Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

William Stallings Data and Computer Communications Chapter 8 Multiplexing.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "William Stallings Data and Computer Communications Chapter 8 Multiplexing."— Transcript presentasi:

1 William Stallings Data and Computer Communications Chapter 8 Multiplexing

2

3 Frequency Division Multiplexing zFDM zBandwidth yang bisa digunakan dari suatu media melebihi bandwidth yang diperlukan dari suatu channel zSetiap sinyal dimodulasi menjadi frekuensi carrier yang berbeda zFrekuensi carrier dipisah sehingga sinyal-sinyal tidak saling bertumpang-tindih (guard bands) zContoh; broadcast radio zChannel dialokasikan walaupun tidak ada data

4 Diagram Frequency Division Multiplexing

5 Sistem FDM

6 FDM Tiga Sinyal Voiceband

7 Sistem Carrier Analog zAT&T (USA) zHerarki skema FDM zGroup y12 voice channel (masing-masing 4kHz) = 48kHz yJangkauan 60kHz sampai 108kHz zSupergroup y60 channel yFDM 5 sinyal group pada carrier antara 420kHz dan 612 kHz zMastergroup y10 supergroup

8 Synchronous Time Division Multiplexing zData rate media melebihi data rate sinyal digital yang akan ditransmisikan zBanyak sinyal digital “interleaved” dalam waktu zMungkin pada level block zTime slots sebelumnya diberi nilai ke source dan di-”fix”-kan zTime slots dialokasikan walaupun tidak ada data zTime slots tidak harus selalu disebarkan ke source

9 Time Division Multiplexing

10 Sistem TDM

11 TDM Link Control zTidak ada header dan tailer zData link control protocol tidak diperlukan zFlow control yData rate dari jalur yang dimultiplex di-fix-kan yJika satu channel receiver tidak dapat menerima data, yang lain harus berlanjut ySource yang bersesuaian harus di “quenched” yHal ini akan menghasilkan “empty slots” zError control yError dideteksi dan ditangani oleh sistem channel individual

12 Data Link Control pada TDM

13 Framing zTidak ada flag atau character SYNC yang mengurung (bracket) frame TDM zHarus menyediakan mekanisme sinkronisasi zDitambahkan digit framing ySatu control bit ditambahkan ke setiap frame TDM xTampak seperti channel lain - “control channel” yBit pattern yang dapat diidentifikasi digunakan pada control channel yContoh; bergantiannya … tidak seperti pada data channel yBisa membandingkan masuknya bit pattern pada setiap channel dengan sync pattern

14 Pulse Stuffing zMasalah - Sinkronisasi data source zClock didalan source yang berbeda me-”drifting” zData rate dari source yang berbeda tidak dihubungkan dengan angka rasional sederhana zSolusi - Pulse Stuffing yData rate keluar (tanpa framing bit) lebih tinggi daripada jumlah data rate masuk yStuff extra dummy bits or pulses into each incoming signal until it matches local clock yStuffed pulse dimasukkan pada lokasi yang fix didalam frame dan dibuang pada demultiplexer

15 TDM dari Source Analog dan Digital

16 Sistem Carrier Digital zHerarki TDM zUSA/Canada/Japan menggunakan satu sistem zITU-T menggunakan sistem yang mirip (tapi berbeda) zSistem US berdasarkan pada format DS-1 zMultiplex 24 channel zSetiap frame memiliki 8 bit per channel plus satu bit framing z193 bit per frame

17 Sistem Carrier Digital (2) zUntuk voice setiap channel mengandung satu word data digital (PCM, 8000 cuplik per detik) yData rate 8000x193 = 1.544Mbps yLima sampai enam frame mempunyai cuplik 8 bit PCM yFrame ke-enam 7 bit PCM word plus “signaling bit” yBentuk deretan data signaling bit untuk setiap channel mengandung control dan routing info zFormat yang sama untuk data digital y23 channel data x7 bit per frame plus indicator bit untuk data atau system control yChannel ke-24 adalah sync

18 Data Tercampur zDS-1 bisa membawa campuran sinyal voice dan data z24 channel digunakan zTidak ada byte sync zBisa juga interleave channel DS-1 yDs-2 adalah empat DS-1 yang menghasilkan 6.312Mbps

19 ISDN User Network Interface zISDN membolehkan adanya multiplexing peralatan melalui jalur ISDN tunggal zDua interface yBasic ISDN Interface yPrimary ISDN Interface

20 Basic ISDN Interface (1) zData digital dipertukarkan antara subscriber dan NTE - Full Duplex zMemisahkan jalur fisik untuk setiap arah zSkema pengkodean Pseudoternary y1=tidak ada tegangan, 0=positif atau negatif 750mV +/-10% zData rate 192kbps zBasic access adalah dua 64kbps channel B dan satu 16kbps channel D zHal ini menghasilkan 144kbps termultiplex melalui 192kbps zSisa kapasitasnya digunakan untuk framing dan sync

21 Basic ISDN Interface (2) zChannel B adalah basic iser channel zData zPCM voice zMemisahkan koneksi-koneksi logikal 64kbps ke tujuan zChannel D digunakan untuk control atau data yFrame LAPD zSetiap frame panjangnya 48 bit zSatu frame setiap 250  dt

22 Struktur Frame

23 Primary ISDN zPoint to point zBiasanya mendukung PBX z1.544Mbps yBerdasarkan pada US DS-1 yDigunakan pada layanan T1 y23 B plus satu channel D z2.048Mbps yBerdasarkan pada standar European y30 B plus satu channel D yPengkodean jalurnya adalah AMI menggunakan HDB3

24 Format Frame Primary ISDN

25 Sonet/SDH zSynchronous Optical Network (ANSI) zSynchronous Digital Hierarchy (ITU-T) zKompatibilitas zHirarki Sinyal ySynchronous Transport Signal level 1 (STS-1) atau Optical Carrier level 1 (OC-1) y51.84Mbps yMembawa DS-3 atau group sinyal yang lebih rendah kecepatannya (DS1 DS1C DS2) plus kecepatan ITU-T (Contoh; 2.048Mbps) yBanyak STS-1 dikombinasikan kedalam sinyal STS-N yKecepatan ITU-T paling rendahadalah Mbps (STM-1)

26 Format Frame SONET

27 SONET STS-1 Overhead Octets

28 Statistical TDM zDalam Synchronous TDM banyak slot terbuang tidak berguna zStatistical TDM mengalokasikan time slot secara dinamis berdasarkan permintaan zMultiplexer memindai (scan) jalur input dan mengumpulkan data sampai frame penuh zData rate pada jalur lebih rendah daripada gabungan kecepatan jalur input

29 Format Frame Statistical TDM

30 Kinerja zOutput data rate kurang dari gabungan input data rate zBisa menyebabkan masalah selama periode puncak yInput-input buffer yJaga ukuran buffer ke minimum untuk mengurangi delay

31 Ukuran Buffer dan Delay

32 Asymmetrical Digital Subscriber Line zADSL zHubungan antara subscriber dan network yLocal loop zMenggunakan kabel twisted pair yang saat ini digunakan yBisa membawa spektrum broader y1 MHz atau lebih

33 Disain ADSL zAsymmetric yKapasitas downstream lebih besar daripada upstreamnya zFrequency division multiplexing yPaling rendah 25kHz untuk voice xPlain Old Telephone Service (POTS) yMenggunakan “echo cancellation” atau FDM untuk menghasilkan dua band yMenggunakan FDM didalam band zJangkauan 5.5km

34 Konfigurasi Channel ADSL

35 Discrete Multitone zDMT zBanyak sinyal carrier pada frekuensi yang berbeda zBeberapa bit pada setiap channel z4kHz subchannel zMengirim sinyal test dan menggunakan subchannel dengan signal to noise ratio (SNR) yang lebih baik z256 downstream subchannel pada 4kHz (60kbps) y15.36MHz yImpairments menghasilkan penurunan ke 1.5Mbps sampai 9Mbps

36 Transmitter DMT

37 xDSL zData rate DSL kecepatan tinggi zDSL jalur tunggal zData rate DSL kecepatan sangat tinggi

38 Required Reading zStallings BAB 8 zWeb sites pada yADSL ySONET


Download ppt "William Stallings Data and Computer Communications Chapter 8 Multiplexing."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google