Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Iman berarti kesadaran ketuhanan (God consciousness) yang tulus. Tidak ada paksaan dalam beriman atau tidak karena iman merupakan sesuatu yang privat.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Iman berarti kesadaran ketuhanan (God consciousness) yang tulus. Tidak ada paksaan dalam beriman atau tidak karena iman merupakan sesuatu yang privat."— Transcript presentasi:

1 Iman berarti kesadaran ketuhanan (God consciousness) yang tulus. Tidak ada paksaan dalam beriman atau tidak karena iman merupakan sesuatu yang privat. Karena itu, tidak diperkenanakan memaksa orang lain beriman. Imam syafi’i mendefinisikan iman تصديق بالقلب وإقرار بالسان وعمل بالأركان “pembenaran dalam hati, diucapkan di lisan, dan berbuat dengan anggota badan”. Iman tertanam dalam hati sejak manusia membuat perjanjian dengan Tuhan. Maka, iman merupakan fitrah manusia.

2 Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa iman memiliki tujuh puluh cabang (syu’bah), antara lain sabar, malu, tawakkal, dan lain- lain. Kalimah yang menegaskan iman berupa kalimah syahadah أشهد أن لا إله إلا الله و أشهد أن محمد عبده ورسوله

3 Dari sudut bahasa, ibadah ( عبادة ) berarti pengabdian. Akar katanya, عبد (‘abd) yang berarti hamba atau budak. Dalam pengertian yang lebih luas, ibadah mencakup keseluruhan kegiatan manusia dalam hidup di dunia ini, termasuk kehidupan “duniawi” sehari-hari selama di lakukan karena dengan niat pengabdian dan penghambaan kepada Tuhan. Dalam pengertian lebih khusus, ibadah terbatas pada amal tertentu yang secara khas bersifat keagamaan.

4 Problema Iman dan Ibadah “Apakah manusia tidak cukup dengan iman saja dan berbuat baik, tanpa perlu ibadah?” Einstein,penemu teori relativitas, mengatakan bahwa Ia percaya Tuhan dan keharusan berbuat baik, tanpa merasa perlu beribadah. Baginya, memasuki agama formal tidak ada gunanya. Al Qur’an selalu berbicara tentang iman dan ibadah/amal shaleh secara beriringan

5 Bila pertanyaan diatas dipraktekan akan melahirkan beberapa problem 1. Dalam kenyataan historis tidak pernah ada sistem kepercayaan yang tumbuh tanpa sedikit mengintroduksi ritus-ritus. Bahkan komunisme yang berupaya menyingkirkan agama pun memiliki sistem ritual. 2. Iman selalu memiliki dimensi suprarasional/spiritual yang mengekpresikan diri melalui tindakan devotional (kebaktian) melalui sistem ritual.

6 3. Ibadah merupakan kelanjutan logis dari iman. Iman yang abstrak itu mendorong dalam diri seorang ke arah perbuatan baik melalui kehangatan dan keakraban dengan Tuhan. Dalam ibadah, seorang hamba Tuhan merasakan kehangatan spiritual dengan Khaliqnya. “Demi massa. Sesungguhnya manusia dalam kerugian. kecuali orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan serta saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran” (QS. Al Ashr: 1-4)

7 Fitrah Manusia dan Ibadah Tidak ada manusia yang bebas sama sekali dari bentuk ekspresi pengagungan yang mempunyai nilai ubudiyah. Maka, kecenderungan natural itu selayaknya disalurkan dengan benar. Pengagungan manusia kepada Tuhan melalui ibadah berarti membebaskan manusia dari belenggu dan pengekangan, karena Tuhan adalah Wujud yang Mahatinggi. Inilah substansi relijiusitas manusia, terbebas dari kekhawatiran dan kesedihan lantaran begitu dekat dengan Khaliq (la khaufun wala yahzanun).

8 Prasyarat Ibadah 1. Ibadah senantiasa dilakukan secara tulus (ikhlas) kepada Tuhan. Ibadah yang dilakukan bukan karena Tuhan akan menimbulkan kesyirikan (penyekutuan kepada Tuhan). 2. Ibadah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang termaktub dalam Al Qur’an dan hadits Nabi. Inovasi (bid’ah) dalam ibadah adalah hal terlarang.

9 Implikasi Iman dan Ibadah Selain sebagai substansi relijiusitas, iman dan ibadah berimplikasi bagi tumbuhnya manusia yang humanis, tidak kehilangan karakter purba manusia yang diciptakan Tuhan condong untuk melakukan kebaikan. Karena itu, dalam sebuah riwayat hadits, Nabi Muhammad diwaduli oleh seorang sahabat yang bertetangga dengan orang yang taat beribadah, tetapi acapkali menyakiti orang lain. Dengan lugas Nabi menjawab, “orang itu tempatnya di neraka”

10 Dalam shalat misalnya, terkandung pelajaran thaharah (kesucian) dalam segala hal dan menanggalkan segala urusan dunia semata-mata demi Tuhan. Karena itu, Tuhan berfirman: إن الصلاة تنهى عن الفحشاء والمنكر “Sesungguhnya shalat itu dapat mencegah perbuatan keji dan munkar.

11 Renungan 1. Tahukah kamu orang yang mendustakan agama 2. Itulah orang-orang yang menghardik anak yatim 3. Dan tidak menganjurkan memberi makan kepada orang miskin 4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat 5. Yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya 6. Orang-orang yang berbuat riya’ 7. Dan enggan (menolong dengan) barang-barang berguna (QS. Al Ma’un: 1-7)


Download ppt "Iman berarti kesadaran ketuhanan (God consciousness) yang tulus. Tidak ada paksaan dalam beriman atau tidak karena iman merupakan sesuatu yang privat."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google