Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

DISKUSI REGULER PENGELOLAAN HUTAN DAN SUMBERDAYA ALAM Pertemuan Pertama Rumah Joglo, Bogor, 21 Pebruari 2015.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "DISKUSI REGULER PENGELOLAAN HUTAN DAN SUMBERDAYA ALAM Pertemuan Pertama Rumah Joglo, Bogor, 21 Pebruari 2015."— Transcript presentasi:

1 DISKUSI REGULER PENGELOLAAN HUTAN DAN SUMBERDAYA ALAM Pertemuan Pertama Rumah Joglo, Bogor, 21 Pebruari 2015

2 Adi Bahri Diawali dari gagasan beberapa orang melalui obrolan ringan terkait dengan pengelolaan SDA Dari obrolan ringan itu ingin dicoba/ digagas untuk menjadi sebuah diskusi reguler dengan menghadirkan narasumber yang relevan Pertemauan ini dimaksudkan untuk sharing ilmu pengetahuan dengan model yang lebih santai

3 Mas Eko Dalam pertemuan pertama ini perlu disepakati terkait dengan mau dibawa ke mana pertemuan ini. Jadi perlu disepakati: “frekuensi” pertemuan, manajemen kegiatan, kesepakatan waktu, mau apa bentuknya, dll

4 Mas Bayu Pertemuan ini awalnya dimulai dari diskusi yag sifatnya “hit and run” dari berbagai multi disiplin ilmu. Awalnya dikaji terkait dengan kajian agraria, dari hasil pertemuan ini diakhir ingin dibangun sebuah frame terkait pengelolaan SDA Bentuk yang ingin dibangun belum disusun terkait silabus, namun akan ada bedah buku, termasuk di dalamnya permasalahan ekologi politik pengelolaa SDA Di akhir ingin dihasilkan buku yang merupakan bunga rampai dari setiap pertemuan dari awal sampai akhir

5 Mas Anggi Lahir dari pandangan yang sama terkait pentingnya menmbah pengetahuan dengan mencari bentuk dalam pengelolaan SDA. Keinginan itu ingin ditata secara ilmiah Awalnya berangkat dari ketidaktahuan, namun ingin terus mendalami terkait dengan pendalaman teori dan pengetahuan Diharapkan pertemuan ini menjadi ruang untuk menambah pengetahuan di luar perkuliahan Ada BENTUK, TEMA, DAN OUTPUT Yang penting dituntut keistiqomahan dari para peserta untuk hadir di setiap acara

6 Prof HK Berhasil atau tidaknya acara ini tergantung pada pengorganisasian dari pengelola Penting untuk dipikirkan operasional keberlangsungan acara ini Konteks yang ingin dibangun terkait dengan tema sangat sesuai dengan kebutuhan yang ada saat ini. Namun mainstream itu tidak ada di IPB, kecuali ada di beberapa Faklutas seperti FEMA dan Fahutan. Oleh karenanya yang penting dalam pertemuan ini adalah terbentuknya jaringan antar bidang itu Perlu juga dipikirkan terkait dengan memberika pemahaman konteks ini kepada mahasiswa sarjana Para founding father, perlu ada pertemuan dan menetapkan secara tersendiri dalam pertemuan khusus.. Semuanya didokumentsikan sehinggga nantikan dihasilkan suatu “Bentuk, Tema, dan Output” dari pertemuan

7 Terkait dengan output buku: saat ini sedang dikumpulkan ringkasan penelitain (Disertasi) sekitar 10 buah dan akan mencoba dibuat menjadi sebuah karya ilmiah berupa buku Terjemahan sedang ada terkait dengan Aksi Bersama dari Ostrom. Ini kalau dibuat menjadi sebuah buku agak susash karena terkait dengan etikacopy right. Sehingga perlu dipikirkan bagaimana agar tidak terkait dengan masalah huku Terkait dengan bentuk, perlu dipahami dulu terkait dengan value dari pertemuan ini.. Karena kita tidak bisa memaksakan orang untuk datang ke tempat ini Terkait dengan narasumber: bisa dilist siapa-siapa saja yang bisa dijadikan narasumer untuk pertemuan sekitar 1 tahun

8 Mensarikan dokumen KEHATI yang sudah tersimpan selama kurang lebih (20) tahun Terkait dengan tema-tema politik dan kebijakan mohon agar pengelola menyiapkannya untuk diselesaikan oleh Prof HK Terkait “Ruang Belajar” akan sangat tergantung kepada kesempatan membaca dari masing-masing individu dan bisa mendiskusikannya dalam pertemuan reguler untuk menyampaikan apakah apa yang dibaca sudah dipahami atau belum Perlu membangun strategi komunikasi agar hasil dari setiap pertemuan bisa diketahui khalayak umum.. Bisa melalui Radar Bogor Perlu juga minta ruang di Graha Pena Radar Bogor Terkait konsep teori (politik) yang dipentingkan adalah pentingnya kita punya kemampuan analisis. Kemampuan ini akan diperoleh jika kita punya konsep dan landasan teori. Maka di setaip pertemuan ini akan diperkuat terkait dengan memperbanyak konsep dan landasan teori dimaksud Dalam setiap pertemuan penting adanya pembahas

9 Mas Eko Adanya kegelisahan terkait pentingnya pembahasan ekologi politik dalam pengelolaan SDA di IPB, padahal di luar IPB sudah berjalan dengan lebih maju. Termasuk di dalamnya politik agraria, kebijakan, dan politik SDA Masih adanya sekat-sekat terkait dengan disiplin ilmu dan sektor (kehutanan, perikanan, agraria, dll) padahal semuanya memerlukan bahasan terkait dengan Ekologi politik dari ilmu dan sektor tersebut Akan lebih cocok pertemuan ini menjadi sebuah Kelompok Studi

10 DISKUISI BEBAS Rumah Pegangsaan  Ada knowledge management dari setiap lintas sektoral sehingga tersusun secara lebih utuh dan bisa menjadi dokumentasi yang bisa dibagikan kepada publik Dalam setiap diskusi ada literatur/teks sebahan bahan dasar dan panduan dari setiap studi, maka perlu ada kumpulan topik yang tersusun, siapa yang akan diundang, bentuk yang mau dibangun. Pengaturan kajian bisa diatur temanya dengan cara (1) diselang seling, (2) secara rutin bahasan plotik dulu), lanjut (3) bahasan agraria, dan lainnya Perlu juga adanya narasumber dengan membentuk kelompok pembahas dari dari setiap pertemuan

11 Pak Gamin Mengapresiasi pertemuan ini Pertemuan ini diharapkan bisa menjadi solusi bagi para peneliti yang kebigungan biasanya bagi yang belum TEMA Research dan saat akan ke lapangan. Penting juga pembahasan terkait dengan METODE reseach kebijakan Diskusi dengan tema konteks yang aktual seperti ILC

12 Mas Eko Perlu dipetakan kebutuhan untuk melangsungkan Kelompok Studi ini: misalnya kemampuan menulis baik ilmiah maupun populer Dari kebutuhan tersebut boleh jadi perlu dilakukan “pelatihan menulis” dengan mendatangkankan ahlinya Pentingnya dibangun “peer group” dalam ilmu sosial dengan sifatnya yang lintas ilmu yang kebetulan di Indonesia belum banyak berkembang Bahan komunikasi: ada group WA, milist, web LIBRA = Lingkar Belajar Agraria  menyusun base line bacaan utama (pustaka).. Kemudian ada yang ditugaskan mereview dari pustaka tersebut. Maka penting meminta list pustaka tersebut kepada narasumber sebelum pertemuan dilangsungkan

13 TEMA Pentingnya setiap pembahas dalam setiap pertemuan Tema bahasan PERTAMA “INDEKS TATA KELOLA HUTAN”

14 PRESENTASI PROF HK Problem nasional terkait peyelamatan SDA yang digagas oleh KPK... Sifatnya untuk pencegahan Dari perkembangan dan wvaluasi NKB 12 K/L diketahui bahawa permasalahan tersebut sebagian besar terjadi di daearh.. Dan ini sudah dilakukan studinya Dalam bahasan Politik Ekologi Pengeloaan SDA yang penting dibahs di awal terkait Pengelolaan SDA sebelum bicara masalah Politiknya

15 Indeks Tata Kelola Hutan (ITH)  berguna sebagai studi bagi kondisi pemungkin bagi perbaikan tata kelola Definisi tata kelola  Belum menyatunya ITH penting dalam meningkatkan kapasitas dan memperbaiki regulasi

16 Kekuasaan dapat berupa 1)Sumberdaya 2)Pengetahuan 3)Integritas 4)Struktur (terkait legalitas) Hubugan antara Politik dan Intergritas Objek Ekologi Politik yang mau difokuskan dalam group? Memastikan pemahaman bahwa pemerintah dan pemda tidaklah satu karena adanya faksi-faksi  penting untuk dipahami terkait dengan telaah aktor

17 Count of conduct pembagian (sirkulasi) informasi Strategi implentasi perbaikan dari nilai indeks tata kelola Minta kepada pembicara agar dalam setiap pertemuan menyampaikan fakta-fakta yang ada di lapangan (secara empiris) selain konsep konsep yang dibangun. Pertemuan berikutnya akan dilakukan tanggal 7 Maret 2015 di Rumah Joglo Undangan ada Diskusi Publik tgl 14 Maret di Gd. Andi Hakim Nasution yang diadakan oleh Forum Wacana IPB Pertemaun berikutnya akan dilakukan tanggal 21 Maret 2015 di Rumah Joglo


Download ppt "DISKUSI REGULER PENGELOLAAN HUTAN DAN SUMBERDAYA ALAM Pertemuan Pertama Rumah Joglo, Bogor, 21 Pebruari 2015."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google