Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Tingkah Laku Menolong. Pengertian Tingkah laku menolong, atau dalam bahasa psikologi sosial lebih dikenal dengan tingkah laku prososial, adalah tindakan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Tingkah Laku Menolong. Pengertian Tingkah laku menolong, atau dalam bahasa psikologi sosial lebih dikenal dengan tingkah laku prososial, adalah tindakan."— Transcript presentasi:

1 Tingkah Laku Menolong

2 Pengertian Tingkah laku menolong, atau dalam bahasa psikologi sosial lebih dikenal dengan tingkah laku prososial, adalah tindakan individu untuk menolong orang lain tanpa adanya keuntungan langsung bagi si penolong (Baron, Byrne, dan Branscombe, 2006) (dalam Sarlito.dkk, 2009:123).

3 Kapan Anda menolong: a.Saat orang lain melakukan pertolongan b.Saat orang lain membutuhkan pertolongan Modeling Bandura Kesamaan Kesamaan dengan orang lain mendukung munculnya perasaan positif memperbesar peluang untuk munculnya tingkah laku menolong sehingga orang cenderung menolong kepada orang yang memiliki kesamaan dengan dirinya (Myres, 1996) (dalam Sarlito.dkk, 2009:140). Modeling Bandura Kesamaan Kesamaan dengan orang lain mendukung munculnya perasaan positif memperbesar peluang untuk munculnya tingkah laku menolong sehingga orang cenderung menolong kepada orang yang memiliki kesamaan dengan dirinya (Myres, 1996) (dalam Sarlito.dkk, 2009:140). 10% 90%

4 Cara yang paling efektif bagi seorang korban untuk mengurangi ketidakjelasan atas kondisinya yang membutuhkan pertolongan adalah dengan meminta pertolongan secara jelas (Baron, Byrne, dan Branscombe, 2006). Kondisi tidak jelas (Ambigu) dapat menyebabkan penolong potensial menahan diri dan menunggu kejelasan (Sarlito.dkk, 2009:140). Hipotesis empati-altruisme Empatimerupakan respon yang kompleks, meliputi komponen afektif (merasakan) dan kognitif (memahami) (Sarlito.dkk, 2009:128). Motivasi menolong dari Empati bisa sangat besar sehingga seseorang bersedia terlibat dalam aktivitas menolong yang tidak menyenangkan, berbahaya, bahkan mengancam jiwanya (Batson, 1995, 2008). Cara yang paling efektif bagi seorang korban untuk mengurangi ketidakjelasan atas kondisinya yang membutuhkan pertolongan adalah dengan meminta pertolongan secara jelas (Baron, Byrne, dan Branscombe, 2006). Kondisi tidak jelas (Ambigu) dapat menyebabkan penolong potensial menahan diri dan menunggu kejelasan (Sarlito.dkk, 2009:140). Hipotesis empati-altruisme Empatimerupakan respon yang kompleks, meliputi komponen afektif (merasakan) dan kognitif (memahami) (Sarlito.dkk, 2009:128). Motivasi menolong dari Empati bisa sangat besar sehingga seseorang bersedia terlibat dalam aktivitas menolong yang tidak menyenangkan, berbahaya, bahkan mengancam jiwanya (Batson, 1995, 2008). Siapa yang Anda tolong: a.Orang yang meminta tolong b.Orang yang lemah/dalam keadaan susah 25% 75%

5 Laki-laki cenderung lebih mau terlibat dalam aktivitas menolong pada situasi darurat atau berbahaya, sebabnya laki-laki dianggap lebih kuat dan memiliki keterampilan melindungi (Sarlito.dkk, 2009:136). Sementara perempuan, lebih tampil menolong pada situasi yang bersifat pada memberi dukungan emosi, merawat, dan mengasuh (Deaux, Dane, Wrightsman, 1993) (dalam Sarlito.dkk, 2009:136). Teori Evolusi, orang tua yang mengutamakan kesejahteraan anak dibandingkan dengan kesejahteraan dirinya sendiri, genya akan mempunyai peluang lebih besar untuk bertahan dan lestari dibandingkan orang tua yang mengabaikan anaknya (Myers, 1996) (dalam Sarlito.dkk, 2009: 125). Laki-laki cenderung lebih mau terlibat dalam aktivitas menolong pada situasi darurat atau berbahaya, sebabnya laki-laki dianggap lebih kuat dan memiliki keterampilan melindungi (Sarlito.dkk, 2009:136). Sementara perempuan, lebih tampil menolong pada situasi yang bersifat pada memberi dukungan emosi, merawat, dan mengasuh (Deaux, Dane, Wrightsman, 1993) (dalam Sarlito.dkk, 2009:136). Teori Evolusi, orang tua yang mengutamakan kesejahteraan anak dibandingkan dengan kesejahteraan dirinya sendiri, genya akan mempunyai peluang lebih besar untuk bertahan dan lestari dibandingkan orang tua yang mengabaikan anaknya (Myers, 1996) (dalam Sarlito.dkk, 2009: 125). Mana yang Anda dahulukan: a.Menolong Wanita b.Menolong Anak-anak Golput 15% 20% 65%

6 Norma tanggung jawab sosial Norma ini memotivasi seseorang untuk membantu (karena rasa tanggung jawab) orang-orang yang lebih lemah darinya. Sehingga seseorang harus memberikan pertolongan kepada yang membutuhkan pertolongan tanpa mengharapkan balasan dimasa datang (Sarlito.dkk, 2009:131) Norma tanggung jawab sosial Norma ini memotivasi seseorang untuk membantu (karena rasa tanggung jawab) orang-orang yang lebih lemah darinya. Sehingga seseorang harus memberikan pertolongan kepada yang membutuhkan pertolongan tanpa mengharapkan balasan dimasa datang (Sarlito.dkk, 2009:131) Mana yang Anda dahulukan: a.Menolong Orang tua b.Menolong Wanita & Anak-anak 80% 10% Golput 10%

7 Mana yang lebih membutuhkan pertolongan: A B 15% 75% Golput 10%

8 Sifat kebutuhan Korban Kesediaan untuk menolong dipengeruhi oleh kejelasan bahwa korban benar-benar membutuhkan pertolongan (clarity of need),korban memang layak mendapatakan bantuan yang dibutuhkan (legitimate of need), dan bukanlah tanggung jawab korban sehingga korban memerlukan bantuan dari orang lain (atribusi eksternal) (Deaux, Dane, Wrightsman, 1993). Jumlah Korban (orang yang membutuhkan pertolongan) Kesediaan untuk menolong dipengeruhi oleh kejelasan bahwa korban benar-benar membutuhkan pertolongan (clarity of need),korban memang layak mendapatakan bantuan yang dibutuhkan (legitimate of need), dan bukanlah tanggung jawab korban sehingga korban memerlukan bantuan dari orang lain (atribusi eksternal) (Deaux, Dane, Wrightsman, 1993). Jumlah Korban (orang yang membutuhkan pertolongan)

9 Mana yang lebih membutuhkan pertolongan: A B 65% 30% Golput 5%

10 Locus of controlAtribusi (internal/Eksternal) Seseorang akan termotivasi untuk memberikan bantuan pada orang lain bila Ia mengasumsikan bahwa ketidakberuuntungan korban adalah diluar kendali (Weiner, 1980) Locus of controlAtribusi (internal/Eksternal) Seseorang akan termotivasi untuk memberikan bantuan pada orang lain bila Ia mengasumsikan bahwa ketidakberuuntungan korban adalah diluar kendali (Weiner, 1980) Ketika menolong Anda berfokus kepada: a.Masalah orang yang ditolong b.Keadaan orang yang ditolong 25% 75%

11 Bystander memiliki pengetahuan & keterampilan untuk memberikan pertolongan yang sesuai. Sifat HeroikPenghargaan, penerimaan, prestise. Keuntungan dari tingkah laku menolong dapat bersifat menolong untuk memperoleh imbalan dari lingkungan (external self-rewards) atau menolong untuk mendapat kepuasan batin (internal self-rewards) (Myers, 1996). Bystander memiliki pengetahuan & keterampilan untuk memberikan pertolongan yang sesuai. Sifat HeroikPenghargaan, penerimaan, prestise. Keuntungan dari tingkah laku menolong dapat bersifat menolong untuk memperoleh imbalan dari lingkungan (external self-rewards) atau menolong untuk mendapat kepuasan batin (internal self-rewards) (Myers, 1996). Pilihlah salah satu tindakan menolong: a.Mengantarkan seseorang yang tersesat sampai ke tujuan b.Menyelamatkan seseorang yang terseret ombak 70% 30%

12 Hipotesis kesenangan empatik Dalam hipotesis tersebut, dikatakan bahwa seseorang akan menolong bila Ia memperkirakan dapat ikut merasakan kebahagiaan orang yang akan ditolong atas pertolongan yang diberikannya (Sarlito.dkk, 2009:129) Guilt, orang dapat merasa lebih baik setelah memberikan pertolongan, atau menolong untuk menghindari perasaan bersalah atau malu jika tidak menolong (Deaux, Dane, Wrightsman, 1993). Bagaimana perasaan Anda setelah menolong orang lain: a.Bahagia b.Tenang 45% 55%

13 Clary dan Snyder (1999) dalam Baron, Byrne, Branscombe (2006), ada enam funsi dasar yang berlaku pada pekerja sukarela: Fungsi nilai (misalnya, menjunjung nilai-nilai kemanusiaan) Fungsi pemahaman (belajar lebih memahami dunia) Fungsi pengembangan (pengembangan diri) Fungsi karier (berhubungan dengan karier) Fungsi sosial (memperkuat hubungan sosial) Fungsi perlindunagn (misalnya, untuk mengurangi perasaan negatif atau rasa bersalah). Apakah anda memiliki pemikiran untuk menjadi relawan/mendedikasikan diri untuk orang lain: a.Ya b.Tidak 65% 35%

14 Desakan Waktu Orang-orang yang sibuk dan tergesa-gesa cenderung tidak menolong, sedangkan orang yang mempunyai waktu luang lebih besar kemungkinannya untuk memberika pertolongan kepada yang memerlukannya (Sarwono, 2002) (dalam sarlito.dkk, 2009:133).

15 Menerima pertolongan Korban dapat merasa rendah diri apabila penolong dipresepsikan sebagi orang yang “setingkat” atau memiliki “kemampuan” dibawah korban dan pertolongan terkait dengan tugas-tugas yang bersifat ego-central task (tugas yang menyangkut harga diri seseorang) (Deaux, Dane, Wrightsman, 1993).

16 Menolong - Ditolong Baik menolong maupun ditolong adalah sebuah keputusan yang diambil oleh seseorang. Mereka mempertimbangkan perasaan, tanggung jawab, pengetahuan, kemampuan (keterampilan), nilai, dan hasil.

17 S.O.S Ask For Help! Thank You,


Download ppt "Tingkah Laku Menolong. Pengertian Tingkah laku menolong, atau dalam bahasa psikologi sosial lebih dikenal dengan tingkah laku prososial, adalah tindakan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google