Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENGARUH TIDUR SIANG TERHADAP PEMULIHAN KEMAMPUAN PERSEPSI Oleh: Mumpuni.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENGARUH TIDUR SIANG TERHADAP PEMULIHAN KEMAMPUAN PERSEPSI Oleh: Mumpuni."— Transcript presentasi:

1 PENGARUH TIDUR SIANG TERHADAP PEMULIHAN KEMAMPUAN PERSEPSI Oleh: Mumpuni

2 2 PENDAHULUAN Peningkatan beban kerja mengurangi waktu tidur Kebutuhan tidur yang tidak tercukupi (sleep deprivation) dapat menimbulkan penurunan persepsi Penurunan persepsi menyebabkan penurunan produktifitas dan peningkatan angka kecelakaan. Perlu adanya alternatif pengganti obat-obatan dalam penangangan gangguan tidur

3 3 PERMASALAHAN Apa dampak pada tidur siang pada penurunan persepsi? Berapa lama tidur siang yang paling efektif untuk mengatasi penurunan persepsi?

4 4 FISIOLOGI TIDUR NORMAL Definisi : keadaan bawah sadar dimana seseorang dapat dibangunkan dengan pemberian rangsang sensorik atau rangsang lainnnya. Tidur mempunyai dua tahap : REM (Rapid Eye Movement ) dan NREM (Non Rapid Eye Movement) NREM terdiri atas 4 fase: NREM 1 s/d NREM 4. Secara spesifik fase NREM 3 dan 4 disebut fase SWS (Slow Wave Sleep) Fase REM terjadi di akhir siklus tidur

5 SIKLUS TIDUR

6 SIKLUS TIDUR DAN GELOMBANG OTAK

7 7 PEMANTAUAN TIDUR MENGGUNAKAN EEG Gelombang EEG merupakan gambaran kegiatan listrik otak yang dicatat menggunakan elektroda pada permukaan kulit kepala. Terdapat 4 macam Gelombang EEG yang termonitor pada manusia : α, β, σ, δ Dalam keadaan terjaga gelombang yang muncul adalah α dan β Gelombang σ muncul pada fase REM Gelombang δ muncul pada fase SWS

8 REKAMAN EEG

9 9

10 10 KARAKTERISTIK REM DAN NREM FASE REM - terjadi gerakan mata cepat - disebut juga fase mimpi - berlangsung sekitar menit - lebih sukar dibangunkan - denyut jantung dan napas ireguler - tonus otot menurun tajam - terjadi peningkatan metabolisme otak sebesar 20% (gelombang otak mirip saat terjaga) sehingga gelombang REM disebut gelombang paradoksikal.

11 11 FUNGSI REM Memperkuat hubungan sinaps Mengoptimalkan fungsi penyimpanan memori melalui transfer memori dari sirkuit hipokampus yang overload ke area korteks Mengembalikan otak ke fungsi semula setelah fase SWS Perputaran mata memungkinkan aqueus humor memberi nutrisi dan mencegah anoksia kornea

12 12 FASE NON REM Berisi fase SWS (Slow Wave Sleep) pada tahap 3-4 Tidur sangat tenang (deep sleep), lebih sulit dibangunkan. Terjadi penurunan tonus vaskuler perifer Tek.darah, frek.napas dan laju metabolisme berkurang 10-30% Biasanya tidak terjadi mimpi, kalaupun terjadi, tidak dapat diingat kembali.

13 MEKANISME PERSYARAFAN (Baer, 2001) Siklus tidur-terjaga merupakan sistem modulasi difus dengan Formatio retikularis sebagai station relay. Dalam keadaan terjaga, neuron modulator distimulasi oleh Noradrenalin dan Serotonin, dan beberapa neuron menggunakan ACh untuk mempertahankan fase REM Sistem modulasi difus mengontrol irama talamus yang bekerja mengontrol gelombang EEG. Aktifitas jalur asenden mempengaruhi sistem modulasi difus, mis pada proses inhibisi aktif neuron motorik saat bermimpi.

14 SISTEM MODULASI DIFUS

15 PENGATURAN SIKLUS TIDUR

16 PENGATURAN SIKLUS REM

17 17 GANGGUAN TIDUR DAN KEMUNDURAN PROSES PERSEPSI Dapat berupa berkurangnya durasi tidur Dapat bersifat occasional atau menetap Kurang tidur dapat menimbulkan sleep debt Kurang tidur yang berkepanjangan menimbulkan gangguan persepsi, tidak mampu konsentrasi, tidak mampu mengambil keputusan, tidak mampu memecahkan masalah, gangguan psikologis.

18 18 KARAKTERISTIK TIDUR SIANG Kedalaman tidur tergantung siklus yang dicapai Banyak mengandung fase NREM, yang diduga berperan dalam proses konsolidasi memori

19 19 EFEK PEMULIHAN TIDUR SIANG (1) Efek pemulihan mengacu pada peningkatan kemampuan persepsi setelah tidur siang dengan waktu tertentu. Dipengaruhi oleh plastisitas korteks visual Salah satu Indikator kemampuan persepsi adalah TDT (Texture Discrimination Task) atau Kemampuan Diskriminasi Tekstur.

20 20 EFEK PEMULIHAN TIDUR SIANG (2) Takahashi dan Arito (2000) - penelitian terhadap 12 subyek yang tidur malam hanya 4 jam: - brief nap (15 menit) secara objektif memberikan efek peningkatan kesiagaan (alertness), memori dan logical reasoning. - secara subyektif memberikan perasaan lebih segar,rasa kantuk berkurang.

21 21 EFEK PEMULIHAN TIDUR SIANG (3) Mednick (2002): - Post training sleep diperlukan untuk proses konsolidasi memori. - Waktu tidur siang yang paling efektif untuk pemulihan persepsi adalah 60 menit, dengan SWS dan REM. - Kemampuan persepsi mengalami pemulihan setelah 2 X 24 jam. - Proses konsolidasi nokturnal dipengaruhi oleh REM dan SWS

22 PEMULIHAN PERSEPSI SETELAH TIDUR SIANG Pemulihan persepsi pada kelompok ‘tidak tidur siang’, kelompok ’60 menit’ dan ’90 menit’, (melihat pengaruh REM dan SWS). Kiri: kelompok ‘tidak tidur siang’ menunjukkan kemunduran. Tengah:kemampuan persepsi setelah tidur siang, mengalami SWS tanpa REM tidak terjadi pemulihan maupun kemunduran. Kanan: tidur siang yang disertai SWS dan REM menunjukkan adanya pemulihan yang signifikan.

23 23 PENGARUH TIDUR SIANG TERHADAP PERSEPSI Berdasarkan penelitian terhadap subyek yang tidur siang dan klp. kontrol yang tidak tidur siang: - klp yang tidak tidur siang (tanpa REM dan SWS) dalam waktu 10 jam mengalami kemunduran kemampuan diskriminasi tekstur. - klp yang tidur siang yang mengalami SWS tanpa REM, tidak menunjukkan perbaikan kemampuan diskriminasi tekstur. - klp tidur siang yang mengalami SWS dan REM mengalami perbaikan kemampuan diskriminasi tekstur yang signifikan.

24 PERBANDINGAN PENGARUH TIDUR SIANG DAN TIDAK TIDUR SIANG Pemulihan pada kelompok ‘’tidur siang’ dan ‘tidak tidur siang’. Kiri: bar 1: pemulihan setelah 24 jam training pada kelompok ‘tidak tidur siang’ pada tes kedua, bar 2: tes kedua pada klp kontrol 24 jam, bar 3: tes kedua pada klp ‘tidur siang 90 menit’.Garis putus-putus menunjukkan pemulihan klp tidur siang pada hari 1. Kanan:pemulihan setelah 48 jam pada klp ‘tidak tidur siang’

25 25 HASIL UJI PERBANDINGAN Berdasarkan uji perbandingan klp tidur siang dan tidak tidur siang: bahwa pada klp yang tidur siang terjadi pemulihan seperti tidur satu malam (dibandingkan dengan hasil hari 1). Tidur siang yang diikuti dengan tidur malam akan memberikan hasil seperti tidur 2 malam (perbaikan lebih dari 50% dibanding klp kontrol yg tidak tidur siang). Tidur siang yang mengalami SWS dan REM mengiindikasikan bahwa SWS berfungsi menstabilkan persepsi, sedangkan REM berfungsi memfasilitasi perbaikan persepsi.

26 26 KESIMPULAN Brief nap selama 15 menit memberikan efek pemulihan yang singkat, dalam meningkatkan kesiagaan, memori dan logical reasoning Jaringan otak akan terstimulasi oleh aktifitas tidur siang dan secara dini akan mengalami pemulihan kemampuan persepsi (Kemampuan Diskriminasi Tekstur) Irama sirkadian mempengaruhi perubahan kemampuan persepsi sbg dampak perubahan saraf. DurasiTidur siang yang paling besar dampak restoratifnya adalah 60 menit, ditandai adanya SWS dan REM, tanpa REM tidak menunjukkan perbaikan.

27 27 TIPS UNTUK BRIEF NAP Teknik Count sheep Dispersi pikiran (think about nothing) Jangan hentikan tidur dg alarm biarkan free running Hindari obat tidur karena menggangu short term memory dan reaction time Minum susu : Triptofan meningkatkan sintesis serotonin Tidak harus siang hari, asal jaraknya dengan tidur malam tidak terlalu dekat.

28

29 29 PADA KONDISI KHUSUS SISTEM PENGATURAN SUHU

30 30 KESEIMBANGAN PANAS

31 31 REFLEKS TERMOREGULASI

32 32 KESEIMBANGAN ENERGI

33 33 RESPON HOMEOSTASIS THD PERUBAHAN SUHU LINGKUNGAN

34 34 INPUT DAN OUTPUT PANAS

35 35 JALUR TERMOREGULASI UTAMA

36 36 MEKANISME TRANSFER PANAS

37 37 MEKANISME DEMAM  Demam merupakan adanya peningkatan panas sebagai gejala adanya infeksi atau inflamasi.  Adanya zat pirogen mengaktifkan reseptor suhu seperti pada kondisi penurunan suhu lingkungan. Suhu meningkat jauh dari suhu normal. (mekanisme reset)  Mekanisme demam terjadi pada mahluk poikilotermik maupun homeotermik.

38 38 HIPERTERMIA PADA EXERCISE BERAT

39 39 HIPERTERMIA YANG DIINDUKSI OLEH EXERCISE  Konsekuensi kerja otot yang sangat berat akan menghasilkan panas yang sangat besar pada fase awal exercise  Peningkatan suhu inti selama fase awal exercise terjadi akibat panas yang dihasilkan jauh melebihi panas yang dikeluarkan, selanjutnya akan memicu timbulnya mekanisme pembuangan panas (vasodilasi dan berkeringat)  Mekanisme pembuangan panas dilakukan untuk mengeliminasi kesenjangan antara heat production dan heat lost

40 40 HIPERTERMIA PATOLOGIS  Hipertermia dapat dipicu oleh produksi panas yang berlebihan akibat tingginya kadar hormon tiroksin atau epinefrin (disfungsi kelenjar tiroid dan adrenal), melalui peningkatan laju metabolisme dan produksi panas.  Hipertermia juga dapat disebabkan oleh malfungsi pusat kontrol suhu di hipotalamus. Lesi serebri dapat merusak kemampuan regulasi termostat hipotalamus.  Kerusakan pusat kontrol suhu dapat menimbulkan kondisi letal karena mekanisme pembuangan panas tidak bekerja sama sekali suhu tubuh sangat tinggi kematian sel

41 41 HEAT EXHAUSTION  Adalah keadaan collaps (pingsan) yang disebabkan oleh penurunan tekanan darah akibat mekanisme pembuangan panas bekerja berlebihan.  Pengeluaran keringat yang sangat banyak dehidrasi penurunan volume plasma penurunan cardiac output penurunan suplai darah ke otak hipoksia jar otak collaps  Merupakan mekanisme protektif untuk mencegah terjadinya heat stroke

42 42 HEAT STROKE  Merupakan kondisi yang berbahaya dimana sistem termoregulasi hipotalamus mengalami kerusakan sehingga tidak mampu lagi berrespon terhadap perubahan suhu. Terjadi akibat pemajanan panas yang terlalu lama dengan kelembaban udara yang sangat tinggi. Terjadi bila tubuh kehilangan panas terlalu cepat shock sirkulasi Terjadi bila tubuh kehilangan panas terlalu cepat shock sirkulasi Berisiko tinggi pada lansia dan anak-nak.

43 43 HIPOTERMIA  Hipotermia adalah turunnya temperatur tubuh karena proses pendinginan tubuh yang melebihi kemampuan mekanisme regulasi konservasi panas tubuh serta kemampuan untuk menormalkan suhu tubuh.  Penurunan suhu inti mengakibatkan proses enzimatik tubuh turun secara drastis akhirnya dapat terjadi hilang kesadaran.

44 44 Mekanisme Hipotermia Pemajanan suhu lingkungan Yang sangat rendah memicu pe suhu inti Stimulasi termoreseptor sentral di hipotalamus, Medula spinalis dan organ abdominal Pusat integrasi termoregulasi di hipotalamus area posterior Depresi pusat pernapasan dan kardiovaskuler RR dan cardiac output Aktifitas kardiovaskuler Fibrilasi ventrikel

45 45 FROSTBITE  Frostbite adalah pendinginan tubuh atau bagian tubuh tertentu secara berlebihan, sampai pada tahap dimana jaringan di bagian tersebut mengalami kerusakan.  Jika jaringan yang terpapar mengalami pembekuan, kerusakan sel terjadi karena terbentuknya kristal es, sehingga jumlah air dalam bentuk liquid berkurang.

46 46

47 47


Download ppt "PENGARUH TIDUR SIANG TERHADAP PEMULIHAN KEMAMPUAN PERSEPSI Oleh: Mumpuni."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google