Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS TANPA AKUNTABILITAS PUBLIK (SAK – ETAP) Riau, 15 Maret 2011 Dipresentasikan oleh: Dwi Martani Ketua Departemen Akuntansi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS TANPA AKUNTABILITAS PUBLIK (SAK – ETAP) Riau, 15 Maret 2011 Dipresentasikan oleh: Dwi Martani Ketua Departemen Akuntansi."— Transcript presentasi:

1 STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS TANPA AKUNTABILITAS PUBLIK (SAK – ETAP) Riau, 15 Maret 2011 Dipresentasikan oleh: Dwi Martani Ketua Departemen Akuntansi FEUI Anggota Tim Implementasi IFRS

2 PSAK 18 (REVISI 2010): AKUNTANSI DAN PELAPORAN PROGRAM MANFAAT PURNAKARYA 2 DAMPAK AKUNTANSI BAGI DANA PENSIUN ATAS PENERAPAN PSAK 18 (REVISI 2010)

3 3 1.Terminologi Baru 2.Ruang Lingkup PSAK 18 (Revisi) 3.Jenis Program manfaat Purna Karya  Manfaat Pasti  Iuran Pasti  Hybrid Program 4.Nilai Kini Aktuaria atas Manfaat Terjanji 5.Alasan Penerapan Tingkat Gaji Kini dan Proyeksi AGENDA PEMBAHASAN

4 3 6.Penilaian Asset 7.Pengungkapan dan Terminologi baru 8.Beberapa Signifikan Isu Yang Perlu Dicermati 9.Pesan-pesan Penting AGENDA PEMBAHASAN

5 1. TERMINOLOGI BARU  Retirements benefit plans >> program manfaat purnakarya  Net Assets available for retirement benefits >> aset neto tersedia untuk manfaat purnakarya  Actuarial present value of promised retirement benefits >> nilai kini aktuaria atas manfaat purnakarya terjanji  Vested benefit >> manfaat yang telah menjadi hak 4

6 2. RUANG LINGKUP  PSAK 18 (revisi 2010) tidak hanya mengatur entitas dana pensiun, tetapi semua program manfaat purnakarya yang memenuhi definisi (par 8)  Pembentukkan program manfaat purnakarya dalam bentuk dana pensiun harus sesuai regulasi di Indonesia 5 Dana Pensiun Program non dana pensiun Program Manfaat Purnakarya

7 3. JENIS PROGRAM MANFAAT PURNAKARYA  Program campuran (hybrid plan) jika ada, maka diperlakukan sebagai program manfaat pasti 6

8 4. PROGRAM IURAN PASTI  Jumlah manfaat masa depan yang diterima peserta berdasarkan: a) jumlah iuran b) efisiensi kegiatan operasional c) pendapatan investasi  Tujuan pelaporan program iuran pasti >> memberikan informasi secara periodik penyelenggaraan program purnakarya dan kinerja investasi  Laporan keuangan program iuran pasti, mencakup: a)Laporan aset neto tersedia untuk manfaat purnakarya b)Penjelasan mengenai kebijakan pendanaan 7

9 5. PROGRAM MANFAAT PASTI  Laporan keuangan program manfaat pasti mencakup: a)laporan yang menyajikan: i.aset neto tersedia untuk manfaat purnakarya ii.nilai kini aktuaria atas manfaat purnakarya terjanji dan iii. surplus/defisit atau b)Laporan aset neto tersedia untuk manfaat purnakarya.  Nilai kini aktuaria atas manfaat purnakarya terjanji didasarkan pada manfaat purnakarya terjanji menggunakan tingkat gaji kini atau tingkat gaji proyeksi  Tujuan pelaporan program manfaat purnakarya >> memberikan informasi secara periodik sumber daya keuangan dan setiap perubahan manfaat yang akan diterima peserta dalam program manfaat pasti 8

10 6. NILAI KINI AKTUARIA ATAS MANFAAT TERJANJI  Penghitungan dan pelaporan nilai kini pembayaran yang diharapkan oleh Program Manfaat Purnakarya, dapat menggunakan: A.Tingkat gaji kini atau B.Tingkat gaji proyeksi 9

11 7. ALASAN PENERAPAN TINGKAT GAJI KINI  Alasan menerapkan tingkat gaji kini: a)Lebih obyektif, karena sedikit menggunakan asumsi b)Kenaikan gaji akan berpengaruh pada kenaikan kewajiban program manfaat purnakarya c)Jumlah nilai kini aktuaria atas manfaat purnakarya terjanji yang menggunakan tingkat gaji kini secara umum terkait dengan jumlah terutang jika terjadi penghentian atau pemutusan program purnakarya  Penggunaan tingkat gaji kini diungkapkan >> menunjukkan kewajiban manfaat yang diterima pada tanggal pelaporan keuangan 10

12 8. ALASAN PENERAPAN TINGKAT GAJI PROYEKSI  Alasan menerapkan tingkat gaji proyeksi: a)Dasar kelangsungan usaha b)Proyeksi atas gaji, tingkat iuran, dan tingkat pengembalian dibuat sebagai acuan pembayaran akhir program purnakarya untuk peserta c)Kesalahan untuk tidak memasukkan proyeksi gaji, jika sebagian besar pendanaan menggunakan proyeksi gaji, akibatnya tidak mencerminkan posisi pendanaan program purnakarya sesungguhnya  Penggunaan tingkat gaji proyeksi diungkapkan >> menunjukkan besarnya proyeksi gaji atas dasar kelangsungan usaha sebagai dasar untuk pendanaan 11

13 9. PENILAIAN ASET  Investasi pada surat berharga yang diperdagangkan >> nilai wajar. Nilai wajar = nilai pasar.  Investasi pada non-surat berharga yang diperdagangkan >> nilai wajar mengacu SAK terkait. Misalnya:  Instrumen keuangan >> PSAK 50 (revisi 2006) Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan, dan PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran  Properti Investasi >> PSAK 13 (revisi 2007): Properti Investasi 12

14 Penilaian Investasi Dana Pensiun Penilaian investasi dana pensiun menggunakan nilai wajar >>> hirarki nilai wajar setiap jenis investasi dana pensiun. 14 Nilai Wajar Investasi Dana Pensiun Instrumen keuangan PSAK 55 (revisi 2006) Instrumen keuangan PSAK 55 (revisi 2006) Properti Investasi PSAK 13 (rev 2007) Properti Investasi PSAK 13 (rev 2007) 13

15 Hirarki Nilai Wajar Instrumen Keuangan 1.Harga kuotasi di pasar aktif 2.Teknik penilaian a)Transaksi-transaksi pasar wajar yang terkini b)Referensi atas nilai wajar terkini dari instrumen lain yang secara substansial sama c)Analisis arus kas yang didiskonto d)Model penetapan harga opsi 15 14

16 Hirarki nilai wajar Properti Investasi 1.Harga kini dalam pasar aktif untuk properti serupa dalam lokasi dan kondisi yang sama 2.Jika nilai wajar tidak tersedia, maka harus mempertimbangkan: a)Harga kini pasar aktif utk properti dg sifat, kondisi, & lokasi berbeda b)Harga terakhir properti serupa dalam pasar yg kurang aktif c)Proyeksi arus kas diskontoan berdasarkan estimasi arus kas masa depan yg dpt diandalkan 16 15

17 10. PENGUNGKAPAN  Laporan keuangan Program Manfaat Purnakarya, baik berupa manfaat pasti atau iuran pasti, mencakup: a)Laporan aset neto tersedia untuk manfaat purnakarya b)Ringkasan dari kebijakan akuntansi yang signifikan dan c)Penjelasan mengenai program purnakarya dan pengaruh setiap perubahan program purnakarya selama periode tersebut 16

18 11. BEBERAPA SIGNIFIKAN ISU YANG PERLU DICERMATI 1.Istilah “retirement”  purnakarya. Apakah kita setuju dengan istilah purnakarya yang sesuai dengan ruang lingkup ED PSAK 18 (revisi 2010) yang lebih luas bukan hanya Dana Pensiun. 2.Apa dampak perubahan PSAK 18 (1994): Akuntansi Dana Pensiun dan penerapan ED PSAK 18 (revisi 2010): Akuntansi dan Pelaporan Program Manfaat Purnakarya? 3.ED PSAK 18 (revisi 2010) yang mencakup juga dana pensiun tidak mensyaratkan entitas untuk menyusun neraca, setujukah kita dengan pemikiran tersebut? 17

19 11. BEBERAPA SIGNIFIKAN ISU YANG PERLU DICERMATI (LANJ..) 4.Tanggapan publik mengenai penilaian investasi dalam ED PSAK 18 (revisi 2010) yang menggunakan nilai wajar. 5. Tanggal efektif penerapan ED PSAK 18 (revisi 2010) 1 Januari 2012 tanpa ada penerapan dini, setujukah anda? 6.Bapepan LK akan menerbitkan Pedoman Akuntansi untuk Dana Pensiun yang mungkin berbeda dengan PSAK 18 REVISI (antisipasi dalam menyelamatkan Dana Pensiun). Bagaimana dampaknya dengan Laporan Audit Tahunan yang dilakukan oleh KAP ? 18

20 Terima Kasih 20


Download ppt "STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS TANPA AKUNTABILITAS PUBLIK (SAK – ETAP) Riau, 15 Maret 2011 Dipresentasikan oleh: Dwi Martani Ketua Departemen Akuntansi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google