Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PERTEMUAN I I.Pengertian Perpustakaan II.Pengertian Ilmu Perpustakaan III.Sejarah dan Perkembangan Perpustakaan di Barat dan Asia IV.Sejarah dan Perkembangan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PERTEMUAN I I.Pengertian Perpustakaan II.Pengertian Ilmu Perpustakaan III.Sejarah dan Perkembangan Perpustakaan di Barat dan Asia IV.Sejarah dan Perkembangan."— Transcript presentasi:

1 PERTEMUAN I I.Pengertian Perpustakaan II.Pengertian Ilmu Perpustakaan III.Sejarah dan Perkembangan Perpustakaan di Barat dan Asia IV.Sejarah dan Perkembangan Perpustakaan di Indonesia V.Tujuan, Fungsi dan Peranan Perpustakaan VI.Jenis Perpustakaan

2 I. PENGERTIAN PERPUSTAKAAN Dalam bahasa Indonesia, istilah “perpustakaan” dibentuk dari kata dasar “pustaka” dengan ditambah awalan “per” dan akhiran “an”. Dalam bahasa asing, ada beberapa istilah yang artinya sama dengan perpustakaan antara lain: - Library (bahasa Inggris) - Bibliotheek (bahasa Belanda) - Bibliothek (bahasa Perancis) - Biblioteca (bahasa Italia) Semua istilah ini mempunyai kata dasar yang berarti “buku”. “Pustaka” dalam bahasa Sanskerta, “liber” dari bahasa Latin, dan “biblion” dari bahasa Yunani, semuanya berarti buku.

3 Departemen Pendidikan dan Kebuadayaan. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 1988: 713. “perpustakaan diartikan sebagai “kumpulan buku-buku (bahan bacaan, dsb).” “Oxford advanced learner’s dictionary of current English : 1984” : room or building for a collection of books kept three for reading. “Kamus istilah perpustakaan dan dokumentasi: 1992”: tempat, gedung, atau ruangan yang disediakan untuk pemeliharaan dan penggunaan koleksi buku dan sebagainya. “Webster’s ninth new collegiate dictionary: 1990”: a place in which literary, musical, artistic, or reference materials (books, manuscripts, recordings, or films) are kept for use but not for sale. Sulistyo Basuki dalam “Pengantar ilmu perpustakaan” : (1993:3): Perpustakaan adalah sebuah ruangan, bagian sebuah gedung, atau gedung itu sendiri yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasanya disimpan menurut tata dan susunan tertentu untuk digunakan pembaca, bukan untuk dijual. I. PENGERTIAN PERPUSTAKAAN (lanjutan)

4 Suwondo Atmodjahnawi dalam Pemanfaatan perpustakaan dalam kaitannya dengan penelitian. (1982: 2) ditinjau dari sudut fisik: perpustakaan adalah suatu koleksi buku-buku dan bahan-bahan bukan buku (non-books materials) dalam suatu bangunan (gedung) yang mewadahinya, yang telah siap untuk dimanfaatkan bagi siapa saja yang memerlukannya.ditinjau dari sudut fisik: perpustakaan adalah suatu koleksi buku-buku dan bahan-bahan bukan buku (non-books materials) dalam suatu bangunan (gedung) yang mewadahinya, yang telah siap untuk dimanfaatkan bagi siapa saja yang memerlukannya. ditinjau dari sudut aktifitasnya: perpustakaan adalah suatu organisasi yang menyelenggarakan kegiatan: pengadaan, pengolahan, pelestarian dan penyebarluasan serta pemanfaatakan bahan pustaka dengan cara tertentu kepada warga masyarakat sekelilingnya guna penyelesaian tugas dan atau kepentingan pribadinya.ditinjau dari sudut aktifitasnya: perpustakaan adalah suatu organisasi yang menyelenggarakan kegiatan: pengadaan, pengolahan, pelestarian dan penyebarluasan serta pemanfaatakan bahan pustaka dengan cara tertentu kepada warga masyarakat sekelilingnya guna penyelesaian tugas dan atau kepentingan pribadinya. I. PENGERTIAN PERPUSTAKAAN (lanjutan)

5 Sutarno NS. Perpustakaan dan Masyarakat. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2003: 7. “ Perpustakaan adalah suatu ruangan, bagian dari gedung/bangunan, atau gedung itu sendiri, yang berisi buku-buku koleksi, yang disusun dan diatur sedemekian rupa sehingga mudah dicari dan dipergunakan apabila sewaktu-waktu diperlukan untuk pembaca. ” Muljani A. Nurhadi dalam Sejarah perpustakaan dan perkembangannya di Indonesia. (1983: 4). “ Perpustakaan adalah suatu unit kerja yang berupa tempat mengumpulkan, menyimpan dan memelihara koleksi bahan pustaka yang dikelola dan diatur secara sistematis dengan cara tertentu, untuk digunakan secara kontinu oleh pemakainya sebagai sumber informasi ”. I. PENGERTIAN PERPUSTAKAAN (lanjutan)

6 Perpustakaan, Kepustakawanan dan Pustakawan Soetminah. Perpustakaan, Kepustakawanan dan Pustakawan. Yogyakarta: Kanisius,1992: 32. “ Perpustakaan adalah lembaga yang menghimpun pustaka dan menyediakan sarana bagi orang untuk memanfaatkan koleksi pustaka tersebut. ” Larasati Milburga, et al. Membina perpustakaan sekolah. Yogyakarta: Kanisius, 1991: 17. “ Perpustakaan adalah suatu unit kerja yang berupa tempat menyimpan koleksi bahan pustaka yang diatur secara sistematis dengan cara tertentu untuk digunakan secara berkesinambungan oleh pemakainya sebagai sumber informasi. ” I. PENGERTIAN PERPUSTAKAAN (lanjutan)

7 II. PENGERTIAN ILMU PERPUSTAKAAN Library science (or Library and Information science) is an interdisciplinary field that applies the practices, perspectives, and tools of management, information technology, education, and other areas to libraries; the collection, organization, preservation, and dissemination of information resources; and the political economy of information. Ilmu Perpustakaan (atau Ilmu Perpustakaan dan Informasi) adalah bidang interdisipliner yang menerapkan praktik, perspektif, dan alat-alat manajemen, teknologi informasi, pendidikan, dan area lainnya yang terkait dengan perpustakaan; koleksi, organisasi, pelestarian, dan penyebaran sumber daya informasi, dan ekonomi politik informasi.

8 Ilmu perpustakaan adalah suatu pengetahuan yang ada hubungannya dengan penyelenggaraan suatu perpustakaan untuk mencapai tujuannya, misalnya mengenai cara pengadaan bahan pustaka, pengolahan bahan pustaka, pelayanan perpustakaan, jenis perpustakaan, fungsi dan tujuan dari masing-masing perpustakaan dan lain-lain. II. PENGERTIAN ILMU PERPUSTAKAAN (lanjutan) The study of the principles and practices of library administration. (WordNet Dictionary) The principles, practice, or study of library administration. (Yourdictiobnary.com)

9 III. SEJARAH DAN PERKEMBANGAN PERPUSTAKAAN DI BARAT DAN ASIA Manusia purba: batu-batuan, lempengan tanah liat, papyrus (rumput), daun lontar, parkamen, vellum (kulit binatang) Sumeria dan Babylonia – Perpustakaan kerajaan (rekening, jaudal kegiatan, IP) – Lempengan tanah liat (pictograph -> cuneiform) – Raja Ashurbanipal dari Assyria ( SM) – ibukota Nineveh – Sistem subyek dan tanda pengenal pada tempat penyimpanan – Terbuka untuk anggota kerajaan Mesir – Rumput papirus – Kuil karena hanya pendeta yang mengerti tulisan hieroglyph (pengumuman resmi, agama, filsafat, sejarah, IP) – Raja Khufu, Khafre, Rameses II (1200 SM) – Perpustakaan raja Rameses II : Sekitar buku

10 III. SEJARAH DAN PERKEMBANGAN PERPUSTAKAAN DI BARAT DAN ASIA (lanjutan) Yunani – Cikal bakal alphabet – Perpustakaan berkembang di masa Raja Pericles (5 SM) – Aristoteles orang I -> pustakawan – Alexander Agung -> Perpustakaan I: Alexandria – Mesir: > gulungan papyrus (pustakawa: ilmuwan ulung) Pergamun di Asia Kecil: gulungan papyrus, parchmen/parkamen Roma – Perpustakaan pribadi -> untuk umum – Codex (kumpulan parkamen) – Roma jatuh -> tinggal perpustakaan biara

11 III. SEJARAH DAN PERKEMBANGAN PERPUSTAKAAN DI BARAT DAN ASIA (lanjutan) Byzantium – Perpustakaan kerajaan, perpustakaan gereja Arab: (penyebaran agama Islam) – Baghdad: perpustakaan mesjid dan lembaga pendidikan – Kota Shiraz: katalog berdasarkan tempat Renaissance – Perpustakaan biara dan universitas

12 IV. SEJARAH DAN PERKEMBANGAN PERPUSTAKAAN DI INDONESIA Zaman kerajaan lokal – Tidak jelas hanya berdasarkan asumsi (budaya lisan) Zaman Hindia Belanda – Perpustakaan tertua: perpustakaan gereja di Batavia thn > perawat rumah sakit 1778: perpustakaan khusus Bataviaasche Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (mengeluarkan katalog buku) Berubah menjadi Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen > Lembaga Kebudayaan Indonesia > Perpustakaan Museum Pusat -> Museum Nasional > Pusat Pembinaan Perpustakaan > Perpustakaan Nasional Republik Indonesia – Perpustakaan khusus lain (perkebunan dsb.) – Perpustakaan rakyat: volksbibliotheek -> murid, guru, rakyat setempat – 1910: OPENBARE LEESZALEN (swasta/gereja katolik): ruang baca umum, cuman-cuma – Perpustakaan sekolah tinggi: Stovia, Teechnische hoogeschool, Bandung dll – Huurbibliotheek: perpustakaan sewa – Perpustakaan kraton Mangkunegoro, perpustakaan Radyo Pustoko: naskah kuno, baca di tempat.

13 IV. SEJARAH DAN PERKEMBANGAN PERPUSTAKAAN DI INDONESIA (lanjutan) Zaman Jepang – Perpustakaan sekolah dan perpustakaan umum ditutup Zaman Republik Indonesia – Jenis perpustakaan mulai dikembangakan – Perpustakaan perguruan tinggi mendapat perhatian dari Dikti -> Satgas Pengembangan Perpustakaan Perguruan Tinggi – Virtual Library – Library Automation – E-Library/Digital Library

14 V. TUJUAN, FUNGSI dan PERANAN PERPUSTAKAAN pelestarian penelitian informasi pendidikan budaya rekreasi

15 VI. JENIS PERPUSTAKAAN IFLA (Internasional Federation of Library Association) mengelompokkan jenis-jenis perpustakaan atas: – 1. Perpustakaan Nasional (National Library) – 2. Perpustakaan Umum (Public Library) – 3. Perpustakaan Perguruan Tinggi (University Library) – 4. Perpustakaan Sekolah (School Library) – 5. Perpustakaan Khusus (Special Library) Selain kelima jenis perpustakaan yang tersebut di atas, kita mengenal juga jenis-jenis perpustakaan yang lain, yaitu: – 6. Perpustakaan Daerah – 7. Perpustakaan Keliling

16 TERIMAKASIH


Download ppt "PERTEMUAN I I.Pengertian Perpustakaan II.Pengertian Ilmu Perpustakaan III.Sejarah dan Perkembangan Perpustakaan di Barat dan Asia IV.Sejarah dan Perkembangan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google