Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Agar Istirahat Bernilai Taat ( Fiqh dan Adab Tidur Syamsuddin.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Agar Istirahat Bernilai Taat ( Fiqh dan Adab Tidur Syamsuddin."— Transcript presentasi:

1 Agar Istirahat Bernilai Taat ( Fiqh dan Adab Tidur Syamsuddin

2 Pembahasan Keutamaan dan Hikmah Beberapa Hukum terkait Tidur /Istirahat Adab dan Sunnah Tidur

3 Renungan Urgensi Pembahasan Jika dalam sehari (24 jam) rata-rata orang tidur dalam 8 jam, maka sepanjang hidupnya ia telah menghabiskan sepertiga dari umurnya untuk TIDUR.....

4 Keutamaan dan Hikmah

5 #Tanda-Tanda Kekuasaan Allah وَمِنْ آيَاتِهِ مَنَامُكُم بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُم مِّن فَضْلِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَسْمَعُونَ dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan (QS Ar-Ruum 23)

6 #Anugerah untuk Beristirahat وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ لِبَاسًا وَالنَّوْمَ سُبَاتًا وَجَعَلَ النَّهَارَ نُشُورًا Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha (QS AlFurqon 47)

7 #Kesempatan meraih Pahala وقد قال معاذ رضى الله عنه : إني لأحتسب في نومتى كما أحتسب في قومتى Muadz bin Jabal mengatakan : Sungguh aku berharap pahala dari tidurku, sebagaimana aku mengharapkannya dari Sholatku

8 #Terangkat dari Beban dan Dosa قَالَ « رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلاَثَةٍ عَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ وَعَنِ الْمُبْتَلَى حَتَّى يَبْرَأَ وَعَنِ الصَّبِىِّ حَتَّى يَكْبَرَ ». Diangkat pena (catatan amal) dari tiga orang : yang tidur sampai ia bangun, dari orang gila sampai sembuh, dari anak-anak sampai berusia baligh “ (HR Abu Daud)

9 Waktu dan Tempat Tidur serta Aturan Islam Seputarnya

10 Hukum Tidur Pagi Hari ? Ibnul Qayyim berkata: “Di antara perkara yang dibenci di kalangan para salaf, yaitu tidur antara usai shalat Shubuh dan terbitnya matahari. Sebab, waktu-waktu itu adalah saat keberuntungan. Aktifitas yang dikerjakan pada waktu-waktu tersebut memiliki nilai istimewa.

11 Keberkahan Pagi Hari اللَّهُمَّ بَارِكْ لِأُمَّتِي فِي بُكُورِهَا Dari Shakhr bin Wada’ah al Ghamidi, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa: “Ya, Allah! Berkahilah umatku pada pagi harinya”. Jika mengirim pasukan ekspedisi atau pasukan perangnya, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus mereka di pagi hari. Dan Shakhr adalah seorang pedagang. Maka ia mengirim dagangannya pada pagi hari. Dia menjadi kaya dan hartanya melimpah”.

12 Amalan Rasulullah SAW di pagi Hari Testimoni Jabir ra : نَعَمْ كَثِيرًا كَانَ لاَ يَقُومُ مِنْ مُصَلاَّهُ الَّذِى يُصَلِّى فِيهِ الصُّبْحَ أَوِ الْغَدَاةَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ فَإِذَا طَلَعَتِ الشَّمْسُ قَامَ وَكَانُوا يَتَحَدَّثُونَ فَيَأْخُذُونَ فِى أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ فَيَضْحَكُونَ وَيَتَبَسَّمُ. “Iya. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya tidak beranjak dari tempat duduknya setelah shalat shubuh hingga terbit matahari. Apabila matahari terbit, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri (meninggalkan tempat shalat). Dulu para sahabat biasa berbincang-bincang (guyon) mengenai perkara jahiliyah, lalu mereka tertawa. Sedangkan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya tersenyum saja.” (HR. Muslim no. 670)

13 Riwayat Ibnu Abbas مَرَّ عَبْدُ اللهِ بْنُ الْعَبَّاسِ بِالْفَضْلِ ابْنِهِ وَهُوَ نَائِمٌ نَوْمَةَ الضُّحَى ، فَرَكَلَهُ بِرِجْلِهِ وَقَالَ لَهُ : قُمْ ؛ إِنَّكَ لَنَائِمُ السَّاعَةِ الَّتِي يُقَسِّمُ اللهُ فِيهَا الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ Telah diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, ia melihat seorang anaknya tidur pada waktu pagi. Maka ia membangunkannya dengan kakinya, seraya berkata : ”Bangun, engkau tidur saat Allah membagi rejeki untuk hamba-hambaNya” *zaadul maad – ibnul qoyyim

14 Riwayat Abdullah bin Amr Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Amr bin al ‘Ash Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Tidur ada tiga macam. Tidur orang rusak, tidur orang berakhlak, dan tidur orang dungu. Adapun tidur orang yang rusak kepribadiannya adalah tidur pada waktu dhuha, saat orang-orang menyelesaikan urusan-urusan mereka, sementara ia terlelap dalam tidurnya. Tidur orang yang bermoral, adalah tidur qailulah ketika pertengahan hari. Dan tidur orang yang pandir adalah tidur ketika waktu shalat datang”. *(HR Baihaqi dalam Asy-Syuab)

15 Riwayat Urwah قال عروة : إني لأسمع أن الرجل يتصبح فأزهد فيه. Urwah mengatakan, “Sungguh jika aku mendengar bahwa seorang itu tidur di waktu pagi maka aku pun merasa tidak suka dengan dirinya”. [Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah no dengan sanad yang sahih].

16 Bagaimana dengan Qailulah / Quick Nap ? Al-Munawi berkata: “Al-Qailulah adalah tidur pada pertengahan siang ketika hampir waktu zawal (tergelincir matahari) sebelum atau selepas.”

17 Riwayat Yang Ada قِيلُوا فَإِنَّ الشَّيَاطِينَ لَا تَقِيلُ Rasulullah SAW bersabda : “Berqailulahlah kamu semua, kerana sesungguhnya syaitan tidak berqailulah.” (HR Abu Nuaim) – dihasankan oleh Albani Anas bin Malik berkata : كَانُوا يُجَمِّعُوْنَ ثُمَّ يَقِيْلُوْنَ “Mereka (para sahabat) dulu biasa melaksanakan shalat Jum’at, kemudian istirahat siang.” (HR Bukhori)

18 Hikmahnya* Meningkatkan kewaspadaan, ingatan atau memori, kemampuan motorik, pengambilan keputusan dan semangat. (David Dinges) Menyingkirkan kantuk di siang hari tanpa mengganggu tidur malam hari. (Jim Horne) Memberikan ketenangan. (Dr. Roger Rosa) *Afrizal Muttaqien, S.Si, CPNLP, CHt.

19 Hukum Tidur Setelah Ashar أنه قال : ” من نام بعد العصر فاختلس عقله فلا يلومن إلا نفسه ” Rasul bersabda : “Barang siapa yang tidur setelah shalat Ashar lalu akalnya rusak maka janganlah dia menyalahkan kecuali dirinya sendiri” ( Silsilah Dhoifah Al bani ) *kembali ke hukum asal yaitu mubah karena larangan kurang kuat

20 Hukum Tidur Sebelum Isya عن أبي برزة قال : كان النبي صلى الله عليه و سلم يكره النوم قبل العشاء والحديث بعدها Dari Abu Barzah : Rasulullah SAW tidak menyukai tidur sebelum isyak dan berbincang- bincang (tanpa keperluan) setelahnya (HR Tirmidzi )

21 Tidur ketika Puasa ? نوم الصائم عبادة، وسكوته تسبيح، ودعاؤه مستجاب، وعمله متقبل “ Tidurnya orang berpuasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, doanya mustajab dan amalnya diterima “ (HR Ibnu Abi Aufa) Keterangan : beberapa perawinya didhoifkan oleh sebagian besar ahlu hadits

22 Tidur di Ruang dan Atap terbuka Dimakruhkan tidur di atas rumah yang tidak bertembok, berdasarkan sabda Rasulullah SAW: مَنْ بَاتَ فَوْقَ إِجَارٍ أَوْ فَوْقَ بَيْتٍ لَيْسَ حَوْلَهُ شَئٌ يَرُدُّ رِجْلَهُ فَقَدْ بَرِئْتُ مِنْهُ الذِّمَّةَ... "Barangsiapa yang tidur di atas atap rumah yang tidak memiliki tembok atau atap rumah yang tidak mempunyai pembatas apapun untuk mematasi kakinya maka jaminan telah terlepas atas dirinya… (HR Bukhori)

23 Tidur di Masjid ? كُنَّا فِى زَمَنِ رَسُوْلِ اللهِ ص.م نَنَامُ فِى الْمَسْجِدِ نَقِيْلُ فِيْهِ وَنَحْنُ شَبَابٌ Dimasa Rasulullah Saw kami juga tidur siang di masjid, waktu itu kami masih muda-muda (HR. Ibnu Majah dari Ibnu Umar)

24 Tidur saat Khutbah Jumat ? “Jika salah seorang dari kalian merasa ngantuk di masjid hari Jum’at, hendaklah ia berpindah dari tempat duduknya ke tempat lain.” (HR. Abu Dawud)

25 Adab dan Sunnah Tidur (edisi singkat )

26 1# Memastikan Keamanan أَطْـفِئُوا اْلمَصَابِيْحَ بِالَّليْلِ إِذَا رَقَـدْتُمْ وَأَغْـلِقُوْا اْلأَبْوَابَ "Padamkanlah lampu-lampu pada waktu malam apabila kalian hendak akan tidur dan tutuplah pintu-pintu.. (HR Bukhori Muslim )

27 2# Berwudhu إِذَا أَتَيْتَ مَضْجِعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوْءَكَ لِلصَّلاَةِ.... "Apabila engkau mendatangi tempat tidurmu maka hendaklah engkau berwudhu' seperti wudhu'mu untuk shalat (HR Bukhori Muslim)

28 3# Sholat Sunnah Witir عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ أَوْصَانِي خَلِيلِي صلى الله عليه وسلم بِثَلاَثٍ صِيَامِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَيِ الضُّحَى ، وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ. Abu Hurairah : Rasulullah SAW mewasiatkan kepadaku 3 hal : puasa 3 hari setiap bulan, dua rekaat sholat dhuha dan witir sebelum tidur (HR bukhori Muslim)

29 4# Merapikan Alas Tidur إِذَا أَوَى أَحَدُكُمْ إِلىَ فِرَاشِهِ فَلْيَنْفضْ فِرَاشَهُ بِدَاخِلَةِ إِزَارِهِ فَإِنَّهُ لاَ يَدْرِي مَا خَلَّفَهُ عَلَيْهِ... "Apabila salah seorang di antara kalian ingin tidur di atas kasurnya maka hendaklah dia menggerak- gerakkan (membersihkan) kasurnya bagian dalam sarungnya sebab dia tidak mengetahui apa yang ditinggalkan di belakangnya…". (HR Bukhori Muslim)

30 5# Berdzikir dan Berdoa مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَبِيْتُ عَلىَ ذِكْرٍ طَاهِرًا فَيَتَعَارَّ مِنَ اللَّيْلِ فَيَسْأَلَ اللهَ خَيْرًا مِنَ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللهُ "Tidaklah seorang muslim tidur malam dengan berzikir dan bersuci lalu bangun pada waktu malamnya, kemudian meminta kepada Allah kebaikan dunia dan akhirat kecuali Allah akan mengabulkan permohonannya (HR Abu Daud ) * pelajari lebih lanjut lafadz doa dan dzikir serta bacaan surat dan ayat sebelum tidur sesuia dengan riwayat yg ada

31 6# Posisi Tidur Miring sebelah kanan : إِذَا أَتَيْتَ مَضْجِعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوْءَكَ لِلصَّلاَةِ ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلىَ شَقِّكَ اْلأَيْمَنِ... Kaki berselonjor Menghadap Kiblat boleh hukumnya

32 Tidak Boleh Tengkurap ( إنها ضجعة أهل النار ). وقال ( إنها ضجعة يبغضها الله عز وجل ) Rasulullah menggambarkan : “ itu adalah tidurnya penghuni neraka “. “ itu adalah tidur yang membuat Allah marah “

33 7# Saat Bermimpi Buruk إِذَا رَأَى أَحَـدُكُمْ الرُّؤْيَا يَكْرَهُهَا فَلْيََـبْصُقْ عَنْ يَسَارِهِ ثَلاَثًا وَلْيَسْتَعِذْ بِاللهِ مِنَ الشَّـيْطَانِ ثَلاَثًا وَلْيَتَحَوَّلْ عَنْ جَنْبِهِ الَّذِي كَانَ عَلَيْهِ "Apabila salah seorang di antara kalian melihat mimpi yang tidak disukainya maka hendaklah dia meludah ke sebelah kirinya tiga kali dan berlindunglah kepada Allah dari setan tiga kali, lalu hendaklah dia berpindah dari posisinya yang semula (HR Ibnu Majah)

34 8# Saat bangun di Pagi Hari Rasulullah SAW menceritakan: “Setan mengikat pada tengkuk setiap orang diantara kalian dengan tiga ikatan (simpul) ketika kalian akan tidur. Setiap simpulnya ditiupkanlah bisikannya (kepada orang yang tidur itu): 'Bagimu malam yang panjang, tidurlah dengan nyenyak.' Maka apabila (ternyata) ia bangun dan menyebut nama Allah Ta’ala (berdoa), maka terurailah (terlepas) satu simpul. Kemudian apabila ia berwudhu, terurailah satu simpul lagi. Dan kemudian apabila ia sholat, terurailah simpul yang terakhir. Maka ia berpagi hari dalam keadaan segar dan bersih jiwanya. Jika tidak (yakni tidak bangun sholat dan ibadah di malam hari), maka ia berpagi hari dalam keadaan kotor jiwanya dan malas (beramal shalih).” (Muttafaqun ‘alaih)

35 Alhamdulillah

36 Semoga Bermanfaat Hatta Syamsuddin Hatta Syamsuddin


Download ppt "Agar Istirahat Bernilai Taat ( Fiqh dan Adab Tidur Syamsuddin."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google