Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Karakteristik saham Penilaian Saham Biasa.  Menggambarkan kepemilikan  Kepemilikan berarti pengendalian perusahaan  Pemegang saham memilih dewan komisaris.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Karakteristik saham Penilaian Saham Biasa.  Menggambarkan kepemilikan  Kepemilikan berarti pengendalian perusahaan  Pemegang saham memilih dewan komisaris."— Transcript presentasi:

1 Karakteristik saham Penilaian Saham Biasa

2  Menggambarkan kepemilikan  Kepemilikan berarti pengendalian perusahaan  Pemegang saham memilih dewan komisaris  Komisaris memilih dewan direksi  Tujuan manajemen; memaksimumkan nilai perusahaan.

3  Apakah seharusnya manajemen juga concern dengan pekerja, pelanggan, pemasok dan publik, atau hanya pemegang saham?  Pada negara kapitalis, manajemen bekerja untuk pemegang saham. Tapi dimasa yang akan datang tuntutan masyarakat meningkat terhadap perusahaan

4  Pengendalian perusahaan  Preemptive right Yaitu hak untuk membeli tambahan saham yang dijual perusahaan

5  Pasar primer  Pasar sekunder  Go publik

6  Dividend growth model (model pertumbuhan dividen)  Corporate value model (model penilaian korporasi)

7  Nilai saham adalah nilai sekarang dari dividen masa datang yang akan di harapkan oleh pemegang saham

8  Contoh soal

9  Saham yang dividennya diharapkan tumbuh pada tingkat konstan untuk waktu yang panjang, g. D 1 = D 0 (1+g) 1 D 2 = D 0 (1+g) 2 D t = D 0 (1+g) t  Jika g tetap, formula pertumbuhan dividen tetap adalah:

10 $ 0.25 Years (t) 0

11  Jika g > k s, harga saham menjadi negatif, ini tidak masuk akal  Model pertumbuhan dividen konstan hanya bisa digunakan jika :  k s > g  g di harapkan konstan

12 D 0 = k s = 13% g = 6%

13  Menggunakan model konstan

14  D 1 telah dibayar. Jadi, P 1 adalah nilai sekarang dari D 2, D 3, D 4, dst.  Atau P 1 :

15  Pendapatan dividen = D 1 / P 0 = $2.12 / $30.29 = 7.0%  Capital gains = (P 1 – P 0 ) / P 0 = ($ $30.29) / $30.29 = 6.0%  Total pengembalian return (k s ) = pendapatan dividen+ Capital Gains = 7.0% + 6.0% = 13.0%

16  dividen dalam rupiah setiap tahun tetap (perpetuity) k s = 13%...

17  Model pertumbuhan dividen konstan tidak bisa lagi digunakan untuk mendapatkan nilai saham.  tapi, pertumbuhan kemballi konstan setelah tahun 3

18 k s = 13% g = 30% g = 6%  P  0.06 $   = P 0 ^ D 0 =

19  Pendapatan dividen (Dividend yield) th I = $2.60 / $54.11 = 4.81%  Capital gains (th I) = 13.00% % = 8.19%  Selama pertumbuhan super, dividend yield dan capital gains tidak konstan, and capital gains ≠ g.  Setelah t = 3, saham dengan pertumbuhan dan dividend yield = 7%, sedangkan capital gains = 6%.

20 k s = 13% g = 0% g = 6% 0.06  $30.29P    = P 0 ^ D 0 =

21  Dividend yield (pendapatan dividen) = $2.00 / $25.72 = 7.78%  Capital gains (tahun I) = 13.00% % = 5.22%  Setelah t = 3, dividen tumbuh konstan dan dividend yield = 7%, sedangkan capital gains = 6%.

22  Sering juga disebut dengan metode aarus kas bebas (the free cash flow method). Nilai perusahaan sama nilai sekarang arus kas bebas dimasa datang.  free cash flow adalah selisih after-tax operating income dengan net capital investment  FCF = NOPAT – Net capital investment

23  Banyak digunakan dibandingkan dengan dividend growth model, khususnya perusahaan yang tidak membayar dividen atau dividen sulit untuk diprediksi  Sama dengan dividend growth model, mengasumsikan free cash flow akan tumbuh pada tingkat konstan  Terminal value (TV n ) mewakili nilai perusahaan pada poin tertentu yang tumbuh dengan tingkat konstan.

24 g = 6% k = 10% = = TV

25  In equilibrium, stock prices are stable and there is no general tendency for people to buy versus to sell.  In equilibrium, expected returns must equal required returns.

26  Expected returns are obtained by estimating dividends and expected capital gains.  Required returns are obtained by estimating risk and applying the CAPM.

27  Menggunakan SML untuk menghitung tingkat pengembalian(k s ): k s = k RF + (k M – k RF )β = 7% + (12% - 7%)1.2 = 13%

28  If expected return exceeds required return …  The current price (P 0 ) is “too low” and offers a bargain.  Buy orders will be greater than sell orders.  P 0 will be bid up until expected return equals required return

29  Required return (k s ) could change  Changing inflation could cause k RF to change  Market risk premium or exposure to market risk (β) could change  Growth rate (g) could change  Due to economic (market) conditions  Due to firm conditions

30  Securities are normally in equilibrium and are “fairly priced.”  Investors cannot “beat the market” except through good luck or better information.  Levels of market efficiency  Weak-form efficiency  Semistrong-form efficiency  Strong-form efficiency

31  Can’t profit by looking at past trends. A recent decline is no reason to think stocks will go up (or down) in the future.  Evidence supports weak-form EMH, but “technical analysis” is still used.

32  All publicly available information is reflected in stock prices, so it doesn’t pay to over analyze annual reports looking for undervalued stocks.  Largely true, but superior analysts can still profit by finding and using new information

33  All information, even inside information, is embedded in stock prices.  Not true--insiders can gain by trading on the basis of insider information, but that’s illegal.

34  Empirical studies have been conducted to test the three forms of efficiency. Most of which suggest the stock market was:  Highly efficient in the weak form.  Reasonably efficient in the semistrong form.  Not efficient in the strong form. Insiders could and did make abnormal (and sometimes illegal) profits.  Behavioral finance – incorporates elements of cognitive psychology to better understand how individuals and markets respond to different situations.

35  Hybrid security, karena gabungan karakteristik obligasi dengan saham biasa  Like bonds, preferred stockholders receive a fixed dividend that must be paid before dividends are paid to common stockholders.  However, companies can omit preferred dividend payments without fear of pushing the firm into bankruptcy.

36 V p = D / k p $50= $5 / k p k p = $5 / $50 = 0.10 = 10%

37 Seorang investor akan melakukan investasi pada saham ABC yang memberikan dividen sebesar Rp 400/lembar. Dividen tersebut mempunyai laju pertumbuhan sebesar 6% pertahun. Tingkat return yang disyaratkan oleh investor adalah 11%. Berapakah harga saham ABC tersebut?

38 Manajemen sebuah Perusahaan elekt ronik baru-baru ini membagikan dividen kepada investor sebesar $ 200,- per lembar saham. Jika tingkat pengembalian yang disyaratkan investor adalah 12%, Pertumbuhan dividen untuk 5 tahun pertama sebesar 20%, dan selanjutnya tingkat pertumbuhan dividen konstan sebesar 8%. Tentukanlah berapa harga saham tersebut.

39


Download ppt "Karakteristik saham Penilaian Saham Biasa.  Menggambarkan kepemilikan  Kepemilikan berarti pengendalian perusahaan  Pemegang saham memilih dewan komisaris."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google