Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PEMASARAN PERTEMUAN 13 PEMASARAN 1.PENGERTIAN DAN KONSEP PEMASRAN. 2.STRUKTUR ORGANISASI PEMASARAN 3.PASAR 4.MARKETING MIX DAN PRODUK 5.SALURAN PEMASARAN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PEMASARAN PERTEMUAN 13 PEMASARAN 1.PENGERTIAN DAN KONSEP PEMASRAN. 2.STRUKTUR ORGANISASI PEMASARAN 3.PASAR 4.MARKETING MIX DAN PRODUK 5.SALURAN PEMASARAN."— Transcript presentasi:

1

2 PEMASARAN PERTEMUAN 13

3 PEMASARAN 1.PENGERTIAN DAN KONSEP PEMASRAN. 2.STRUKTUR ORGANISASI PEMASARAN 3.PASAR 4.MARKETING MIX DAN PRODUK 5.SALURAN PEMASARAN 6.PENETUAN HARGA 7.PROMOSI DAN PERIKLANAN 8.PERSONAL SELING, PROMOSI PENJUALAN, DAN PUBLISITAS.

4 PENGERTIAN DAN KONSEP PEMASARAN Pengertian pemasaran: Pemasaran dan produksi merupakan fungsi pokok bagi perusahaan, semua perusahaan berusaha memproduksi dan memasarkan produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Pada saat ini kegiatan pemasaran mempunyai peranan yang sangat penting dalam dunia usaha, kadang-kadang istilah pemasaran ini diartikan sama dengan beberapa istilah seperti penjualan, perdagangan dan distribusi. Kenyataan konsep pemasaran merupakan konsep yang menyeluruh, sedangkan istilah yang lain tersebut hanya merupakan satu bagian, satu kegiatan dalam sistem pemasaran secara keseluruhan. Jadi pemasaran merupakan keseluruhan dari pengertian tentang ; Penjualan, Perdagangan, Distribusi. Gambaran tentang pemasaran secara luas dapat diketahui dari definisi yang dikemukakan oleh William J. Stanton berilkut ini ; Pemasaran, adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditunjukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensionsl. Dari definisi tersebut dapat diketahui bahwa sebenarnya proses pemasaran itu terjadi atau dimulai jauh sejak sebelum barang-barang diproduksi (Pemasaran tidak bermula pada saat selesainya proses produksi, juga tidak berakhir pada saat penjualan dilakukan)

5 Penciptaan faedah bagi konsumen : Pemasaran adalah termasuk salah satu kegiatan dalam perekonomian dan membantu dalam menciptakan nilai ekonomi. Sedangkan nilai ekonomi itu sendiri akan menentukan juga harga barang dan jasa bagi individu-individu. Selain pemasaran, kegiatan lain yang dapat menciptakan nilai ekonomi adalah :  Produk yang membuat barang-barang.  Konsumsi yang menggunakan barang-barang tersebut. Dalam hal ini pemasaran berada dalam produk dan konsumsi; ini berarti bahwa pemasaran menjadi penghubung antara kedua faktor tersebut. Dalam kondisi perekonomian seperti sekarang ini, tampa adanya pemasaran orang sulit mencapai tujuan konsumsi. Oleh karena itu perusahaan harus dapat menciptakan faedah (utility) bagi konsumen. Faedah (utility) adalah kekuatan dari suatu produk atau jasa untuk memuaskan kebutuhan. Perusahaan dapat menciptakan lima macam faedah : 1) faedah bentuk (form utility) 2) Faedah waktu (time utility); 3)Faedah tempat (Place utility). 4) Faedah milik (Ownership utility) dan 5) Faedah informasi (information utility). Dari kelima faedah tersebut, kegiatan pemasaran menciptakan empat faedah diantaranya adalah sebagai berikut ;

6 Empat faedah pemasaran : 1.Faedah waktu (dapat menciptakan dengan menyediakan produk pada saat konsumen membutuhkan untuk membelinya. 2.Faedah tempat (merupakan faedah yang diciptakan dengan menyediakan produk pada tempat yang strategis ) 3.Faedah milik (diciptakan dengan mempersiapkan pemindahan hak milik dari menjual kepada pembeli) 4.Faedah informasi (diciptakan dengan memberikan informasi tentang penawaran suatu produk kepada konsumen) Konsep pemasaran : Konsep pemasaran (marketing concep) merupakan falsafah perusahaan yang menyatakan bahwa pemasaran keinginan pembeli adalah syarat utama bagi kelangsungan hidup perusahaan. Perusahaan yang menganut konsep pemasaran ini tidak hanya sekedar menjual barang saja tetapi lebih dari itu dimana perusahaan harus memperhatikan konsumen beserta kebutuhannya. Secara definitif dapat dikatakan bahwa : Konsep Pemasaran “adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemasaran kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan” Konsep pemasaran ini banyak dianut oleh perusahaan modern yang ingin mencapai laba jangka panjang dengan berorientasi kepada konsumen atau pasar.

7 Pendekatan studi pemasaran : Pemasaran dapat dipelajari dengan mengadakan berbagai macam pendekatan Yaitu : Serba lembaga Serba fungsi Serba barang Serba management Pedekatan serba sistem Pendekatan studi pemasaran

8  Pendekatan serba fungsi : Jumlah dan macam dari fungsi ini tergantung pada macam produk dan kebiasaan dalam perdagangan. Adapun fungsi pokok pemasaran adalah : 1.Penjualan : (ini merupakan fungsi yang paling penting dalam pemasaran karena menjadi tulang punggung kegiatan untuk mencapai pasar yang dituju) 2.Pembelian ;(bertujuan memilih barang-barang yang dibeli untuk dijual atau untuk digunakan dalam perusahaan dengan harga,pelayanan dari penjual dari kualitas produk tertentu) 3.Pengangkutan; (merupakan fungsi pemindahan barang dari tempat barang dihasilkan ke tempat barang dikonsumsikan) 4.Penyimpanan:(merupakan fungsi penyimpanan barang-barang pada saat barang selesai diproduksi sampai pada saat dikonsumsikan). Adapun alasan untuk menyimpanan tersebut : a. Produksi bersifat musiman b. Konsumsi bersifat musiman c. Spekulasi d) Menyetabilkan harga e) menyimpan dalam pembelian dalam jumlah besar. Jumlah dan macam dari fungsi ini tergantung pada macam produk dan kebiasaan dalam perdagangan. Adapun fungsi pokok pemasaran adalah : 1.Penjualan : (ini merupakan fungsi yang paling penting dalam pemasaran karena menjadi tulang punggung kegiatan untuk mencapai pasar yang dituju) 2.Pembelian ;(bertujuan memilih barang-barang yang dibeli untuk dijual atau untuk digunakan dalam perusahaan dengan harga,pelayanan dari penjual dari kualitas produk tertentu) 3.Pengangkutan; (merupakan fungsi pemindahan barang dari tempat barang dihasilkan ke tempat barang dikonsumsikan) 4.Penyimpanan:(merupakan fungsi penyimpanan barang-barang pada saat barang selesai diproduksi sampai pada saat dikonsumsikan). Adapun alasan untuk menyimpanan tersebut : a. Produksi bersifat musiman b. Konsumsi bersifat musiman c. Spekulasi d) Menyetabilkan harga e) menyimpan dalam pembelian dalam jumlah besar.

9 Lanjutan : 5.Pembelanjaan (adalah fungsi mendapatkan modal dari sumber ekstern guna menyelenggarakan kegiatan kegiatan pemasaran) 6.Penanggungan risiko yang dikaitkan dengan pemasaran barang, Tiap-tiap perusahaan menghadapi macam–macam risiko diantaranya adalah. Risiko alam (gempa bumi), risiko oleh manusia (kebakaran, pencurian), risiko pasar (merosotnya harga penjualan) 7.Standarisasi dan granding (Standarisasi adalah penentuan batas-batas dasar dalam bentuk spesifikasi barang-barang hasil manufaktur) standar barang untuk manufaktur adalah : (rim untuk kertas, Liter untuk oli. 4 R Untuk ban, ukuran kekuatan (tenaga kuda untuk motor,mobil, PK). Granding, adalah usaha menggolong-golongkan barang kedalam golongan (memeriksa dan menyortir, dengan panca indra dengan alat dan contoh barang) 8.Pengumpulan informasi pasar (dalam fungsi ini termasuk pada pengumpulan dan penafsiran keterangan-keterangan tentang macam barang yang beredar dipasar, jumlahnya, macam barang yang di butuhkan konsumen). Disamping itu juga dikumpulkan data tentang jumlah konsumen dan tempat tinggal, merek, daya beli dan kesukaan mereka. Adapun fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan oleh masing-masing lembaga pemasaran (penyedia bahan baku, produsen perantara dan konsumen) dpt dilihat pada gambar dibawah ini :

10 Lanjutan gambar : Fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan oleh penyedia, produsen, perantara, dan konsumen. Penyedia bahan baku Perusahaan pengolahan Perantara Konsumen Pembelian penjualan Pengangkutan Pembelanjaan Penanggungan risiko Standarisasi Dan granding Penyimpanan Pengumpulan Informasi pasar Sebenarnya kedelapan macam fungsi pokok pemasaran tersebut dapat dimasukan Ke dalam tiga macam fungsi : 1. Fungsi pertukaran,yaitu pembelian dan penjualan. 2. Fungsi penyediaan pisik, pengangkutan dan penyimpanan 3. fungsi penunjang meliputi pembelanjaan, Penanggungan risiko, standarisasi dan granding, serta pengumpulan informasi pasar.

11 Definisi dari sistem pemasaran adalah sebagai berikut ; Sumber pemasaran : “adalah kumpulan lembaga-lembaga yang melakukan tugas pemasaran, barang, jasa,ide,orang, dan faktor-faktor lingkungan yang saling memberikan pengaruh, dan membentuk serta mempengaruhi hubungan perusahaan dengan pasarnya” Dalam bentuk yang paling sederhana, sistem pemasaran terdiri atas dua elemen yang berinter aksi, yaitu organisasi pemasaran dan pasar yang dituju, terlihat pada gambar dibawah ini (sistem pemasran yang paling sederhana) Organisasi pemasaran Pasar yang dituju Barang dan jasa Pembayaran Umpan balik informasi pasar Komunikasi dengan pasar Sistem pemasaran yang paling sederhana

12 Struktur Organisasi Pemasaran yg sudah menggunakan konsep pemasaran. Untuk mengatur kegiatan-kegiatan dengan baik, manajer harus menentukan komposisi struktur organisasinya. Struktur organisasi pemasaran bagi sebuah perusahaan tidak selalu sama dengan perusahaan lainnya tergantung pada kondisi yang ada maupun tujuan yang akan dicapai : D I R E K T U R Manajer Personalia Manajer keuangan Manajer pemasaran Manajer penjualan umum Manajer perencanaan pemasaran dan pelayanan staf penunjang Menajer produksi (semua kegiatan pemasaran diintegrasikan di bawah manajer pemasaran)

13 Pasar : Seorang yg membeli suatu barang atau jasa akan terlibat dalam suatu transaksi pembelian. Transaksi jual beli yang terjadi dilakukan oleh penjual dan pembeli. Kejadian ini berlangsung pada suatu saat tertentu di tempat tertentu, sehingga pasar dapat dianggap sebagai suatu tempat ini sebenarnya sangat sempit dan kurang fleksibel, definisi pasar yang lebih luas (Dikemukakan oleh W.J.Stanton) berikut ini : Pasar : “Adalah orang –orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk berbelanja dan kemauan untuk membelanjakannya” Dari definisi tersebut dapatlah diketahui adanya tiga unsur penting yang terdapat dalam pasar, yakni :  Orang dengan segala keinginannya  Daya beli mereka.  Kemampuan untuk membelanjakan uangnya. Macam-macam pasar:  Pasar konsumen : (adalah sekelompok pembeli yang membeli barang-barang untuk dikonsumsikan, bukanya dijual atau diproses lebih lanjut, termasuk dalam pasar konsumen ini adalah pembeli-pembeli individu dan/atau pembeli rumah tangga(non bisnis) Barang yang di beli adalah barang konsumsi.  Pasar industri :(adalah pasar yg terdiri atas individu-individu dan lembaga atau organisasi yg membeli barang-barang untuk dipakai lagi. Baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam memproduksi barang lain yg kemudian di jual. Barang yang dibeli adalah barang industri.

14 Lanjutan :  Pasar penjual (adalah suatu pasar yg terdiri atas individu- individu dan organisasi yang membeli barang-barang dengan maksud untuk di jual lagi atau disewakan agar mendapat laba.  Pasar pemerintah ; (adalah pasar di mana terdapat lembaga-lembaga pemerintah seperti Departemen- departemen, direktorat, kantor-kantor dinas, dan instansi laIn. Segmentasi pasar : Tidak ada perusahaan yang dapat melayani semua kebutuhan konsumen : hanya sebagian atau beberapa kelompok pasar saja yg dapat dilayani. Hal ini akan terjadi pada saat persaingan sangat ketat, kemudian apa yang disebut segmen pasar. Segmen pasar “ adalah kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk ke dalam satuan – satuan pasar (segmen pasar) yang bersifat” homogen.

15 MARKETING MIX DAN PRODUK Pengertian marketing mix : Jika sasaran pasarnya sudah ditentukan melalui riset pemasaran, maka perusahaan harus membuat suatu rencana yang baik untuk memasuki segmen pasar yang dipilih. Keputusan-keputusan dalam pemasaran dapat dikelompokan ke dalam empat strategi, yaitu : Strategi produk,strategi harga, Strategi Ditribusi, dan strategi promosi. Kunsumen Stategi harga Strategi Produk Strategi Produk Strategi promosi Marketing Mix yang menitik beratkan pada konsumen Marketing Mix. Adalah Kombinasi dari empat pariabel,Atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perus ahaan, yakni : Produk, struktur, harga, kegiatan, promosi Dan sistim distribusi. Strategi distribusi

16  Pengertian barang : Sebelum mengadakan penggolongan barang/produk kita perlu membahas dulu pengertian barang tersebut. Definisi barang dapat dikemukakan sebagai berikut : Barang/Pruduk adalah suatu sifat yang komplek baik dapat diraba termasuk bungkus,warna, harga, prestise, perusahaan dan pengecer, pelayanan yang diterima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan atau kebutuhannya.  Penggolongan Barang menurut tingkat pemakai dan kekongkritannya : Penggolongan ini menunjukan berapa kali sebuah barang dapat digunakan apakah sekali dan beberapa kali, sehingga barang dibagi kedalam. 1)Barang tahan lama (durable goods) adalah yang barang-barang secara normal dapat di pakai berkali-kali (mesin tulis, pakaian, kaca mata, penggaris dsb), 2)Barang tidak tahan lama (nondurabel good) adalah barang - barang yang secara formal hanya dapat dipakai satu kali atau beberapa kali saja contoh, sabun, bahan baku, makanan, dsb 3)Jasa, (adalah kegiatan,manfaat, atau kepuasan yang ditawarkan untuk di jual misalnya, jasa reparasi, jasa potong rambut jasa pendidikan dsb)

17  Penggolongan barang menurut tujuan Pemakainya oleh si pemakai. 1.Barang konsumsi (barang-barang konsumsi adalah barang yg dibeli untuk dikonsumsi jadi pembelinya adalah konsumen akhir) barang kosumen dibagi tiga diantaranya adalah : a) Barang konvenien (convenience goods) adalah barang yg mudah dipakai Pembelinya dapat disembarang tempat dan setiap waktu, Rokok, sabun b) Barang shoping (shoping goods) adalah barang yang harus dibeli dengan mempertimbangkan masak-masak termasuk ke dalam barang :tekstil, perabot rumah tangga, c) Barang spesial (specialty goods) adalah barang yang mempunyai ciri khas dan hanya dapat dibeli di tempat-tempat tertentu saja, barang-barang antik, perhiasan, pakaian wanita dsb. 2. Barang industri adalah barang yang dibeli untuk diproses lagi atau untuk kepentingan idustri. Barang industri tersebut masih dapat dibedakan lagi menjadi lima golongan : 1. Bahan baku (Kapas) 2. Komponen dan barang setengah jadi (benang untuk membuat tektil) 3. Perlengkapan operasi, (Pelumas, pensil). 4 Instalasi (mesin penggilingan gabah, Pembangkit listrik) 5. Peralatan ekstra (dipakai untuk membantu, Truk, gerobag dsb)

18  Siklus kehidupan Barang. (Product Life Cycle) SIklus kehidupan Seperti halnya manusia, barang juga memiliki siklus kehidupan/umur(life cycle) yang terdiri atas beberapa tahap sejak barang diperkenalkan sampai tidak lagi terdapat di pasaran, ini disebut sebagai siklus kehidupan barang, siklus barang ini terdiri dari lima tahap seperti dalam gambar di bawah ini. (Tahap –tahap dalam siklus kehidupan barang) SIklus kehidupan Seperti halnya manusia, barang juga memiliki siklus kehidupan/umur(life cycle) yang terdiri atas beberapa tahap sejak barang diperkenalkan sampai tidak lagi terdapat di pasaran, ini disebut sebagai siklus kehidupan barang, siklus barang ini terdiri dari lima tahap seperti dalam gambar di bawah ini. (Tahap –tahap dalam siklus kehidupan barang) Waktu Perkenalan Pertumbuhan KedewasaanKejenuhanKemunduran PENJUALANPENJUALAN

19 Penjelasan tahap-tahap dalam siklus kehidupan barang 1)Tahap perkenalan (Barang mulai dipasarkan dalam jumlah yg besar walaupun penjualan belum tinggi, barang yg dijual barang baru (betul-betul baru). Untuk tahap permulaan biasanya ongkos yang dikeluarkan tinggi terutama biaya periklanan, promosi harus agresip dan menitik beratkan pada merek penjual, Disamping itu distribusi barang tersebut masih terbatas dan laba masih rendah. 2)Tahap pertumbuhan (Kurve penjualan semakin meningkat dengan cepat). Karena permintaan sangat meningkat dan masyarakat sudah mengenal barang bersangkutan, maka usaha promosi tidak seagresip waktu pertama. Disini pesaing sudah mulai memasuki pasar sehingga persaingan menjadi lebih ketat Cara lain yang dapat dilakukan untuk memperluas dan meningkatkan distribusi adalah dengan menurunkan sedikit pada harga jual. 3)Tahap kedewasaan dan kejenuhan (kadang-kadang sulit untuk mengatakan bahwa kedua tahap ini terpisah atau berada dalam satu tahap). Pada tahap kedewasaan kita melihat bahwa penjualan masih meningkat dan pada tahap berikutnya tetap bahkan cenderung untuk turun, dan persaingan sangat ketat. Usaha periklanan mulai ditingkatkan lagi untuk menghadapi persaingan. 4)Tahap pengunduran, (dalam tahap kemunduran ini penjualan semakin menurun, bahkan menderita rugi, pasar yg dikuasainya semakin sempit) untuk mengatasinya, perusahaan harus sudah memasarkan barang baru untuk menggantikan barang lama.

20  MERK. Suatu produk dapat dibedakan dari produk lainnya dari segi merk (brand). Merk tersebut dapat dipakai sebagai alat untuk menciptakan pandangan tertentu dari para pembeli baik melalui periklanan maupun melalui kegiatan promosi yg lain, istilah merk atau brand mempunyai pengertian yang luas, dan dapat didefinisikan sebagai berikut “ Brand, adalah suatu nama, istilah simbul, atau desain (rancangan) atau kombinasinya yang dimaksudkan untuk memberi tanda mengenal barang atau jasa dari seorang penjual atau sekelompok penjual dan untuk membedakannya dan barang-barang yang dihasilkan oleh pesaing. Saluran pemasaran  Pengertian Saluran Distribusi. (Semua perusahaan perlu melaksanakan fungsi distribusi dan hal ini sangat penting bagi pembangunan perekonomian masyarakat karena bertugas menyampaikan barang dan jasa yang diperlukan oleh konsumen (istilah faedah tempat, faedah waktu, faedah milik untuk menunjukan nilai distribusi. Adapun definisi saluran pemasaran atau disebut juga saluran distribusi dapat dilihat berikut ini. Saluran distribusi untuk suatu barang, adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau pemakai industri. (lembaga yang mengambil bagian dalam penyaluran barang adalah. Produsen, perantara, konsumen,

21  alternatif saluran distribusi untuk barang konsumsi dan barang industri. Suatu barang dapat berpindah melalui beberapa tangan sejak dari produsen sampai ke konsumen. Adapun macam – macam perantara yang ada adalah : a)Pedagang besar (yang menjual barang kepada pengecer,pedagang besar lain, atau pemakai industri. b)Pengecer (yang menjual barang kepada konsumen atau pembeli akhir). c)Agen (yang mempunyai fungsi hampir sama dengan pandangan besar meskipun tidak berhak memiliki barang yang dipasarkan). (Perantara adalah individu lembaga bisnis yg beroperasi di antara produsen dan konsumen atau pembeli industri. Perusahaan-perusahaan seperti ini melaksanakan beberapa fungsi pemasaran (penjualan, pengangkutan, dan penyimpanan) dan pembantu dalam kegiatan saluran. Adapun macam-macam saluran distribusi dapat dilihat pada gambar dibawah ini, saluran distribusi 1 s/d 5 merupakan saluran distribusi untuk barang konsumsi, sedangkan 6 s/d 9 merupakan saluran distribusi untuk barang industri yang sering disebut sebagai distributor indusdtri.

22 Gambar Saluran Distribusi untuk barang konsumsi dan barang indsutri. Barang Konsumsi Podusen Pengecer Podusen Pedagang besar PodusenAgen Pedagang besar AgenPengecer KonsumenPengecer PodusenKonsumen Podusen Pemakai Industri Distributor Idustri Podusen Pemakai Industri Distributor Industri AgenPodusen Pemakai industri AgenPodusen Barang Industri

23 Penjelasan Gambar :  Saluran 1. Produsen dapat langsung menjual barang mendatangi rumah konsumen (rumah ke rumah) di sebut distribusi langsung  Saluran 2. pengecer besar melakukan langsung melakukan pembelian pada produsen (ada pula produsen yg mendirikan beberapa pengecer)  Saluran 3.Produsen hanya menjual kepada pedagang besar, Pedagang besar melayani pengecer, pembelian konsumen dilayani oleh pengecer,  Saluran 4. Dalam saluran distribusi, produsen sering menggunakan agen sebagai perantara untuk menyalurkan barangnya kepada pedagang besar yang kemudian menjualnya kepada toko-toko kecil Agen yang terlibat adalah agen penjualan  Saluran 5. Produsen memiliki agen(agen penjualan atau agen pabrik) sebagai penyalurnya sasaran penjualan terutama ditujukan kepada pengecer besar.  Saluran 6. Biasanya saluran distribusi langsung ini dipakai oleh produsen bilamana transaksi penjualan kepada pemakai industri relatif cukup besar, Cocok untuk barang industri seperti, Pesawat terbang, lokomotif, tergolong instalasi.  Saluran 7. Produsen lain yang dapat menggunakan distributor sebagai penyalurnya, antara lain produsen bahan bangunan dsb  Saluran 8. Unit penjualannya terlalu kecil untuk dijual secara langsung, dalam hal ini agen penyimpanan pada penyalur perlu dipertimbangkan.  Saluran 9. biasanya tidak memiliki departemen pemasaran dan kalau ingin memperkenalkan barang baru lebih suka menggunakan agen.

24  Saluran Distribusi Ganda: Ada beberapa masalah yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan saluran distribusi, faktor-faktor tersebut antara lain : 1)Jenis barang yang ditawarkan 2)Produsen yang menghasilkan produknya 3)Penyalur yang bersedia ikut mengambil bagian 4)Pasar yang dituju Dengan demikian tidak menutup kemungkinan produsen menggunakan beberapa saluran (disebut distribusi ganda) secara sekaligus untuk mencapai pasar yang bebeda. Hal ini dilakukan apabila produsen menjual :  Barang yg sama (seperti :mesin tulis) ke pasar konsumen dan pasar industri sekaligus.  Barang-barang yg tidak ada kaitannya sama sekali seperti : (obat-obatan dan pakaian jadi)  Perantara Saluran : Dalam operasinya, perantara saluran melaksanakan berbagai macam fungsi pemasaran, seperti : penyimpanan, pengangkutan, dsb. Sering pula mereka terlibat penanganan barang-barang dalam jumlah besar, selain itu perantara juga melakukan fungsi penjualan dan pembelian. Adapun jenis – jenis perantara yg kita akan bahas selanjutnya adalah 1) Pedagang besar 2) Pengecer 3) Agen.

25 Pengecer. Jenis – jenis pengecer : Pengecer ini dapat digolongkan menurut beberapa cara, antara lain berdasarkan banyaknya product line. Menurut banyaknya produk line, pengecer dapat digolonkan ke dalam : a)General merchandise store, adalah sebuah toko yang menjual berbagai macam product line toko serba ada (departement store) alat olah raga, pakaian jadi, sepatu dan alat-alat rumah tangga. b)Single –line store, penggolongan ini duhubungkan kelompok barang –barang (yg dijual jenis produk line-nya) termasuk kedalam jenis ini antara lain, toko makanan, toko meubel, tokok bahan bangunan, tokok alat olah raga dsb. c)Specialty store. Disini barang yg dijual lebih terbatas, hanya meliputi sebagian dari product line saja misal, Toko tembakau, toko roti, toko sepatu pria dan sebagainya, jadi spesialty store ini tidak selalu menjual barang spesial saja, tetapi juga barang yang lain Gambar : pengecer titik penghubung antara penyedia dengan konsumen akhir Produsen dan pedagang besar PengecerKonsumen ahkir

26  Agen Adapun jenis-jenis agen yang ada antara lain : 1.Agen penjualan, yang mempunyai tugas utama mencarikan pasar bagi produsen. 2.Agen pembelian, yang mempunyai tugas utama mencarikan penyedia /supplier bagi para pembeli. Kebanyakan agen pembelian ini digunakan oleh toko-toko pengecer sebagai pembelinya. 3.Agen pengangkutan, yang mempunyai tugas utama menyampaikan barang dari penjual kepada pembeli.  Jumlah perantara dalam saluran : Setelah produsen menentukan saluran distribusi yang akan dipakai, masalah yang dihadapi berikutnya adalah masalah Penentuan jumlah perantara untuk ditempatkan sebagai perantara pada tingkat perdagangan besar dan/atau perdagangan eceran. Dalam hal ini prosedure mempunyai 3 alternatif ; a)Distribusi insentif, merupakan suatu strategi yang digunakan oleh perusahaan dengan menggunakan sebanyak mungkin penyalur (terutama pengecer) untuk mencapai konsumen, agar kebutuhan merereka cepat terpenuhi. b)Distribusi selektif ; merupakan suatu strategi yang digunakan oleh perusahaan dengan menggunakan sejumlah pedagang besar dan/atau pengecer yang terbatas dalam geogarafis tertentu

27 c. Distribusi Eksklusif. Merupakan suatu strategi yang digunakan oleh perusahaan dengan hanya menggunakan satu pedagang besar atau pengecer di daerah pasar tertentu.  Distribusi fisik, dipakai untuk menggambarkan luasnya kegiatan pemindahan barang ketempat tertentu pada saat tertentu. Bagi produsen kegiatan distribusi fisik ini tidak hanya meliputi pemindahan barang jadi dari akhir proses produksi sampai ke konsumen akhir, tetapi juga menyangkut arus bahan baku dari suatu sumber sampai pada akhir proses produksi. Pada pokonya, dua masalah penting yang terdapat dalam kegiatan distribusi fisik ini adalah : 1. Pengangkutan dan 2. Penyimpanan. 1.Pengangkutan dapat diartikan sebagai pemindahan barang melalui suatu jalan atau jalur yang mengambil tempat diantara lembaga-lembaga saluran, atau antara lembaga saluran dengan konsumen. a) Penggolongan sesuai dengan methode pengangkutan, dalam hal ini pengangkutan digolongkan ke dalam, Angkutan dengan truk, kereta api, dengan pipa. Pesawat udara, dengan kapal laut. b) penggolongan sesuai dengan bentuk hukumnya. Dalam hal ini agen pengangkutan di golongkan kedalam, 1. Agen pengangkutan umum, 2. Agen pengangkutan kontrak, 3. Agen pengangkutan sendiri. 4. Perantara angkutan (freight forwarder) yaitu unit usaha angkutan yang tidak memiliki fasilitas pengankutan sendiri.

28 Lanjutan. 2.Penyimpanan, penyimpanan sering memerlukan pemikiran tersendiri lebih-lebih bagi perusahaan yg tidak mempunyai fasilitas prnyimpanan sendiri. Dalam hal ini perusahaan dapat menyewa fasilitas penyimpanan pada lembaga lain yang disebut gudang umum (public worehouse). Biasanya sewa yang harus dibayar ditentukan menurut besarnya ruangan yang digunakan. Penentuan harga :  Arti dan penenentuan harga : harga dapat didefinisikan sebagai berikut : Harga : adalah sejumlah uang (ditambah beberapa barang kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya.  Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Harga. Dalam kenyataan tingkat harga yang terjadi dipengaruhi oleh faktor, seperti : 1. Kondisi perekonomian 2. Penawaran dan permintaan. 3. elastisitas permintaan. 4. Persaingan. 5. biaya. 6. tujuan manajer 7. Pengawasan pemerintah.

29 3. Lanjutan elastisitas permintaan : Inelastis, Jika permintaan itu bersifat inelastis, maka perubahan harga akan mengakibatkan perubahan yang lebih kecil pada volume penjualannya Elastis. Apabila permintaan itu besifat elastis maka perubahan harga akan menyebabkan terjadinya perubahan volume penjualan dalam perbandingan yang lebih besar. Unitary elasticity, apabila permintaan bersifat unitory elasticity, maka perubahan harga akan menyebabkan perubahan jumlah yang dijual dalam proporsi yang sama. Dengan kata lain penurunan harga sebesar 10% akan mengakibatkaan naiknya volume penjualan sebesar 10% pula. 4.Persaingan, harga jual beberapa macam barang sering dipengaruhi oleh keadaan persaingan yang ada. Barang-barang hasil dari pertanian dijual dengan keadaan persaingan murni. Banyaknya penjual dan pembeli ini akan mempersulit penjualan perseorangan untuk menjual dengan harga yang lebih tinggi kepada pembeli yg lain. Selain persaingan murni dapat pula menjadi keadaan persaingan lainnya, seperti : Persaingan tidak sempurna, oligopoli, dan monopoli.  Persaingan tidak sempurna (untuk barang-barang yg dihasilkan dari pabrik (barang-barang manufaktur) dengan merek tertentu, kadang-kadang mengalami kesulitan dalam pemasaran. Hal ini dapat disebabkan karena harganya lebih tinggi dari barang-barang sejenis dengan merek lain.

30 2. Penyimpanan, masalah penyimpanan ini sering memerlukan pemikiran tersendiri lebih-lebih bagi perusahaan yang tidak mempunyai fasilitas penyimpanan sendiri. Penentuan harga:  Arti dan pentingnya harga. Dalam perekonomian sekarang ini pertukaran atau jual beli barang dan jasa tidak lagi dilakukan secara barter, tetapi dilakukan dengan menggunakan suatu alat pembayaran alat penukar disebut uang, harga dapat didefinisikan sebagai berikut : Harga. Adalah sejumlah uang (ditambah beberapa barang kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya. (harga yg ditentukan harus dapat menutupi ongkos bahkan lebih dari itu. Yaitu tujuan mencari laba)  Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat harga : Dalam kenyataan tingkat harga dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti : 1. Keadaan perekonomian (Contoh adanya keputusan pemerintah 15 November 1978 yg menentukan nilai tukar $ 1.00 (satu dolar) Amerika dari Rp menjadi Rp ) 2. Penawaran dan permintaan, Pada umumnya tingkat harga yg lebih rendah akan mengakibatkan jumlah yg diminta lebih besar. 3. Elastisitas permintaan, (Faktor lain yg dapat mempengaruhi penentuan harga adalah sifat permintaan pasar, sebenarnya sifat permintaan pasar ini tidak hanya mempengaruhi penentuan harga tetapi mempengaruhi volume yang dapat dujual

31 Kurve permintaan dan penawaran gambar di bawah ini : a) b) S D __ _ HARGAHARGA Kuantitas D - Permintaan HARGAHARGA 1 __ Kuantitas S = Penawaran D S + + Permintaan adalah sejumlah Barang yg dibeli oleh Pembeli pada tingkat harga Tertentu. Pada umumnya, Tingkat harga yg rendah akan mengakibatkan jumlah yang di minta lebih besar Penawaran merupakan kebalikan Dari permintaan. Pada umumnya Harga yg lebih tinggi mendorong Jumlah yg ditawarkan lebih besar.

32 Terjadinya Harga gambar dibawah ini S D HARGA KUANTITAS HARGAHARGA D S Menurut teori ekonomi, harga akan ditentukan pada suatu titik Pertemuan antara kurve Permintaan dan kurve penawaran Seperti pada gambar dibawah ini.

33 Lanjutan : Keadaan pasar seperti ini disebut persaingan tidak sempurna (inferfect competition) di mana barang tersebut telah dibedakan dengan memberikan merek.  Oligopoli : ( Dalam keadaan oligopoli beberapa penjualan menguasai pasar, sehingga harga yg ditetapkan dapat lebih tinggi dari pada kalau dalam persaingan sempurna).  Monopoli :( Dalam keadaan monopoli jumlah penjual yg ada di pasar hanya satu sehingga penentuan harga sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti : -Permintaan barang bersangkutan - Harga barang-barang subsitusi/pengganti -Peraturan harga dari pemerintah. 5.Biaya. Biaya merupakan dasar dalam penentuan harga sebab suatu tingkat harga yg tidak dapat menutup biaya akan mengakibatkan kerugian sebaliknya apabila suatu tingkat harga melebihi semua biaya, baik biaya produksi, biaya operasi maupun biaya non operasi akan menghasilkan keuntungan. 6.Tujuan perusahaan: yaitu 1. Laba maksimum 2, Volume penjualan tertentu. 3. Penguasaan pasar. 4. Kembalinya modal yg tertanam dalam jangka waktu tertentu 7.Pengawasan pemerintah : merupakan faktor penting dalam menentukan harga. Pengawasan pemerintah tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk ; penentuan harga maksimum dan minimum, diskriminasi harga serta praktek-praktek lain yg mendorong atau mencegah usaha –usaha ke arah monopoli.

34 Publisitas ; Publisitas merupakan salah satu kegiatan promosi yg dilakukan melalui suatu media, namun informasi yang tercantum tidak merupakan iklan tetapi berita. Hal ini dapat kita lihat jumpai pada media surat kabar, majalah, televisi,internet. Pros es Personal seling PERSIAPAN SEBELUM PENJUALAN PENENTUAN LOKASI PEMBELI POTENSIAL MELAKUKAN PENJUALAN PENDEKATAN PENDAHULUAN PELAYANAN SETELAH PENJUALAN

35 Epaluasi/Evaluasi 1)Coba saudara tuliskan defenisi pemasran yang di kemukakan oleh William J. Stanton ? 2)Coba saudara tuliskan empat faedah pemasaran. 3)Sebenarnya kedelapan macam fungsi pokok pemasaran tersebut dapat dimasukan kedalam tiga macam fungsi, coba tuliskan ketiga fungsi teresebut oleh saudara ? 4)Coba saudara tuliska definisi dari sistem pemasaran (sumber pemasaran ? 5)Caoa saudara tliskan tiga unsur penting yang terdapat dalam pasar ? 6)Coba saudara tuliskan macam-macam pasar ? 7)Coba saudara tuliskan mengenai marketing Mix ? 8)Coba saudara gambarkan siklus kehidupan barang (product Life Cycle) 9)Suatu barang dapat berpindah melalui beberapa tangan sejak dari produsen sampai konsumen, caoa saudara tuliskan dan terangkan macam perantara yang ada tersebut ? 10)Coba saudara gambarkan mengenai Proses Personal seling ?


Download ppt "PEMASARAN PERTEMUAN 13 PEMASARAN 1.PENGERTIAN DAN KONSEP PEMASRAN. 2.STRUKTUR ORGANISASI PEMASARAN 3.PASAR 4.MARKETING MIX DAN PRODUK 5.SALURAN PEMASARAN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google