Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

HUBUNGAN ANTARA KOMPENSASI DENGAN SEMANGAT KERJA PADA PERAWAT.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "HUBUNGAN ANTARA KOMPENSASI DENGAN SEMANGAT KERJA PADA PERAWAT."— Transcript presentasi:

1 HUBUNGAN ANTARA KOMPENSASI DENGAN SEMANGAT KERJA PADA PERAWAT

2 LATAR BELAKANG MASALAH KERJA KOMPENSASI KEBUTUHAN INDIVIDU INDIVIDU  PERAWAT ??? PERAWAT  UNIK ???  Perawat  Merawat pasien  Sifat-sifat sosial  Bagaimana dengan Kompensasinya??Besar/kecil ??  Akankah mempengaruhi semangat kerja perawat???

3  Perumusan masalah Apakah ada hubungan antara kompensasi dengan semangat kerja pada perawat ????  Tujuan Penelitian Untuk melihat tingkat semangat kerja pada perawat dan menguji hubungan antara pemberian kompensasi dengan semangat kerja pada perawat. LATAR BELAKANG MASALAH

4 SEMANGAT KERJA  Semangat kerja merupakan terjemahan dari kata morale yang artinya adalah moril atau semangat juang (Echols & Shadily, 1997).  Menurut Anoraga (2006) semangat kerja adalah keinginan untuk melakukan pekerjaan secara lebih giat, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik.  Menurut Maier (1995) ada empat aspek semangat kerja, yaitu : 1.Kegairahan atau antusiasme dalam bekerja 2.Kualitas seseorang untuk bertahan 3.Kekuatan untuk melawan frustasi 4.Semangat dalam berkelompok

5 KOMPENSASI  Menurut Hasibuan (2005) kompensasi merupakan semua pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan.  Nawawi (2005) membedakan penghargaan atau ganjaran sebagai kompensasi ke dalam beberapa jenis, yaitu: 1.Kompensasi Langsung 2.Kompensasi Tidak Langsung 3.Insentif

6 HUBUNGAN ANTARA KOMPENSASI DENGAN SEMANGAT KERJA PADA PERAWAT KOMPENSASI  PENTING !!! Untuk memenuhi kebutuhan perawat & keluarga … Hasil penelitian sebelumnya menyatakan bahwa pemberian kompensasi dapat mempengaruhi tingginya semangat kerja karyawan sebesar 78,80 %. Hasil tersebut juga menjelaskan bahwa terdapat hubungan yang positif antara pemberian kompensasi dengan semangat kerja pada karyawan. Ini berarti bahwa semakin besar kompensasi yang diberikan maka semakin tinggi pula semangat kerja yang ditunjukkan oleh karyawan. KOMPENSASI dapat meningkatkan SEMANGAT KERJA PERAWAT HIPOTESIS Terdapat hubungan yang positif antara kompensasi dengan semangat kerja pada perawat.

7 METODE PENELITIAN Variabel Penelitian Variabel bebas : Kompensasi Variabel terikat : Semangat Kerja Teknik Pengumpulan Data Skala Semangat Kerja : Skala Likert Skala Kompensasi : Data Sekunder (Gaji, Tunjangan, Insentif) Teknik Analisis Data Untuk menguji hipotesis yang diajukan digunakan Uji Korelasi Bivariat yang akan dilakukan dengan bantuan program SPSS version 12.0.

8 POPULASI DAN SAMPEL Populasi → Perawat Sampel = 70 Orang Perawat Usia 20 – 60 Thn Teknik Sampling → Purposive Sampling

9 PERSIAPAN PENELITIAN Dalam pembuatan angket, peneliti menggunakan skala kompensasi dan skala semangat kerja. Skala kompensasi dibuat berdasarkan jumlah gaji pokok perbulan, jumlah rata- rata tunjangan perbulan dan bentuk tunjangan yang diterima, jumlah rata-rata insentif/bonus yang diterima perbulan. Sedangkan skala semangat kerja dibuat berdasarkan aspek-aspek semangat kerja (Maier, 1995). Pengambilan data dilakukan di salah satu rumah sakit swasta di daerah Jakarta Pusat. Adapun jumlah sampel yang akan diteliti berjumlah 70 orang perawat.

10 PELAKSANAAN PENELITIAN Pengambilan data penelitian ini berlangsung selama lima hari yaitu dilakukan pada tanggal 7 sampai 11 Agustus Pada saat pengambilan data penelitian, peneliti mendapat sedikit hambatan, yaitu : Perizinan untuk pengambilan data Pengumpulan angket Dalam penelitian ini menggunakan system try out terpakai, yaitu data yang diperoleh dengan sekali try out dalam menyebarkan angket sekaligus digunakan sebagai validitas dan reliabilitas dalam penelitian.

11 UJI VALIDITAS & RELIABILITAS Uji Validitas Dalam penelitian ini, validitas instrument diuji dengan mengkorelasikan skor setiap aitem dengan skor total aitem pada subjek 50 (N=50). Berdasarkan korelasi antara skor aitem dengan skor total didapat bahwa dari 50 aitem terdapat 30 aitem yang valid yaitu mempunyai nilai yang berada pada rentang korelasi antara 0,320 sampai dengan 0,742. Sehingga terdapat 20 aitem yang dinyatakan gugur. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas dilakukan untuk melihat konsistensi skor pada alat tes. Uji reliabilitas pada Skala Semangat Kerja ini menggunakan koefisien Alpha Cronbach dengan menggunakan SPSS Ver.12.0 for Windows, dan hasil koefisien reliabilitasnya diketahui sebesar 0,901 sehingga skala dapat dinyatakan reliabel.

12 ANALISIS DATA UJI ASUMSI Uji Normalitas Uji Linieritas

13 UJI HIPOTESIS Uji Korelasi Koefisien Korelasi Spearman (Spearman Correlation Coefficient 1-tailed)

14 HASIL & PEMBAHASAN  Hasil pengujian hipotesis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hubungan yang positif yang signifikan pada taraf signifikansi 0,05 antara kompensasi dengan semangat kerja pada perawat KOMPENSASI SEMANGAT KERJA

15 Mean Hipotetik MEsk = 138,14 KATEGORI SUBJEK PENELITIAN -3SD -2SD -1SD 1SD 2SD 3SD -1,5SD -0,5SD 0 0,5SD 1,5SD 67,5 92, ,5 142,5 Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi

16 PENUTUP KESIMPULAN Ada hubungan yang positif yang signifikan antara kompensasi dengan semangat kerja pada perawat. SARAN

17 TERIMA KASIH


Download ppt "HUBUNGAN ANTARA KOMPENSASI DENGAN SEMANGAT KERJA PADA PERAWAT."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google