Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Just in Time Kuliah 3 LSiPro – FT Untirta Muhammad Adha Ilhami.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Just in Time Kuliah 3 LSiPro – FT Untirta Muhammad Adha Ilhami."— Transcript presentasi:

1 Just in Time Kuliah 3 LSiPro – FT Untirta Muhammad Adha Ilhami

2 Tujuan Pembelajaran Mahasiswa memahami konsep dan teknik dalam Sistem Produksi Just in Time. Mahasiswa mampu mengidentifikasikan pull system dan membedakannya dengan push system. Muhammad Adha Ilhami

3 The Toyota Supply Chain Muhammad Adha Ilhami

4 Formula Perhitungan Biaya Muhammad Adha Ilhami Cost + Profit = Selling Price  Tidak dibutuhkan perbaikan  Tidak dibutuhkan prosedur berkompetisi  Konsumen tidak memiliki pilihan lain Profit = Selling Price – Cost  Harga ditentukan oleh pasar  Keuntungan adalah yang tersisa setelah harga dikurangi biaya  Memaksimasi profit berarti biaya yang harus diminimasi Cost = Selling Price – Profit  Menentukan target biaya  Harga ditentukan oleh pasar  Keuntungan yang diinginkan ditentukan oleh perusahaan.

5 Perbandingan Alur Sistem Perencanaan Biaya Muhammad Adha Ilhami

6 JIT sebagai Sistem Berbasiskan Budaya? Muhammad Adha Ilhami Schoneberger, 1982, Teknik manufaktur Jepang : 9 Pelajaran Tersembunyi dalam Penyederhanaan, Free Press, New York. “The Forth Lesson: Culture is no Obstacle” Yoshiki Yamasaki (President of Toyo Kogyo) “I would ask you never to be self-satisfied, but always to aim for higher objective. No matter how hard you try, there is no victory if your competitors work harder. I would ask you to continue striving, not only to best the competition but also to keep on improving yourself.”

7 Prinsip JIT Prinsip Just in Time mengacu pada supermarket, dimana pelanggan mendapatkan apa yang mereka butuhkan, pada waktu yang diiinginkan, dan jumlah yang diinginkan. Supermarket hanya mempunyai stock sesuai yang akan dijual, dan pelanggan hanya membeli yang dibutuhkan karena supply barang sudah dijamin. Muhammad Adha Ilhami

8 Prosedur Pendahuluan JIT Muhammad Adha Ilhami Just in Time Standard Operation Leveling/ Heijunka Flow Manufacturing Workplace Improvement / 5S Awareness Revolution Manpower Reduction Visual Management Maintenance & Safety Quality Assurance Kanban Jidoka Change Over Multiprocess Handling

9 Awareness Revolution Muhammad Adha Ilhami  Perlu diberikan pemahaman atau loncatan pemikiran tentang kesadaran akan tantangan perusahaan di masa depan dan perlu mendefinisikan ulang peran pribadi (kontribusi) terhadap perusahaan dalam menghadapi tantangan.  Misalnya dilakukan shock therapy yang dapat menggugah dan mengembalikan motivasi ke tempat yang tepat.

10 The 5 S’s Principle Seiri: Pengorganisasian (pengaturan yang tepat, sortir) Seiton: Perapihan (sesuai tempatnya) Seiso: Pembersihan Seiketsu: Pen-standar-an Shitsuke: Disiplin Muhammad Adha Ilhami

11 Seiri Menempatkan barang sesuai urutannya (tempatnya) Bedakan antara benda yang dibutuhkan dan tidak. Singkirkan yang tidak perlu Lakukan manajemen stratifikasi. (tingkat kepentingan barang/benda) Muhammad Adha Ilhami

12 Seiton Menempatkan benda pada tempat yang tepat (layout yang tepat) dan berpegang pada prinsip hilangkan kondisi yang menyebabkan penambahan aktivitas “mencari”. Lakukan manajemen fungsi. Muhammad Adha Ilhami Seiso Membersihkan, sekaligus bentuk dari pemeriksaan. Hilangkan waste (pemborosan)

13 Muhammad Adha Ilhami Seiketsu Secara terus menerus dan berulang menjaga 3 S sebelumnya Melakukan manajemen visual. Standarisasi Shitsuke Melakukan hal yang benar sebagai suatu latihan. Membiasakan kebiasaan baik dan disiplin.

14 Prinsip Flow Production  Barang dan material harus mengalir di pabrik seperti aliran air di sungai.  Tidak seperti sungai yang akan banjir  Volume sungai yang tinggi menutupi batuan (menutupi masalah), sementara volume kecil membuat batuan terlihat (masalah terlihat)  Sebuah pabrik membutuhkan aliran inventori dan operasi yang “smooth”  Manajemen Jepang cenderung melihat inventori sebagai akar dari masalah dan menyebabkan performansi yang buruk dalam aktivitas bisnis apapun. Muhammad Adha Ilhami

15 Inventory hides Problems Muhammad Adha Ilhami

16 Lower Levels of Inventory to Expose Problems Muhammad Adha Ilhami

17 Multi-process Operation  Produktivitas adalah penting namun tidak sepenting menghormati pekerja itu sendiri. Produktivitas dan kemanusiaan harus sejajar dalam pabrik.  Pabrik harus mencari cara untuk menjaga produktivitas dan kemanusiaan.  Orang harus dilatih multiple skill untuk menangani beberapa pekerjaan.  Penempatan dimana seorang pekerja menangani 5 mesin yang berbeda adalah lebih baik daripada menangani hanya 4 mesin sejenis. Muhammad Adha Ilhami

18 Multi-process Operation  Kunci utama:  Menerapkan U-shape manufacturing cells  Meniadakan pengelompokan pekerjaan.  Buat perlengkapan menjadi lebih kecil  Bekerja sambil berdiri  Training multiple-skill  Pisahkan pekerjaan manusia dan pekerjaan mesin  Human automation (JIDOKA) dan Pokayoke  Safety first. Muhammad Adha Ilhami

19 Push Systems Muhammad Adha Ilhami

20 Push System  Pada push system stasiun predecessor tidak mempedulikan apakan successor-nya lampat atau cepat, prinsipnya sebuah stasiun kerja akan memproduksi semampunya sesuai dengan jadwal yang diberikan kepadanya.  Oleh karena itu pada push system dimungkinkan terjadi penumpukan WIP. Muhammad Adha Ilhami

21 Pull Systems Muhammad Adha Ilhami

22 Pull System  Pull system prinsipnya seperti minimarket, dimana jika ada barang (pajangan) yang laku (dibeli) oleh konsumen, maka barang pengganti baru akan diambil untuk mengganti barang yang dibeli tersebut.  Pada pull system stasiun predecessor tidak akan bekerja jika WIP yang ada didepannya belum diambil oleh successor-nya.  Oleh karena itu pada pull system tidak dimungkinkan terjadi penumpukan WIP atau hanya akan menghasilkan WIP dalam jumlah minimum. Muhammad Adha Ilhami

23 Contoh Pull System Muhammad Adha Ilhami Video Penjelasan

24 Sistem Kanban (Kanban = Signboard)  Kanban: merupakan kartu yang biasanya ditaruh pada amplop vynl rektangular.  Kartu/label/penanda/tanda visual  Sistem informasi yang mengendalikan jumlah part  Berfungsi mensinkronkan lini produksi dan lini perakitan  Tipe Kanban:  Kanban produksi (production kanban)  Kanban penarikan (withdrawal kanban) Muhammad Adha Ilhami

25 Prinsip Sistem Kanban JIT melihat sebuah proses adalah pelanggan dari proses sebelumnya, dan proses sebelumnya sebagai sebuah rak supermarket. Pelanggan proses pergi ke proses sebelumnya untuk mengambil komponen yang dibutuhkan, dan menyimpan stock. Disini kanban dipakai sebagai alat untuk memandu pelanggan kepada stock yang dibutuhkan. Kanban menggunakan kecepatan demand untuk mengkontrol kecepatan produksi. Mulai dari end customer sampai melalui keseluruhan rantai proses. Kanban mengaplikasikan prinsip “pull”, dimana produk hanya dibuat setelah ada trigger dari pelanggan. Muhammad Adha Ilhami

26 Kartu Kanban  Kanban permintaan menspesifikasikan jenis dan jumlah produk di mana proses yang selanjutnya harus meminta dari proses sebelumnya.  Kanban pemesanan produksi menspesifikasikan jenis dan jumlah produk dari proses sebelumnya yang harus diproduksi.  Kanban supplier, berisi petunjuk permintaan penyalur subkontrak mana yang akan mengantarkan suku cadang. Muhammad Adha Ilhami

27 Fungsi Kanban  Kanban berfungsi: 1.Alat visualisasi dimana pada kanban dicantumkan nama part, letak part di rack, dan jumlah pcs per kanban. 2.Alat tukar, oleh sebab itu ada istilah “belanja kanban” maksudnya floor operator atau foreman keliling shop untuk menarik kanban dan kemudian menggantinya dengan part yang sesuai. 3.Pengontrol inventory, dalam JIT volume produksi sudah ditentukan di awal yang kemudian di breakdown dalam bentuk forecast. Sehingga kita bisa mengkalkulasi kebutuhan kanban yang bereda, dan inventory pun dapat dikontrol.  Fungsi lain: 1.Merangsang inisiatif pekerja 2.Menambah rasa memiliki pekerja 3.Menyederhanakan mekanisme manajemen kerja. Muhammad Adha Ilhami

28 Contoh Kanban Muhammad Adha Ilhami

29 6. Aturan Kanban  Jangan mengirim barang defect ke proses setelahnya  Proses hanya mengambil barang sesuai kebutuhannya  Produksi hanya sesuai kebutuhan dan jumlah yang diambil oleh pelanggan  Kapasitas antar proses merata  Kanban adalah alat untuk fine tuning  Proses harus distabilkan Muhammad Adha Ilhami

30 Sistem Kanban Muhammad Adha Ilhami

31 Sistem Kanban Muhammad Adha Ilhami

32 Sistem Kanban Muhammad Adha Ilhami

33 Sistem Kanban Muhammad Adha Ilhami

34 The Three Bin System  Sistem kanban yang umum adalah 3 bin system. Satu bin untuk demand point, satu di pabrik, dan satu di supplier.  Bin berisi kartu yang bisa di pindahkan yang berisi detail dari produk dan informasi yang relevan.  Saat terjadi demand, maka bin kosong dan kanban diserahkan ke pabrik. Pabrik kemudian memproduksi dan mengisi bin dengan barang yang juga ada kartu kanban. Bin yang ada di pabrik menjadi kosong, maka pabrik akan menyerahkan bin kosong dan kanban kepada supplier. Muhammad Adha Ilhami

35 The Three Bin System (2)  Supplier akan mengisi bin dan mengembalikan ke pabrik bersama dengan kanbannya. Proses ini melengkapi siklusnya.  Produk akan selalu siap sedia dan berjalan berantai, sesuai jumlah yang dibutuhkan dan tidak akan terjadi oversupply.  Spare bin dipakai untuk mengantisipasi fluktuasi dari supply.  Sistem kanban yang baik adalah menghitung berapa jumlah kartu yang dibutuhkan untuk tiap produk.  Heijunka Box digunakan untuk menampung kartu kanban. Muhammad Adha Ilhami

36 Multi Process Handling/Operation  Dalam Sistem Just in Time, seorang pekerjaan dituntut untuk mampu bekerja dalam multiple skill. Hal ini diperlukan agar pada proses leveling tidak terhambat.  Untuk itu diperlukan training multi skill pada seluruh karyawan.  JIT menghargai (RESPECT TO PEOPLE) dengan cara memberikan multi skill pada karyawannya bukan spesialisasi yang selama ini berkembang. Muhammad Adha Ilhami

37 Multi Process Handling/Operation  Productivity is important indeed but not as important as respecting the humanity of our workers. Productivity and humanity must coexist in the factory. The factory must find a way to satisfy both productivity and humanity.  The assignment where one worker handles 5 different machines/processes is better than the assignment where one worker handles 4 similar machines. Muhammad Adha Ilhami

38 Change Over  Gunakan prinsip SMED (Single Minute Exchange of Dies)  Gunakan prinsip-prinsip Pokayoke. Muhammad Adha Ilhami

39 Menentukan Jumlah Kanban Muhammad Adha Ilhami Dimana : N: jumlah kanban atau container d: rata-rata demand sepanjang periode produksi L: lead time produksi komponen S: safety stock C: ukuran kontainer

40 Contoh perhitungan Kanban Muhammad Adha Ilhami Jika diketahui permasalahan sebagai berikut: d = 150 botol per jam L = 30 menit = 0,5 jam dL = 150 x 0,5 = 75 botol S = 10%  dL = 10% x 75 = 7,5 botol C = 25 botol Maka jumlah kanban: N = (75 + 7,5)/25 = 3,3 kanban.

41 Leveling Production/Heijunka Muhammad Adha Ilhami Menit kerja sehari : 480 menit Produk X : 480/50 = 9,8 menit per unit Produk Y : 480/30 = 16 menit per unit Produk Z : 480/20 = 14 menit per unit Jumlah produk yang akan diproduksi sehari = = 100 unit Takt time (waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi satu unit produk) = 480/100 = 4,8 menit per unit. X: 5 unit; Y: 3 unit; Z: 2 unit ==== 10 unit setiap 48 menit. Maka jadwal adalah : X-Y-X-Z-X-Y-X-Z-X-Y (jadwal ini diulangi sebanyak 10 kali)

42 Quality Assurance Muhammad Adha Ilhami  Quality assurance adalah titik awal dalam perancangan produk.  Elemen-elemen dimana produk rusak paling sering terjadi: seperti operator, material, mesin, metode, dan informasi.  Rencana keseluruhan untuk mencapai zero defect:  Operator : Training dasar dan training multiple skill  Material : preventive inspection  Mesin : Pokayoke dan preventive maintenance  Metode : Flow production dan operasi standar  Informasi : Visual Control  Basic strategy for Zero defects : The 5’s


Download ppt "Just in Time Kuliah 3 LSiPro – FT Untirta Muhammad Adha Ilhami."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google