Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Analisa Pembandingan Dengan menggunakan analisa pembandingan maka akan diketahui : 1.Data absolut atau jumlah-jumlah dalam rupiah 2.Kenaikan/penurunan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Analisa Pembandingan Dengan menggunakan analisa pembandingan maka akan diketahui : 1.Data absolut atau jumlah-jumlah dalam rupiah 2.Kenaikan/penurunan."— Transcript presentasi:

1 Analisa Pembandingan Dengan menggunakan analisa pembandingan maka akan diketahui : 1.Data absolut atau jumlah-jumlah dalam rupiah 2.Kenaikan/penurunan dalam rupiah 3.Kenaikan/penurunan dalam prosentase 4.Perbandingan dalam rasio 5.Dinyatakan dalam prosentase dari total

2 2 1. Horizontal analysis 2. Vertical analysis 3. Common Size

3 3 1. Horizontal analysis

4 4 Comparing an item in a current statement with the same item in prior statements is called horizontal analysis.

5 5 J Holmes, Attorney-at-Law Income Statement For the Year Ended December 31, 2005 and 2006 Increase (Decrease) 2006 2005 Amount Percent Fees earned$187,500$150,000$37,50025.0% Operating expenses: Wages expense$ 60,000$ 45,000$15,00033.3% Rent expense15,00012,0003,00025.0% Utilities expense12,5009,0003,50038.9% Supplies expense2,7003,000(300)(10.0)% Misc. expense 2,300 1,800 50027.8% Total operating expenses$ 92,500$ 70,800$21,70030.6% Net income$ 95,000$ 79,200$15,80019.9%

6 Pos neraca 31 DesemberNaik/turunratio% dari total 20072008Rp%20072008 abcdefg Kas Piutang Barang Tanah Bangunan Aktiva lain 8 000 40 000 20 000 75 000 50 000 40 000 16 000 30 000 5 000 90 000 75 000 50 000 8 000 10 000 15 000 25 000 10 000 100 25 75 20 50 25 2,0 0,75 0,25 1,20 1,50 1,25 3 17 9 32 22 17 6 11 2 34 28 19 total233 000 266 00033 000141,14100

7 Pos Rugi- Laba 31 DesemberNaik/turunratio% dari total 20072008Rp%20072008 aBcdefg Penjualan HPP Pesd awal Pembelia Persd ahir HPP Laba kotr Bi penjln Bi adm u Bi operasi Laba oprs Bi bunga Laba sbl pajak 7303 905 4793 5698 951 4747 2556 854 864 1718 838 53 785 9609 951 6029 6980 1057 5923 3686 1326 1176 2502 1184 28 1156

8 Trend dalam Prosentase Cara terbaik untuk menganalisa laporan keuangan yang lebih dari 3 tahun dengan menggunakan angka indek sehingga diketahui kecenderungannya (trend), Tahun awal biasanya dijadikan tahun dasar dengan asumsi tahun tersebut sebagai tahun yang paling normal. Tahun dasar diberi indek = 100

9 Contoh neraca Pos-pos 31 Desember2004 = 100 % (thn dasar) 2004200520062007200520062007 Aktv lcr Kas Piutang Persedia Total AL Akt tetp Rp 100 860 640 1600 2780 Rp 120 880 790 1790 2780 Rp 130 790 910 1830 2830 Rp 90 860 1010 1960 2890 % 120 102 123 112 100 % 130 92 145 114 102 % 90 100 161 123 104 Tot aktv4380457046604850104106111

10 arti Tahun 2004 dijadikan tahun dasar. Kas tahun 2005 : 120 % artinya 1.Uang kas yang tersedia 31 des 2005 adalah 120 % dari uang kas 31 des 2004 2.Uang kas 2005 lebih besar 20 % dibanding kas 31 des 2004 3.Kas akhir 2005 naik sebesar 20 % dibanding kas akhir 2004

11 Contoh lap. R-L Pos-pos 31 Desember2004 = 100 % (thn dasar) 2004200520062007200520062007 Penjualn H P P Laba kot Bi. Penjl Bi, adm Bi.opers Laba opr Rp 2800 1940 860 430 190 620 240 Rp 2860 1970 890 430 200 630 260 Rp 3310 2200 1110 460 230 690 420 Rp 3740 2550 1190 500 250 750 440 % 102 108 100 105 101 108 % 118 113 129 107 121 111 175 % 134 131 138 116 132 121 111

12 12 2. Vertical analysis

13 13 Vertical Analysis and Interpretation

14 14 Fees earned$187,500$150,000 Operating expenses: Wages expense$60,000$45,000 Rent expense15,00012,000 Utilities expense12,5009,000 Supplies expense2,7003,000 Miscellaneous exp. 2,300 1,800 Total operating expenses$92,500 $70,800 Net income$95,000$79,200 Amount Percent Amount Percent 2006 2005 J. Holmes, Attorney-at-Law Income Statements For the Years Ended December 31, 2005 and 2006

15 15 Fees earned$187,500100.0%$150,000100.0% Operating expenses: Wages expense$60,000$45,000 Rent expense15,00012,000 Utilities expense12,5009,000 Supplies expense2,7003,000 Miscellaneous exp. 2,300 1,800 Total operating expenses$92,500 $70,800 Net income$95,000$79,200 Amount Percent Amount Percent 2006 2005

16 16 Fees earned$187,500100.0%$150,000100.0% Operating expenses: Wages expense$60,000$45,000 Rent expense15,00012,000 Utilities expense12,5009,000 Supplies expense2,7003,000 Miscellaneous exp. 2,300 1,800 Total operating expenses$92,500$70,800 Net income$95,000$79,200 2006 2005 Amount Percent Amount Percent$60,000$187,500$60,000$187,500 32.0% $15,000$187,500$15,000$187,500 38.0%

17 17 Fees earned$187,500100.0%$150,000100.0% Operating expenses: Wages expense$60,000$45,00030.0% Rent expense15,00012,0008.0% Utilities expense12,5009,0006.0% Supplies expense2,7003,0002.0% Miscellaneous exp. 2,300 1,800 1.2% Total operating expenses$92,500$70,80047.2% Net income$95,000$79,20052.8% 6.7% 1.4% 1.2% 49.3% 50.7% 2006 2005 Amount Percent Amount Percent 32.0% 38.0%

18 Vertical Analysis Cara analisa laporan keuangan perusahaan dengan melihat historical data perusahaan. EXAMPLE — Income Statements for the last three years are summarized 200520062007 Sales 300,000 310,000 330,000 Cost of Goods Sold (110,000) (105,000) (110,000) G & A Expenses (80,000) (100,000) (105,000) Net Income 110,000 105,000 115,000 Sales100% Cost of Goods Sold37%34%33% G & A Expenses27%32% Net Income37%34%35%

19 Analisa Common Size

20 Ada kalanya akan sangat berguna bagi kita untuk membandingkan perusahaan-perusahaan di dalam industri yang sama. Pada umumnya orang menggunakan price to earning ratio (PER) ataupun price to book value ratio (PBV). Meskipun kedua rasio tersebut secara sekilas dapat kita manfaatkan untuk melakukan screening, diperlukan penelaahan lebih lanjut untuk dapat memahami lebih jelas perbandingan satu perusahaan dengan yang lain. Jika misalnya suatu perusahaan memiliki PER 15, kita mendapatkan informasi bahwa sahamnya dijual 15 lipat dari EPS-nya namun tidak memberikan informasi pada kita apakah laba yang diperoleh tersebut sebanding dengan hasil penjualannya atau tidak. PER ataupun PBV juga tidak memberikan penjelasan kepada kita apakah perusahaan tersebut lebih efisien dibandingkan dengan perusahaan lain dalam operasinya. Karena masing-masing perusahaan memiliki strategi dan ukuran yang berbeda-beda, untuk membandingkannya kita memerlukan suatu metode yang menormalisasikan angka-angka di dalam laporan keuangannya. Salah satu metode yang dapat kita gunakan adalah metode common size comparison. Dengan metode tersebut, kita akan dapat melakukan benchmarking perusahaan satu dengan yang lain dengan lebih fair. Setiap angka di dalam laporan keuangan kita nyatakan sebagai proporsi terhadap angka lainnya. Pada common size balance sheet, kita mengekspresikan angka-angka di dalamnya sebagai persentase dari total asset. Pada common size income statement, kita menyatakan angka-angka di dalamnya sebagai persentase dari revenue. Contoh dari common size balance sheet adalah sebagai berikut:

21

22 Terlihat bahwa item-item di dalam balance sheet dinyatakan sebagai persentase dari total assets. Pada tabel di atas saya sengaja menghilangkan beberapa item dan hanya memasukkan angka-angka yang penting. Dengan mengkonversikan laporan keuangan perusahaan menjadi common size, kita akan dapat membandingkannya dengan lebih mudah. Cara yang sama dapat kita terapkan pada income statement dengan menjadikanrevenue sebagai referensi. Contoh common size income statement adalah sebagai berikut:

23 Contoh Kasus: Analisa Common Size pada Industri Semen

24 Terdapat 3 perusahaan yang listed di BEI untuk industri semen yaitu Semen Gresik (SMGR), Holcim (SMCB), dan Indocement (INTP). Untuk meneropong lebih jauh, mari kita pergunakan analisa common size.

25

26 Dari gambar di atas, dapat kita lihat bahwa PPE (property, plant & equipment) atau biasa kita kenal dengan fixed assets SMCB jauh lebih lebih besar daripada kedua kompetitornya di mana 76% dari total asset SMCB merupakan peralatan produksinya. Yang perlu kita analisa lebih lanjut adalah apakah fixed asset tersebut dapat memberikan SMCB pendapatan yang sebanding. Bagaimana caranya? Mari kita memeriksa rasio fixed assets turnover ketiga perusahaan tersebut yang merupakan perbandingan antara revenue terhadap fixed assets-nya. Fixed asset turnover mereka (SMGR, SMCB, INTP) secara berturut-turut adalah 1.87, 0.76, dan 1.45. Terlihat bahwa kekhawatiran kita terbukti.Fixed asset turnover SMCB memiliki nilai paling rendah. Berikutnya, mari kita perhatikan jumlah utangnya, dalam hal ini adalah interest-bearing debt. Walaupun masih dalam batas wajar, utang SMCB paling besar apabila dibandingkan dengan kedua perusahaan yang lain. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

27 Mari kita beralih ke common size income statement.

28 Yang cukup menarik perhatian saya adalah tingginya persentase COGS SMCB. Katakanlah biaya langsung untuk memproduksi semen ketiga perusahaan tersebut sama. Dengan COGS yang lebih besar, SMCB menjual semen dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan kedua SMGR dan INTP. Meskipun hal ini bisa saja merupakan strategi SMCB, namun dampak dari tipisnya gross margin tersebut terlihat padaoperatingprofit margin dan net profit margin (dalam hal ini adalah common size operating income dan common size net income) yang paling kecil. Jika memang SMCB menjual dengan harga yang lebih murah, logikanya perputaran barangnya harus lebih cepat. Jika tidak, maka tidak ada manfaatnya SMCB menjual produknya dengan harga yang lebih rendah. Dengan membandingkan revenue terhadap inventory, maka kita akan mengetahui hal tersebut. Perbandingan tersebut disebut juga dengan inventory turnover. Dari laporan keuangannya, didapatkan inventory turnover SMCB adalah 11.92 kali atau dengan kata lain SMCB mampu menjual habis stok barangnya dalam waktu sekitar 31 hari (1/11.92*365 hari). Bagaimana dengan SMGR dan SMCB? SMGR memerlukan waktu 41 hari sedangkan INTP bahkan memerlukan waktu yang lebih panjang lagi yaitu 43 hari. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa usaha SMCB untuk memberikan harga yang lebih murah tidak sia-sia.

29 Contoh di atas memberikan gambaran kepada kita bagaimana caranya membandingkan kinerja perusahaan-perusahaan yang berada di dalam satu industri. Sebenarnya kita dapat memperdalamnya lagi dengan melakukan analisa horisontal di mana kita membandingkan angka-angka di dalam laporan keuangan dengan angka-angka pada laporan keuangan periode sebelumnya. Kombinasi antara common size (vertikal) dengan analisa horisontal akan dapat memberikan kita gambaran yang lebih jelas mengenai kinerja perusahaan-perusahaan tersebut.


Download ppt "Analisa Pembandingan Dengan menggunakan analisa pembandingan maka akan diketahui : 1.Data absolut atau jumlah-jumlah dalam rupiah 2.Kenaikan/penurunan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google