Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pemrograman Bahasa Assembly.  Operasi Aritmatika -- Lanjutan  Pointer  Manipulasi Bit dan Logika  ADDRESSING MODES  Output String.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pemrograman Bahasa Assembly.  Operasi Aritmatika -- Lanjutan  Pointer  Manipulasi Bit dan Logika  ADDRESSING MODES  Output String."— Transcript presentasi:

1 Pemrograman Bahasa Assembly

2

3  Operasi Aritmatika -- Lanjutan  Pointer  Manipulasi Bit dan Logika  ADDRESSING MODES  Output String

4 SUB BX, BX ; BX=0

5

6

7

8

9

10

11

12

13  Untuk mengatasi Register Variabel yg berbeda Bit Address CASE: A DB 17 ; DB=8 bit jadi A=8 bit B DW 35 ; DW=16 bit jadi B=16 bit | MOV AL,A ; 8 bit dengan 8 bit MOV AX,B ; 16 bit dengan 16 bit. MOV AX, A tidak bisa dilakukan karena berbeda 8 bit dengan 16 bit **Error** BAGI.ASM(20) Operand types do not match

14  Tipe Data DB 1 BYTE DW 2 BYTE DD 4 BYTE DF 6 BYTE DQ 8 BYTE DT 10 BYTE

15  Contoh Tipe Data

16

17

18  DataType PTR Operand

19  menyimpan hasil perkalian 16 bit didalam 1 varibel 32 bit

20  Not Operator  And Operator ANot (A) ABA and B Setiap Bit yg di and dg 0 akan menghasilkan bit 0 dan setiap bit di and dg 1 akan menghasilkan bit itu sendiri

21  OR Operator  XOR Operator ABA or B Setiap Bit yg di or dg 1 akan menghasilkan bit 1 dan setiap bit di or dg 0 akan menghasilkan bit itu sendiri ABA xor B Setiap bilangan yg di xor dg bilangan yg sama akan menghasilkan bilangan 0

22  Perintah TEST untuk mengetahui nilai pada suatu bit Contoh : TEST AX,0Fh JNZ Proses ; Lompat jika Zerro flag 0  Perintah SHL (Shift Left) Operator SHL akan menggeser operand1 ke kiri sebanyak operand2secara per bit. Kemudian bit kosong yang telah tergeser di sebelah kanannya akan diberi nilai nol. Instruksi : MOV AX,3Fh MOV CL,3 SHL AX,CL ; Geser 3 bit ke kiri

23 NoAdressing ModeFormatSegment Register 1ImmediateDataTidak Ada 2Register Tidak Ada 3DirectDisplacementDS LabelDS 4Register Indirect[BX]DS [BP]SS [SI]DS [DI]DS 5Base Relative[BX]+DisplacementDS [BP]+DisplacementSS

24 NoAdressing ModeFormatSegment Register 6Direct Indexed[DI]+DisplacementDS [SI]+DisplacementDS 7Base Indexed[BX][SI]+DisplacementDS [BX][DI]+DisplacementDS [BP][SI]+DisplacementSS [BP][DI]+DisplacementSS

25  Larangan Pengcopyan Data 1. Pengcopyan data antar segment register, seperti: MOV DS,ES solusi  menggunakan register general purpose sebagai perantara MOV AX,ES MOV DS,AX

26  Larangan Pengcopyan Data 2. Pemberian nilai untuk segment register(DS, ES, CS, SS) secara langsung, seperti: MOV ES,0B800h solusi  menggunakan register general purpose sebagai perantara MOV AX,0B800h MOV ES,AX

27  Larangan Pengcopyan Data 3. Pengcopyan data langsung antar memory, seperti: MOV MemB,MemA solusi  menggunakan register general purpose sebagai perantara MOV AX,MemA MOV MemB,AX

28  Larangan Pengcopyan Data 4. Pengcopyan data antar register yang berbeda tipenya(8 bit dengan 16 bit) tanpa menggunakan pointer, seperti: MOV AL,BX solusi  menggunakan pointer

29  Pengcopyan Data tercepat dinamakan Immediate Addressing Immediate Addressing adalah suatu pengcopyan data untuk suatu register 8,16 atau 32(80386) bit langsung dari suatu angka. Contohnya : MOV AX,50h MOV EAX, h

30  Pengcopyan Data antar register disebut Register Addressing Pengcopyan antar register ini harus digunakan register yang berukuran sama, seperti AL dan BH, CX dan AX

31  Pengcopyan Data Direct Adressing Pengcopyan antar register ini harus digunakan register yang berukuran sama, seperti AL dan BH, CX dan AX TData : JMP Proses A DB 12h B DB 59h Proses : MOV AL,A ; Direct Addressing MOV AH,B ; Direct Addressin


Download ppt "Pemrograman Bahasa Assembly.  Operasi Aritmatika -- Lanjutan  Pointer  Manipulasi Bit dan Logika  ADDRESSING MODES  Output String."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google