Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Filsafat Ibnu Bajjah Dosen: Ust. Rahendra Maya, S.Th.I, M.Pd.I, Dr. (Cd) Oleh: Ahmad Khoeruddin Muhammad Rosyid R. Muhamad Ramdan Rijal Tamami.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Filsafat Ibnu Bajjah Dosen: Ust. Rahendra Maya, S.Th.I, M.Pd.I, Dr. (Cd) Oleh: Ahmad Khoeruddin Muhammad Rosyid R. Muhamad Ramdan Rijal Tamami."— Transcript presentasi:

1 Filsafat Ibnu Bajjah Dosen: Ust. Rahendra Maya, S.Th.I, M.Pd.I, Dr. (Cd) Oleh: Ahmad Khoeruddin Muhammad Rosyid R. Muhamad Ramdan Rijal Tamami

2 Biografi Ibnu Bajjah Ibnu Bajjah adalah seorang filosof besar dari sepanyol. Nama aslinya adalah Abu Bakar Muhammad Ibn Yahya al-Sha’igh at-Tujibi as- Sarakusti. Di dunia Barat, ia terkenal dengan sebutan Avempace, Avenpace atau Aben vace. Julukannya adalah Ibnul-Sha’igh (anak tukang emas). ia dilahirkan di Saragosa (Spanyol) pada akhir abad ke-5 H/abad ke-11 M. Tahun kelahirannya adalah Dan ia wafat pada tahun 533 H/1138 M.

3 Karya-Karya Ibnu Bajjah Di antara karya-karya Ibnu Bajjah yang terkenal dalam filsafatnya adalah sebagai berikut: pertama, kitab Tadbir al-Mutawahhid, ini adalah kitab yang paling populer dan penting dari seluruh karya tulisnya. Kedua, Risalat al-Wada’, risalah ini membahas Penggerak Pertama (Tuhan), manusia, alam, dan kedokteran. Ketiga, Risalat al-Ittisal, risalah ini menguraikan tentang hubungan manusia dengan Akal Fa’al. Keempat, Kitab al-Nafs, kitab ini menjelaskan tentang jiwa. Dll.

4 Pemikiran Filsafat Ibnu Bajjah Dalam Pemikiran Filsafat Ibnu Bajjah memisahkan antara agama dan filsafat. Meskipun demikian, Ibnu Bajjah tidak menolak agama, ia justru menempatkan agama sebagai sesuatu yang rasional. Ia juga adalah seorang filosof yang ahli menyandarkan ilmunya pada teori dan praktek ilmu-ilmu matematika, astronomi, musik, mahir ilmu pengobatan dan studi-studi spekulatif seperti logika, filsafat alam dan metafisika, ibnu bajjah menyandarkan filsafat dan logikanya pada karya-karya al-farabi. yakni mendasarkan pada realitas adalah wajar

5 a. Filsafat Metafisika Menurut Ibnu bajjah, segala yang ada (al-maujudat) terbagi dua: yang bergerak dan yang tidak bergerak. para filosof muslim pada umumnya menyebut Allah itu adalah ‘aql. Argumen yang mereka majukan adalah Allah pencipta dan pengatur alam yang beredar menurut rancangan-Nya, mestilah ia memiliki daya berpikir. Kemudian dalam mentauhidkan Allah semutlak-mutlaknya, para filosof muslim menyebut Allah adalah zat yang mempunyai daya berpikir (‘aql), juga berpikir (‘aqil) dan objek pemikiranya sendiri (ma’qul). Keseluruhanya adalah zat-Nya yang Esa. b. Filsafat Jiwa Menurut pendapat ibnu bajjah, setiap manusia mempunyai jiwa. Jiwa ini tidak mengalami perubahan sebagaimana jasmani. Jiwa adalah penggerak bagi manusia. Jiwa di gerakkan dengan dua jenis alat: alat-alat jasmaniah dan alat-alat rohaniah. c. Filsafat Etika Ibnu Bajjah membagi perbuatan manusia kepada dua bagian. Bagian pertama, ialah perbuatan yang timbul dari motif naluri dan hal-hal lain yang berhubungan denganya, baik dekat atau jauh. Bagian kedua ialah perbuatan yang timbul dari pemikiran yang lurus dan kemauan yang bersih dan tinggi dan bagian ini disebutnya, perbuatan-perbuatan manusia.

6 Studi Keritis Dari Pemikiran Ibnu Bajah Diantara pemikirannya bahwa Ia mengemukakan sebuah gagasan filsafat ketuhanan yang menyatakan bahwa manusia boleh berhubungan dengan akal pikirannya melalui perantaraan ilmu pengetahuan dan pembangunan potensi manusia. Menurutnya, cara manusia mendekati Tuhannya tidak harus melalui amalan tasawuf, melainkan bisa juga dilakukan melalui amalan berfikir. Dengan ilmu dan berfikir segala keutamaan dan perbuatan moral dapat diarahkan untuk memimpin dan menguasai jiwa. Telah maklum bahwa Ahlusunnah menyandarkan segala sesuatu harus mendahulukan wahyu yang di khabarkan baik dari Al-Qur’an dan Sunnah. Pemikiram Ibnu Bajjah tentang mendekati Tuhannya dengan berfikir kurang tepat, karena pemikiran dan akal kita harus kembali kepada wahyu, jika dimutlakan segala sesuatu terlebih perkara ghaib disandarkan pada akal semata, tentunya akan tersesat. Pada poin “a” disebutkan tentang filsafat metafisika dari ibnu bajjah, secara keumuman memang para filosof islam mengatakan Allah itu seperti Aql. Hal ini tentu sangat bertentangan dengan dalil dari Al-Qur’an dan Sunnah, Aql merupakan makhluk yang Allah Ta’ala ciptakan. Allah ta’ala menegaskan didalam firman-Nya bahwa tidak ada sesuatu yang serupa dengannya. “.....Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.” (QS. Asy-Syuro: 11).


Download ppt "Filsafat Ibnu Bajjah Dosen: Ust. Rahendra Maya, S.Th.I, M.Pd.I, Dr. (Cd) Oleh: Ahmad Khoeruddin Muhammad Rosyid R. Muhamad Ramdan Rijal Tamami."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google