generalisasi : entitas-entitas yang mula-mula terpisah kemudian disatukan menjadi satu entitas (proses bottom-up) Dikarenakan tidak tegasnya perbedaan atribut dari entitas yang ada Dikarenakan tidak tegasnya perbedaan atribut dari entitas yang ada

21 Entity Relationship Diagram Entity Relationship Diagram Spesialisasi : Merupakan proses dekomposisi (pengelompokkan) sebuah himpunan entitas yg melahirkan himpunan entitas baru yang dilakukan secara top-down. Contoh : Dosen Dosen Tetap Dosen Tidak Tetap Is a Top - down Nm_dos alm_dos Nm_kantor alm_kantor nik pangkat

22 Entity Relationship Diagram Entity Relationship Diagram Generalisasi : Contoh : Mahasiswa Mahasiswa D3 Mahasiswa S1 Is a bottom - up Merupakan penyatuan beberapa himpunan entitas menjadi sebuah himpunan entitas baru. Atribut dari masing-masing himpunan entitas disatukan kedalam himpunan entitas baru.

23 Agregasi Relasi yang secara kronologis mensyaratkan telah adanya relasi lain. Dengan kata lain sebuah relasi terbentuk tidak hanya dari entitas tapi juga mengandung unsur dari relasi lain Relasi yang secara kronologis mensyaratkan telah adanya relasi lain. Dengan kata lain sebuah relasi terbentuk tidak hanya dari entitas tapi juga mengandung unsur dari relasi lain

24 Mahasiswa Praktikum mempelajari Kuliah mengikuti N N N N NIM Kd_rg Kd_kul nilai Nama_praKd_pra Kd_kul nm_kul NIM Nama Mahasiswa yang mengikuti kegiatan pratikum tertentu karena telah mempelajari suatu mata kuliah (yang membutuhkan kegiatan pratikum)

25 Relasi antara himpunan entitas Mahasiswa dan himpunan entitas Kuliah. Ada sejumlah matakuliah yang membutuhkan kegiatan pratikum (tapi tidak semua mata kuliah). Relasi antara himpunan entitas Mahasiswa dan himpunan entitas Kuliah. Ada sejumlah matakuliah yang membutuhkan kegiatan pratikum (tapi tidak semua mata kuliah). Kegiatan pratikum ini tidak wajib diikuti oleh mahasiswa yang mengulang (karena di semester sebelumnya tidak lulus) Kegiatan pratikum ini tidak wajib diikuti oleh mahasiswa yang mengulang (karena di semester sebelumnya tidak lulus)

26 Mahasiswa Praktikum mempelajari Kuliah mengikuti N N


Download ppt "ERD Lanjutan. Varian Entitas Idealnya entitas yang terlibat dalam suatu diagram ER adalah entitas kuat yang tidak memiliki ketergantungan dengan entitas."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google