Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Aspek Kerahasiaan dalam kegiatan Perusahaan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2000 Tentang Rahasia Dagang : Rahasia Dagang adalah informasi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Aspek Kerahasiaan dalam kegiatan Perusahaan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2000 Tentang Rahasia Dagang : Rahasia Dagang adalah informasi."— Transcript presentasi:

1 Aspek Kerahasiaan dalam kegiatan Perusahaan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2000 Tentang Rahasia Dagang : Rahasia Dagang adalah informasi yang tidak diketahui oleh umum di bidang teknologi dan/atau bisnis, mempunyai nilai ekonomi karena berguna dalam kegiatan usaha, dan dijaga kerahasiaannya oleh pemilik Rahasia Dagang. Rahasia Jabatan: segala keterangan dan data lainnya yang bersifat rahasia yang diperoleh karena jabatannya Pasal 71 UU 23/1999 tentang BI (1) Gubernur, Deputi Gubernur Senior, Deputi Gubernur, pegawai Bank Indonesia, atau pihak lain yang ditunjuk atau disetujui oleh Bank Indonesia untuk melakukan tugas tertentu yang memberikan keterangan dan data lainnya yang bersifat rahasia yang diperoleh karena jabatannya secara melawan hukum, diancam dengan pidana penjara sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun, serta denda sekurang- kurangnya Rp ,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp ,00 (tiga miliar rupiah). Kuliah Hukum Perbankan

2 Rahasia Bank Definisi Rahasia Bank Pasal 1 ayat 28 UU No. 10/1998 ttg Perbankan Rahasia Bank diatur dalam Ps. 40 – 45, 47, 47A Rahasia Bank = Bank Secrecy; Financial Privacy, Bank Confidentiality; Professional Secrecy. Coverage Rahasia Bank : Menurut UU No. 7/1992 meliputi Aktiva + Passiva (luas) Menurut UU No. 10/1998 hanya disisi Passiva – Simpanan (sempit) Subyek Rahasia Bank : Pengurus Bank : Direksi & Komisaris Pegawai Bank Pihak Terafiliasi Pengecualian Rahasia Bank Yang diatur di dalam UU Perbankan Yang diatur di luar UU Perbankan ( UU Korupsi, UU TPPU, UU Terorisme, UU KPK & UU Narkotika) Kuliah Hukum Perbankan

3 Rahasia Bank Definisi Rahasia Bank Pasal 1 ayat 28 UU No. 10/1998 ttg Perbankan Rahasia Bank diatur dalam Ps. 40 – 45, 47, 47A Rahasia Bank = Bank Secrecy; Financial Privacy, Bank Confidentiality; Professional Secrecy. Coverage Rahasia Bank : Menurut UU No. 7/1992 meliputi Aktiva + Passiva (luas) Menurut UU No. 10/1998 hanya disisi Passiva – Simpanan (sempit) Subyek Rahasia Bank : Pengurus Bank : Direksi & Komisaris Pegawai Bank Pihak Terafiliasi Pengecualian Rahasia Bank Yang diatur di dalam UU Perbankan Yang diatur di luar UU Perbankan ( UU Korupsi, UU TPPU, UU Terorisme, UU KPK & UU Narkotika) Kuliah Hukum Perbankan

4 Rahasia Bank Definisi Rahasia Bank Pasal 1 ayat 16 UU No. 7/1992 ttg Perbankan Rahasia Bank adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan keuangan dan hal-hal lain dari nasabah bank yang menurut kelaziman dunia perbankan wajib dirahasiakan ; Pasal 1 ayat 28 UU No. 10/1998 ttg Perbankan Rahasia Bank adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan keterangan mengenai nasabah penyimpan dan simpanannya ; Coverage Rahasia Bank : Kuliah Hukum Perbankan

5 Rahasia Bank Rahasia Bank diatur dalam Ps. 40 – 45, 47, 47A UU No. 10/1998 Pasal 40 : 1.Bank wajib merahasiakan keterangan mengenai Nasabah Penyimpan dan Simpanannya, kecuali dalam hal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41, Pasal 41A, Pasal 42, Pasal 43, Pasal 44 dan Pasal 44A. 2.Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berlaku pula bagi Pihak Terafiliasi. Pasal 41 : 1.Untuk kepentingan perpajakan, Pimpinan Bank Indonesia atas permintaan Menteri Keuangan berwenang mengeluarkan perintah tertulis kepada bank agar memberikan keterangan dan memperlihatkan bukti-bukti tertulis serta surat-surat mengenai keadaan keuangan Nasabah Penyimpan tertentu kepada pejabat Pajak. 2.Perintah tertulis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus menyebutkan nama pejabat dan nama nasabah wajib pajak yang dikehendaki keterangannya. Pasal 41 A: 1.Untuk penyelesaian piutang bank yang sudah diserahkan kepada Badan Urusan Piutang dan Lelang Negara/Panitia Urusan Piutang Negara, Pimpinan Bank Indonesia memberikan izin kepada pejabat Badan Urusan Piutang dan Lelang Negara/Panitia Urusan Piutang Negara untuk memperoleh keterangan dari bank mengenai simpanan Nasabah Debitur. 2.Izin sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diberikan secara tertulis atas permintaan tertulis dari Kepala Badan Urusan Piutang dan Lelang Negara/Ketua Panitia Urusan Piutang Negara. 3.Permintaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) harus menyebutkan nama dan jabatan pejabat Badan Urusan Piutang dan Lelang Negara/Panitia Urusan Piutang Negara, nama Nasabah Debitur yang bersangkutan dan alasan diperlukannya keterangan.

6 Rahasia Bank Pasal 42 : 1.Untuk kepentingan peradilan dalam rangka perkara pidana, Pimpinan Bank Indonesia dapat memberikan izin kepada polisi, jaksa, atau hakim untuk memperoleh keterangan dari bank mengenai simpanan tersangka atau terdakwa pada bank. 2.Izin sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diberikan secara tertulis atas permintaan tertulis dari Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jaksa Agung atau Ketua Mahkamah Agung. 3.Permintaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) harus menyebutkan nama dan jabatan polisi, jaksa, atau hakim, nama tersangka atau terdakwa, alasan diperlukannya keterangan dan hubungan perkara pidana yang bersangkutan dengan keterangan yang diperlukan. Pasal 42A : Bank wajib memberikan keterangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41, Pasal 41A dan Pasal 42.

7 Rahasia Bank Pasal 43 : Dalam perkara perdata antara bank dengan nasabahnya, direksi bank yang bersangkutan dapat menginformasikan kepada Pengadilan tentang keadaan keuangan nasabah yang bersangkutan dan memberikan keterangan lain yang relevan dengan perkara tersebut. Pasal 44 : 1.Dalam rangka tukar menukar informasi antar bank, direksi bank dapat memberitahukan keadaan keuangan nasabahnya kepada bank lain. 2.Ketentuan mengenai tukar menukar informasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut oleh Bank Indonesia

8 Rahasia Bank Pasal 44A : Atas permintaan, persetujuan atau kuasa dari Nasabah Penyimpan yang dibuat secara tertulis, bank wajib memberikan keterangan mengenai simpanan Nasabah Penyimpan pada bank yang bersangkutan kepada pihak yang ditunjuk oleh Nasabah Penyimpan tersebut. Dalam hal Nasabah Penyimpan telah meninggal dunia, ahli waris yang sah dari Nasabah Penyimpan yang bersangkutan berhak memperoleh keterangan mengenai simpanan Nasabah Penyimpan tersebut. Pasal 45 : Pihak yang merasa dirugikan oleh keterangan yang diberikan oleh bank sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41, Pasal 42, Pasal 43 dan Pasal 44 berhak untuk mengetahui isi keterangan tersebut dan meminta pembetulan jika terdapat kesalahan dalam keterangan yang diberikan. Pasal 47 : 1.Barang siapa tanpa membawa perintah tertulis atau izin dari Pimpinan Bank Indonesia sebagaimana dimaksud dalam pasal 41, Pasal 41A, dan Pasal 42, dengan sengaja memaksa bank atau Pihak Terafiliasi untuk memberikan keterangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 40, diancam dengan pidana penjara sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun dan paling lama 4 (empat) tahun serta denda sekurang-kurangnya Rp (sepuluh miliar rupiah) dan paling banyak Rp (dua ratus miliar rupiah) 2.Anggota dewan komisaris, direksi, pegawai bank atau Pihak Terafiliasi lainnya yang dengan sengaja memberikan keterangan yang wajib dirahasiakan menurut pasal 40, diancam dengan pidana penjara sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun dan paling lama 4 (empat) tahun serta denda sekurang-kurangnya Rp ,00 (empat miliar rupiah) dan paling banyak Rp ,- (delapan miliar rupiah).

9 Rahasia Bank Pasal 47A : Anggota dewan komisaris, direksi, atau pegawai bank yang dengan sengaja tidak memberikan keterangan yang wajib dipenuhi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42A dan Pasal 44A, diancam dengan pidana penjara sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun dan paling lama 7 (tujuh) tahun serta denda sekurang- kurangnya Rp ,00 (empat miliar rupiah) dan paling banyak Rp ,00 (lima belas miliar rupiah). Subyek Rahasia Bank : Pengurus Bank : Direksi & Komisaris Pegawai Bank Pihak Terafiliasi Pengertian Pihak Terafiliasi (Ps. 1 ayat 22) adalah : a.anggota dewan komisaris, pengawas, direksi atau kuasanya, pejabat, atau karyawan bank ; b.anggota pengurus, pengawas, pengelola atau kuasanya, pejabat atau karyawan bank, khusus bagi bank yang berbentuk hukum koperasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku ; c.pihak yang memberikan jasanya kepada bank, antara lain akuntan publik, penilai, konsultan hukum dan konsultan lainnya; d.pihak yang menurut penilaian Bank Indonesia turut serta mempengaruhi pengelolaan bank, antara lain pemegang saham dan keluarganya, keluarga Komisaris, keluarga pengawas, keluarga Direksi, keluarga pengurus ;

10 Rahasia Bank Pengecualian Rahasia Bank Yang diatur di dalam UU Perbankan 1.Untuk kepentingan Perpajakan ; 2.Untuk kepentingan Penagihan Piutang Negara ; 3.Untuk kepentingan Peradilan Pidana 4.Untuk kepentingan Peradilan Perdata 5.Untuk kepentingan Bank to Bank Information 6.Untuk kepentingan Ahli Waris 7.Atas permintaan Pemegang Rekening Yang diatur di luar UU Perbankan : UU Pemberantasan Korupsi Ps. 29, UU KPK Ps 12 C UU Pencegahan & Pemberantasan TPPU Ps.28, 45 & 72 UU Terorisme Ps. 29

11 Rahasia Bank Ketentuan Rahasia Bank belum mengatur secara tegas terhadap perkara yang muncul di lingkungan : Peradilan Militer Peradilan Agama Peradilan TUN Demikian pula persoalan keberlakuan Rahasia Bank belum mengatur secara tegas terhadap Eks/Mantan : Pengurus Bank, Karyawan Bank Nasabah Bank

12 Rahasia Bank

13 Rahasia Bank.


Download ppt "Aspek Kerahasiaan dalam kegiatan Perusahaan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2000 Tentang Rahasia Dagang : Rahasia Dagang adalah informasi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google